แชร์

Bab 40

ผู้เขียน: Piemar
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-05-29 12:57:54
Dewa berdiri mematung menatap Andini dengan tatapan yang sukar dimengerti. Sontak, Andini mendongak, menatap wajah tampan pria dewasa itu dengan gugup. Apalagi, tiba-tiba Dewa menyentuh helaian rambutnya lalu menyelipkannya ke balik telinganya.

Andini mengerjap pelan. Ia menahan nafas karena jarak mereka terlalu dekat. Aura Dewa sangat kuat dan mendominasi.

Ia bisa melihat bagian jakun pria itu yang naik turun. Bibirnya bergerak. “Saat masuk ruang rapat, semua mata pria melotot menatapmu.”

Andini menghela nafas. “Termasuk Bima?”

Dewa menegakkan tubuh, mengangkat bahu. “Mungkin. Tapi kamu duduknya di sebelah aku. Jadi biarin aja dia melotot sampe matanya kering.”

Andini diam. Bukan karena tersinggung, tapi karena... hatinya aneh. Lagi-lagi, di dekatnya Dewa menunjukkan sisi lembut yang tidak cocok dengan image ‘PresDir Galak’ tadi.

“Kenapa diem?” tanya Dewa.

“Om Dewa...” Andini menatapnya. “Kamu tuh... bikin aku bingung. Di luar galak dan keren banget. Di sini... jadi lembut dan perha
Piemar

Hayo sapa yang senyum-senyum sendiri bayangin Dewa dan Andini? Hayo sapa yang kesal lihat kelakuan Amanda dan Jelita?  Btw, makasih ya support novelnya. Moga Allah balas kebaikan kalian. Amin.

| 22
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Fauzia Missela
moga saja andini dan dewa bkn sekedar nikah kontrak lg ,biar yg ngiri makin puanasas
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya   Epilog

    Setahun kemudian, Waktu bergulir begitu cepat. Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga kecil Andini dan Dewa. Tak terasa Andini dan Dewa sudah menyambut ulang tahun putra pertama mereka dengan penuh sukacita. Baby Axel tumbuh sehat. Ia sudah bisa berjalan dan mulai bisa bicara meski masih terbata-bata. Baby Axel adalah kesayangan keluarga Hadinata. Dia mirip sekali Dewandaru Hadinata saat kecil, sangat aktif, cerdas dan menggemaskan. Ruang tamu kediaman Hadinata telah disulap menjadi ruang perayaan ulang tahun pertama Axel. Balon-balon warna-warni menggantung di setiap sudut, menambah ceria suasana ruangan yang biasanya tampak elegan dan tenang.Di atas meja utama, sebuah kue tar berbentuk mobil-mobilan berdiri mencolok. Hiasannya rapi, lengkap dengan detail kecil yang membuat Axel terus menunjuk-nunjuk tak sabar. Di atasnya, lilin-lilin kecil dipasang berjajar, menunggu dinyalakan untuk momen paling ditunggu hari itu.Dewa merangkul Andini, mendekatkan wajahnya pada baby Axel. “Ga

  • Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya   Bab 240 - Menjadi orang tua

    Andini menatap Naura dengan lekat. Terlihat ada perubahan pada wajah dan tubuhnya. Wajah Naura tampak bersinar terang. Auranya beda sekali. Beberapa bagian tubuhnya terlihat berisi. Andini mengamati setiap detail kecil sahabatnya. Akhirnya, ia pun menarik sebuah kesimpulan. “Kamu hamil ya Nana?”Mata Naura melebar, nyaris loncat dari tempatnya. Sebetulnya, ia belum mau membocorkannya. Ia merasa hamil trimester awal itu sangat rentan. Namun ternyata Andini punya bakat intelijen. Mudah sekali ia menebak. Andini tak sabar mendengar jawaban Naura. Matanya memicing. Ia menaik turunkan alisnya. Sebuah tanda bahwa Naura harus segera menjawab pertanyaan penting darinya. Sebelum menjawab Naura sempat melirik ke arah suaminya, dr Dipta yang ngobrol soal perusahaan dengan Dewa. ya, begitulah pria itu mudah sekali akrab. Ketika Andini dan Naura mengobrol berdua. Mereka sudah mengobrol tentang investasi. Karena suaminya tidak meresponnya, Naura menunduk malu seperti orang yang ketahuan berbuat

  • Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya   Bab 239 - Pasangan yang bahagia

    “Mas, aku jadi deg-degan nih,” imbuh Andini menatap Dewa–yang sedang sibuk merapikan bawaan ke dalam tas bayi berukuran besar. Dewa terkesiap. Ada apa dengan istrinya? Perasaan tadi dia baik-baik saja.Dewa menatap istrinya lurus. “Kenapa?” tanya Dewa penasaran lalu ia menarik kesimpulan. “Oh, kamu gugup jadi seorang ibu ya,”Sebelum Andini menyahut, ada keraguan sebelum ia mengungkapkan isi hatinya. “Bukan itu Mas. Maksudku, aku gugup. Sekarang kita akan tinggal di rumah Ibu dan Ayah. Kamu tahu kan tinggal sama mertua itu em,”Pikiran Andini mulai kemana-mana. Apalagi setelah melihat dan mendengar berita tentang tinggal dengan mertua itu tidak nyaman. Pasti mereka akan banyak mengatur dan ikut intervensi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Dewa terdiam, mencoba membaca isi kepala istrinya. Ia membelai sisi wajahnya, berusaha menenangkannya. “Sayang, kamu gak usah khawatir. Ibu dan Ayah senang kita tinggal di rumah. Kalau misalkan Ibu bicara macam-macam sama kamu atau ngatur, bila

  • Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya   Bab 238 - Kehangatan keluarga

    Bima dan Amanda datang dengan membawa banyak perlengkapan, seolah hendak berkemah selama tiga hari. Amanda menggendong bayi mereka yang chubby dan lincah, berusia sekitar tujuh bulanan, sementara Bima memanggul tas besar berisi diapers, selimut, dan entah apa lagi.Baik Dewa maupun Andini sempat tak bisa menyembunyikan rasa terkejut mereka. Melihat bayi mereka dijenguk oleh anggota keluarga rasanya kebahagiaan mereka semakin melimpah.Andini tersenyum ketika Amanda, adik tirinya memeluknya. Ke duanya sudah berdamai dengan keadaan. Andini yang pemaaf dan Amanda yang berusaha bertobat dan menebus setiap kesalahan yang ia perbuat pada kakaknya. Amanda berbisik lirih pada telinga Andini. “Selamat, Mbak. Sekarang Mbak Andin sudah menjadi seorang wanita sempurna. Menjadi seorang ibu. Aku ikut senang Mbak,”Ketika pelukan mereka terlepas, Amanda masih menggenggam tangan Andini. “Sekarang baby Lea punya temannya, baby boy. Siapa namanya Mbak?”Andini saling lirik dengan Dewa. “Kami masih gal

  • Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya   Bab 237 - Orang tua baru

    Dewa dan Andini sempat panik melihat kondisi bayi mereka yang tiba-tiba denyut nadinya melemah. Dokter menaruhnya dalam inkubator. Detik itu juga monitor di samping inkubator menunjukan perubahan yang cukup signifikan. “Mas, kenapa dengan bayi kita?” Di antara rasa sakit pasca melahirkan Andini tercengang mendengar kabar tentang putra mereka. Dewa diam, pikirannya kosong. “Dokter, tolong anak kami,”Dokter bergegas melakukan tindakan, memberikan oksigen tambahan, memeriksa ulang saturasi dan suhu tubuh bayi. Dewa merangkul tubuh istrinya, menguatkannya. Andini terisak dalam dekapannya. Ia diserbu ketakutan melihat kondisi bayi mereka. Pikirannya berkelana ke sana kemari, takut terjadi apa-apa pada bayi mereka. Dokter berusaha menenangkan sepasang suami istri itu. “Pak Dewa dan Bu Andini tenang ya! Kami tangani,”Beberapa menit berlalu terasa begitu menyiksa. Tangis Andini belum juga reda. Dewa menggenggam tangannya erat, menyalurkan rasa hangat untuk istrinya, berharap Andini kua

  • Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya   Bab 236 - Tangisan bayi lelaki

    “Aku mau kamu malam ini,” imbuh Dipta ketika ia menarik diri, melepas ciumannya pada Naura yang tiba-tiba. Wajah Naura memerah tetapi ia mengangguk setuju. Ia memang sudah bertekad akan menyerahkan diri sepenuhnya pada suami halalnya. Sudah waktunya tiba. Ia tak ingin mengulur waktu lagi. Beberapa menit kemudian, Dipta mengecup keningnya lama lalu membacakan doa untuknya. Suasana kamar pengantin itu mendadak sunyi dan tegang. Hanya terdengar suara detak jantung yang berpacu kencang. Mereka sama-sama gugup. Namun sebagai seorang pria, Dipta berusaha keras untuk tenang. Kenapa? Karena jika ia terlihat sama gugupnya malam syahdu itu tidak akan berhasil sempurna.Lagi, Dipta menunduk mencium bibir Naura dengan lembut dan pelan-pelan. Sebuah awal yang indah dan membuat hati berdebar-debar tak karuan. Naura membalasnya meskipun masih canggung dan belum mahir. Ia mulai menerima Dipta dengan sukarela. Detak jantungnya sudah stabil. Ia mulai menikmati hangatnya ciuman.Detik demi detik ber

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status