ログインGabe tidak pergi ke podium. Sebaliknya, dia menggenggam tangan Kyna dan berdiri bersamanya di bawah layar besar. Pose mereka mirip dengan foto yang ditampilkan di layar.Jika sebelumnya wakasek kesiswaan belum melihat jelas penampilan Gabe, dia dapat melihatnya dengan jelas sekarang. Saat menyadari wajah Gabe sama persis dengan yang ditampilkan di layar, wajahnya langsung pucat pasi.Saat ini, Gabe masih tersenyum dan bersiap untuk berbicara. Meskipun merasa sangat malu hingga ingin menghilang, kepala sekolah tetap menyerahkan mikrofon kepada Gabe.Kalimat pertama yang Gabe ucapkan setelah menerima mikrofon adalah, "Foto ini cukup bagus." Semua orang di bawah panggung terdiam.Tatapan Gabe menyapu wajah pucat dan berkeringat wakasek kesiswaan di sisi panggung, lalu perlahan-lahan melintasi setiap wajah di antara hadirin. Ekspresinya sangat beragam. Ada yang takut, penasaran, dan merasa bersalah."Sepertinya ...." Gabe melanjutkan, "Sebelum menyampaikan 'niat baik'-ku terhadap pendidi
Kepala sekolah melirik ponselnya dan menemukan pesan dari Gabe. Dia segera membukanya. [ Untuk sementara, kamu nggak perlu minta maaf. Mari kita lanjutkan proses donasi dulu. ]Kepala sekolah sangat terkejut. Gabe masih bersedia untuk memberi donasi?[ Baik, Pak Gabe! ]Kepala sekolah segera membalas pesan itu. Selama donasi tetap dilanjutkan, dia akan melakukan apa pun setelahnya! Kemudian, kepala sekolah memperhatikan Gabe berjalan ke area kelas IPS. Kemunculan Gabe menimbulkan sedikit kehebohan di area kelas IPS. Terutama karena dia berjalan langsung ke arah Kyna.Tatapan para siswa dan guru di sekitar tidak berhenti beralih dari Gabe ke layar besar untuk membandingkannya. Semua orang yang melihat Gabe yakin akan satu hal. Pria ini adalah orang yang bersama Kyna di layar. Namun, apa sebenarnya yang sedang terjadi sekarang?Gabe berhenti di sebelah Kyna. Para guru dan siswa di sekitarnya merasa malu untuk lanjut mengamatinya. Mereka pun mengalihkan pandangan ke arah panggung di dep
"Benar, siapa sebenarnya yang Kyna singgung? Kenapa dia terus-menerus dijebak seperti ini? Ariel, kenapa kamu nggak kelihatan marah?"Bagaimana mungkin Ariel tidak marah? Hanya saja, dia memang mengenal pria di layar. Itu adalah kakak Kyna. Dia melirik Aldrian yang sepertinya juga tidak marah.Alasan Ariel tidak marah adalah karena Aldrian mendapatkan informasi entah dari mana bahwa orang yang datang untuk menyumbang hari ini adalah kakak Kyna. Sekarang, dia dan Aldrian mungkin sedang memikirkan hal yang sama, 'kan? Mereka sedang menunggu kakak Kyna muncul dan ingin menyaksikan bagaimana keributan ini akan berakhir.Ariel melihat ke arah kelas IPS dan menemukan Kyna yang terlihat sangat tenang.Di area kelas IPS, Kyna juga tahu teman-teman sekelasnya sedang menatapnya. Bahkan ada orang yang bertanya pada Sonny dengan suara kecil karena Sonny adalah teman baik Kyna.Sonny hanya tersenyum sinis.Sebaliknya, Melisa malah terlihat sangat marah. Dia berjalan ke arah Kyna, lalu membungkuk da
Di atas panggung, musik mulai dimainkan. Para pemimpin dan tamu mengambil tempat duduk masing-masing. Upacara akan segera dimulai.Kepala sekolah secara pribadi datang ke belakang panggung untuk memastikan seluruh prosedur dan persiapan upacara tidak bermasalah. Tak disangka, dia malah menemukan Roselyn memegang bunga. Ekspresinya seketika berubah. Dia bertanya kepada guru pembina OSIS, "Bukannya Kyna yang ditetapkan untuk mempersembahkan bunga?" Wajah guru pembina OSIS menegang. Dia melirik wakasek kesiswaan.Kepala sekolah sangatlah peka. Dia menoleh dan bertanya, "Ini idemu?" Wakasek kesiswaan mulai berkeringat dingin. Dia menjawab sambil tersenyum menyanjung, "Bukannya Kyna terlibat dalam begitu banyak skandal akhir-akhir ini? Selain itu, ada orang yang memotret Kyna sedang bermesraan dengan pria lain kemarin.""Fakta bahwa dia punya sugar daddy sudah tersebar di seluruh sekolah. Membiarkannya mempersembahkan bunga nggak akan meyakinkan. Itu juga akan memalukan di depan para tamu
Guru pembina OSIS terkejut. "Pak, ini .... Daftar dan prosedurnya sudah ditetapkan, Kyna juga sudah siap. Kalau ganti orang di menit-menit terakhir ....""Aku bilang ganti, ya ganti!" sela wakasek kesiswaan itu dengan tidak sabar. Dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan layarnya ke hadapan guru pembina OSIS dengan gerakan kasar. Dia mengetuk-ngetuk layar dengan kuat dengan jarinya. "Lihat ini! Apa hak siswa sepertinya untuk wakili sekolah mempersembahkan bunga pada acara sepenting ini? Bukankah itu cuma akan mencoreng reputasi sekolah?"Layar ponselnya menampilkan foto Kyna dan Gabe yang diambil di gerbang sekolah. Dalam foto itu, Gabe sedang dengan lembut merapikan rambut Kyna yang tertiup angin.Wakasek kesiswaan menunjukkan foto mereka satu per satu. Ada foto Kyna dan Gabe makan hot pot, Gabe menaruh makanan ke piring Kyna saat mereka makan, Kyna berjalan sambil bertopang pada bahu Gabe saat berjalan setelah makan terlalu banyak .... Beberapa guru dan siswa dari OSIS yang berta
Mengabaikan Roselyn, Kyna berlari keluar untuk menjawab telepon. "Kak, kamu sudah kembali ke dalam negeri? Kapan kamu kembali?""Baru sampai hari ini," jawab Gabe dari ujung telepon. "Apa kamu punya waktu? Kakak mau traktir kamu makan."Kyna tersenyum. "Tentu saja!""Keluarlah.""Hah?" Kyna memegang ponselnya dan berlari ke bawah. Kakaknya sudah sampai?Kyna berlari keluar dari gerbang sekolah dan melihat mobil kakaknya terparkir di bawah naungan pohon di seberang gerbang. Jendela mobil terbuka sehingga memperlihatkan profil wajah Gabe yang tegas dan sedang tersenyum lembut.Melihat Kyna keluar, Gabe juga keluar dari mobil.Kyna berlari kecil menghampiri kakaknya. "Kak, kenapa kamu nggak pulang untuk makan?" Kyna selalu menyapa Gabe dengan keakraban yang sangat alami. Sebab, dia dan Gabe telah hidup bersama selama bertahun-tahun di garis waktu lain. Mereka benar-benar adalah keluarga yang dekat."Sekalian lewat, jadi aku mampir ke sekolahmu." Gabe tersenyum, lalu mengulurkan tangan un
Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky
Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom
Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung
Setelah mendengar, Aldrian melirik Anna sekilas, lalu tertawa.Anna juga tidak merasa kesal. Dia malah tersenyum.Ariel merasa bingung. Apa ada yang tidak normal dengan mereka berdua? Kenapa malah tertawa?Ariel melirik Kyna sekilas, lalu memberi isyarat mata. ‘Apa kamu mengerti dengan kondisi merek







