Share

Bab 258 

Penulis: Belinda
Namun, yang datang adalah seorang wanita yang tidak Melody kenal. Wanita itu masuk dan memanggil dengan manis, "Aldri, Aldri ...."

Anara sudah tidak bertemu dengan Aldrian selama beberapa hari. Dia, William, dan yang lainnya telah mencoba mengajak Aldrian keluar dua kali, tetapi Aldrian menolak. Jadi, dia memutuskan untuk datang mencari Aldrian di rumah. Namun, alih-alih Aldrian, dia malah melihat seorang gadis kecil kurus.

"Siapa kamu?" Seingat Anara, tidak ada orang asing di sisi Aldrian yang tidak dikenalnya. Apakah gadis ini seseorang dari keluarga Kyna?

"Aku Melody. Maaf, kamu siapa, ya?" Melody sudah langsung tidak menyukai wanita ini sejak melihatnya. Namun, dia sedang tinggal di rumah orang lain dan tidak boleh bersikap kasar.

"Melody? Siapa itu? Apa hubunganmu sama Aldrian?" tanya Anara sambil duduk santai di sofa.

"Aku putri pembantu Tuan Aldrian," jawab Melody dengan sopan. "Apa Nona datang untuk ketemu sama Tuan Aldrian?"

"Putri pembantu?" Anara memikirkannya, lalu bertan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 260 

    Melihat Aldrian, Sani makin tak bisa menahan air matanya.Aldrian tidak tahu apa yang sudah terjadi dan melihat ke sekeliling rumah. "Nara? Kok kamu ada di sini?" Anara sudah menurunkan kakinya dari meja kopi. Dia memanggil "Aldri" dengan suara yang manja, lalu merentangkan kedua tangannya dan menerjang ke arah Aldrian."Aldri, sudah lama aku nggak berjumpa denganmu! Aku rindu banget sama kamu .... Semua orang merindukanmu. Tapi kamu mengabaikanku, jadi aku cuma bisa datang menemuimu." Aldrian melihat Anara yang berlari ke arahnya bagaikan seekor burung kecil, lalu menyahut dengan suara lembut sambil tersenyum, "Bukannya sudah kubilang aku ada urusan lain selama beberapa hari terakhir?""Huh! Pokoknya, kamu sudah melupakan kami." Anara memasang tampang cemberut dan bertingkah manja di hadapan Aldrian. Melihat Aldrian menjinjing beberapa kantong besar, dia berseru, "Wow, Aldri, banyak sekali pakaian!""Emm." Aldrian masuk ke rumah dan meletakkan pakaian-pakaian itu.Sementara itu, San

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 259 

    Melody akhirnya ketakutan. Dia tidak ingin kembali ke pedesaan. Jika dia kembali, ayahnya akan memukulinya dan ibunya sampai mati. Dia ingin bersekolah, belajar keterampilan, menghasilkan banyak uang, dan merawat ibunya dengan baik ....Melody diam-diam meneteskan air mata dan mulai memijat kaki Anara. Namun, dia belum pernah memijat orang sebelumnya, juga tidak tahu caranya. Terlebih lagi, luka bakar di dadanya sangat menyakitkan.Melody sangat ketakutan dan berusaha keras menahan air matanya. Dia sudah berusaha keras menggigit bibirnya erat-erat, tetapi air mata itu terus mengalir di wajahnya. Beberapa tetes air mata itu jatuh di kaki Anara karena dia tidak sempat menyekanya. Kemudian, tanpa peringatan, dia ditendang dengan kuat di dada, tepat di tempat kulitnya terbakar."Ah!" seru Melody dengan kesakitan."Air matamu yang kotor sudah menetes di kakiku!" Anara berseru, "Dasar jalang! Kamu dan ibumu sama-sama jalang!" Melody merasakan sakit yang menusuk di dadanya, tetapi tidak bera

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 258 

    Namun, yang datang adalah seorang wanita yang tidak Melody kenal. Wanita itu masuk dan memanggil dengan manis, "Aldri, Aldri ...." Anara sudah tidak bertemu dengan Aldrian selama beberapa hari. Dia, William, dan yang lainnya telah mencoba mengajak Aldrian keluar dua kali, tetapi Aldrian menolak. Jadi, dia memutuskan untuk datang mencari Aldrian di rumah. Namun, alih-alih Aldrian, dia malah melihat seorang gadis kecil kurus."Siapa kamu?" Seingat Anara, tidak ada orang asing di sisi Aldrian yang tidak dikenalnya. Apakah gadis ini seseorang dari keluarga Kyna? "Aku Melody. Maaf, kamu siapa, ya?" Melody sudah langsung tidak menyukai wanita ini sejak melihatnya. Namun, dia sedang tinggal di rumah orang lain dan tidak boleh bersikap kasar."Melody? Siapa itu? Apa hubunganmu sama Aldrian?" tanya Anara sambil duduk santai di sofa."Aku putri pembantu Tuan Aldrian," jawab Melody dengan sopan. "Apa Nona datang untuk ketemu sama Tuan Aldrian?""Putri pembantu?" Anara memikirkannya, lalu bertan

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 257

    "Biar kubantu," kata asisten itu dengan tergesa-gesa.Setelah melepas jas itu, Aldrian baru menyadari bahwa kancing manset kemejanya terbuat dari safir. Itu adalah dua buah safir berkualitas tinggi dengan potongan yang sangat halus."Kancing manset ini cukup unik," kata Aldrian.Asisten itu tersenyum. "Bu Kyna punya selera yang sangat bagus hingga bahkan kami juga ingin kerja sama dengannya. Kami minta dia untuk berikan lisensi desain kancing mansetnya, tapi dia menolak." Aldrian sedikit mengernyit. "Apa katamu? Desain kancing mansetnya?""Iya." Asisten itu tersenyum dan menjelaskan, "Semua kancing manset pada pakaian Pak Aldrian dirancang sama Bu Kyna sendiri. Masih ada dua set kancing manset itu di sini. Yang satu dari ametis dan berlian merah muda, yang satunya lagi dari berlian kuning.""Sebelumnya, ada seorang pelanggan yang menyukai kancing manset berlian kuning itu dan bersikeras ingin membelinya. Tapi, bagaimana mungkin kami menjualnya? Bu Kyna yang mendesainnya untuk kemeja P

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 256

    Sakit Aldrian benar-benar seperti yang sering dikatakan orang. Orang yang jarang sakit akan sakit parah sekali jatuh sakit.Awalnya, Aldrian mengira dirinya akan sembuh setelah minum obat penurun demam yang diberikan Sani. Namun, setelah berbaring di tempat tidur, dia pun tanpa sadar tertidur lagi. Malam itu, demam Aldrian naik lagi. Dia minum obat penurun demam, tetapi demamnya masih kembali setelah reda sejenak.Siklus ini berulang selama tiga hari. Hingga akhirnya, pada hari keempat, demam Aldrian baru benar-benar reda. Dia akhirnya sembuh, tetapi berat badannya turun drastis. Dia juga merasa sangat lelah, seolah-olah jiwanya telah dicabut dari tubuhnya.Selama beberapa hari ini, Aldrian jelas juga tidak pergi ke perusahaan. Selama waktu ini, Anara dan William tetap mengobrol di grup obrolan setiap hari. Mereka juga mengirim pesan pribadi kepadanya untuk menanyakan kenapa sosoknya tidak terlihat selama beberapa hari terakhir.Berhubung tidak ingin mereka khawatir, Aldrian tidak mem

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 255

    Namun, Sani tidak berani mengucapkan kata-kata itu dengan lantang."Kalau begitu, teruslah bekerja di sini. Kamu bisa ajukan permintaan apa pun. Kamu sudah merawat Nyonya dengan baik selama lima tahun terakhir. Sudah sewajarnya kamu dapat kenaikan gaji," ujar Aldrian dengan tegas."Tapi, Nyonya ...." Sani merasa ragu untuk melanjutkan."Nyonya cuma pergi selama sebulan. Dia akan kembali setelah itu." Aldrian sudah mengeceknya. Grup tari itu hanya menampilkan pertunjukan keliling Yuropiah selama sebulan.Sani tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tidak berani mengatakan bahwa Kyna bukan hanya akan pergi selama sebulan."Kalau begitu, Tuan mau aku bawa makanannya ke kamar atau ...." Sani memutuskan untuk tidak mengatakan apa pun dulu dan akan tinggal di sini selama sebulan lagi. Sampai Kyna dan Aldrian resmi bercerai, dia baru akan pergi. Dia tidak boleh mengatakan apa pun sekarang dan merusak rencana Kyna.Aldrian tidak mungkin makan di tempat tidur. Meskipun tidak ingin makan, sebagai or

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status