MasukKekejaman dan kebencian keluarga Blackstone adalah informasi yang sudah menjadi bagian dari diriku sebagai penerus satu-satunya Blackwood. Dan Lucien Blackstone, tampan dan sangat menyadari ketampanannya, semua perwujudan sikap brengsek orang kaya. Cukup mendeskripsikan cucu tertua dari River Blackstone. Yang akan memegang kendali selanjutnya setelah Emmit Blackstone.
Tidak sulit menemukan wanita-wanita cantik yang berpose di lengan Lucien dengan berbusana minim. Menyukai yang terbaik dari yang terbaik, tercantik dari yang tercantik, dan yang tersempurna dari yang sempurna. Dibandingkan keturunan Blackstone yang keseluruhannya nyaris selalu menghancurkan apa pun tanpa menggunakan otak mereka, Lucien terobsesi dengan mengoleksi barang-barang yang cantik. “Blackwood?” Suara rendah yang membuat bulu di tengkukku berdiri segera mengalihkan perhatianku dari vas di meja. Sejenak mengagumi koneksi kaki tangan kakek untuk mempertemukanku dengan Lucien Blackstone. Di ruang pribadi di salah klub malam langganan pria itu. Lucien mengamatiku. Tidak ada senyum, tapi Lucien memang tidak tahu cara tersenyum. “Aku ingin mengembalikan kejayaan Blackwood.” “Kurasa kau salah tempat. Kantor polisi ada di ujung blok.” “Kau tahu semuanya?” “Cukup mendengar.” Aku meletakkan lenganku di meja, sedikit mencondongkan tubuh. Membiarkan tiga kancing yang sengaja kubiarkan terbuka menjadi pemandangan yang sempurna untuk dia. “Dan cukup melihat.” Hening sejenak. Aku bisa merasakan ketegangan di ujung bibir Lucien. “Apa yang kudapatkan?” “Blackwood di kakimu dan aku.” Lucien mendengus. “Tak akan ada sejarah Blackstone dan Blackwood saling bersinggungan.” “Sejarah? Ya. Masa depan? Kita yang bebas menentukan.” Senyum tipis muncul di ujung bibir Lucien saat mencondongkan tubuh ke arahku. Kedua lengannya disilang dan menatapku lebih lekat. “Kehancuran kami akan menjadi perayaan terbesar Blackstone, itu karena mereka tidak pernah bisa menghargai apa pun.” “Kau pikir aku berbeda?” “Kau tidak akan suka.” Lucien mendengus. “Bagaimana kau seyakin ini?” “Tahu saja.” “Jika aku tidak suka menghancurkan sesuatu yang memiliki nilai tinggi dan barang yang cantik. Menurutmu berapa banyak barang yang kukoleksi di rumahku?” “Tidak banyak.” Aku bisa merasakan ketertarikan Lucien dengan jawabanku. Keyakinanku bertambah dan kepercayaan diriku meningkat. “Dan apa yang membuatmu lebih spesial dibandingkan wanita-wanita itu?” “Darah Blackwood tidak mengalir sembarangan.” Satu-satunya yang tersisa, batinku puas. Gosip tentang anak haram Blackstone yang tak terhitung di penjuru kota ini, jelas bukan gosip belaka melihat reaksi Lucien yang lebih intens. “Kau tidak tahu apa yang kau hadapi, wanita.” Lucien menarik tubuh. Bersandar di kursinya. Aku mendengar deritan pelan. Tidak ada jawaban ya, tapi aku tahu aku tidak membutuhkan jawaban itu. “Jadi apa yang terjadi? Apa benar ada tato nama Nick di antara …” Pandangan Lucien berhenti di dadaku. “Hanya komentar tak kompeten.” “Lebih banyak gosip atau faktanya?” “Seperti apa diri mereka, sama seperti yang mereka katakan. Kau tahu aku tidak serendah dan semurah itu.” “Kau seperti yang terlihat.” Lagi-lagi aku melihat tatapan Lucien turun ke dadaku. “Dan bagaimana kau bisa tertipu oleh seekor tikus got?” “Aku melakukan kesalahan dan jatuh di got. Hanya perlu membersihkan diri.” “Membersihkan diri dengan tanganku, eh?” Aku melihat alis Lucien yang terangkat. Kesepakatan sudah dibuat. *** Kakek memberitahuku kebencian dan permusuhan dua keluarga, tapi tidak pernah mengajariku cara membenci mereka. Jika Blackstone bukan seseorang yang bisa kupercaya. Aku sama saja masuk ke dalam sarang serigala. Tapi itu akan menjadi urusan Lucien. Aku menunduk, menatap kartu hitam dalam genggamanku sebagai awal pembayaran dari Lucien. Aku tidak membutuhkan fasilitas yang disisakan Nick. Yang bahkan disisakan dengan sebuah tujuan. Untuk memastikan aku tidak melakukan apa pun dan tidak berani melakukan apa pun. Apartemen yang diberikan Lucien memiliki fasilitas terbaik yang bisa diberikan gedung ini. Bukan salah satu dari properti milik Blacstone, tempat yang tepat untuk menyembunyikan diriku. Sementara waktu ini. Selama empat hari tinggal di sini, aku sudah mengatur rencana dan detail yang perlu kulakukan. Tidak lupa rencana cadangan dan lainnya. Semua terjadi begitu cepat dan tiba-tiba. Serangan Nick dan Grace memang datang di saat yang tepat. Mereka mengkhianatiku sejak awal, sudah pasti punya banyak waktu untuk sedikit demi sedikit menggerogoti Blackwood Group. Menunggu saat yang tepat untuk menghantamku. Nick bahkan berhasil mendapatkan sahamku yang dibekukan. Meski masih tetap dibekukan. Dan kematian kakek. Tidak ada bukti yang mengarah pada pembunuhan ataupun rencana pembunuhan. Juga kansing manset itu. Untuk sementara, hal itu bisa kupikirkan nanti. Sekarang yang terutama adalah mendapatkan Blackwood kembali ke dalam genggamanku. Kakek sudah memastikan aku mendapatkan semua saham milik kakek, maupun yang ditinggalkan ayahku sebagai wasiat. Alasan kenapa wasiat itu tiba-tiba berubah, bisa menyusul selanjutnya. “Melamun?” Aku tersentak menangkap suara di antara keremangan, tetapi tidak harus panik karena mengenali suara rendah dan dingin itu milik Lucien. “Mendapatkan semua yang kau butuhkan?” “Lebih dari cukup.” Aku menurunkan kaki yang kulipat. Memindahkan bantal di sampingku saat Lucien mengambil tempat di sofa yang sama. Napasku tertahan merasakan lengan Lucien di belakang punggungku. Satu detik perhatianku teralih, detik selanjutnya wajahku didorong ke belakang dan Lucien menutup jarak di antara bibir kami.Aku tersentak kaget saat mataku terbuka dan menemukan Amy yang berdiri di ujung ranjang. Bersandar di tiang ranjang dengan pandangan yang terpaku ke arah wajah Lucien. Dan berpakaian.“Dia selalu tampan saat sedang tidur.” Senyum Amy berubah dingin saat menoleh ke arahku. “Bukan berarti dia tidak tampan saat tidak sedang tidur. Hanya saja, aku suka setiap kali melihatnya sedang tidur. Begitu tenang dan damai, dan saat matanya terbuka. Mereka berada di dunia lain. Kau mengerti?”Aku bangun terduduk, masih menahan selimut tetap menempel di dada untuk menutupi dadaku yang telanjang. Dan sama sekali tak memahami maksud kata-kata Amy yang setengah melantur.“Saat tidur, dia terlihat seperti malaikat.”Aku menoleh ke samping, menatap wajah tampan Lucien yang bernapas dengan teratur. Garis rahangnya tidak kaku, helaian rambut jatuh sembarangan di dahi. Secara keseluruhan, ekspresi Lucien terlihat lebih lembut dengan mata yang terpejam. Yang tak pernah ditunjukkan saat pria itu terjaga.Mungk
Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di seberang meja. Membuat Amy dan Daniel menoleh cepat.“Dia tidak bertanya.” Emmit hanya mengedikkan bahu. Membuatku bergerak tak nyaman di kursiku.“Dia berada di tempat yang salah.”Aku menoleh, menangkap suara yang pertama kali kudengar. Adik laki-laki Emmit, Evan Blackstone. Di sampingnya istri dan putri mereka. Freya dan Nicole. “Grace Sinclair, mengirim salam.”Evan membeku.“Untuk Nicole, maksudku.” Aku menatap Nicole. Evan tidak bersuara lagi.“Terima kasih, Nyonya Blackstone” bisik Lucien. Dan tidak ada lagi yang bersuara setelah makanan disajikan di meja. Makan malam berlangsung terlalu hening. Selesai dengan cepat dan tanpa konfrontasi berarti seperti sambutan penuh antusias mereka.Kel
“Wanita bergaun hitam?” Suara Lukas datar dan penuh ketenangan. Nyaris seperti Kael. “Dia sudah keluar beberapa menit yang lalu.”“Kau yakin?” Grace tak menyerah. “Aku yakin …”“Kita pergi sekarang.” Kemudian suara langkah kaki keduanya semakin menjauh. Aku kembali mendapatkan napasku. Kelegaan tersebut hanya bertahan satu detik, aku tersadar dan melompat turun. Hampir terjerembab ke lantai kalau Lucien tidak menangkap pinggangku.“T-terima kasih.”“Terima kasih?”Aku menurunkan pandangan. Mengambil dompetku. “Kita harus keluar.”“Setelah kita bertemu ayah dan kakekku, tidak ada lagi yang harus disembunyikan, kan?”Aku tahu.“Aku sudah mengurus semua barang-barang di apartemen. Tidak banyak. Besok pagi aku akan menjemputmu.”“Apa?” Aku menoleh dengan cepat.“Anggota Blackstone punya aturan ketat untuk anggota keluarga utama.”“Dan apa itu?”“Keturunan sah Blackwood, tetap tinggal di tempat Blackwood.”Langkahku terhenti, seluruh tubuhku membeku.“Apa aku sudah memberitahumu?”“Belum.”
Aku membeku, apakah aku tidak salah dengar? Secepat ini Nick membutuhkanku?“Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik-baik. Aku akan memberimu kesempatan untuk meminta maaf.”“Minta maaf? Maaf, apa aku tidak salah dengar?”“Kau yang tidak punya pilihan, Lilith. Kau harus menikah untuk mendapatkan saham ayahmu, kan?”“Belum cukup yang kau curi dariku?”Nick menyambar lenganku, menyentakkan tubuhku hingga membentur dadanya. Wajahku mengeras dan bibirnya menipis.Tanganku terangkat saat Kael bereaksi dengan sikap ramah Nick yang hanya bertahan beberapa detik.“Aku bukan orang yang tidak terima kasih. Jika kau tidak membuat masalah dengan pengumuman konyolmu, aku tidak akan senekat ini untuk …”“Memanipulasi wasiat kakekku?”Nick memucat meskipun wajahnya tetap mengeras. Aku melepaskan lenganku. “Di negara ini, tidak ada peraturan untuk menikahi dua wanita, Nick. Kau bisa pindah kenegaraan kalau tertarik memiliki dua istri. Tapi salah satunya sudah pasti bukan aku.”“Aku dan Grace tida
Ini bukan ciuman pertamaku, tetapi dari cara Lucien menciumku, Lucien sudah sangat berpengalaman dengan wanita. Jauh berpengalaman dibanding diriku yang masih begitu muda dan hanya memiliki Nick. Juga pria misterius, yang bahkan tidak kuingat bagaimana kami bisa memiliki anak bersama.“Manis sekali.” Lucien mengusap bibirku yang masih basah dengan ibu jari. “Aku penasaran, apa saja yang bisa dilakukan mulut ini?”“Tidak ada.” Wajahku seperti terbakar.“Untuk sekarang.” Ujung bibir Lucien tersenyum dan aku menatapnya. Tangannya merogoh saku jas, mengeluarkan kotak berwarna hitam dan membukanya. “Cincin pertunangan.”Sejenak aku terpana dengan keindahan kilau dari batu merah gelap yang menjadi mata cincin, lalu terpukau dengan kecantikan desain tersebut. Sangat tidak berlebihan kalau Blackstone bisa menjadi perusahaan perhiasan mewah yang berkembang pesat di pasar global. Popularitasnya tidak lebih kecil dari ketenaran Blackwood, tetapi mungkin lebih besar sedikit. Karena darah Blacksto
Kekejaman dan kebencian keluarga Blackstone adalah informasi yang sudah menjadi bagian dari diriku sebagai penerus satu-satunya Blackwood. Dan Lucien Blackstone, tampan dan sangat menyadari ketampanannya, semua perwujudan sikap brengsek orang kaya. Cukup mendeskripsikan cucu tertua dari River Blackstone. Yang akan memegang kendali selanjutnya setelah Emmit Blackstone.Tidak sulit menemukan wanita-wanita cantik yang berpose di lengan Lucien dengan berbusana minim. Menyukai yang terbaik dari yang terbaik, tercantik dari yang tercantik, dan yang tersempurna dari yang sempurna. Dibandingkan keturunan Blackstone yang keseluruhannya nyaris selalu menghancurkan apa pun tanpa menggunakan otak mereka, Lucien terobsesi dengan mengoleksi barang-barang yang cantik.“Blackwood?” Suara rendah yang membuat bulu di tengkukku berdiri segera mengalihkan perhatianku dari vas di meja. Sejenak mengagumi koneksi kaki tangan kakek untuk mempertemukanku dengan Lucien Blackstone. Di ruang pribadi di salah klu







