Share

bab 49

Penulis: Addarayuli
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-24 15:02:36

"Selamat datang tuan Ren dan nyonya Florensia."

Ren dan Florensia disambut hangat oleh kolega bisnis yang mengudang Ren untuk makan malam, mereka saling berjabat tangan lalu duduk dikursi yang sudah ditata diruang VIP.

"Senang sekali anda mau menghadiri undangan makan malam dari saya tuan Ren."

 "Sama-sama tuan Bagas, saya merasa sangat terhormat dengan undangan yang anda berikan."

"Kamu Florensia ya? Saya dulu teman mama kamu saat masih sekolah menengah." ucap istri Bagas.

Florensia tersenyum lalu mengangguk. "Benar nyonya."

"Ah tidak perlu formal begitu, kamu bisa memanggil saya tante. Saya seumuran dengan mama kamu loh."

"Baiklah tante...."

"Tasya." ucapnya.

"Tante Tasya." ulang Florensia.

Sementara Ren dan Bagas membahas masalah bisnis, Florensia dan Tasya justru membahas masa sekolah Tasya dulu saat berteman dengan Talita, mama Florensia.

"Jadi papa dan mama bertemu sejak masih SMP tante?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar   bab 66

    Ting.Pintu lift terbuka, Florensia keluar dari lift kemudian berjalan menuju dapur. Disana dia melihat beberapa asisten rumah tangga tengah sibuk mempersiapkan bahan makanan untuk mereka masak untuk menu makan malam nanti."Selamat sore nyontya Flo." sapa para asisten rumah tangga bergantian."Sore bik, ada yang bisa Flo bantu?"Asisten rumah tangga saling tatap saat nyonya muda mereka menanyakan pekerjaan yang bisa nyonya mereka bantu, mereka hanya diam dan saling menatap.Florensia yang tak emndapatkan jawaban apapun mengerutkan keningnya, dia berniat membantu karena memang tak memiliki pekerjaan."Maaf nyonya, lebih baik anda menungggu di luar saja.""Loh, memangnya kenapa bik?" tanya Florensia bingug."Biarkan kami saja yang memasak ini nyonya, nanti tangan anda kotor."Florensia tertawa kecil menengar jawaban asiaten ruma tangganya. "Tidak papa bik, saya di rumah mama juga sering membantu mama memasak."

  • Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar   bab 65

    Florensia terdiam sambil menatap ke luar jendela mobil, saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dari kafe setelah bertemu dengan sahabatnya. Sejak pembicaraannya dengan Noela tadi, dia jadi lebih banyak diam bahkan sampai membuat Karina bingung.Sesekali Karina melihat kebelakang melewati kaca spion, dia memperhatikan Florensia yang semakin murung dan banyak diam. Dia menghela nafas pelan, dia sama sekali tidak tahu pembicaraan bos dan sahabatny tadi karena dia sengaja memberi ruang agar tidak terlalu tahu masalah yang dibahas oelh Florensia.Karina sedikit khawatir melihat Florensia, dia takut masalah yang dihadapinya cukup berat."Nona, anda melamun?"Florensia menoleh ke depan saat Karina menegurnya. "Tidak, aku hanya sedikit banyak pikiran saja.""Anda bisa bercerita dengan saya nona, jangan terlalu dipendam sendiri.""Nanti aku ceritakan."Karina mengangguk, dia paham mungkin saat ini Florensia belum siap untuk mencerit

  • Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar   bab 64

    Megan dan Ren berjalan bersama meninggalkan rumah sakir menuju mobil mereka, keduanya tampak terlihat mengobrol ringan sambil sesekali tersenyum bersama. Dibelakang mereka, asisten mereka hanya terdiam sambil sesekali memperhatikan interaksi bos mereka, terutama Vegas. Vegas melirik Tania yang biasa saja melihat kedekatan Ren dan Megan seolah sama sekali tidakmerasa was-was. Berbeda dengan dirinya yang sedikit cemas karena takut ada yang melihat mereka dan melaporkannya pada nyonya muda Louhan alias Florensia."Ehem."Tania menoleh ke arah Vegas yang berdehem pelan. "Ada apa?"Vegas menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tenggorokanku sedikit sakit saja."Sampai di tempat parkir, Megan menghentikan langkahnya didekat mobilnya yang kebetulan bersebelahan dengan mobil Ren."Kamu masih ingat makam Maki kan?"Ren mengangguk. "Masih.""Kalau begitu alku duluan ya, kita bertemu disana nanti.""Iya."Megan lekas masuk kedalam mobil bersama dengan Tania kemudian pergi ke lebih dulu meninggalk

  • Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar   bab 63

    "Terima kasih kak.""Sama-sama nona."Florensia keluar dari salon kemudian menghampiri asistennya yang sudah menunggunya di lobi sambil meminum kopi. Melihat Florensia sudah datang buru-buru Karina bangkit dari duduknya."Bagaimana nona? Sudah lebih baik?"Floensia mengangguk mengiyakan, tubuhnya sudah lebih ringan dari sebelumnya, dia merasa lebih fresh dan kembali besemangat lagi."Ayo kita ke kafe, Noela dan Angel sudah menunggu." ajak Florenisa.Karina mengangguk. "Mari nona."Florensia berjalan lebih dulu, dia sudah tidak sabar bertemu dengan para sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berdua lekas masuk ke dalam mobil kemudian menuju lokasi tempat biasa Florensia dan dua sahabatnya nongkrong.Namun yang membuat Florenisa penasaran adalah topik pembahasan mereka yang akan Noela sampaikan nanti. Enath apa yang diketahui oleh sahabatnya tentang Ren hingga Noela mengajaknya bertemu untuk membahas Ren.Florens

  • Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar   bab 62

    Drrtt..Drrtt..Ponsel milik Ren kembali bergetar, dia mengambil ponselnya kemudian melihat nama Megan yang tertera pada layar ponselnya. Tanpa menangkatnya, Ren langsung pergi begitu saja.Ceklek.Dua bodyguard sedikit menyingkir dari depan pintu saat pintunya terbuka."Ren, aku tidak boleh masuk." adu Megan.Kedua bodyguard itu menundukkan kepala mereka takut."Maafkan kami tuan." ucap mereka kompak."Masuk." ucap Ren datar.Megan segera masuk ke dalam sambil mengukuti Ren dari belakang, mereka berdiri tak jauh dari ranjang pasien. Megan mendekati ranjang pasien itu kemudian menatap priayang sedang terbaring lemah."Bagaimana keadaan bapak....""Desta, nama saya Desta." lirih pria bernama Desta.Megan mengangguk. "Bagaimana keadaan bapak? Saya minta maaf atas tindakan saya kemarin, tadi saya sudha diberi tahu Ren tentang semuanya.""Tidakpapa nona, semua ini juga salah saya.""Tidak, ba

  • Dikhianati Suami, Ku Nikahi Adik Ipar   bab 61

    "Ada apa Vegas?" tanya Ren saat keduanya sudah berada didalam ruang kerja Ren."Saya baru saja mendapat kabar jika pria yang saat ini dimarkas jatuh sakit tuan." jawab Vegas.Ren memberlakan matanya terkejut. "Apa, sakit? Bagaimana bisa?""Menurut laporan, pria itu sama sekali tidak makan dan minum selama disana tuan. Dan saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit terdekat."Ren menghembuskan nafasnya kasar, dia masih kesal lantaran salah mendapat target dan sekarang pria itu malah sakit. Ren masih pusing dengan masalah ini karena sampai saat ini masih belum juga menemukan titik terang terkait pelaku utama kecelakaan Maki. Ren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil meraup wajahnya kasar."Bagaimana ini?""Anda tidak perlu khawatir tuan, sebelum pria itu pingsan dia sempat memberikan keterangan terkait kepemilikan mobilnya."Mendengar ucapan Vegas barusan membuat Ren menegakkan duduknya, dia menatap asistennya dengan tatapan tak percaya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status