Compartir

Bab 27. Mau Jadi Model

Autor: Hare Ra
last update Fecha de publicación: 2026-10-28 09:05:18

“Mas Ilham kenal dengan calonnya ya?” tanya Annisa.

“Kenal,” jawab Rika singkat dengan senyum penuh arti.

Annisa hanya mengangguk kecil. “Selamat ya kalau begitu, semoga bahagia selalu.”

Berbeda dengan Annisa yang masih menyunggingkan senyuman, Bu Rahma tampak menatap Ilham begitu lekat, seolah beliau sedang menyelidik.

Hingga makan malam itu berakhir, tidak ada lagi pembicaraan antara mereka. Annisa pun segera membersihkan kembali meja makan dalam diam. Ada hatinya yang tersentil dan penuh tan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dimanja Pesona Paman Dominan   Bab 54. Susu Campur Airmata

    “Itu apa?” tanya Om Budi pada Annisa.“Bukan apa-apa, Om,” jawab Annisa sopan.Salman menyadari sesuatu dan ia sudah bisa menebak apa yang Annisa jatuhkan, ia hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya.Dalam hatinya, Salman memuji kecerdikan Annisa. Wanita itu tidak dengan tangisan ataupun marah, ia malah tersenyum. Tapi, dibalik senyuman itu ada rencana yang mematikan.“Kok kayak surat dari rumah sakit,” sahut Om Budi lagi menatap Annisa dengan penasaran.“Ini punyanya Mas Ilham. Sudah lama ada di tas aku.”Ilham menoleh, dan wajahnya langsung berubah seperti tidak ada lagi aliran darah di tubuhnya saat menyadari kalau yang Annisa jatuhkan itu adalah surat hasil pemeriksaan kesuburan mereka. Disana jelas menunjukkan hasil test untuk Ilham.Meskipun Ilham yakin kalau hasil itu rekayasa manusia, tapi tetap saja ia ketakutan. Apalagi melihat sambutan dari Om Budi yang begitu tidak senang saat tahu kalau ia menikah lagi.“Annisa, kalau kamu merasa diperlakukan dengan tidak adil,

  • Dimanja Pesona Paman Dominan   Bab 53. Sambutan untuk Rika

    “Istri apa? Kamu lah istriku, Annisa,” ujar Ilham menggelengkan kepalanya.“Rika, istri barumu yang sedang hamil itu.”Ilham mendekati Annisa, ia berusaha meraih tangan Annisa, namun ditepis Annisa dengan elegan. “Mas, sebaiknya kamu mandi dan bersiap-siap. Sebentar lagi mungkin Rika akan datang.”“Annisa, ini tidak benar.”Annisa menoleh dan tersenyum. “Tidak perlu menyangkal lagi, Mas. Mama sudah mengatakan semuanya padaku, dan saat ini kalian sedang mengurus dokumen pengesahan pernikahan bermodalkan surat izin yang kalian palsukan tanda tanganku.”Senyuman Annisa itu seperti silet yang menyayat dan mencabik-cabik tubuh Ilham. Karena, Annisa seolah sengaja berbicara dengan cukup keras dan membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu mendengarnya.“Annisa, apa maksudmu?”“Mama sudah menunjukkan surat palsu itu kepadaku. Selamat ya atas kehamilan Rika, kalau tahu itu anak kamu, kenapa waktu itu kamu pura-pura terkejut mendengar dia hamil?”“Annisa, stop!” Ilham terpancing emosi,

  • Dimanja Pesona Paman Dominan   Bab 52. Surat Persetujuan Palsu

    “Tanda tangan apa? Aku merasa tidak pernah menandatangani apapun,” ucap Annisa.Ia menerima selembar kertas yang disodorkan oleh Bu Rahma.“Kan tidak perlu kamu yang menandatangani, diwakilkan saja bisa. Apalagi kalau keperluannya mendesak,” jawab Bu Rahma.Annisa tidak langsung menjawab, ia mulai membaca kertas itu. Setelah membacanya, sontak saja Annisa terkejut dan marah. “Apa-apaan ini, Ma? Aku tidak pernah setuju memberikan izin Mas Ilham menikah lagi. Dan ini juga bukan tanda tanganku. Ini palsu.”Ternyata, itu adalah surat persetujuan dari Annisa untuk memberikan rekomendasi Ilham untuk menikah lagi yang sudah dibuat oleh Bu Rahma. Dan parahnya, mereka memalsukan tanda tangan Annisa. Dan itu memang dibuat semirip mungkin dengan tanda tangan Annisa, tapi tetap saja Annisa bisa membedakan tanda tangannya yang asli dan palsu.Ilham dan Bu Rahma tidak tidak tahan terus ditekan oleh Rika agar segera disahkan, karena kehamilan Rika yang semakin membesar. Rika juga sudah didesak oleh

  • Dimanja Pesona Paman Dominan   Bab 51. Ditunggu Ibu Mertua

    “Kamu semakin nikmat, Sayang,” ujar Ilham di sela-sela napasnya yang tidak beraturan.“Ah, kamu juga sangat hebat.”Rika memejamkan matanya, menikmati setiap hentakan yang diberikan oleh Ilham, meskipun sedang hamil hasrat Rika tidak pernah pudar.Ilham semakin mempercepat gerakannya, hingga akhirnya keduanya tampak lunglai lemas, diikuti dengan desahan kepuasan. Tubuh yang penuh dengan peluh, napas turun naik tapi senyum mengembang di bibir mereka.“Enak sama aku atau sama istrimu yang mandul itu?” tanya Rika kepada Ilham.Ilham mengelus perut Rika, lalu menciumnya dengan penuh kasih. “Tentu saja enak kamu, Sayang. Annisa itu seperti gedebong pisang, tidak pernah ada inisiatifnya dan hanya diam saja. Tapi, sampai sekarang gak hamil-hamil.”Rika tertawa puas. “Orang mandul kok diharapkan mandul.”Ilham kembali memeluk Rika dengan erat. “Iya, memang tidak bisa diharapkan. Untungnya dia masih bisa menghasilkan uang. Sehingga ada gunanya di rumah.”Rika tampak merengut, tangannya memaink

  • Dimanja Pesona Paman Dominan   Bab 50. Rika Mulai Menuntut

    “Aku tidak mau Paman terlibat,” ucap Annisa, kedua tangannya memegang pinggiran sofa, menikmati sensasi panas yang mengalir ke seluruh tubuhnya.“Aku tidak takut.”Bibir Salman terus bergerilya di tubuh Annisa, hingga akhirnya ia tidak bisa menahan dirinya lagi. Salman menyingkap rok plisket yang dikenakan Annisa. Kini, ia menenggelamkan wajahnya di dalam rok Annisa.“Paman… ahh…” Annisa mendesah saat bibir Salman bermain dengan lincah diantara kedua pahanya.Kring! Kring!Saat keduanya sedang terbuai suasana, ponsel Salman menjerit mengganggu aktivitas pagi yang panas di dalam ruang studio itu.Salman mengabaikannya, tapi ternyata deringan itu tidak berakhir. Akhirnya, Salman menjawabnya, ia hanya mendesah pelan saat melihat sang istri yang menelpon.“Aku ada di kantor agensi, sampai jam sekarang kamu belum datang.”“Untuk apa kamu disana?”“Aku ingin casting beberapa orang untuk dijadikan model brand baru yang akan aku rilis dengan temanku.”Salman menghela napas berat, ia pikir Vit

  • Dimanja Pesona Paman Dominan   Bab 49. Semesta Mendukungku

    “Kamu hebat sekali, Sayang. Bagaimana cara kamu mendapatkannya?” tanya Salman.Annisa tersenyum. “Semesta mendukungku, Paman.”“Hebat sekali,” puji Salman menarik hidung Annisa.Dan jujur, saat-saat bercengkrama, berbicara dengan santai seperti ini pada Salman membuat Annisa merasa menemukan sandaran. Sebab, selama ini ia dan Ilham tidak pernah berbicara intens begini. Kalau sedang di rumah, Ilham lebih suka menghabiskan waktu dengan burung peliharaannya daripada Annisa.“Kita pulang mendadak kemarin ada hikmahnya, aku jadi menemukan ini,” jawab Annisa.“Oh ya?”“Saat pulang, tidak ada orang di rumah. Jadi, semalaman aku memiliki waktu untuk mencari ini, dan akhirnya aku menemukan di kamar Mama.”Ternyata, saat kemarin ia sendirian di rumah Annisa memanfaatkan waktu itu dengan sebaiknya untuk menggeledah berbagai kemungkinan tempat suaminya menyembunyikan dokumen butik itu. Dan akhirnya, ia berhasil menemukannya.Annisa bersyukur, disaat seperti ini Tuhan menolongnya. Tidak perlu keri

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status