Share

37

Author: Alfylla
last update Last Updated: 2026-01-17 08:34:31

Savira berjalan membawa dua gelas air putih dan satu air botol kemasan menuju ruang keluarga di apartemen Xavier. Abian memesan makanan untuk mereka bertiga, dan kebetulan makanan mereka sudah datang. Benar saja perkiraan Savira, kedatangan Abian ke sana membuat perasaan Xavier sedikit membaik.

"Apa gelas di dapur habis?" Xavier bertanya saat melihat Savira memilih minum dari botol kemasan ketimbang memakai gelas. Ya, Xavier memang belum tahu tentang keadaan Savira sekarang.

"Enggak. Gelas di dapur masih banyak kok," jawab Savira. Dia menutup botol kemasan itu dengan rapat agar airnya tidak tumpah.

"Savira mual kalau minum memakai gelas," ucap Abian, memberikan jawaban pada Xavier. Savira dan Xavier menengok serentak ke arah Abian. Tatapan Savira terlihat terkejut, sedangkan Xavier terlihat bingung. Dan Abian mengabaikan tatapan dari keduanya.

"Tak lama lagi kamu akan punya adik, Xavier." Abian berucap dengan tenang dan santai. Xavier terdiam beberapa saat, berusaha mencerna perka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Calon Mertua   40

    Savira duduk di atas ranjang dengan Aira yang berada dalam gendongannya. Savira baru saja selesai menyusui Aira. ASI-nya memang baru keluar sedikit, tapi perawat bilang Savira harus sering menyusukannya agar ASI-nya terangsang dan bisa cepat keluar. Setelah menyusu, Aira tidur lelap dalam gendongan sang ibu. Savira pun tak bisa mengalihkan tatapannya walau hanya sesaat dari Aira. Dia merasa kagum melihat malaikat kecilnya yang cantik dan mungil tersebut. "Cantik sepertimu." Abian berucap seraya berdiri di samping ranjang. Matanya ikut tertuju pada putri kecilnya yang sedang tidur. Senyum Abian pun terus terukir di bibirnya. Memberikan tanda kalau dia sangat bahagia dengan kelahiran putrinya ke dunia ini. Saat keduanya sedang sibuk memandangi Aira yang tidur pulas, tiba-tiba pintu kamar inap Savira terbuka. Tatapan Abian dan Savira pun spontan mengarah ke arah pintu. Dan ternyata, Xavier lah yang datang berkunjung. "Xavier? Kapan kamu tiba?" Abian bertanya seraya menghampiri putran

  • Dinikahi Calon Mertua   39

    Jam menunjukkan pukul 11 siang, dan sekarang Savira berada di sebuah kamar inap VIP rumah sakit. Dia tidak sendirian di sana, karena ada Abian yang menemani. Selain Abian, orang tua Savira juga turut hadir di sana. "Operasinya dilakukan jam berapa?" Chandra bertanya pada Abian seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Jam satu siang nanti," jawab Abian. Dia kini duduk di samping ranjang pasien, dengan tangan yang terus menggenggam tangan Savira. Sementara Savira berbaring di atas ranjang dengan tubuh yang sudah memakai baju pasien. "Papa dan Mama sebaiknya pulang saja. Masih dua jam lagi sampai waktu untuk operasi nanti," ucap Savira pada kedua orang tuanya. Keadaan dia sebenarnya sehat-sehat saja sekarang, tak terlihat mengkhawatirkan. Namun sebagai orang tua, Chandra dan Nina tetap saja merasa khawatir. "Tak apa. Kami akan ikut menunggu di sini," balas Nina. Savira tersenyum mendengar itu. Sebenarnya, keadaan dia dan calon anaknya sehat-sehat saja. Namun set

  • Dinikahi Calon Mertua   38

    Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Xavier akhirnya berkunjung lagi ke rumah ayahnya. Dia datang sendirian ke sana atas keinginannya sendiri. Kedatangannya pun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Xavier berdiri di depan pintu rumah ayahnya dan menekan bel. Dia menunggu selama beberapa saat di sana hingga akhirnya pintu terbuka. Terlihat lah sosok Savira dengan perutnya yang memperlihatkan kehamilannya. Savira pun terlihat terkejut dengan kedatangan Xavier. "Apa kedatanganku mengganggumu dan Papa?" Xavier bertanya dengan suara pelan. Savira mengerjap lalu menggelengkan kepala. "Tidak kok. Maaf aku terkejut dengan kedatanganmu. Ayo masuk," ucap Savira. Dia membuka pintu dengan lebar, mempersilakan Xavier untuk masuk. Setelah itu dia menutup pintunya lagi dengan rapat. "Mas Bian sedang di kamar mandi. Tak akan lama kok," ucap Savira. Xavier mengangguk pelan. Dia lalu duduk di sofa ruang tamu dengan mata melihat sekeliling. Tak banyak yang berubah di rumah itu, sejak dia menin

  • Dinikahi Calon Mertua   37

    Savira berjalan membawa dua gelas air putih dan satu air botol kemasan menuju ruang keluarga di apartemen Xavier. Abian memesan makanan untuk mereka bertiga, dan kebetulan makanan mereka sudah datang. Benar saja perkiraan Savira, kedatangan Abian ke sana membuat perasaan Xavier sedikit membaik. "Apa gelas di dapur habis?" Xavier bertanya saat melihat Savira memilih minum dari botol kemasan ketimbang memakai gelas. Ya, Xavier memang belum tahu tentang keadaan Savira sekarang. "Enggak. Gelas di dapur masih banyak kok," jawab Savira. Dia menutup botol kemasan itu dengan rapat agar airnya tidak tumpah. "Savira mual kalau minum memakai gelas," ucap Abian, memberikan jawaban pada Xavier. Savira dan Xavier menengok serentak ke arah Abian. Tatapan Savira terlihat terkejut, sedangkan Xavier terlihat bingung. Dan Abian mengabaikan tatapan dari keduanya. "Tak lama lagi kamu akan punya adik, Xavier." Abian berucap dengan tenang dan santai. Xavier terdiam beberapa saat, berusaha mencerna perka

  • Dinikahi Calon Mertua   36

    Savira duduk di ruang keluarga dengan televisi yang menyala, memutar sebuah film. Savira menonton film di ruang keluarga tidak sendirian, karena selalu ada Abian yang setia menemaninya di mana pun dan kapan pun. "Kabar Xavier bagaimana, Mas?" Savira bertanya seraya menengok ke arah Abian yang sedang menikmati kopi miliknya. "Keadaan dia kurang baik sekarang," jawab Abian dengan jujur. Dia tak merasa cemburu atau curiga saat Savira menanyakan tentang Xavier. Karena Abian percaya, Savira akan selalu setia padanya. Bentuk perhatian Savira pada Xavier sekarang hanya karena mereka sudah menjadi keluarga. Abian tahu itu. "Dia sakit?" tanya Savira lagi. Dia lalu bergerak mendekat ke arah Abian. "Bisa dibilang begitu." Abian memberikan jawaban yang kurang Savira pahami. "Xavier sudah tahu semuanya tentang Wanda sekarang. Minggu kemarin, dia menemukan banyak rahasia yang selama ini Wanda simpan. Xavier langsung drop setelah itu," lanjut Abian, memberikan sebuah penjelasan. Savira membela

  • Dinikahi Calon Mertua   35

    Hari sudah sore dan sudah waktunya pulang kerja. Sebagian teman sepekerjaan Xavier sudah pulang, namun dia masih diam di kantor dengan perasaan campur aduk. Dia memang tidak memergoki langsung ibunya. Namun mengetahui ibunya masuk ke hotel dengan dua pria, sudah bisa dijelaskan apa yang terjadi di sana. Kalau memang urusannya hanya sekedar obrolan, bisa kan memilih cafe atau restoran. Namun hotel, entahlah. Xavier belum mendapatkan kabar lagi dari ibunya. Walaupun ibunya malam ini pulang, entah kenapa Xavier enggan untuk bertemu. Dia belum memiliki bukti kuat untuk menghakimi kelakuan bejat ibunya. Namun Xavier takut tak bisa menahan emosinya sendiri jika langsung bertemu dengan wanita yang sudah melahirkannya tersebut. "Tuan Xavier, sudah waktunya untuk pulang. Mari saya antar," ucap Reza menghampiri Xavier yang terlihat merenung. Xavier sampai kaget sendiri mendengar suara Reza. "Aku belum ingin pulang," ucap Xavier dengan suara pelan. Reza terdiam mendengar itu. Sebagai seseor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status