Share

Siapa yang Datang

Penulis: Sity Mariah
last update Tanggal publikasi: 2026-09-19 17:33:07

Makan malam sudah siap di meja makan besar rumah Mami. Meja makan yang dulu selalu terasa hangat saat Papi masih ada. Dan saat aku menghempas bobot di sebelah Mami, kehangatan itu tak sama lagi. Nyaris hanya sunyi yang kurasakan. Entah bagaimana Mami makan sendirian di sini setelah aku tidak tinggal dengannya lagi sekarang.

Mami terlihat begitu antusias setelah berdoa lalu mulai makan. Aku memperhatikannya dengan hati ikut bahagia. Dan selalu berharap hidup perempuan hebat itu selalu dipenuhi k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
siapa yg datang???
goodnovel comment avatar
Fa-oel Irawan
di intip dulu jgn langsung buka kalo arland bisa berabe
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Gak Sabar Pulang

    ~~~Tujuh hari sudah aku menginap di rumah Mami. Dan setelah kejadian Mas Arland tempo hari, aku sama sekali tidak pernah pulang. Selepas dari studio, aku langsung ke rumah Mami. Aku tidak tahu bagaimana kondisi rumah, bukan abai, tapi sebelum Ravyan pulang, aku khawatir Mas Arland masih akan terus menemui dan menggangguku.Sekarang pukul lima sore, aku sudah meninggalkan studio dan baru saja sampai di rumah Mami.Tubuhku sengaja dihempas di sofa ruang keluarga, belum ingin masuk kamar. Belum sampai satu menit aku duduk, ponsel di dalam tasku bergetar."Ravyan?" gumamku antusias melihat panggilan video dari Ravyan.Aku langsung menerimanya hingga wajah lelaki itu terpampang di layar."Hai, Sayang?" panggilnya begitu manis. Wajahnya yang tampan bercampur letih terpampang dalam layar.Aku tersenyum lebar. "Tumben video call jam segini?" tanyaku heran.Kedua sudut bibir lelaki itu tertarik. Menciptakan lengkung simetris yang menghiasi wajah lelahnya. Bukannya memberikan jawaban, ia malah

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Aku Janji!

    "Yang belum selesai apa?!" tanyaku setengah membentak Mas Arland tidak menjawab. Dia langsung berjalan menuju mobilnya.Aku berdiri diam sampai mobil itu benar-benar meninggalkan halaman rumah.Barulah aku mengembuskan napas panjang.Salah satu satpam menoleh kepadaku. "Sudah aman, Mba?"Aku mengangguk. "Sudah, Pak. Terima kasih.""Kalau orang itu datang lagi, langsung hubungi kami."Aku hanya mengangguk.Setelah kedua satpam pergi, aku menutup pagar dan menguncinya cepat.Tanganku masih sedikit gemetar.Bukan karena takut. Melainkan karena kesal.Aku masuk ke dalam rumah dan menutup pintu utama. Namun baru beberapa langkah, ponselku di dalam tas bergetar.Satu pesan masuk dari Ravyan."Bu Arsitek, sudah pulang dari studio?"Aku menatap layar cukup lama. Kemudian tanpa sadar tersenyum tipis.Setelah perasaanku kacau karena Mas Arland yang terus saja muncul, pesan dari Ravyan nyatanya cukup membuatku merasa lebih baik.Namun bukan hanya perasaan itu yang datang, tapi aku juga bimbang

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Belum Selesai!

    "Kamu?!"Mas Arland tersenyum tanpa rasa berdosa. Wajahnya terlihat begitu memuakkan.Tanpa menunggu lebih lama, aku bersiap menutup pintu pagar dengan cepat. Tapi Mas Arland berhasil menahan, bahkan dengan kekuatan yang jauh lebih besar dariku."Kamu mau apa, sih?!" Aku bertanya dengan nada kesal tanpa bisa menyembunyikan kekesalan."Lyra, kamu gak perlu begini. Aku datang baik-baik.""Tapi aku gak pernah mengharapkan kedatangan kamu. Pergi sekarang juga!" Aku menunjuk ke arah jalanan komplek yang sepi.Mas Arland justru tersenyum menyeringai. "Kenapa? Takut tumbuh perasaan lagi?"Mataku membulat mendengar pertanyaan konyolnya barusan. Refleks aku mendecih. "Pede banget kamu mikir begitu. Yang ada aku benci. Benci banget sama kamu!"Terdengar tawa kecil dari lelaki itu. "Tapi benci dan cinta itu tipis banget bedanya."Aku mendengkus kesal. "Cukup! Pergi kamu." Aku kembali menutup pintu pagar tapi lagi-lagi ia berhasil menahan."Pergi!" Aku berteriak tak terkendali."Ssst!" Mas Arland

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Siapa yang Datang

    Makan malam sudah siap di meja makan besar rumah Mami. Meja makan yang dulu selalu terasa hangat saat Papi masih ada. Dan saat aku menghempas bobot di sebelah Mami, kehangatan itu tak sama lagi. Nyaris hanya sunyi yang kurasakan. Entah bagaimana Mami makan sendirian di sini setelah aku tidak tinggal dengannya lagi sekarang.Mami terlihat begitu antusias setelah berdoa lalu mulai makan. Aku memperhatikannya dengan hati ikut bahagia. Dan selalu berharap hidup perempuan hebat itu selalu dipenuhi kebahagiaan.Mami makan dengan lahap, senyuman tak pudar dari bibirnya ketika pandangan kami bertemu."Masakan Elina enak, tapi terlalu gurih di lidah mami. Kalau makan kebanyakan, besok pasti tensi mami naik," ucapnya di sela-sela makan. "Kamu aja yang habisin masakan Kakakmu, Nak."Aku terkekeh pelan. "Tensi Mami aman, tensiku yang terancam."Mami pun turut terkekeh. Aku mengambil sedikit tumis kentang ati sapi ke dalam piring. Baru satu suapan, aku langsung mengangguk-angguk."Enak, Mi.""Mak

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Lyra yang Dulu

    Aku memilih menaruh ponsel di atas mini bar. "Enggak, Kak. Aku gak mau ganggu Ravyan. Aku gak mau nambah beban pikirannya. Kalau aku laporan, pasti Ravyan gak akan fokus kerja."Kak Elina tampak menghela napasnya. "Ya udah, terserah kamu kalau gitu. Tapi kalau nanti Ravyan udah benar-benar senggang, kamu harus tetap kasih tahu dia, lho. Kalau beban pikirannya bertambah, ya itu resiko dia sebagai suami kamu. Kalau bukan dia yang mikirin kamu, siapa lagi 'kan?"Aku menatap kakak perempuanku yang masih sibuk dengan masakannya itu. Apa yang dia katakan memang ada benarnya, tapi aku tidak sepenuhnya setuju. Ravyan memang suamiku. Memang dia yang seharusnya memikirkanku. Tapi untuk persoalan Mas Arland, aku rasa itu bukan hal penting untuk kulaporkan juga. Aku bisa menghadapinya sendiri."Kak, aku masih bisa urus sendiri. Aku rasa gak perlu laporan sama Ravyan," ujarku kemudian.Kak Elina mengembus napas kasar. Melepas kain celemek di depan tubuhnya lalu cuci tangan. "Ya udah kalau kamu mau

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Waspada

    "Astaga ... orang kok ngeyel banget." Aku menggerutu sendirian.Papperbag yang ditinggalkan Mas Arland masih di tangan. Dengan darah yang rasanya tersirap sampai ubun-ubun seraya meremas ujung paperbag-nya, aku melangkah turun dari teras ruko. Berjalan cepat menuju bak sampah di sebrang ruko dan hendak membuangnya. Namun gerakanku terhenti saat di sebrang jalan sana, seorang pemulung justru sedang mengorek dari bak sampah dari ruko lain.Pandanganku tak beralih dari pemulung itu hingga ia terlihat menemukan satu bungkus roti yang entah masih layak atau tidak. Namun wajah pemulung itu tampak berbinar, ia kembali membungkuk dan mengorek lagi bak sampahnya. Hingga menemukan beberapa bungkus roti lagi.Setelah itu, ia menjauh dari bak sampah. Mencari tempat yang lebih teduh hingga duduk di bawah pohon palm. Ia mulai membuka plastik roti yang ditemukannya.Aku batal membuang paperbag dari Mas Arland. Kakiku melangkah cepat menyebrangi jalan dan menemui

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   My Butterfly

    Aku refleks berhenti.Jantungku yang masih tak karuan, kini makin berulah.Pelan aku menoleh.Ravyan berdiri sangat dekat di belakangku sekarang. Jemarinya masih menggenggam pergelangan tanganku hangat.“Kenapa buru-buru kabur?” tanyanya santai.“Aku g

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Tidak Puas Sepenuhnya

    "Papa gak bisa lakukan itu!” Suara Mas Arland meninggi. “Aku anak Papa!”Om Mahesa berhenti melangkah.Pria paruh baya itu menoleh perlahan dengan tatapan yang terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.“Anak papa seharusnya tahu bagaimana cara menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya!”Mas Arl

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Keputusan Telak

    Kekacauan itu belum selesai.“ARLAND!”Suara berat penuh tekanan mendadak menggema dari deretan kursi keluarga.Seorang pria paruh baya berjas hitam berdiri dengan wajah merah padam. Rahangnya mengeras menahan malu.Mahesa Maheswara, Papa Mas Arland.Tatapannya langsung menusuk pada putranya sendir

  • Dikhianati Mas Dokter Dinikahi Pak Mayor   Setimpal

    Ballroom megah itu berubah kacau hanya dalam hitungan detik.Suara bisik-bisik tamu mulai bercampur dengan seruan kaget dan tatapan jijik yang mengarah pada Mas Arland.Beberapa orang tua bahkan buru-buru menutupi mata anak mereka. Namun video itu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan.Wa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status