INICIAR SESIÓN“Ya, hanya kebetulan.” Elvano membalas dengan nada dingin.
Dia memalingkan muka ke arah lain setelah membalas ucapan Adrian. Meski lidahnya gatal ingin segera mengakui soal hubungannya dengan Kiran, tetapi Elvano menghargai Kiran dengan tak langsung mengungkapnya.
Kiran diam memandang Elvano yang sampai memalingkan muka, dia sempat menoleh lagi pada Aldo yang
Malam hari.Di dalam kamar rawat inap.Nindy duduk di kursi samping ranjang untuk menemani Nandira yang masih tampak lemas. Sedang Kiran sudah izin karena harus pulang.“Apa kamu mau makan?” Nindy kembali membuka obrolan setelah hening beberapa saat.Nandira menoleh pada Nindy, dia menatap sepupunya dengan tatapan penuh rasa bersalah. Bukannya menjawab pertanyaan Nindy, Nandira justru berkata, “Nindy, maafkan aku, ya. Gara-gara masalahku, kamu jadi ikut terseret dan terluka seperti ini. Kemarin aku benar-benar bingung dan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi selain kamu.”Nindy terkejut mendengar Nandira sampai berkata seperti itu. Dia menggenggam lembut tangan Nandira, mencoba menenangkan. “Kamu tidak perlu memikirkan itu lagi, Dira. Aku tidak masalah, kok. Walaupun sebenarnya aku sempat merasa sangat takut, tapi aku jauh lebih takut kalau sampai kehilangan kamu.” Kedua sudut bibir Nindy tertarik ke atas setelah bicara.Senyum Nandira terangkat kecil, dia mengangguk-an
Kiran dan Nindy melangkah masuk ke dalam ruang rawat inap Nandira. Saat tatapan Nindy tertuju pada Nandira yang sudah sadarkan diri, Nindy berhambur menghampiri Nandira yang duduk bersandar di ranjangnya dengan wajah pucat.“Dira.”Nandira terkejut melihat Nindy, tetapi juga senang karena ternyata sepupunya masih di sini. “Nindy? Kamu di sini?”Begitu tiba di samping ranjang, Nindy langsung memeluk tubuh Nandira dengan erat.“Aku lega melihatmu sudah sadar.” Suara Nindy sedikit tertahan. “Bagaimana kondisimu sekarang? Apa masih ada yang sakit?" tanya Nindy bertubi.Nandira melepaskan pelukannya perlahan. Bukannya menjawab pertanyaan Nindy, Nandira malah terpaku dengan perban yang menempel di dahi dan leher Nindy. Wajah Nandira mendadak berubah panik.“Nindy, kenapa kening dan lehermu terluka seperti ini? Apa yang terjadi padamu?” Suara Nandira terdengar panik dan cemas.Nindy memutus kontak mata dari Nandira. Bibirnya terbukam dan dia menundukkan kepalanya.Kening Nandira berkerut d
Di kediaman Edo.Dua mobil polisi memasuki halaman kediaman Edo.Begitu mobil berhenti, sejumlah petugas polisi turun dari dalam mobil. Mereka melangkah menuju rumah untuk menangkap Edo atas kasus penganiayaan berat yang dialami oleh Nandira.Namun, setelah beberapa kali mengetuk pintu, polisi hanya ditemui oleh pelayan rumah. “Kami ingin bertemu dengan Pak Edo Pratama,” kata salah satu polisi sambil menunjukkan surat tugas mereka.Pelayan itu panik, jemarinya saling meremat saat menatap pada polisi ini.“Maaf, jam segini Pak Edo ada di perusahaan,” kata pelayan ini.“Pak Edo tidak ada di perusahaan.” Salah satu polisi langsung membalas. “Jadi kami datang kemari untuk menemuinya.”Pelayan itu menggeleng. “Pak Edo tidak ada di rumah.”Petugas polisi tidak percaya begitu saja. “Katakan di mana keberadaan Pak Edo sekarang. Kami harap, Anda bisa bekerjasama dengan kami.” Polisi mencoba mendesak pelayan ini.“Saya benar-benar tidak tahu.” Pelayan itu meyakinkan. “Pak Edo benar-benar tidak
Di rumah sakit.Mobil Elvano baru saja berhenti di area parkir rumah sakit yang dekat dengan UGD.Sepanjang perjalanan dari RDJ menuju rumah sakit, Kiran begitu panik karena mendapat informasi jika Nindy terkena tusuk dan Noah mendapat luka lebam.Kiran dan Elvano berjalan terburu-buru menuju ruang gawat darurat. Kiran tidak sabar ingin melihat kondisi Noah dan Nindy.Begitu masuk ke ruang UGD. Mereka mengedarkan pandangan, sampai tatapan mereka tertuju pada Noah yang berdiri di depan ruang pemeriksaan.“Itu Noah.” Kiran bergumam lirih, dia mempercepat langkahnya.Kiran mendekati sang kakak dengan penuh kepanikan. “Noah! Bagaimana kondisimu?” Kiran memastikan. Tatapannya tertuju pada beberapa luka memar yang ada di wajah Noah. Kiran menatap miris.Noah menatap bergantian pada Kiran dan Elvano yang baru saja tiba di hadapannya.Noah melihat tatapan panik sang adik. Dia menggeleng pelan untuk menenangkan Kiran. “Aku baik-baik saja. Tapi Nindy mengalami benturan di kepala dan luka saya
Noah dan Nindy diseret paksa untuk masuk ke dalam mobil para penjahat ini. Noah tak berkutik karena Nindy dibawah kendali pria penjahat ini.“Masuk! Cepat!” Tubuh Noah didorong paksa untuk masuk lebih dulu ke dalam mobil.Namun, sebelum Noah melangkah naik ke dalam mobil, suara deru mesin mobil yang melaju kencang tiba-tiba terdengar dari arah belakang.Beberapa mobil asing muncul melaju ke arah mereka, dan beberapa di antaranya mengepung sekitar, menutup akses jalan mobil para penjahat ini.Sampai salah satu mobil dengan sengaja menabrak bagian belakang mobil milik para penjahat hingga ringsek.Keempat pria bertubuh besar itu tersentak. Belum sempat mereka bereaksi atas serangan mendadak tersebut, pintu-pintu mobil yang mengepung mereka terbuka lebar. Beberapa pria berpakaian biasa keluar dengan cepat sambil menodongkan pistol ke arah mereka.Noah mengembuskan napas lega. Bantuan benar-benar datang tepat waktu.Dari salah satu mobil. Theo berjalan keluar dari mobil utama sambil mem
Nindy menoleh pada Noah yang terlihat sangat mencemaskannya. Dia meringis menahan rasa sakit karena dahinya terbentur agak keras, Nindy mengangguk pelan, lalu membalas, “Aku baik-baik saja.”Noah mengangguk tanpa menatap Nindy. Dia fokus menyetir agar bisa membawa Nindy dengan selamat dari kejaran mobil di belakang mereka. Namun, sebelum mereka bisa lolos, mobil hitam di belakang tiba-tiba sudah menyejajari posisi mereka.Noah mencoba menginjak pedal gas lebih dalam untuk lolos, tetapi mobil di sampingnya tiba-tiba menabrak keras bodi samping mobil Noah.Noah tersentak dengan tubuh terhuyung hampir membentur setir kemudi.Noah berusaha keras menyeimbangkan laju mobilnya yang mulai tak terkendali. Hingga kedua kalinya, mobil miliknya mendapat hantaman kuat dari sisi kiri yang membuat mobilnya melaju tak terkendali.Noah memutar bolak-balik setir agar mobilnya tak lepas kendali, sampai akhirnya mobil Noah menabrak pohon besar yang ada di sisi jalan.Benturan itu membuat bagian depan m







