Share

Psikiater

last update publish date: 2026-04-13 14:33:50
Di rumah sakit.

Kiran duduk di kursi tunggu depan ruang pemeriksaan kejiwaan.

Jemarinya saling meremat, bibir bawahnya dia gigit kuat-kuat saat pandangannya tertuju ke pintu ruangan yang ada di depannya.

Sampai, tangan hangat Elvano mengurai jemarinya.

Kiran menoleh ketika Elvano menggenggam sempurna telapak tangannya.

“Gugup?”

Pertanyaan Elvano sukses membuat napas Kiran berembus kasar.

“Sedikit.” Meski memaksakan senyumnya, tetap saja terlihat kegelisahan di wajah Kiran.

Elvano menggenggam l
Aililea (din din)

Kakak, maaf masih 2 bab ya untuk hari ini, makasih Kakak.

| 15
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (14)
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Semoga setelah ini segera tau keluarga Kiran
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Pak Surya harus jujur ke Noah kalo menemukan Kiran saat hujan petir dan badai dan bilang sama El juga ,biar ga salah paham
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Surya harus jujur ke Noah kalo menemukan Kiran saat hujan badak dan petir dan bilang sama El biar El ga salah paham
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif    Dalangnya

    Di tempat Yessica. Yessica duduk di belakang meja kerjanya ketika ponselnya berdering.Nama yang terpampang di layar, membuat kedua sudut bibir Yessica tertarik ke atas.“Halo, bagaimana? Apa ada perkembangan?” Yessica bicara dengan sangat cepat.“Aku sudah melakukan sesuai dengan apa yang kamu katakan. Semua sesuai prediksimu jika kakakmu akan mengikuti wanita itu. Tapi ….”Kening Yessica berkerut samar. “Tapi apa? Kenapa kamu memotong kalimatmu? Kamu tahu aku tidak suka kalimat setengah-setengah!”Yessica bicara dengan tak sabaran.“Tapi preman yang aku bayar bersikap di luar kendali, mungkin karena kakakmu menghajar mereka, jadi akhirnya terjadi insiden di luar rencana.”Satu sudut alis Yessica kini tertarik ke atas. “Insiden? Insiden apa?”“Kakakmu terluka karena ditusuk salah satu preman yang aku bayar.”“Apa?” Mata Yessica membola lebar.Punggungnya menegak dengan wajah syok luar biasa.“Bagaimana sih? Pekerjaan begini saja kamu tidak becus mengaturnya. Aku hanya ingin wanita i

  • Dimanja Mantan Posesif    Merasa Bersalah

    Di RDJ.Elvano menekuk lengan kirinya, dia menatap ke jarum yang ada di arlojinya, sebelum pandangannya tertuju ke luar ruangan.Sudah hampir setengah jam dan Kiran belum kembali dari kafe.“Apa dia terjebak antrian panjang? Ini bukan jam istirahat, harusnya kafe tidak akan ramai di jam-jam ini.”Elvano mulai gelisah.Dia meraih ponsel di atas meja untuk menghubungi Kiran.Namun, sebelum Elvano berhasil menekan tombol panggil, ponselnya sudah lebih dulu bergetar.Kiran menghubunginya.“Halo, Ki. Kenapa kamu lama sekali? Apa ada–”“El, aku sekarang sedang menuju rumah sakit. Apa kamu bisa menyusulku?”Punggung Elvano menegak.Rumah sakit?“Ki, ada apa? Apa yang terjadi padamu?” Elvano bangkit dari duduknya.Suara Kiran yang berat dan sedikit tertahan, membuat kepanikan membuncah di dadanya.Elvano bergegas meninggalkan ruangan masih dengan panggilan yang terhubung dengan Kiran.“Aku baik-baik saja, tapi tolong susul aku ke rumah sakit.”Elvano mengangguk walau Kiran tidak melihat.“Kam

  • Dimanja Mantan Posesif    Penolong Tak Terduga

    Di tengah kepanikan yang dialaminya. Pandangan Kiran tertuju pada sosok pria yang tidak pernah dia bayangkan kehadirannya.Noah.Kenapa pria ini di sini?“Menyingkir darinya.” Farhan menarik kasar pundak salah satu preman.Memberikan jalan pada Noah yang kini melangkah menghampiri Kiran.“Kamu baik-baik saja?” Kedua tangan Noah terangkat untuk menyentuh, tetapi dia tahan dan hanya menggantung di udara.Kiran mengangguk pelan. “Aku baik-baik saja.”“Ternyata ada yang mau menjadi pahlawan kesiangan.” Salah satu preman langsung meledek.Farhan sudah berdiri berhadapan dengan para preman.Noah membalikkan tubuhnya. Dia menatap satu persatu preman yang berniat kurang ajar pada Kiran.“Pergi dari sini jika kalian tidak ingin menyesal.” Suara Noah dalam dan penuh penekanan.Bukannya takut. Para preman ini tertawa.“Harusnya, kami yang mengatakan itu.” Telunjuk salah satu preman mengarah ke wajah Noah. “Pergi, atau kalian berdua, akan menyesal.”Belum juga Noah merespon ucapan preman ini. Sal

  • Dimanja Mantan Posesif    Tidak Aman

    Tatapan Kiran tertuju pada sang ayah.Bibirnya tersenyum kecil tanpa rasa bersalah.“Kulepas saat tadi mau mandi, Ayah,” kilahnya. Sedangkan kalung itu sudah tidak dia pakai berhari-hari ini.Surya mengembuskan napas lega.“Kenapa tidak dipakai lagi?” Surya kembali memanggang daging setelah mendapat jawaban dari Kiran.Senyum Kiran sedikit masam. Dia memasukkan potongan daging ke mulut, sebelum membalas, “Iya, nanti aku pakai lagi. Sekarang, bolehkan aku makan yang banyak dulu.”Kiran memberikan tatapan memelas ke ayahnya.“Baiklah, baiklah, makan dulu yang banyak sekarang.” Surya kembali meletakkan potongan daging di piring Kiran. Senyum hangat penuh kasih sayang, tidak lekang dari wajah tuanya.**Hari berikutnya.Kiran berada di ruangan Elvano mengatur berkas-berkas yang harus kekasihnya ini tandatangani.“Ini sudah semua, sisanya aku akan cek ulang sebelum kamu tandatangani.” Kiran menyodorkan beberapa stopmap yang sudah dia pilah.“Terima kasih.” Tangan Elvano terulur menerima ber

  • Dimanja Mantan Posesif    Ada Yang Merindukan

    Surya tersentak.Tetapi, dia segera memasang senyumnya.“Menangis? Siapa yang menangis?” Surya menyentuh pipinya agar Kiran tidak curiga.“Tapi mata Ayah juga merah.” Kiran tak percaya begitu saja. “Ada apa, Ayah? Apa ada masalah di pekerjaan? Karena itu Ayah tidak kerja?”Kiran berasumsi. Ayahnya tidak mungkin cuti tanpa alasan.Surya mencebik. Menyanggah pemikiran putrinya“Kamu ini terlalu curigaan, Kiran.” Secepatnya Surya mengelak. “Ayah sudah berangkat, tapi teman Ayah bilang butuh uang tambahan dan minta jatah kerja Ayah hari ini saja. Makanya Ayah pulang lagi. Biarlah dia dapat tambahan buat istrinya.”Mata Kiran menyipit. Dia masih tidak percaya.“Kamu ini, kenapa tidak percaya sekali sama ayahmu ini?” Surya kembali meyakinkan.Melihat sang ayah yang gigih menjelaskan. Kiran akhirnya mengabaikan.“Baiklah kalau benar seperti itu.” Kiran kembali menatap sang ayah sebelum masuk kamarnya. “Mumpung Ayah di rumah, bikin barbeque ya, Ayah. Saat kemah kemarin, aku belum puas. Jadi,

  • Dimanja Mantan Posesif    Sangat Yakin

    Di mobil Noah.Noah menatap ke jalanan yang mereka lewati.Tatapannya menyorot tak biasa. Ada optimisme yang membuat semangatnya terbakar.“Anda tahu kalau Kiran adalah anaknya Pak Surya, tapi kenapa Anda sangat yakin jika dia adik Anda, Pak?” Farhan menatap heran. Bagaimanapun sikap Noah sangat aneh saat ini.Noah menoleh pada Farhan.Senyum Noah terangkat kecil.“Bagaimana jika Kiran adalah anak angkat? Anak pungut? Atau semacamnya? Bukankah kita tidak tahu pasti?” Ucapan Noah sangat meyakinkan.Kening Farhan berkerut dalam.“Tapi, bukankah Pak Adrian bilang kalau Kiran anaknya Pak Surya?” Farhan bicara dengan sangat hati-hati.“Anak saja, tidak ada kata anak kandung atau anak angkat. Kata anak bisa kita asumsikan dengan banyak hal.”Farhan membuka bibir untuk bicara lagi.Tetapi ucapan Noah tak terbantah.Farhan kembali melipat bibirnya.Noah kembali memandang keluar jendela, setelah Farhan diam.“Entah kenapa, sejak pertama kali melihat Kiran. Wajahnya sangat tidak asing bagiku.”

  • Dimanja Mantan Posesif    Berubah Aneh

    Keheningan menyelimuti, bahkan permintaan sederhana Elvano juga tak mampu Kiran penuhi.“Apa kamu pikir, setelah semua yang terjadi di antara kita, di masa lalu, apa kamu kira kehidupan kita sekarang akan bisa tenang? Akan seperti sebelum kita bertemu?” Nada suara Elvano rendah tetapi penuh penekan

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Tak Pernah Puas

    Jemari Kiran meremat erat tali tas yang menggantung di pundaknya saat merasakan jantungnya masih berdegup cepat karena perubahan sikap Elvano.‘Kenapa dia tadi tiba-tiba muncul di sana? Dan, kenapa tatapannya sangat berbeda dari sebelumnya?’Kepala Kiran dipenuhi banyak pertanyaan, tetapi bibirnya

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Kejutan Berkali-kali

    Alina menghampiri suaminya yang baru saja menginjakkan kaki di dalam kamar. Penuh antusias dia menarik tangan Aksa sebelum dia ajak duduk di tepian ranjang.“Bagaimana? Apa kamu sudah mencari tahu kenapa sikap El agak berubah?” Alina tak bisa membendung rasa penasarannya, tatapannya begitu antusia.

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status