Mag-log in“Saya memahami emosi itu wajar, Nyonya Aubrey. Tetapi sebagai orang tua, sangat bijak untuk tidak melampiaskannya pada orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kecelakaan putri Anda.”Nyonya Aubrey menarik tangannya, tatapan sinisnya massih dilemparkan padaku. Bercampur rasa malu saat pandangannya beralih pada Lucien yang tiba-tiba saja menghampiri kami.“Aku mendengar semuanya, Lucien. Apa yang terjadi di pameran, kau mempermalukannya di depan umum. Aku sangat memahami hubungan kalian yang naik turun dan memahami kenapa akhirnya kau memutuskan menikahi wanita lain seperti yang dilakukannya. Apa kau tahu betapa terlukanya dia? Dia menangis saat menghubungiku? Hatiku saat mendengar tangisannya, tepat sebelum …” Kalimat nyonya Aubrey. “Ah, jadi dia sedang menghubungi Anda saat sedang menyetir?”Mulut Nyonya Aubrey yang terbuka dan membeku, seketika merapat. Matanya berkedip cepat dan saat berhasil membuka mulut kembali. Tidak ada suara yang terdengar.“Mungkin pihak berwajib bisa me
Tepuk tangan yang riuh memenuhi ruangan saat Lucien berhasil mengalungkan Blue Sovereign di leherku. Menggantikan kalung batu hitam yang kini berada di balik saku jas.Kepalaku tertunduk, menatap kilau yang menempel di bawah kulit tulang selangkaku. Tepat di sana dan terasa pas. Tak hanya diriku, semua mata yang memandang kini terpusat pada benda memukau itu.“Kesetiaan dan kekuasaan, kita berdua akan mendapatkan satu sama lain,” bisik Lucien di telingaku saat mencium pipiku. Decak kagum seketika memenuhi seluruh ruangan. Tepuk tangan pecah dan bergemuruh. Menyamarkan suara Lucien yang kali ini lebih keras di pipiku. “Itulah alasan kita harus mempertahankan pernikahan ini. Bahagia selamanya.”Untuk sejenak aku masih tidak bisa mempercayai benda seindah ini melingkar di leherku. Namun kata-kata Lucien seketika melenyapkan kekagumanku. Lucien hanya ingin menunjukkan pada dunia bahwa dirinya adalah milik pria itu. Juga di hadapan … Jeslin.Pandangan kami bertemu. Senyum wanita itu raib,
Bibir Lucien menipis begitu aku turun di lantai satu, meskipun aku sempat melihatnya sempat terpaku begitu aku muncul di ujung tangga. Tetapi pandangan pria itu kemudian terhenti di punggungku yang terpampang jelas.“Apalagi kesalahanku kali ini?” Ujung mataku melirik ke lemari kaca yang ada di samping kami. Aku mengenakan salah satu gaun yang ada di lemari. Salah satu koleksi yang dipajang Lucien di sana hanya karena pria itu melihatnya di butik dan tertarik mengenakannya di tubuhku. Atau jika pria itu tiba-tiba memiliki ide lalu kemudian menghubungi Kyle untuk membuatkanku gaun seperti yang diinginkan.Tangan Lucien terangkat dan sekilas melirik jam tangannya. Sudah pasti kami terlambat. Pesta dimulai jam sembilan dan sekarang sudah jam sepuluh. “Kita pergi sekarang,” desis Lucien sambil membalikkan badan. Merogoh ponsel dari balik jas pestanya. Aku tak mendengar perintah apa yang dikatakan pada Luck, sejenak pria itu berdiri di depan mobil setelah membukakan pintu mobil untukku. Te
Tanggal tesnya dan rumah sakitnya sama dengan hasil tes DNA milik Lucien dan Emmit. Kedua tes ini dilakukan secara bersamaan. Mataku terpejam, tanganku meremas kedua lembaran tersebut.‘Cucunya tuan Blackwood.” Meliana memperkenalkanku pada wanita yang tampaknya juga mengingatku. Ya, kami pernah saling bertemu. Meliana melemparkan isyarat pada keempat gadis yang duduk di kursi untuk keluar bersama dirinya. Meninggalkanku dengan Sarah dan Kael menunggu di ambang pintu.‘Kau tumbuh dengan baik,’ senyum Sarah dengan matanya yang masih hangat seperti terakhir kali kuingat. Ada kelembutan yang masih menetap di setiap lekuk dan keriput wajahnya. Aku menyukai wanita ini lebih dari yang kuinginkan. Tetapi …‘Sepertinya Anda juga sudah tahu tentang kepergian kakek saya.’Senyum Sarah perlahan membeku meski tidak pernah memudar. ‘Aku yakin kedatanganmu ke sini untuk mencari jawabannya. Bagaimana pun, kebenaran tidak benar-benar bisa dikubur.’‘Apa hubungan Anda dengan kakek saya?’ Aku menelan
“Tuan Blackstone memajukan jadwalnya, jadi ada banyak persiapan yang harus kita lakukan.” Lukas memilah tumpukan kecil lembaran di meja. “Beliau sudah memberitahumu?”“Aku mengerti. Berikan padaku daftar persiapan yang harus kutangani. Mungkin bisa disesuaikan dengan jadwalku. Aku juga punya beberapa hal yang harus dilakukan mengenai produk pesanan.”Kepala Lukas terangkat, menatap wajahku dengan kernyitan yang perlahan membentuk di keningnya. “Sejujurnya kau tidak perlu melakukannya, Lilith. Kau harus mengompres matamu dengan sendok dingin. Atau kantong the.”Aku mengusap wajahku, berhenti lebih lama di kedua mataku. Bahklan Kael pun juga bisa melihatnya. “Apakah separah itu? Kupikir aku bisa menutupinya dengan make up.”Lukas tersenyum. “Tertutupi dengan baik, hanya saja aku tahu kau tidak mendapatkan cukup tidur dengan semua kesibukanmu.”“Aku hanya perlu bertahan sampai setidaknya … dua atau tiga minggu?”“Kau bisa menyelesaikannya lebih cepat.” Lukas mengambil tiga lembar yang su
“Menggunakan Blackwood, uang, kekuasaan, saham yang diberikan kakekmu , atau bahkan melumpuhkan kakimu, kau tahu aku bisa melakukannya jika mau.”“Apa tujuanmu sebenarnya?”“Ada banyak, tapi satu-satunya yang tertinggi adalah berada di puncak Blackstone dan Blackwood.”“Sekarang kau sudah menggantikan ayahmu. Lukas juga adalah orangmu. Semua pencapaian yang kudapatkan hari ini, tidak kurang dan tidak lebih karena orang-orangmu. Aku hanyalah pion yang kau gunakan. Sejak awal, Blackwood sudah menjadi milikmu.”“Blackwood tidak hancur. Terlebih tidak hancur oleh seseorang seperti Vance. Bukankah hanya itu yang kau inginkan?”Aku menelan ludah. Semua ini karena keputusanku. Bahkan Blackwood bisa digerogoti oleh Nick, juga karena aku.“Satu hal yang kau tahu, saat aku sampai di puncak kekuasaan. Kaulah satu-satunya wanita yang akan berdiri di sampingku.”“Sebagai pialamu?”Seringai Lucien bergerak semakin naik. Matanya berbinar dengan kegelapan yang membuat bulu di tengkukku berdiri. “Seba
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di sebe
“Aku yang akan menangani proyeknya.”“Ayahmu cukup berpengaruh di antara para elit, Lucien. Kau tidak bisa …”“Mereka hanya memikirkan keuntungan dan aku akan memberikan mereka lebih dari yang didapatkan darinya.”Aku menutup pintu dan suara perdebatan yang diselimuti ketegangan tersebut menyambutk
“Wanita gila!” teriak Nick yang ditahan kedua anak buah Lucien.Aku melangkah mundur, menatap kobaran api yang mulai meninggi. Melahap apa pun yang tersentuh.“Tasku, bajuku, sepatuku, perhiasanku,” ratap Grace. Air matanya jatuh berhamburan di wajahnya. Rambut berantakan wanita itu menempel di pip
Aku tidak bisa menemukan foto ibu kandung Lucien di mana pun. Di rumah utama Blackstone maupun di rumah Lucien. Bahkan tidak mendapatkan namanya.“Mungkinkah beliau anak dari kakak Emmit Blackstone yang sudah meninggal.”“Emmit punya seorang kakak?”Kael mengangguk. “Meninggal dalam kecelakaan pesa







