Share

Chapter 6 Pernikahan

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-10 14:45:21

Ini bukan ciuman pertamaku, tetapi dari cara Lucien menciumku, Lucien sudah sangat berpengalaman dengan wanita. Jauh berpengalaman dibanding diriku yang masih begitu muda dan hanya memiliki Nick. Juga pria misterius, yang bahkan tidak kuingat bagaimana kami bisa memiliki anak bersama.

“Manis sekali.” Lucien mengusap bibirku yang masih basah dengan ibu jari. “Aku penasaran, apa saja yang bisa dilakukan mulut ini?”

“Tidak ada.” Wajahku seperti terbakar.

“Untuk sekarang.” Ujung bibir Lucien tersenyum dan aku menatapnya. Tangannya merogoh saku jas, mengeluarkan kotak berwarna hitam dan membukanya. “Cincin pertunangan.”

Sejenak aku terpana dengan keindahan kilau dari batu merah gelap yang menjadi mata cincin, lalu terpukau dengan kecantikan desain tersebut. Sangat tidak berlebihan kalau Blackstone bisa menjadi perusahaan perhiasan mewah yang berkembang pesat di pasar global. Popularitasnya tidak lebih kecil dari ketenaran Blackwood, tetapi mungkin lebih besar sedikit. Karena darah Blackstone ada di sana dan di sini.

“Kau suka?”

“Ya, lebih baik dari yang diberikan Nick.”

“Jauh lebih baik pastinya.” Lucien mengambil tanganku dan menyelipkan cincin tersebut di jari manisku. “Pengecut seperti dia tidak akan sanggup membeli perhiasan Blackstone.”

Aku tersenyum dengan kalimat terakhirnya. Menatap cincin yang melingkar pas di jari manisku. Jauh lebih baik. “Dan ini bukan pilihan selingkuhanmu, kan?”

“Aku tidak berselingkuh.”

Mataku menyipit, meragukan pernyataan tersebut. Mengingat nama Lucien yang selalu menjadi trending di kolom gosip, bersama deretan wanita yang tidak perlu diingatnya.

“Kami bersenang-senang dan itu kesepakatan dua … atau tiga orang. Aku tidak mungkin membuat luka hatimu kembali menganga dengan pereselingkuhan, kan?”

“Karena pengkhianat tidak dibayar murah?” dengusku.

“Aku sedikit tidak terlalu menaati peraturan lainnya. Tapi selingkuh bukan gayaku.”

“Maksudku, aku tidak mempermasalahkan apa pun kesenanganmu sebelum bertemu denganku.”

“Begitu?”

“Setidaknya kau bukan tikus got.”

“Sangat jauh, tidak bisa dibandingkan.”

“Aku sangat tahu.” Aku menyentuh batu di cincinku dan mengusapnya.

“Besok kau harus menemui tuan Brian Miles. Dia memiliki saham yang cukup di perusahaanmu dan akan mendukungmu, jika kau berhasil menarik hatinya.”

“Aku juga harus mencairkan sahamku sendiri.” Aku mengatakan apa yang kupikirkan seharian ini.

“Sudah cair.”

Aku menggeleng pelan. “Aku hanya tidak cukup memiliki bukti. Belum.”

“Dan cara untuk mencairkannya?”

“Kapan kita bisa menikah?”

Lucien membeku, sejenak. “Butuh waktu yang cukup untuk mempersiapkan pernikahan. Well, aku bisa mengaturnya. Pertanyaannya, apakah kau siap …”

“Lebih dari siap. Hari ini seharusnya aku menikah.”

“Oke.” Lucien tersenyum. Untuk pertama kalinya. “Sepertinya kita memiliki urutan yang harus diubah. Pernikahan dan restu keluarga Blackstone.”

“Kakekmu?”

“Aku bisa mengurusnya.”

“Oke.” Suaraku melambat. Tiba-tiba merasa tak yakin dengan apa yang kuinginkan. Tatapan Lucien mengamatiku. Tak berkedip dan membuat napasku tertahan.

“Sekarang?”

Aku tersedak. Hampir melompat turun dari sofa. “S-sekarang?”

“Cincin, pendeta, dua saksi. Ada lagi yang dibutuhkan?”

Aku diam, sekali lagi menatap mata sebiru lautan tersebut. “Ini sudah jam sebelas.” Itu hanya alasanku.

“Ada gereja terdekat di sini. Yang biasa kudatangi untuk membersihkan hatiku.”

Aku menarik napas, panjang dan dalam sebelum mengangguk. Sebelum pikiranku kembali waras.

*** 

“Aku bersedia.” Aku mengucapkannya dengan mantap. Setelah Lucien mengucapkan janji pernikahan kami. Saling mencintai dan hidup bahagia untuk selamanya. Singkat, padat, dan jelas. Menyelipkan cincin pernikahan di jari manis kami. Dan bukan cincin pertunangan kami.

Pendeta menyatakan kami sah sebagai pasangan suami dan istri. Mempersilahkan kami untuk …

Lucien menarik pinggangku hingga tubuh kami saling berbenturan. Dan kali ini ciuman pria itu lebih panjang dan intens dari sebelumnya. Hingga suara deheman Lukas menyela di antara kami dan Lucien melepaskanku.

Aku menormalkan napas sambil mengipasi wajahku yang memanas.

“Aku menyukai rasanya,” gumam Lucien dari sampingku.

Setelah semua prosesi selesai, berkas-berkas yang harus ditandatangani dan sertifikat pernikahan berada dalam genggaman kami. Kami berjalan keluar, dengan Lukas dan Kael yang mengekor di belakang.

“Jadi, bagaimana selanjutnya?” Lucien memberikan sertifikat pernikahannya pada Lukas.

Aku menatap Lukas, yang masih berdiri di tempatnya.

“Dia bisa dipercaya. Dia menjadi asistenku karena dia salah satu anak haram ayahku. Dan sejauh ini semuanya aman karena dia.”

Aku percaya pada Lucien. Hanya itu yang bisa kumiliki. “Setelah menemui tuan Brian Miles, kita akan menemui pengacara keluargaku. Maksudku, mantan pengancara keluargaku.”

“Dan lusa kita akan menemui kakekku. Aku tak yakin berapa lama …” Lucien mengangkat jemarinya yang dilingkari cincin pernikahan. “Ini bisa disembunyikan. Tak sulit untuk mencari tahunya meski aku bisa saja menutup mulut di sana dan di sini.”

Aku mengangguk setuju. Mereka tidak punya banyak waktu untuk dibuang. Cepat atau lambat, ia harus menghadapi sekumpulan Blackstone di sarang mereka.

Tangan Lucien yang masih terangkat di udara menarik wajahku. Lebih dekat hingga napas Lucien terasa panas di permukaan wajahku. “Dan aku tak sabar untuk menyempurnakan pernikahan kita.”

Napasku tertahan dan menelan ludah. Perutku terasa melilit oleh alasan yang terasa tidak masuk akal. Lucien bukan pria pertama yang menyentuh dan menciumku, tapi aku belum pernah dibuat segugup ini setiap kali berinteraksi dengan Lucien. Mungkin karena pria itu berbahaya? Aura dominasi Lucien begitu kuat. Tidak hanya mempengaruhikuku, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Inilah alasan para wanita itu tidak bisa berpikir panjang saat berhadapan dengan Lucien. Dan kuharap aku selamat dari kutukan itu. Hanya Tuhan yang tahu.

“Apa aku sudah mengatakannya?”

“Belum.” Dengan hati-hati aku melepaskan tangan Lucien dari wajahku. “Ini sudah malam, aku harus kembali ke apartemen. Untuk terlihat sempurna di jamuan besok.”

Lucien hanya tersenyum, membukakan pintu belakang mobil dan melemparkan kunci pada Kael.

Aku memanjat naik dan Kael duduk di balik kemudi. Membawaku menjauh dari Lucien dan kembali mendapatkan napasku.

“Sekarang kau bekerja padanya?” Aku bertanya saat Kael memutar setir di ujung jalan. Pertanyaan yang sudah kutahan sejak kami bertemu di depan gereja.

“Blackstone suka kaki tangan yang setia.”

“Aku serius, Kael. Kau tidak tahu …”

“Saya tahu yang saya lakukan, Nona. Ehm, Nyonya Blackstone.”

“Jangan mengucapkannya dengan cara seperti itu.”

“Saya hanya menuruti apa yang diinginkan Blackstone.”

“Seperti itu caramu memanggil majikanmu?”

Kael tak langsung menjawab, tapi aku bisa melihat matanya yang berputar dari kaca spion. “Vance menunda bulan madunya. Harus.”

“Mereka benar-benar menikah.”

“Baik untuk bayi mereka,” komentar Kael.

“Kenapa?” Aku kembali pada informasi pertama. Kael memaksa kembali terlibat dengan peperangan ini bukan dengan tangan kosong, kan?”

“Brian Miles, Vance belum mendapatkan dukungannya. Direksi dan elit sedang bimbang, tidak tahu harus membuat keputusan untuk mendukung Vance secara penuh atau pewaris yang mungkin akan bangkit lagi. Tidak sulit membuktikan kalau foto-foto tersebut hasil rekayasa dan tentang video kita di tepi kolam renang, beberapa memutuskan tidak perlu ikut campur urusan pribadi Anda meski tingkah laku Anda tetap akan menjadi sorotan.”

“Nick mengambil keputusan yang tolol dengan menikahi Grace, kenapa aku tidak terkejut. Lalu?”

“Saya mendapatkan rekaman full di kolam renang. Tidak perlu menjelaskan kalau kaki Anda kram saat berenang dan saya hanya memberi napas buatan.”

“Oke. Satu masalah selesai. Atau mungkin dua.”

“Kita baru saja membicarakannya.”

Aku menoleh keluar, melihat Nick yang berdiri di teras gedung apartemen. Masih mengenakan setelan putih tanpa jas.

“Saya akan …”

“Aku akan menemuinya.” Aku melompat turun, Nick langsung menemukan keberadaanku dan berjalan mendekat.

“Kudengar kau tinggal di sini?”

Aku terkejut dengan suara Nick yang lebih ramah dibandingkan pertemuan terakhir kami.

“Ada yang harus kubicarakan denganmu.”

“Atau ada yang harus kaudapatkan lagi dariku? Kau sudah mengambil semuanya, Nick.”

“Aku akan menikahimu.”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 75 Perasaan? Cinta?

    Aku menurunkan ponselku dan menekan tombol merah. Mempertahankan pandangan kami yang saling mengunci.“Aku tak ingin mengakuinya, tapi sepertinya …”“Jangan katakan apa pun.” Kata-kata itu meluncur begitu saja. Penuh keyakinan dan memang itulah yang harus kuucapkan. Untuk apa pun yang akan dikatakan Lucien.Lucien mendengkus. Berjalan masuk dan berhenti di belakang sofa panjang. Menyandarkan tubuhnya di sana dengan kedua lengan tersilang di depan dada. Posisinya menghadapku, sehingga jarak di antara kami membuatku bisa melihat dengan jelas seluruh permukaan wajahnya.Aku hampir tidak pernah bisa membaca dengan baik ekspresi Lucien. Bahkan beberapa saat yang lalu. Tidak pernah, sampai saat ini. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum mencemooh karena aku punya keberanian untuk memerintahnya. “Kau bilang apa?”“Aku tahu apa yang akan kau katakan, tapi aku tidak akan mendengarnya.”“Kau pikir itu akan menghentikanku untuk mengatakannya?”“Dan kau pikir aku akan mendengarnya meskipun k

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 74 Tak Akan Pergi Ke Mana pun

    “Lepaskan dia.” Kedua tangan Lucien mengepal di sisi tubuhnya. Napasku tercekik oleh tekanan lengan Emmit yang semakin mengencang. Menyeret tubuhku mundur.“Atau apa anak sialan?” Emmit menjambak rambutku hingga wajahku terdongak. “Blackwood. Blackstone. River. Lucien.” Pria itu tertawa, kali ini lebih menyeramkan. “Dan sekarang kau membawa anak itu ke dunia seolah semua ini layak diwariskan? Anak ini sama sialannya denganmu.”“Sekali kau menyentuhnya, aku akan membuatmu membayar mahal …” Ada jeda sejenak. Bibir Lucien tak bergerak saat menyebut Emmit dengan panggilan. “Kakak?”“Lepaskan aku!” Aku berusaha meronta. Tetapi Emmit jelas lebih kuat dan badannya lebih besar dariku. Menarikku ke arah balkon kecil di sisi ruang rawat. Lucien sudah akan menerjang ke arah kami, tetapi seketika terhenti saat Emmit berhasil memungut pisau di lantai dan menempelkannya di leherku.Tubuhnya yang tampak menegang, berhenti diujung ranjang River. Emmit membuka pintu kaca dan jantungku terasa akan mel

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 73 Pengkhianatan Seorang Ayah dan Istri

    “Emmit bicara dengan Daniel?” Aku mengulang pertanyaanku dan kali ini dengan nada yang sedikit mendesak.“Kalaupun ayahku bicara dengan Daniel, apa urusannya denganmu, Blackwood?”Kepalaku menggeleng pelan. Ponsel dalam genggamanku berdering, bersamaan dengan dering ponsel di tangan Sophia. Sophia langsung menjawab panggilan tersebut.Aku mengamati perubahan wajah Sophia, yang kini sepucat Amy. “Apa maksudmu suamiku kabur?”“Apa?” Amy membelalak.Sophia turun dari tepi ranjang. “Jangan berbohong. Bagaimana mungkin orang bisa memalsukan serangan jantungnya? Suamiku memang …” Kalimat Sophia terhenti dan aku melihat tangannya yang gemetar. “Aku tidak tahu apa pun tentang rencana ini, Freya.”Sophia kembali mendengarkan sejenak. Lalu mengakhiri panggilan. “Aku akan ke sana sekarang dan bicara dengan petugas yang menjaganya.”“Ada apa?” Amy turun dari ranjang pasien. Setengah terhuyung dan berpegangan pada tiang infus. “Ayah kabur?”Sophia mengangguk. Memegang pundak Amy. “Kembali ke tempa

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 72 Keluarga

    Setelah konferensi pers, tentu saja pekerjaan baru saja dimulai. Lucien dan Lukas membicarakan tentang mengalihkan perhatian dengan pengumuman proyek baru dan inovasi perusahaan. Ditambah dengan keberhasilan proyekku, semua tindakan tersebut cukup untuk mengembalikan kepercayaan pasar.Namun itu hanya masalah pekerjaan yang akan kami tangani. Lucien dengan Blackstone, sementara aku dan Lukas kembali fokus pada Blackwood Group. Masalah lainnya tentu saja masih ada.Mobil Lucien berhenti saat lampu depan menyorot mobil merah muda yang terparkir di depan pintu gerbang kediaman kakek. Sementara Amy sedang berhadapan dengan dua petugas yang berjaga, memaksa untuk masuk. Keributan tersebut terhenti, Amy berbalik dan menghampiri pintu depan mobil. Kemarahan di wajahnya semakin pekat saat kepalan tangannya menggedor kaca jendela.“Kau benar-benar keterlaluan, Lucien. Apa maksudnya kau seorang Blackwood?!” sembur suara Amy begitu Lucien menurunkan kaca jendelanya.“Bagaimana mungkin kau memboh

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 71 Konferensi Pers

    Setelah Lukas menutup pintu, hanya ada aku dan Lucien, yang masih berdiri di depan meja kerjaku. Kedua tangannya memegang sisi meja, punggung tampak menegang dan aku menghampirinya dengan langkah perlahan.“Ada hal lainnya yang kau cemaskan?” Kepala Lucien menoleh, aku menatapnya selama beberapa detik dan mencoba membaca kecemasan yang disembunyikan dengan baik. Tetapi bukan berarti aku tidak bisa merasakannya badai di dalamnya.Lucien berpaling, menegakkan punggungnya dan menatap dinding kaca di belakang kursiku. Pemandangan seluruh kota di bawah langit biru yang cerah.“Apa yang terjadi dengan Daniel?”“Sudah ditangani.”Aku menggigit bibir bagian dalamku. Seharusnya itu menjadi jawaban yang memuaskanku juga, tetapi aku merasa ini bukan sekedar ditangani dengan baik. “Apakah dia bicara?”Lucien tak langsung menjawab. Pria itu menarik napas panjang dan dalam sebelum kemudian menatapku lagi. Tangannya terulur, merangkum sisi wajahku. Ibu jarinya mengelus pipiku dengan lembut. Sekilas

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 70 Guncangan

    Lucien berjalan masuk seolah tidak ada yang terjadi. Penuh kepercayaan diri dan tak tersentuh seperti biasanya. Jas hitamnya tampak rapi. Serapi rambutnya yang sedikit panjang dan disisir ke belakang. Wajahnya tenang. Terlalu tenang seperti biasa. Aku berdiri dan berputar menyambut kedatangannya. Baru mnenyadari buket bunga yang ada di tangan kanannya. Bunga mawar merah dan hitam, tergenggam rapi membuatku terpanah. Kedua wanira itu berpadu dengan indah.“Sepertinya,” katanya pelan, “aku datang di waktu yang sangat tepat.”Tanganku mengambil buket tersebut dan tersenyum lebar ketika membaca kertas kecil yang ditulis tangan oleh Lucien sendiri. ‘Selamat untuk langkah barumu. Suamimu.’Hidungku tidak bisa menolah keinginan untuk sedikit menunduk dan mencium aroma bunga tersebut. Harumnya lembut dan kuat di saat bersamaan. Mawar hitam? Keningku mengernyit, bertanya apa artinya. Namun aku tetap mengucapkan, “Terima kasih.”Lucien membalas dengan senyum tipis dan tatapan hangatnya. Barula

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 9 Malam Pertama

    Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di sebe

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 26 Persaingan Emmit dan Lucien

    “Aku yang akan menangani proyeknya.”“Ayahmu cukup berpengaruh di antara para elit, Lucien. Kau tidak bisa …”“Mereka hanya memikirkan keuntungan dan aku akan memberikan mereka lebih dari yang didapatkan darinya.”Aku menutup pintu dan suara perdebatan yang diselimuti ketegangan tersebut menyambutk

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 15 Salah Satu Koleksi Barang

    “Wanita gila!” teriak Nick yang ditahan kedua anak buah Lucien.Aku melangkah mundur, menatap kobaran api yang mulai meninggi. Melahap apa pun yang tersentuh.“Tasku, bajuku, sepatuku, perhiasanku,” ratap Grace. Air matanya jatuh berhamburan di wajahnya. Rambut berantakan wanita itu menempel di pip

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 24 Rahasia Ibu Kandung Lucien

    Aku tidak bisa menemukan foto ibu kandung Lucien di mana pun. Di rumah utama Blackstone maupun di rumah Lucien. Bahkan tidak mendapatkan namanya.“Mungkinkah beliau anak dari kakak Emmit Blackstone yang sudah meninggal.”“Emmit punya seorang kakak?”Kael mengangguk. “Meninggal dalam kecelakaan pesa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status