Share

Sama-sama Cemas

last update Tanggal publikasi: 2026-04-08 12:28:21
Surya mendekap erat tubuh Kiran.

Mata tuanya berkaca-kaca melihat putrinya ketakutan seperti ini.

“Ada Ayah yang akan melindungimu di sini.” Napas Surya berembus berat.

“Tidurlah, Ayah akan terus menemanimu.”

Kiran mengangguk. Perlahan dia memejamkan mata, membiarkan pikirannya merasa aman berada dalam pelukan pria yang selama ini terus melindunginya.

Keesokan harinya.

Semalaman Surya tidur dengan posisi duduk di kursi samping ranjang untuk menemani Kiran.

Dia benar-benar tidak meninggalkan Kir
Aililea (din din)

Done 4 bab ya, Kakak. Jangan lupa komentarnya. Makasih banyak, lope u all (^^)

| 12
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Adeena
jangan bilang yg nelpon Noah...
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
bisa jadi ya kak ??kalo benaran Kiran adik Noah lalu knapa bisa ada di jalan yah ????
goodnovel comment avatar
Aililea (din din)
tidur dulu Kak tidur, tahu2 besok sudah update, wkwkkwkw
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif    Saling Menyayangi

    Elvano memperhatikan Kiran yang baru saja minum obat setelah dia paksa makan siang.“Apa benar-benar tidak perlu ke rumah sakit? Badanmu masih hangat.” Elvano menatap cemas, apalagi Kiran masih mengeluh agak pusing.Kiran baru saja selesai meneguk air putih. Dia menoleh pada Elvano yang menatapnya.“Tidak usah. Aku sudah lebih baik. Istirahat setengah hari lagi juga besok membaik.” Kiran tersenyum lembut setelah membalas. “Kamu kembalilah ke perusahaan, aku sudah baik-baik saja.” Kiran meletakkan gelas di atas meja setelah selesai bicara.Elvano mencebik. “Mana bisa aku meninggalkanmu?”Kening Kiran berkerut dalam mendengar balasan Elvano.“Ayahmu memintaku menjagamu, itu artinya sebelum dia kembali, aku tidak akan pergi.”Kiran sampai tak bisa berkata-kata mendengar penolakan Elvano.“Tapi aku mau istirahat.” Kali ini Kiran menatap serius.“Tidurlah. Aku akan berjaga, atau mau tidur di sini?” Dengan tenang Elvano menepuk pahanya.Elvano meminta Kiran berbaring berbantal pahanya.Kira

  • Dimanja Mantan Posesif    Seperti ....

    Setelah mobil terparkir sempurna.Noah turun dari dalam mobil. Dia memang sengaja tidak mau diturunkan di depan restoran agar bisa mendekati Surya.Begitu kedua kakinya menapak di luar mobil. Senyum Noah langsung mengembang saat Surya menatap ke arahnya.“Anda lagi.” Surya sedikit membungkukkan tubuhnya, menyapa dengan senyum ramah pada pria yang beberapa kali datang di restoran ini.Senyum Noah masih terangkat di bibirnya ketika mendekat ke Surya.“Anda kerja dari pagi sampai malam, Pak?” Noah mulai berbasa-basi.Surya tersenyum canggung. Baru kali ini ada pelanggan restoran yang mau mengajak bicara pekerja seperti dirinya.“Sebenarnya hanya malam saja. Tapi karena teman saya harus mengantar istrinya cek kehamilan di rumah sakit, jadi saya yang menggantikan.” Surya bicara dengan sopan.“Kiran berangkat bekerja?” Noah mulai memancing.Surya tidak cukup mengenal pria di depannya ini, sehingga dia tidak sepenuhnya jujur dengan membalas, “Iya.”Noah mengangguk-angguk.“Apa Anda mau makan

  • Dimanja Mantan Posesif    Masih Mencari Tahu

    Ketika masih bicara, terdengar suara ponsel Kiran yang terus berdering.Tatapan Elvano dan Kiran sama-sama tertuju ke arah kamar.Kiran segera berdiri untuk melihat ponselnya.Sedang Elvano menatap dingin. Dia menebak siapa yang menghubungi Kiran lagi.Kiran masuk ke kamar.Dia mengambil ponsel lamanya, nama Adrian terpampang di layar.Kiran tidak langsung menjawab panggilan itu.Kiran menoleh ke pintu kamarnya sejenak. Elvano ada di sini, Kiran tidak mau menyinggung sang kekasih jika menjawab panggilan dari Adrian.Akhirnya, Kiran memilih memasukkan ponsel ke laci. Dia keluar dari kamar.Saat kembali ke ruang tamu.Kiran menatap pada Elvano yang sedang makan buah.“Kamu masih menggunakan nomor lamamu?”Kiran terkejut mendengar pertanyaan Elvano.Dia lebih dulu duduk di samping Elvano.Sengaja, kepala Kiran disandarkan di pundak Elvano.“Iya, buat jaga-jaga saja ada teman atau Bibi Anggit menghubungi, karena mereka tahunya nomor lamaku. Aku tidak memberitahu ke banyak orang soal nomor

  • Dimanja Mantan Posesif    Menggemaskan

    Elvano membiarkan saja ponsel Kiran terus berdering. Sampai panggilan itu berakhir sendiri.Dia menoleh pada Kiran yang benar-benar tidak terganggu dengan suara ponsel.Elvano duduk di tepian ranjang.Menatap Kiran yang sangat pulas. Elvano mengulurkan tangan menyentuh kening Kiran.Masih hangat.Baru saja akan menarik kembali telapak tangannya, Elvano terdiam saat Kiran menahan telapak tangannya, lalu menyentuhkan ke pipi.“Tangan Ayah dingin, nyaman.” Suara Kiran begitu lirih.Bibir Elvano tersenyum kecil.“Dasar anak ayah,” gumam Elvano menatap gemas pada Kiran.Kekasihnya ini benar-benar tidak bisa lepas dari sosok ayahnya.Elvano membiarkan Kiran merasakan tangannya yang dingin, sampai perlahan genggaman tangan Kiran terlepas.Elvano bangun dari duduknya.Dia keluar dari kamar Kiran untuk menyiapkan buah dan kue yang dibawanya.Elvano sibuk di dapur saat mendengar suara Kiran memanggil Surya.“Ayah, aku masih mengantuk. Ayah di mana?”Kedua alis Elvano sampai tertarik ke atas.Di

  • Dimanja Mantan Posesif    Sama-sama Cemas

    Surya mendekap erat tubuh Kiran.Mata tuanya berkaca-kaca melihat putrinya ketakutan seperti ini.“Ada Ayah yang akan melindungimu di sini.” Napas Surya berembus berat.“Tidurlah, Ayah akan terus menemanimu.” Kiran mengangguk. Perlahan dia memejamkan mata, membiarkan pikirannya merasa aman berada dalam pelukan pria yang selama ini terus melindunginya.Keesokan harinya.Semalaman Surya tidur dengan posisi duduk di kursi samping ranjang untuk menemani Kiran.Dia benar-benar tidak meninggalkan Kiran, walau hujan reda sejak tengah malam tadi.Surya baru saja membuka matanya ketika sinar matahari mulai menelusup masuk dari celah jendela.Surya menegakkan tubuhnya, merenggangkan otot-otot tuanya yang kaku karena posisi tidur yang sangat tidak nyaman.Ketika menoleh ke arah Kiran, Surya langsung berdiri saat melihat wajah Kiran yang sangat pucat.“Kiran.” Tangan Surya terulur menyentuh kening putrinya.Mata Surya membola lebar merasakan tubuh putrinya yang sangat panas.Surya buru-buru kelua

  • Dimanja Mantan Posesif    Takut atau Trauma?

    Kiran berdiri. Dia terkejut melihat Noah ada di sini, di hadapannya.Kenapa pria ini di sini?“Anda.” Tidak tahu kenapa, Kiran tiba-tiba panik.Mungkinkah karena takut kalau Elvano tahu lalu cemburu?Noah tersenyum.“Tidak kusangka kita bertemu di sini.” Tatapan Noah lembut pada Kiran. “Kamu Kiran, ‘kan? Waktu itu Elvano Radjasa memanggilmu dengan nama itu. Kita belum berkenalan secara resmi.”Noah mengulurkan tangan ke Kiran.Kiran bingung. Dia ingin menolak, tetapi takut menyinggung Noah.Ayahnya bekerja di restoran ini, sedang Noah di sini pasti sebagai pelanggan.Jika Kiran tidak sopan, Kiran takut Noah mengadu dan pekerjaan ayahnya terkena imbasnya.Akhirnya, Kiran membalas uluran tangan Noah.“Aku Noah.” Senyum pria ini semakin lebar.“Kiran.” Kiran menarik cepat-cepat tangannya dari Noah.“Aku benar-benar tidak menyangka bertemu denganmu di sini.” Noah sengaja datang ke restoran itu lagi untuk memastikan kalau pria yang dia lihat sore tadi memang benar ayah Kiran.Dan, siapa sa

  • Dimanja Mantan Posesif    Tak Pernah Puas

    Jemari Kiran meremat erat tali tas yang menggantung di pundaknya saat merasakan jantungnya masih berdegup cepat karena perubahan sikap Elvano.‘Kenapa dia tadi tiba-tiba muncul di sana? Dan, kenapa tatapannya sangat berbeda dari sebelumnya?’Kepala Kiran dipenuhi banyak pertanyaan, tetapi bibirnya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Butuh Kata Lain

    Jemari Kiran menyapu cepat air mata yang ada di wajahnya. Tangannya memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas, sebelum dia berdiri. Tatapan Kiran tertuju pada Elvano yang kini juga berdiri berhadapan dengannya. Senyum Kiran paksakan terpajang di wajahnya yang merah dan basah, dia mencoba be

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Bukan Miliknya

    Wajah Kiran memucat melihat kepanikan sang ayah. Jangan sampai ayahnya syok dan sakit lagi kalau tahu dia menggadaikan kalung itu demi biaya operasi ayahnya.“Tidak, Yah. Tidak aku jual, kok. Tapi, memang tidak aku pakai karena takut hilang karena kalung itu sangat berharga.” Senyum Kiran begitu kak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif    Berubah Aneh

    Keheningan menyelimuti, bahkan permintaan sederhana Elvano juga tak mampu Kiran penuhi.“Apa kamu pikir, setelah semua yang terjadi di antara kita, di masa lalu, apa kamu kira kehidupan kita sekarang akan bisa tenang? Akan seperti sebelum kita bertemu?” Nada suara Elvano rendah tetapi penuh penekan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status