Share

Satu Ronde Lagi

Penulis: Sity Mariah
last update Tanggal publikasi: 2026-08-13 18:02:39

Aku dan Ravyan seketika beradu tatap. Aku dapat melihat jelas raut wajahnya yang panik dan merasa terdesak. Dengan kesadaran penuh aku merebut ponsel dari tangan Ravyan.

"Ini Lyra, Mi," ucapku kemudian.

"Lyra? Nak? Ini benar kamu, Sayang?" Suara Mami terdengar antusias bercampur kaget.

"Benar, Mi. Aku ... aku sudah bertemu dengan Ravyan sekarang."

Hembusan napas lega Mami pun terdengar. "Ya Allah, Nak. Akhirnya ... Mami cemas sekali. Kamu ke mana saja, Saya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
ravyan ya kudu ditinggal pergi dl baru sadar. ck ck ck. pak mayor. coba kmrn2 berusaha legowo, kan dpt jatahnya bisa lebih awal. ehehehe. makasih updatenya kakak syng :)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
nah gitu dong ..barengan sama sama untuk menyembuhkan..oke semoga bahagia selalu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Rencana Kecil

    Hari pertama memulai kembali lembaran hidup di rumah yang sama dan masih dengan orang yang sama. Bahkan dengan perasaan yang juga tetap sama.Udara pagi di halaman belakang terasa sangat asri. Aku dan Ravyan memutuskan menikmati teh hangat di sana. Menempati gazebo ditemani kicauan burung yang sesekali terbang melewati langit di atas kami."Kamu gak kerja hari ini?" tanyaku pada Ravyan di hadapan.Ia tengah bersandar pada tiang gazebo sambil membaca buku di tangannya.Helaan napas berat pun terdengar. "Saya mengajukan cuti. Lusa baru masuk lagi."Aku pun hanya mengangguk mendengar jawabannya.Tak berapa lama, Ravyan tampak menutup halaman buku yang sedang ia baca. Lalu membiarkan buku itu di atas pangkuannya.Tiba-tiba, ia meraih tanganku dan menggenggamnya. "Kamu sendiri gimana?"Keningku sempat mengernyit. "Gimana ... apanya?"Ravyan mengembus napas pelan. "Gimana rencana kamu ke depan setelah resign

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Pelangi Setelah Badai

    Selesai sarapan, kami pun segera menuju parkiran hotel. Mobilku masih terparkir di tempat yang sama. Tidak bergeser satu inchi pun, karena aku memang tak menggunakannya selama menginap di hotel. Kendaraan roda empat itu pun terlihat sedikit berdebu."Kamu ke sini naik apa?" tanyaku pada Ravyan yang sudah sibuk memasukkan koper-koper milikku ke dalam bagasi."Motor saya di parkiran khusus motor," jawabnya tanpa menghentikan aktivitas. Hingga pintu bagasi mobil akhirnya ia tutup."Terus sekarang kita pulang masing-masing?" tanyaku kembali.Ravyan menggeleng cepat. "No! Mana mungkin saya membiarkan kamu nyetir sendirian.""Jadi?""Saya yang bawa mobil. Motor saya biar nanti diambil anak buah."Aku mengangguk patah-patah."Kamu tunggu di sini. Saya titip kunci ke resepsionis sebentar."Lelaki itu bergegas pergi dan aku langsung masuk ke mobil. Mengisi kursi di sebelah kemudi.Aku mengangguk patah-p

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Hati yang Luas

    Kami sudah duduk di meja cafetaria hotel. Sarapan telah dihidangkan. Pelayan baru saja meletakkan dua piring sarapan di hadapan kami ketika ponsel Ravyan yang berada di atas meja bergetar.Aku dan Ravyan sama-sama menoleh.Nama Mami terpampang jelas di layar.Aku langsung menghela napas. "Apa kubilang. Mami pasti nelpon lagi.Ravyan mengangkat kedua alis. "Kali ini gak bisa dihindari."Aku menatapnya lalu mengangguk pelan. "Coba aja abaikan."Ravyan mendecak seraya menggeleng. "Definisi menggali lubang kubur sendiri."Ponsel itu masih terus bergetar. Akhirnya aku yang mengambil dan menerima panggilan videonya.Layar langsung berubah menjadi wajah Mami yang tampak cemas."Lyra!"Aku tersenyum kaku. "Iya, Mi.""Ini beneran kamu?""Iya, Mi. Ini Lyra. Anak Mami."Mami mengembuskan napas lega. "Ya Allah, Nak. Mami sampai gak bisa tidur beberapa malam. Kamu pergi tanpa kaba

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Satu Ronde Lagi

    Aku dan Ravyan seketika beradu tatap. Aku dapat melihat jelas raut wajahnya yang panik dan merasa terdesak. Dengan kesadaran penuh aku merebut ponsel dari tangan Ravyan."Ini Lyra, Mi," ucapku kemudian."Lyra? Nak? Ini benar kamu, Sayang?" Suara Mami terdengar antusias bercampur kaget."Benar, Mi. Aku ... aku sudah bertemu dengan Ravyan sekarang."Hembusan napas lega Mami pun terdengar. "Ya Allah, Nak. Akhirnya ... Mami cemas sekali. Kamu ke mana saja, Sayang? Kenapa kamu pergi dari rumah?""Emm ... maaf, Mi. Aku gak bermaksud buat Mami cemas. Aku ... cuma gak tahu lagi harus apa. Sekarang, Mami jangan cemas lagi. Aku sudah bersama Ravyan." Aku coba menenangkan Mami."Setelah mendengar suara kamu, mami bisa sedikit tenang sekarang. Tapi, belum benar-benar lega. Coba kita video call, Nak."Aku langsung menoleh pada Ravyan hingga kami bertatapan lagi. Kemudian aku menunduk, menatap keadaan diriku yang hanya terbalut selimu

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tenggelam dalam Lautan

    Tak sampai sepuluh menit, pintu kamar mandi terdengar berderit. Disusul suara langkah kaki hingga akhirnya aku menoleh dan mendapati Ravyan bertelanjang dada.Pakaian dinasnya sudah terlepas. Hanya tersisa celana pendek hitam dan tubuh atasnya yang polos. Handuk putih tersampir di bahu sambil ia gunakan mengusap wajah serta rambutnya yang sedikit basah."Saya gak bawa baju ganti. Ini aja pakai celana dobelan. Semoga gak buat saya gatal-gatal," ucapnya yang kini berdiri di hadapanku.Aku tersenyum kecil. "Mau pakai bajuku?"Ravyan menggeleng cepat. "Memangnya saya lelaki apaan?" jawabnya diikuti tawa kecil."Daripada nanti kamu gatal-gatal," sahutku kemudian."Gatal-gatal sedikit gak papa, yang penting tidur bareng kamu," balasnya terdengar ringan.Aku hanya menatapnya seraya tersenyum kecil lalu bangkit dan berjalan ke tepi ranjang. "Jujur aja aku capek. Udah pengen tiduran." Seketika aku langsung menjatuhkan tubuh di at

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Jalan Keluar

    Entah berapa lama Ravyan membiarkan bibirnya terus menempel di keningku dan aku pun tidak memiliki keinginan untuk melepaskannya."Andai kamu tahu ... berhari-hari aku menunggu saat seperti ini. Saat kamu datang, memeluk, hatimu penuh penerimaan, dan menjadi satu-satunya tempatku bersandar," ucapku dengan suara parau.Perlahan-lahan, Ravyan mulai menarik diri. Namun kedua tangannya masih mendekap. Dan berikutnya, kurasakan belaian lembut di rambutku."Kalau saya tidak bisa menemukan kamu sampai besok, mami kamu yang akan turun tangan. Dan ... beliau tidak akan membiarkan kamu bersama saya lagi," ujar Ravyan membuatku bingung hingga buru-buru menarik diri."Ma—maksudnya?" tanyaku kemudian.Ravyan mengembus napas berat. Pelukannya sudah terlepas, ia menunduk dan memijat pangkal hidung sebentar. Lalu kepalanya menoleh dan menatapku lagi."Awalnya saya mengira kamu pergi ke rumah Mami atau Kak Elina. Dan saya baru memastikan perkiraa

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   4. Pantang Melanggar Janji

    Pagi hari sekali, aku keluar dari dari gedung rumah sakit dan segera masuk ke dalam mobil. Mayor Ravyan diperbolehkan pulang dua jam lagi, sedangkan Kak Elina sudah pulang lebih dulu. Sebelum matahari terbit, ponselku tidak berhenti berbunyi dan memunculkan nama Mas Arland di layarnya. Namun, tida

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Keputusan Telak

    Kekacauan itu belum selesai.“ARLAND!”Suara berat penuh tekanan mendadak menggema dari deretan kursi keluarga.Seorang pria paruh baya berjas hitam berdiri dengan wajah merah padam. Rahangnya mengeras menahan malu.Mahesa Maheswara, Papa Mas Arland.Tatapannya langsung menusuk pada putranya sendir

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Setimpal

    Ballroom megah itu berubah kacau hanya dalam hitungan detik.Suara bisik-bisik tamu mulai bercampur dengan seruan kaget dan tatapan jijik yang mengarah pada Mas Arland.Beberapa orang tua bahkan buru-buru menutupi mata anak mereka. Namun video itu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.Wa

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   5. Surprise!

    “Kita pikirkan hal lainnya nanti. Sekarang kita fokus saja pada hari H yang semakin dekat,” ucap Ravyan tenang. Aku hanya bisa menatapnya dengan jantung yang berdetak aneh. Sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum kecil sebelum kembali menyeruput minumannya seolah pembicaraan tentang pernikahan da

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status