ログインKyna sebenarnya memiliki firasat bahwa gelang itu untuknya. Namun, haruskah dia menerima perhiasan yang diberikan Aldrian? Menerima perhiasan sebenarnya setara dengan menerima sebuah hubungan.Kyna tidak bisa melakukan itu, meskipun Aldrian berusia 17 tahun di hadapannya berbeda dari sebelumnya.Aldrian menyadari keraguan Kyna dan meraih pergelangan tangannya. Dalam sekejap mata, sebuah gelang sudah muncul di pergelangan tangannya. Kyna mencoba menarik tangannya, tetapi Aldrian memegangnya dengan erat."Jangan gerak!" Aldrian berujar, "Ini nggak berarti apa-apa, cuma hadiah ulang tahun yang terlambat.""Hadiah ulang tahun?" Kyna mengerutkan kening."Ya, gelang ini diukir dengan namamu. Aku juga nggak bisa memberikannya kepada orang lain lagi, apalagi mengembalikannya. Karena kamu mengabaikanku, aku cuma bisa meninggalkannya di toko perhiasan dan biarkan staf di sana yang mengurusnya," jelas Aldrian sambil mengencangkan pengaitnya.Itu adalah sebuah gelang platinum. Gelang itu tidak te
"Ya teman baik!" jawab Kyna tanpa ragu.Aldrian tidak berbicara lagi, hanya menatap Kyna sambil tersenyum penuh arti."Ada yang salah? Memangnya persahabatan antara aku, Ariel, dan kamu nggak cukup untuk goyahkan tekadmu berteman dengan teman nggak benar di luar sana?" Kyna memindahkan sepotong paha ayam dari piringnya ke piring Aldrian. "Begini sudah bisa, 'kan?""Ini artinya ...." Aldrian menunjuk tiga potong paha ayam di piringnya."Artinya, apa pun yang aku dan Ariel punya, kamu juga akan kebagian. Kamu bahkan boleh dapat lebih banyak." Kyna berkata dengan serius, "Dengan persahabatan seperti ini, kamu bisa berhenti berteman dengan orang luar, 'kan?" Aldrian menatap Kyna, lalu tiba-tiba tertawa. "Oke." Mata Kyna melebar. Kenapa mudah sekali untuk membuat Aldrian setuju? Demi membujuk Aldrian, dia telah menyiapkan daftar panjang alasan. Jujur saja, itu agak sulit. Kyna tidak mungkin bisa langsung mengatakan bahwa William dan Naldo memiliki kepribadian buruk, 'kan? Jika Aldrian
Kyna mencoba menyela, tetapi tidak menemukan waktu yang pas. Melihat Aldrian hendak pergi bersama William, Kyna bergegas maju dan menghalangi jalannya tanpa pikir panjang."Kyna?" Mata Aldrian berbinar penuh kemenangan. Dia hendak memperkenalkan Kyna kepada William dan Naldo, "Ini ....""Aldrian." Kyna tidak ingin mendengar Aldrian memperkenalkan mereka. Dia langsung menyela ucapan Aldrian dengan nada menuduh, tetapi juga sedikit manja, "Bukannya kamu sudah janji mau makan malam bersamaku?" Aldrian pun tertegun.Kyna sudah mempersiapkan diri untuk tidak memedulikan citranya. "Kamu mau ingkar janji lagi? Ya sudah!" Kyna langsung menoleh. Sangat jelas bahwa dia marah.Ketegangan di wajah Aldrian perlahan mereda. Cahaya samar yang terkesan seperti matahari terbenam muncul di matanya.William tertawa dan berkomentar dengan nada menggoda, "Aldrian, dia itu ...."Aldrian terkekeh pelan dan tidak memberikan penjelasan, seolah-olah sudah mengakui tebakan William. "Begini saja. Sonny, kamu sa
Dalam hidup Kyna yang lain, dia sudah melalui terlalu banyak masalah dan berulang kali diseret ke dunia maya. Baik keluarganya maupun dirinya sendiri telah berulang kali dipaksa untuk membuktikan diri atau "bertarung" secara online. Itu sangat tidak menarik.Jadi, kali ini, Kyna merasa dia akhirnya bisa memanfaatkan situasi tanpa harus turun tangan sendiri. Dengan opini publik yang begitu besar, pihak sekolah dan departemen terkait pasti akan memberikan penjelasan. Siapa sangka, Aldrian tetap turun tangan.Kyna mengerti. Masa 17 tahun adalah usia penuh semangat dan vitalitas, juga merupakan waktu untuk "bertarung". Pada usia ini, orang hanya akan terus melangkah maju dengan berani. Seperti yang dikatakan Aldrian yang berusia 17 tahun, "Dia memberiku 10 ribu." Hanya saja, entah apa yang akan dilakukan Aldrian berusia 27 tahun di garis waktu ini.Mata Aldrian memiliki ketajaman dan kejernihan seorang pemuda berusia 17 tahun. Kyna mencoba mencari ketegasan tajam khas Aldrian yang sudah su
Apakah seperti ini Aldrian saat berusia 17 tahun? Bukan hanya Kyna yang terkejut, tetapi Anara di dalam ruangan juga tidak bisa berkata-kata karena terkejut. "Kamu ... kamu ...."Anara tergagap lama dan tidak mampu menyelesaikan kalimatnya. Pada akhirnya, dia menangis tersedu-sedu. "Apa yang harus kulakukan kelak? Aku jelas nggak bisa bersekolah di sini lagi!""Itu masalahmu. Setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakannya sendiri." Setelah Aldrian selesai berbicara, terdengar suara sesuatu yang menabrak meja. Sepertinya, dia hendak pergi."Aldrian! Berhenti!" seru Anara. "Apa sebenarnya hubunganmu dengan Kyna? Apa yang pernah Kyna berikan padamu sampai buat kamu melindunginya seperti ini?" Keheningan singkat menyelimuti kelas. Kemudian, terdengar Aldrian menjawab, "Sepuluh ribu.""Se ... sepuluh ribu apa?" Anara tergagap karena kaget."Dia pernah memberiku sepuluh ribu." Seusai berbicara, terdengar suara langkah kaki dari dalam kelas. Aldrian sedang berjalan keluar.Kyna sonta
Pada saat ini, pelajaran di kelas IPS baru saja berakhir. Kyna dan Sonny belum pergi ke kantin. Dugaan pertama Kyna adalah Sonny. Sebab, hanya Sonny yang memiliki rekaman CCTV yang dihapus. Namun, Sonny bilang bukan dia pelakunya."Seharusnya itu ... teman baikmu," kata Sonny sambil tersenyum penuh arti."Aldrian?" sahut Kyna secara spontan.Sonny tersenyum lagi.Kyna tidak mengerti kenapa Sonny tersenyum. Namun, bagaimana Aldrian juga memiliki rekaman CCTV itu? "Kamu juga kirimkan video CCTV yang kamu pulihkan itu kepadanya?" Sonny menggeleng. "Dia mungkin melakukannya sendiri.""Hah?" Kyna terkejut.Sonny lagi-lagi tersenyum aneh. "Sepertinya aku lebih mengenal teman baikmu daripada kamu.""Apa maksudmu?" tanya Kyna. Kemudian, dia menambahkan, "Kamu pasti lebih mengenalnya. Kalian kan sahabat.""Aldrian sangat mahir dalam hal komputer. Keterampilannya bahkan lebih baik daripada banyak mahasiswa S1 di bidangnya," jelas Sonny."Benarkah?" Kyna tidak meragukan kemampuan Aldrian. Dia p
"Dia putra pemilik perkebunan teh," kata Nelly sambil tersenyum. "Kok kamu bisa temukan perkebunan teh ini?" Apa Jesslyn yang memperkenalkannya? Sepertinya tidak mungkin juga.Kyna melirik Gabe dan berkata sambil tersenyum, "Ya berkat kakakku. Dia bilang, seleranya pasti bagus. Dia nggak suka teh d
Saat mengucapkan kata "pernikahan", Anara menatap Kyna dengan penuh provokasi dan kesombongan.Aldrian terlihat menegang. Tatapannya tertuju pada Kyna. "Kyna ...." Kyna tersenyum. "Sudah mau nikah? Selamat! Tanggal berapa?" Wajah Aldrian memucat. "Nggak, Kyna. Dengarkan dulu penjelasanku ...." Ky
Sesuai dugaan, Kyna lebih tidak suka mendengarnya dan langsung keluar dari lift. "Ya sudah, kamu naik saja. Aku akan tunggu yang lain.""Kyna!" Aldrian merasa tidak berdaya. Dia meraih bahu Kyna dan mendorongnya kembali ke dalam lift. "Aku cuma mau antar kamu.""Nggak perlu." Kyna segera menekan tom
Waktu kepulangan kali ini sangat singkat. Diperkirakan akan berangkat lagi pada awal bulan Agustus, sepertinya rasa girang lantaran pulang belum berlalu, kenapa malah sudah memikirkan tanggal pulang?Hanya saja, selagi mereka masih belum pergi, Kyna mengajak Ariel untuk bersama-sama pergi berkunjung







