Home / Romansa / Dimanjakan sang Majikan Tampan / Bab 58. Menemukan Jalan

Share

Bab 58. Menemukan Jalan

Author: Astika Buana
last update Last Updated: 2026-01-15 15:54:34

Sudah satu minggu kehidupan kembali tenang. Tidak nampak Erika si pembuat onar di restoran maupun hotel. Ini karena Ethan memberikan teguran keras dan mengancam akan mencabut fasilitas yang dia berikan kepada keluarganya.

Memang, setelah pernikahan dengan Siska terjadi, Ethan memberikan support finansial dan fasilitas tidak terbatas. Bahkan mereka mendapatkan prosentase saham yang cukup untuk membiayai gaya hedon mereka.

Ini sebagai apresiasi dari keluarga William karena terlahirnya Keira sebagai pewaris. Itu yang mereka yakini sampai detik ini.

**

Sejak kesepakatan itu, Ethan dan Cahya seperti menemukan jalan. Mereka masing-masing fokus dengan pekerjaan tanpa merisaukan hubungan mereka lagi.

Ini hari ketiga Ethan berada di Lombok. Mr Alberto meminta mendampinginya sebelum dia bertolak kembali ke Itali. Sedangkan Cahya berkutat dengan rencana bisnisnya. Bersama Galang, dia mulai bekerja berdasarkan dari proposal yang sudah disetujui Ethan.

“Hari ini sepulang shif pagi, kita lanjut sur
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 65. Panggil Sayang, Calon Istriku.

    “Mana bisa begitu, Tuan Ethan yang terhormat,” seru Galang melalui sambungan telpon.Sang majikan mengutarakan niat untuk menikah hari besok juga. Galang sebagai asistennya, tentu saja kelabakan. Menyuruh pegawai catatan sipil datang, itu tidak bisa semaunya. Ada proses dan itu harus didaftarkan sebelumnya.“Baiklah. Saya usahakan mengurus sekarang juga,” jawab Galang setelah mendengar Ethan yang begitu ngotot.Galang menutup telpon. Segera dia mengubungi instansi yang bersangkutan. Mencari persyaratan apa saja, jadwal yang memungkinkan dan akhirnya mendapat jawaban. Tidak bisa besok, tetapi lima hari lagi. Itu pun mendapat jadwal di luar jam kerja.“Tidak bisa dipercepat?” tanya Ethan terdengar kesal.“Tuan Ethan. Jadwal pernikahan yang sudah masuk tidak bisa digeser. Tidak mungkin saya menggagalkan pernikahan mereka, kan?”“Huuf, nasib punya Bos pengen cepat kawin.” Galang mendengkus kemudian tersenyum.Akhirnya Cahya mendapat titik tujuan. Sebagai teman, Galang merasa senang. Sang

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 64. Bagaimana Kalau Aku Hamil?

    Resiko terbakar ketika kita main api.Mereka sama-sama menggenggam bara. Sang majikan seorang duda dan Cahya adalah janda. Sama-sama di usia puncak yang mempunyai kebutuhan dewasa yang masih menyala, meskipun berusaha mengendalikan. Ingin menikmati hangatnya bara berdua, tetapi justru mereka terbakar panasnya.Siang ini, mereka sama-sama menyerah kalah. Menyisakan Cahya yang menangkup selimut erat di dalam pelukan sang majikan yang terlelap dengan senyuman.“Bagaimana kalau aku hamil?” bisik Cahya sambil mengusap perutnya yang rata.Pandangannya tertuju pada lantai. Dimana rok panjang berwarna hijau muda teronggok di bawah pakaian yang berenda. Mata wanita ayu itu memejam. Lelakinya ini sungguh-sungguh gelap mata. Tidak memberikan kesempatan untuk sadar, meskipun hanya merentangkan tangan untuk membuka laci yang berisi pengaman. Begitu menghanyutkan dan tiba-tiba mereka di titik sama-sama terhempas dari puncak yang memuaskan.Dahaga janda dan duda pun sudah terbayar.Tidak berhenti

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 63. Aku Menginginkanmu

    Cahya masih terlelap. Silir angin dari jendela yang menerbangkan tirai mengalun seirama dengan helaan napasnya. Wanita ayu itu tidur di sofa bertumpu pada lengannya dengan posisi miring memperlihatkan lekuk tubuh yang indah. Dia sambil memeluk ponsel yang menandakan kerinduan yang sarat.Begitu nyenyaknya, wanita itu tidak menyadari sudah lebih lima menit manik mata hazel terpusat pada dirinya. Anak-anak rambut yang sedikit berkibar, membingkai wajahnya yang begitu damai.“Hmm…. Baru kali ini aku merasa benar-benar pulang. Ada seseorang yang menunggu, dan ini sangat membahagiakan,” gumam Ethan sambil mengulas senyuman. "Aku merasa benar-benar disayangi dan dibutuhkan."Saat bersama istrinya dulu, jarang sekali menemui Siska saat pulang ke rumah. Awalnya dia memaklumi, karena istri adalah model terkenal yang disibukkan dengan jadwal. Namun, sebagai suami dia tidak pernah mendapatkan waktu, meskipun itu hanya sisa kesempatan. Ketika istrinya pulang, dia sudah tidur. Dan saat dia berang

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 62. Menyesal

    Langkah kaki Ethan dipercepat melebihi biasanya. Dia terlambat.Tiket yang digadang-gadang mempercepat melepas rindu, justru hangus tidak terpakai. Padahal pesawat masih nongkrong di bandara, tetapi batas boarding sudah berlalu. Jadwal setelahnya pun sudah penuh. Ethan mondar-mandir mencari solusi dan bersiap membayar mahal.Meskipun akhirnya menyerah.Seperti biasa, tiket akhir minggu tanpa mereka yang ada di bandara sedang memendam rindu. Mereka enggan bertukar posisi, meskipun Ethan siap membayar berapapun.“Jadwal terbang pukul delapan dua puluh dan sampai Denpasar pukul sembilan.”Ethan mengetatkan kepalan tangan setelah mendengar penjelasan petugas maskapai. Tidak ada pilihan, lelaki itu menerima dan berakhir membuang waktu dengan secangkir cappucino di café bandara.“Gara-gara Anna aku jadi terlambat,” gumam Ethan dengan rahang mengetat.Dia menyesap pelan minumannya. Aroma kopi yang berpadu dengan busa cream milk membuat dirinya sedikit nyaman.Namun, ketika matanya menilik ar

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 61. Firasat Cahya

    “Kenapa hp nya mati?”Cahya mendesah sambil mengamati layar ponsel. Pesan yang dikirim kepada sang majikan belum ada balasan. Ini saja masih centrang satu. Padahal tadi siang, dia sendiri yang mengatakan akan menghubunginya.“Tumben?” Dahinya berkerut. Dia beranjak dari duduk dan berjalan memutari ruangan. Meskipun tidak ada manfaatnya, minimal ini bisa mengurangi resah.Padahal, pesan yang dia kirim sudah sedari tadi. Saat Cahya masih menemani Keira tadi.[Ini masih dengan Keira. Dia sedang mengerjakan PR] Pesan yang dia kirim bersama foto Cahya dan Satria dengan Keira yang sedang menulis.Keira bahkan meminta video call ke Papinya. Karena ponsel belum aktif, akhirnya Cahya merekam video Keira.“Halo, Papi. Hari ini Keira rajin belajar. Keira kangen sama Papi. Nanti kita pergi main kemah, ya. Kata temanku, itu asik. Semangat, Papi. I love you,” ucap Keira di video ditutup dengan cium jauh.Beberapa saat setelah belum ada kabar, kembali Cahya mengirim pesan.[Anak-anak sudah tidur. Ka

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 60. Temani Aku Malam Ini

    Sedangkan di bawah sana, Ethan dan Anna terkejut mendapat kiriman minuman spesial ini.“Tuan Alberto yang pesan. Pesannya, nikmati malam ini dengan senyuman,” ucap pelayan sambil menuang minuman beralkohol ini.“Ah, Papi itu ada-ada saja. Dia sebenarnya ingin memesan dari tadi, Cuma karena dia tidak diperbolehkan minum lagi, jadi keluarnya terakhir. Maaf, ya.”“It’s OK, Anna.”Keduanya mengangkat gelas berisi champange. “Demi keberhasilan bisnis kita!” seru Anna dan disambut Ethan dengan tos.Tidak cukup di gelas pertama. Perbincangan semakin seru bersamaan dengan denting gelas yang di-isi kembali. Pipi putih Anna mulai semburat merah. Kaki yang sebelumnya duduk rapi, sekarang dilipat di atas kaki satunya. Menunjukkan belahan gaun panjang yang memperlihatkan kaki jenjang dengan high hell warna keemasan.Musik mengalun romantis. Beberapa pasangan turun di areal dansa.Anna berdiri dan mengulurkan tangan ke arah Ethan. Sesaat lelaki itu ragu. Namun, kalau dia tidak menerimanya, ini mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status