Share

Resign

Penulis: Sity Mariah
last update Tanggal publikasi: 2026-07-22 18:01:11

Hembusan napasku terdengar berat setelah duduk di kursi tepat di samping ranjangnya. Aku menatap wajah Lyra yang terlihat masih pucat. Pun dengan sorot mata yang berbalut luka.

"Saya di sini," ucapku terdengar dingin dan datar.

Kedua tangan k bersilang di dada sambil menatap u memang menemaninya. Aku pula yang merawatnya. Tapi aku tidak bisa bersikap seperti biasa, seolah semua baik-baik saja di antara kami.

Jika Lyra terluka dengan sikapku, maka dia berhak mengusir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
mau sampai kapan pak mayor? jika kekecewaan mu begitu besar..ya sudah tidak usah seperti ini..lebih menyakitkan kamu hadir tapi seperti tidak ada..kalau pak mayor ingin pisah dulu.silahkan kalau itu membuat perasaanmu lebih baik..oke Lyra walaupun aku masih kesal.tapi biarkan suamimu menghindar.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Takut Kehilangan

    Di hari ketiga.Kondisi Lyra sudah jauh lebih baik.Wajahnya memang masih terlihat pucat, tetapi tidak sepucat dua hari sebelumnya.Perdarahan juga sudah kian berkurang.Ia sudah bisa duduk lebih lama tanpa terlihat terlalu lemas. Bahkan pagi tadi, ia sudah mampu berjalan sendiri ke kamar mandi tanpa harus berpegangan pada sisi ranjang. Tanpa harus aku bantu.Dokter yang melakukan pemeriksaan pun mengatakan bahwa kondisinya cukup stabil.Jika tidak ada keluhan lain, kemungkinan besar besok ia sudah diperbolehkan pulang.Seharusnya kabar itu membuatku lega.Dan memang, aku merasa lega. Karena setidaknya aku tidak lagi harus melihatnya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Namun entah kenapa, sejak pagi tadi ada perasaan aneh yang memenuhi dada.Aku masih duduk di sofa ketika seorang perawat masuk membawa obat.Setelah memeriksa kondisi Lyra, perawat itu tersenyum. "Ibu sudah jauh lebih baik."Lyra mengangguk pelan. "Iya, Sus.""Sudah bisa jalan?""Sudah. Pelan-pelan.""Kemajuan

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Waktu yang Menjawab

    Belum mampu memanggilnya dengan panggilan kesayangan.Belum mampu mengusap rambutnya sambil mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.Karena kenyataannya ....Tidak ada yang baik-baik saja.Anak kami sudah pergi dan luka ini masih terlalu baru.Aku mengembuskan napas pelan. "Jangan bicarakan tentang pekerjaan lagi.""Tapi—""Saya bilang jangan." Suaraku memang terdengar tegas. Namun tidak sekeras sebelumnya.Lyra kembali terdiam.Aku menatapnya yang masih membelakangiku. "Jangan membuat keputusan besar saat kamu sedang berada dalam kondisi seperti ini.""Karena saya gak tahu apakah keputusan itu benar-benar berasal dari keinginan kamu atau hanya karena kamu sedang merasa bersalah."Lyra perlahan membalikkan tubuh. Matanya yang sembab menatapku.Aku melanjutkan. "Kalau setelah kamu benar-benar pulih kamu masih ingin resign, kita bicarakan.""Kalau setelah beberapa

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Resign

    Hembusan napasku terdengar berat setelah duduk di kursi tepat di samping ranjangnya. Aku menatap wajah Lyra yang terlihat masih pucat. Pun dengan sorot mata yang berbalut luka."Saya di sini," ucapku terdengar dingin dan datar.Kedua tangan k bersilang di dada sambil menatap u memang menemaninya. Aku pula yang merawatnya. Tapi aku tidak bisa bersikap seperti biasa, seolah semua baik-baik saja di antara kami.Jika Lyra terluka dengan sikapku, maka dia berhak mengusirku dari ruangannya ini.Beberapa saat hening. Lyra yang seharusnya mulai tidur belum juga memejamkan matanya. Entah dia memang belum mengantuk atau ada yang mengganjal dalam hatinya. Aku tidak ingin begitu peduli.Aku membawa punggung bersandar pada badan kursi. Mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi lalu menggeliat pelan. Merenggangkan otot yang terasa kaku dan pegal. "Pak Mayor ...?" Suara Lyra pelan memanggilku."Hmm?" Aku menjawab sekenanya. Bahk

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Mengikhlaskan

    Hari pertama rawat inap terasa sangat panjang dan sunyi. Bukan karena ruangan itu sepi. Melainkan karena aku dan Lyra sama-sama kehilangan banyak kata untuk berbicara lebih banyak seperti biasa.Aku tetap berada di rumah sakit.Tidak pergi ke mana-mana.Tidak kembali ke Bandung atau markas.Aku duduk di sofa kecil yang berada di dekat jendela ruang rawat. Sesekali membuka ponsel untuk membalas pesan pekerjaan yang benar-benar penting.Namun lebih sering, aku hanya diam dan memperhatikan Lyra dari kejauhan.Perempuan itu lebih banyak memejamkan mata.Entah karena tubuhnya masih sangat lemah atau karena ia tidak tahu harus bicara apa padaku.Beberapa kali perawat masuk memeriksa tekanan darahnya.Mengganti cairan infus.Memberikan obat dan setiap kali perawat bertanya, akulah yang menjawab."Pasien masih pusing?""Masih sedikit.""Perdarahannya bagaimana?""Sud

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Berada di Sisinya

    Perjalanan kembali menuju Bogor terasa jauh lebih panjang daripada sebelumnya.Aku sudah berganti pakaian di rumah Ibu. Kemeja hitam polos dan celana bahan gelap menggantikan pakaian yang sejak semalam menempel di tubuh. Ibu bahkan memaksaku memakan beberapa suap nasi sebelum berangkat.Meski nyaris tidak terasa apa pun di lidahku.Sebelum keluar rumah, Ibu menggenggam tanganku erat."Jangan pulang membawa amarah, Yan."Aku hanya mengangguk pelan."Kalau memang belum bisa memaafkan, tidak apa-apa. Tapi jangan tinggalkan istrimu sendirian menghadapi semua ini."Kalimat itu terus terngiang sepanjang perjalanan.Mobil melaju, makin jauh meninggalkan Bandung.Kabut pagi perlahan menghilang, berganti langit yang mulai cerah.Namun pikiranku rasanya tetap gelap.Setiap beberapa kilometer, bayangan semalam kembali muncul.Gundukan tanah kecil.Kotak putih di tanganku.

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Luka Hati

    Ibu mengusap pelan kepalaku, membiarkan aku terdiam cukup lama.Beliau tidak memaksaku menjawab.Tidak memaksaku menerima semua nasihatnya saat itu juga.Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Hanya terdengar isak napasku yang mulai berangsur pelan. Dan perasaanku yang jauh lebih baik dibanding beberapa saat sebelumnya."Ayahmu dulu pernah bilang sama Ibu," ucap beliau lirih. "Kalau seorang laki-laki boleh saja menangis. Tapi setelah itu, dia harus kembali berdiri."Aku menatap lantai. "Aku capek, Bu.""Ibu tahu.""Rasanya aku benar-benar lelah.""Karena yang kamu bawa bukan cuma rasa kehilangan. Tapi juga rasa bersalah."Aku memejamkan mata.Benar.Aku merasa bersalah.Gagal, terlambat dan merasa menjadi suami yang tidak cukup peka.Ibu menggenggam tanganku erat. "Nak ...."Aku mendongak perlahan."Sekarang coba Ibu tanya. Apa yang paling kamu pik

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tidak Puas Sepenuhnya

    "Papa gak bisa lakukan itu!” Suara Mas Arland meninggi. “Aku anak Papa!”Om Mahesa berhenti melangkah.Pria paruh baya itu menoleh perlahan dengan tatapan yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.“Anak papa seharusnya tahu bagaimana cara menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya!”Mas Arl

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Keputusan Telak

    Kekacauan itu belum selesai.“ARLAND!”Suara berat penuh tekanan mendadak menggema dari deretan kursi keluarga.Seorang pria paruh baya berjas hitam berdiri dengan wajah merah padam. Rahangnya mengeras menahan malu.Mahesa Maheswara, Papa Mas Arland.Tatapannya langsung menusuk pada putranya sendir

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Setimpal

    Ballroom megah itu berubah kacau hanya dalam hitungan detik.Suara bisik-bisik tamu mulai bercampur dengan seruan kaget dan tatapan jijik yang mengarah pada Mas Arland.Beberapa orang tua bahkan buru-buru menutupi mata anak mereka. Namun video itu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.Wa

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   5. Surprise!

    “Kita pikirkan hal lainnya nanti. Sekarang kita fokus saja pada hari H yang semakin dekat,” ucap Ravyan tenang. Aku hanya bisa menatapnya dengan jantung yang berdetak aneh. Sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum kecil sebelum kembali menyeruput minumannya seolah pembicaraan tentang pernikahan da

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status