Share

Membujuk Leya

last update Tanggal publikasi: 2026-03-25 13:35:55
Kiran menyiapkan air mandi untuk Leya, setelahnya dia yang melepas pakaian Leya sebelum membantunya masuk ke bathtub.

“Kakak Kiran tidak pulang pac Leya mandi, ‘kan?” Leya duduk di dalam bathtub yang penuh dengan air, matanya mengedip beberapa kali ke arah Kiran.

Senyum Kiran begitu manis saat memandang Leya. “Tidak, Kakak Kiran akan di sini sampai Leya selesai mandi.”

“Sekarang, Leya mandi dulu. Kakak Kiran siapin bajunya dulu, ya.”

Setelah melihat Leya mengangguk. Kiran melangkah menuju pintu
Aililea (din din)

Kakak sudah up 4 bab, Ya. ^^

| 15
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (13)
goodnovel comment avatar
Yuniw Zz
seruu deh kiran jelasinnya buat leya
goodnovel comment avatar
Adeena
kasih sayang mama ga akan berkurang terhadap Leya walau udah ada adek...
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Tumben blm up ya ????
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Benar Selingkuh?

    Kamila tersentak.Dia menatap bingung pada Noah yang baru saja menyebut nama seorang wanita, apalagi tatapan putranya tertuju pada Raihan.“Martha? Martha siapa?” Tatapan Kamila kini tertuju pada Raihan. Matanya menyorot penuh curiga. “Siapa Martha ini? Kenapa Noah bertanya seperti ini?”Raihan terkejut mendengar nada bicara Kamila yang meninggi.“Aku juga tidak tahu siapa yang Noah maksud.” Raihan kebingungan karena istrinya marah. Dia menoleh pada Noah, lantas bertanya, “Apa maksudmu bertanya seperti ini, Noah? Jangan menciptakan kesalahpahaman.”Noah tetap tenang walau rasanya ingin meledak. Dia membuka stopmap yang dibawanya. Noah mengeluarkan foto Martha saat muda.“Ini, mungkin dengan melihat foto ini, Papa bisa ingat.” Noah mengulurkan foto Martha ke Raihan.Setelah Raihan menerima foto yang Noah sodorkan, dia kembali bicara. “Apa hubungan Papa dengan wanita itu? Jawaban Papa akan menentukan semuanya.”Raihan memperhatikan foto yang Noah berikan, keningnya berkerut dalam, wajah

  • Dimanja Mantan Posesif   Bahagianya Noah

    Noah mendapatkan penerbangan pagi. Dia baru saja masuk ke dalam mobil yang akan membawanya pulang.“Langsung ke rumah,” perintah Noah pada sopirnya.Noah lebih dulu mematikan mode pesawat sebelum menghubungi Elvano.Beberapa saat menunggu nada dering dari seberang panggilan, akhirnya terdengar suara dari Elvano.Tanpa berbasa-basi, Noah langsung bertanya, “Bagaimana kondisi Kiran?” “Kamu sudah menemui orang tuamu dan Yessica?”Noah mencebik mendengar balasan Elvano. “Aku baru saja tiba dan sedang dalam perjalanan ke rumah.”“Jawab dulu, bagaimana kondisi Kiran?” Noah benar-benar tak sabar karena Elvano tak langsung menjawab pertanyaan darinya.“Tidak sabaran sekali.”Noah mengerutkan kening mendengar balasan Elvano. Dia tak mendengar suara apa pun dari seberang panggilan.Hampir saja Noah berteriak jika dia tak mendengar Elvano berkata, “Nyalakan kameramu.”Noah melakukan apa yang Elvano katakan.Dan, sekarang dia melihat wajah sang adik yang pucat dengan senyum kecil di bibir.Noah

  • Dimanja Mantan Posesif   Akhirnya Sadar

    “Hah!”Kiran membuka mata lebar dengan napas tak beraturan, dadanya naik turun dengan cepat, wajahnya pucat berbalut kepanikan.“Ki, Kiran. Akhirnya kamu bangun.” Kiran merasakan usapan lembut di punggung tangannya. Dia menoleh ke samping, tatapannya tertuju pada Elvano.Pria ini tersenyum manis padanya.“Bagaimana perasaanmu? Aku akan panggilkan Dokter untuk memeriksamu.” Elvano menekan tombol untuk memanggil perawat setelah bicara.Sedang Kiran diam beberapa detik, sebelum mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.Terakhir kali yang diingatnya, Kiran merasakan dingin yang menusuk dan suara panik Elvano yang terus mendengung di telinganya.“Di mana aku?” Suara Kiran begitu lemah.“Di rumah sakit.” Elvano mencium punggung tangan Kiran. Dia tatap Kiran yang seperti orang bingung.“Yessica.” Tatapan Kiran tertuju pada Elvano.Raut wajah Elvano berubah suram mendengar nama Yessica.“Apa kamu tahu kalau pria itu suruhan Yessica?” Elvano memastikan.Kiran diam menatap Elvano yang sangat m

  • Dimanja Mantan Posesif   Sepenggal Ingatan Lama

    “Calissa, mainlah dengan anak lainnya.”Calissa menoleh ke sang mama, gadis kecil berusia lima tahun ini mengangguk.“Iya.” Setelah bicara, tatapan Calissa tertuju ke anak-anak perempuan yang berdiri menatapnya.Semua anak panti ini berpenampilan sangat jauh darinya. Terlihat sederhana dan kurang terawat.Calissa mendekat. Dia ragu-ragu menghampiri anak-anak yang menatapnya aneh.Apa Calissa aneh? Nyali Calissa menciut, langkahnya memelan saat anak-anak perempuan ini seperti tak mengharapkan kehadirannya.“Apa mereka tidak mau main denganku?” Calissa bergumam pelan.“Hai.” Calissa menoleh saat mendengar ada yang menyapanya dari samping.Tatapan Calissa tertuju pada anak perempuan yang memegang setangkai bunga, berpakaian sederhana dan tersenyum manis padanya.“Kamu mau main?”Satu kalimat yang didengar Calissa, membuat kepalanya mengangguk-angguk pelan.“Mau.”Anak perempuan di depannya ini, mengulurkan tangan ke arah Calissa. “Aku Yessica.”Senyum Calissa semakin lebar. “Calissa.”

  • Dimanja Mantan Posesif   Kiran Membutuhkanmu

    Saat sampai di UGD.Noah turun dari dalam mobil dengan cepat. Dia berteriak memanggil petugas sebelum membuka pintu belakang untuk membantu Elvano mengeluarkan Kiran dari dalam mobil.Perawat lari tergopoh mendorong ranjang pesakitan. Begitu Kiran dibaringkan di atas brankar, perawat langsung membawa Kiran menuju ruang penanganan. Elvano terus menggenggam telapak tangan Kiran, sampai akhirnya terlepas karena perawat menahannya di luar.“Anda tunggu di luar, Pak. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien.”Elvano termangu mendengar apa yang perawat ucapkan.Hingga pintu di depannya tertutup, Elvano hanya bergeming dengan tatapan kosong.Bahkan luka di punggung tangannya, tidak mengalihkan ketakutan akan kondisi Kiran saat ini.Noah berdiri menatap pada Elvano yang hanya diam memandang ke pintu.Mereka sama-sama terpukul, tetapi sepertinya ketakutan terbesar ada pada diri Elvano ketimbang Noah sendiri.Tatapan Noah tertuju pada tangannya. Darah Kiran perlahan mengering, bau anyir

  • Dimanja Mantan Posesif   Lepas Kendali

    Dunia Elvano seakan berhenti tepat saat melihat tangan Kenny terarah di perut Kiran.Saat tangan Kenny ditarik ke belakang, tampak jelas merah darah yang menetes dari ujung belati di tangan Kenny.Mata Elvano membola lebar. Napasnya tersekat begitu melihat tubuh kekasihnya terhuyung pelan, sebelum jatuh ke aspal dengan kedua tangan masih terikat di belakang tubuh.“Kiran!” Suara Elvano keras meski sedikit bergetar.Tepat setelah itu, anak buah Kenny terlibat baku hantam dengan anak buah Theo.Sedang Elvano berlari kencang mengarah pada Kenny yang tertawa puas.Tawa itu benar-benar membuat Elvano ingin mencabik-cabik tubuh pria yang berani melukai kekasihnya.Elvano menerjang tubuh Kenny dalam satu kali lompatan, lututnya menghantam perut pria ini sampai jatuh terkapar.Begitu Kenny tersungkur di aspal. Elvano duduk di atas perut Kenny. Jari-jari tangan kiri Elvano mencengkram leher Kenny seolah siap mematahkannya.“Kamu berani menyakitinya? Kamu berani melukainya?” Kepalan tangan kana

  • Dimanja Mantan Posesif   Mematahkan Tuduhan

    Suara tegas Elvano menarik semua mata tertuju padanya. Auranya mampu membekukan seluruh ruangan, mengubah atmosphere yang panas menjadi sedingin kutub.Kiran bergeming dengan tatapan tertuju pada Elvano yang sedang melangkah ke arahnya.Pria itu muncul tak terduga. Seolah selalu ada untuknya, sama

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Lembur Lagi

    Sore hari. Kiran baru saja selesai merapikan berkas di meja, ketika ponsel di atas meja berdering. Matanya melirik pada layar ponsel. Pesan dari Widya terpampang di layar. [Pulang lebih awal dan jaga ayahmu, jangan banyak alasan!] Napas dari mulut Kiran berembus pelan. Jempolnya segera bergerak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status