Home / Romansa / Dimanja Mantan Posesif / Alasan Sebenarnya

Share

Alasan Sebenarnya

last update publish date: 2026-05-19 10:22:17

Ayah Sabrina menatap satu persatu orang yang ada di ruangan ini sebelum pandangannya tertuju kembali pada Kiran.

Pria ini mengangguk pelan.

“Tentu, tentu saja,” katanya tanpa keraguan.

Kiran menarik napas dalam, sebelum mengembuskan kasar.

“Aku ingin tahu, apa benar kamu tak pernah berniat membunuhku? Tapi kenapa kamu mau menculikku? Dan, bagaimana bisa aku sampai di kota yang sangat jauh dari sini? Juga, kenapa kamu tidak jujur pada keluargaku soal kondisiku dan membongkar nama dalangnya sejak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Wida
apa blm bisa ketebak siapa si Martha Tilaar ini??
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
gila benci bgt sm ayah sabrina . udh selingkuh n' ninggalin istri sm ank demi selingkuhan . trs mau melakukan kjahatan pun melibatkan mntn istri, pantas aja mau brbagi uang haram . trnyata bkn krn sadar mau nafkahi, tp krn upah udh ngbantu . bhkn demi pelakor n' putrinya, rela nanggung smua dosa !!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Apa Motif Martha?

    Kiran dan yang lain tersentak.Kiran sampai menoleh pada Noah yang duduk di sisi kirinya.“Wanita itu tahu kalau Kiran masih hidup?” Ayah Sabrina kembali bicara. “Aku ingat saat menemuiku waktu itu, dia mengatakan jika keberadaanmu akan membahayakannya dan putrinya.”Semua orang kebingungan.Kiran dan Noah saling tatap aneh karena ucapan ayah Sabrina.“Wanita itu dan putrinya? Apa maksudnya?” Noah memastikan.“Kamu bilang wanita itu bernama Martha, apa kamu mengenalnya dan tahu, kenapa wanita itu mengincarku?” Kiran tak bisa membendung rasa penasarannya.Ayah Sabrina menggeleng. “Aku tahu namanya Martha dari petugas yang menemuiku saat dia datang berkunjung. Selebihnya, siapa dia dan apa tujuannya, aku benar-benar tidak tahu.”Kening Kiran berkerut dalam.“Aku sudah memberitahu apa yang kalian ingin tahu. Untuk informasi pribadi wanita itu, aku benar-benar tidak tahu.” Ayah Sabrina menatap bergantian ke semua orang yang ada di sana.Ketika tatapan ayah Sabrina kembali tertuju pada Kira

  • Dimanja Mantan Posesif   Alasan Sebenarnya

    Ayah Sabrina menatap satu persatu orang yang ada di ruangan ini sebelum pandangannya tertuju kembali pada Kiran.Pria ini mengangguk pelan.“Tentu, tentu saja,” katanya tanpa keraguan.Kiran menarik napas dalam, sebelum mengembuskan kasar.“Aku ingin tahu, apa benar kamu tak pernah berniat membunuhku? Tapi kenapa kamu mau menculikku? Dan, bagaimana bisa aku sampai di kota yang sangat jauh dari sini? Juga, kenapa kamu tidak jujur pada keluargaku soal kondisiku dan membongkar nama dalangnya sejak awal?” Kiran langsung memberondongi ayah Sabrina dengan banyak pertanyaan agar bisa dijawab sekaligus.Pria ini menghela napas panjang. Kedua tangan yang diborgol ada di atas meja, jari-jarinya saling meremat.“Benar, aku tidak pernah berniat membunuh karena itu tidak sesuai perjanjian.” Ayah Sabrina mulai mengingat saat pertama kali Martha menemuinya.Napas Ayah Sabrina kembali berembus kasar, ketika dia kembali menceritakan apa yang terjadi.“Setelah berhasil membawamu, kami berniat membawamu

  • Dimanja Mantan Posesif   Rumah Tahanan

    Setelah turun dari pesawat.Mereka dijemput Farhan menggunakan dua mobil.“Tidak ada yang tahu kalau aku kembali, ‘kan?” Noah memastikan. Dia ingin kepergiannya ke rumah tahanan bersama Kiran berjalan lancar.Farhan mengangguk. “Anda tenang saja, Pak.”Noah menoleh ke Kiran dan Elvano setelah selesai bicara.“Kiran, kamu semobil denganku,” kata Noah.Kiran menoleh pada Elvano, kekasihnya sudah memasang wajah tak senang.“Aku akan semobil dengan El.” Telunjuk Kiran terarah pada Elvano.Noah kini yang kesal karena tak dipilih oleh Kiran, akhirnya dia mengajak Sabrina dan Wina masuk ke dalam mobil.Mereka langsung menuju ke rumah tahanan tempat ayah Sabrina berada.Tak membutuhkan waktu lama, sampai akhirnya mereka tiba.Theo yang mengurus izin agar mereka semua bisa masuk menemui ayah Sabrina secara bersamaan, setelahnya mereka menunggu di ruang tunggu khusus.“Seharusnya kita tidak diperbolehkan masuk bersama-sama, untung saja Theo punya koneksi.” Elvano menoleh pada Kiran yang duduk di

  • Dimanja Mantan Posesif   Sombong ke Noah

    Hari berikutnya.Kiran berdiri di depan teras, tatapannya tertuju pada Elvano yang baru saja turun dari dalam mobil.Senyum Kiran dilempar ke arah sang kekasih yang sudah menatapnya, sampai tatapan Kiran tertuju ke arah lain.Dari pintu satunya, Kiran melihat seorang pria yang turun dan berjalan di belakang Elvano.Kiran menyipitkan mata, sepertinya dia pernah melihat pria ini, tetapi di mana?Elvano berhenti di hadapan Kiran. “Kalian sudah siap?” Kiran mengangguk pelan, sampai tatapannya tertuju pada pria yang ada di belakang Elvano.“Dia ….” Kiran tak berani menunjuk ke pria yang dimaksud. Hanya tatapannya yang mengarah ke pria matang di belakang Elvano.Elvano menoleh pada Theo–sahabat kakaknya.“Theo, kamu lupa dengannya? Dia yang pernah membantuku waktu mengejar pelaku yang menculikmu.” Elvano segera menjelaskan.Kiran melipat bibir dengan ekspresi sungkan.“Senang melihatmu lagi.” Theo menyapa Kiran lebih dulu.Kiran membungkuk ke arah Theo, pria yang berusia enam tahun lebih t

  • Dimanja Mantan Posesif   Izin Dari Elvano

    Kiran menoleh cepat ke arah Elvano.Keningnya berkerut dalam.Tatapan Kiran ragu, bahkan senyum yang terangkat di bibirnya menyiratkan rasa tidak percaya.“Itu hanya mimpi, bagaimana bisa dibilang ingatan masa kecilku?” Kiran bicara agak lirih seolah ragu.“Sebelumnya, kamu juga bilang itu mimpi. Saat dikonfirmasi ke Noah, yang ada di mimpimu, sama seperti saat kejadian waktu kamu kecil.” Elvano meyakinkan. “Bisa saja, itu memang potongan kejadian masa kecilmu, Ki.”Kiran terdiam. Matanya menyorot ragu.Kiran tidak ingin terlalu berpikir ke sana, takutnya itu hanya halusinasinya karena sangat ingin tahu masa lalunya yang hilang.Kiran tidak mau salah dalam berpikir dan bertindak, yang bisa merugikan dirinya sendiri juga orang lain.“Oh ya, aku dan Noah berencana menemui orang yang menculikku waktu kecil. Aku harap, kamu bisa ikut.” Kiran mengabaikan mimpinya dan membahas apa yang dia rencanakan semalam dengan Noah.Elvano terkejut sampai menoleh cepat ke arah Kiran.“Untuk apa?” Kening

  • Dimanja Mantan Posesif   Ada Yang Mengganjal

    Malam semakin larut.Kiran duduk di teras, hanya diam memandangnya kegelapan yang menyelimuti malam ini.“Sudah malam, sebaiknya kamu segera tidur.”Kiran menoleh pelan pada Noah yang baru saja bicara.Mereka sejak tadi hanya duduk diam di sana, setelah kepergian Sabrina dan Wina.Napas Kiran dihela kasar, seperti ada beban di dada yang sangat ingin dia lepas.“Aku belum bisa tidur,” kata Kiran, “perlahan, masalah tentang penculikanku kembali terkuak. Anehnya, kenapa baru sekarang?”Kening Noah berkerut dalam. Dia mencoba menelaah maksud ucapan Kiran.“Maksudmu, bagian mananya yang kamu maksud dengan ‘baru sekarang’?” Noah memastikan.“Ayah Sabrina.” Tatapan Kiran tak goyah penuh keseriusan tertuju pada Noah. “Kenapa baru sekarang dia mau mengungkap kebenarannya? Kenapa tidak sejak dulu? Kenapa tidak sejak saat dia akan dijatuhi hukuman? Jika dia jujur sejak awal, apa yang terjadi sekarang, tidak akan pernah terjadi, bukan?” “Jika ayah Sabrina mengungkap dalangnya sejak awal, mungkin

  • Dimanja Mantan Posesif   Kalung Berharga

    Cengkraman jemari Widya semakin menguat di lengan Kiran. Bahkan otot-otot leher Widya tertarik sampai menyembul di bawah kulit. “Kamu berani membantah! Kamu pikir, nyawa ayahmu tidak lebih berharga dari kalungmu itu?” Mata Widya menajam, dia melepas lengan Kiran sambil mendorong kuat tubuh Kiran.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Lembur Lagi

    Sore hari. Kiran baru saja selesai merapikan berkas di meja, ketika ponsel di atas meja berdering. Matanya melirik pada layar ponsel. Pesan dari Widya terpampang di layar. [Pulang lebih awal dan jaga ayahmu, jangan banyak alasan!] Napas dari mulut Kiran berembus pelan. Jempolnya segera bergerak

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Mematahkan Tuduhan

    Suara tegas Elvano menarik semua mata tertuju padanya. Auranya mampu membekukan seluruh ruangan, mengubah atmosphere yang panas menjadi sedingin kutub.Kiran bergeming dengan tatapan tertuju pada Elvano yang sedang melangkah ke arahnya.Pria itu muncul tak terduga. Seolah selalu ada untuknya, sama

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status