Share

Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku
Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku
Penulis: Andriani Keumala

Bab 1. Tidak Bisa Hamil

last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-15 22:41:37

"Riri, kamu menikahlah dengan Ansel," kata David membuka suara.

"Tadi Papa bilang apa?" tanya Riri ulang.

"Apa yang Papa katakan tadi belum jelas. Kamu ini punya telinga atau nggak sih," sindir Azumi.

"Maaf, Ma. Riri tadi pasti salah dengar. Tidak mungkin kan, Papa menyuruh Riri menikah dengan Ansel?" sahut Riri tertusuk dengan perkataan Azumi.

"Apa yang kamu dengar tidak salah. Memang itu yang Papa kamu katakan."

"Maksud Mama dan Papa apa? Riri tidak mengerti?" tanya Riri dengan wajah bodoh. Bodoh mendengar permintaan konyol dan tidak masuk akal.

"Kamu menikahlah dengan nak Ansel," ulang David.

"Menikah dengan Ansel?"

"Iya."

"Bagaimana Riri bisa menikah dengan Ansel, Pa. Ansel itu suami Lili, adik kandung Riri sendiri," tolak Riri tidak percaya.

"Kamu jangan khawatir, pernikahan itu hanya sementara," sahut Azumi. 

"Sementara?" tanya Riri yang semakin tidak tahu kemana arah pembicaraan kedua orang tuanya.

"Ya, kamu menikah dengan Ansel …." 

"Kenapa Riri harus menikah dengan Ansel," kata Riri dengan meremas kedua tangannya yang berada di lutut.

"Kamu tahu, Lili tidak akan bisa mempunyai anak," ucap Azumi.

"Apa hubungannya Lili tidak bisa mempunyai anak dengan Riri yang harus menikah dengan Ansel, Ma?"

"Karena Lili tidak bisa mempunyai anak, maka kamu lahirkanlah anak buat mereka," kata Azumi seolah sedang menawarkan Riri mau makan siang apa.

"Setelah anak itu lahir, kalian bisa bercerai," sambung Azumi. 

"Apa permintaan Mama tidak keterlaluan," ujar Riri tersenyum pahit. Lebih pahit dari yang pernah dialami selama ini. Apa tidak cukup mereka memberikan semua untuk Lili. Apa dirinya juga harus dikorbankan.

"Apanya yang keterlaluan, Lili itu saudara kembar kamu. Sudah seharusnya kamu bisa membantu dia."

"Maaf, Ma. Kali ini Riri tidak bisa mengabulkan permintaan Mama dan Papa," kata Riri membendung air mata yang ingin keluar. 

"Apanya yang tidak bisa. Kamu tinggal menikah dengan Ansel. Setelah anak itu lahir, kamu bisa kembali menjalani kehidupan kamu kembali. Mereka juga akan menjalani hidup mereka sendiri."

"Apakah pernikahan di mata Papa dan Mama hanya sebuah permainan. Mengapa dengan begitu mudah Papa dan Mama menyuruh Riri menikah, menyuruh Riri menyerahkan anak kandung Riri. Terus Riri ditinggalin begitu saja. Apa artinya Riri ini untuk Papa dan Mama," kata Riri tidak sanggup lagi menahan air mata yang keluar dari kelopak mata.

"Riri, Papa tahu ini cukup berat buat kamu. Tapi, jika kedua orang tua Ansel tahu kalau Lili tidak bisa hamil, itu bisa mengancam kehidupan rumah tangga mereka berdua. Kamu tahu kan, selama ini keluarga kita bisa menikmati kemewahan seperti ini berkat dukungan kedua orang tua dari Ansel. Kalau suatu saat mereka bercerai, pasti kita akan kembali jatuh miskin. Apa kamu mau jatuh miskin?" ujar David memotong perkataan Riri.

"Maaf, Riri tetap tidak bisa," tolak Riri dengan tegas dan kecewa kepada kedua orang tuaAzumi

"Mama tidak mau ada penolakan," bantah Azumi.

"Riri tetap tidak mau menikah dengan Ansel. Jika Riri melakukan itu, maka Riri sama saja dengan menghancurkan kehidupan Riri sendiri."

"Jadi kamu tega melihat kehidupan keluarga adikmu hancur, termasuk kedua orang tuamu," ucap Azumi membalas perkataan Riri.

***

Beberapa jam yang lalu.

"Apa Dokter? Ini tidak mungkin kan!" seru Lili membuang hasil laporan kesehatan yang ditunjukkan oleh dokter.

Kedua pipi sudah dibasahi oleh air mata. Mata yang memerah karena sembab. Bibir yang bergetar. Tidak hanya bibir, begitu pula dengan seluruh tubuhnya

Ansel segera menarik Lili ke dalam pelukan. Menenangkan sang istri jika semuanya baik-baik saja. Hatinya ikut terluka mendengar hasil laporan kesehatan tersebut. Lili dinyatakan tidak akan bisa mempunyai anak. Resikonya terlalu tinggi dan bisa membahayakan nyawa sang ibu dan janin. 

Sedangkan untuk hasil pemeriksaan dia sendiri semuanya baik-baik saja. Tidak ada masalah.

Jika bisa memilih, Ansel ingin posisi itu diganti saja dengannya. Dia tidak suka melihat air mata yang mengalir dari pipi orang yang dicintai. Sekaligus istri yang sudah dinikahi selama dua tahun. 

'Ya Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi pada istriku. Kenapa Engkau tidak menghukum hamba saja. Apa kesalahan kami di masa lalu, Tuhan. Kenapa Engkau memberikan b kami cobaan seberat ini,' jerit Ansel dalam hati.

"Maaf Bu, laporan ini sudah benar. Kami sudah cek beberapa kali. Walaupun Ibu cek ke rumah sakit lain, hasilnya akan tetap sama. Dengan rahim lemah dan ditambah kondisi Ibu yang memang lemah sejak lahir, kemungkinan Ibu bisa melahirkan dengan selamat sangat kecil. Jika dipaksakan bisa fatal."  

"Tidak! Ini tidak mungkin!" teriak Lili memukul badan Ansel. Dimana dia masih berada dalam pelukan sang suami.

"Apa tidak ada cara lain agar istri saya bisa hamil, Dok?" tanya Ansel mengeratkan pelukan.

"Maaf Pak, istri Bapak sudah lemah sejak dia lahir. Dia juga memiliki riwayat penyakit jantung. Sangat mustahil jika istri Bapak bisa memiliki keturunan. Jika istri Bapak memaksakan diri untuk hamil, taruhannya nyawa. Istri Bapak tidak akan bisa bertahan lama. Kemungkinan anak itu selamat juga kecil" 

Hati Ansel kembali terpukul. Dia begitu mencintai Lili. Sekarang Lili dinyatakan tidak akan bisa memiliki anak. Mereka sudah menunggu sang buah hati selama dua tahun. Anak yang diharapkan dalam sebuah pernikahan.

"Ansel, aku … aku ingin pulang," ujar Lili dengan lemah. Sekilas melirik raut wajah Ansel. 

"Iya sayang. Kita pulang ya," sahut Ansel lembut menghapus sisa air mata. 

"Aku ingin pulang ke rumah orang tuaku," lanjut Lili mengalihkan pandangan saat kedua bola mata mereka sempat bertatapan. Pandangannya menunduk memperhatikan kancing baju kemeja yang dikenakan Ansel.

"Baiklah, jika itu yang kamu mau. Kita akan pulang ke rumah orang tua kamu."

Ansel menghela nafas berat. Selama sang istri merasa lebih baik, dia akan menuruti semua kemauannya. Mereka tidak jadi pulang ke rumah orang tuanya, rumah yang sering mereka tempati selama mereka sudah menikah. Namun, tidak jarang juga mereka menginap di rumah orang tua Lili.

Bersambung ....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 133. Mengikuti Brian

    "Kenapa semua ini bisa terjadi sama Riri. Kenapa cobaan dia begitu berat." "Rey juga tidak tahu Om. Saat Rey kembali ke rumah sakit jiwa, rumah sakit itu sudah terbakar. Rey kembali ke sana karena Alex tertinggal di rumah sakit. Kalau Alex tidak tertinggal di sana, mungkin Rey tidak bisa menyelamatkan Riri. Ketika Rey menemukan mereka, Riri sudah tertimpa sama kayu. Rey gagal menyelamatkan dia," kata Reymon melihat ke arah Alex yang masih tertidur. Gilang juga ikut melihat ke arah Alex. Dia berterima kasih kepada Alex. Untung saja ada Alex, Alex merupakan berkah untuk Riri. "Bagaimana dengan Alex?" "Alex tidak apa-apa. Riri melindungi Alex dengan tubuhnya. Alex hanya tertidur saja." "Sekarang yang terpenting Riri sudah bisa diselamatkan. Kita hanya perlu memberikan perawatan yang lebih bagus agar dia bisa segera siuman," kata sang detektif memberikan kata semangat. "Jadi Om, apa Om bisa menceritakan kenapa Om bisa ada di sini? Terus, apa yang terjadi di masa lalu Riri. Kenapa se

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 132. Ini Mama Alex

    ***Riri dan Alex sudah selesai diperiksa dan dibawa ke ruang rawat. Mereka ditempatkan di satu ruang yang sama. Kondisi Alex tidak terlalu parah. Dia hanya menghirup asap sedikit saja. Dokter sudah melakukan pertolongan pertama dan perawatan. Tapi bedanya dengan Riri.Riri mengalami luka yang cukup parah. Kepalanya harus dijahit beberapa kali akibat terjatuh kayu. Kondisinya tidak bisa dibilang baik-baik saja. Dia perlu dilakukan rontgen untuk mengecek apakah ada gangguan di dalam otaknya. Kemudian kondisi kaki mengalami patah tulang. Dokter mengatakan, jika Riri tidak terbangun selama dua puluh empat jam, ada kemungkinan mengalami koma. Dia butuh pengobatan lebih lanjut.Reymon sudah membuat keputusan, dia akan membawa Riri keluar negeri secepat mungkin. Riri bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik di sana. Di sana juga ada kedua orang tua Reymon yang bisa membantu menjaga Alex dan Riri. Dia tidak bisa menjaga Alex dan Riri dua puluh empat jam. Reymon tidak bisa mempercayai ke

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 131. Kepulangan Gilang

    "Dia sudah mematikan teleponnya. Apa yang sebenarnya terjadi, Li? Kenapa Riri bisa di rumah sakit jiwa?" tanya Ansel beralih ke arah Lili."Itu ... itu ... bukannya kamu yang menyuruh aku untuk mencari keberadaan Riri," balas Lili tidak mau kalah. "Terus kenapa tidak bilang kalau Riri ada di rumah sakit jiwa? Kenapa dia bisa di sana?" "Aku juga tidak tahu. Aku barusan dapat telepon dari Meka. Mana aku tahu jika dia ada di sana. Kenapa kamu malah marah sama aku?" tanya Lili balik."Sudah Ansel, jangan berdebat lagi. Sebaiknya kita segera ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Riri," lerai David.David bisa menebak dari obrolan Ansel dan Lili. Intinya Riri tidak dalam keadaan baik. 'Apa ini firasat dari bayi Arka. Dia dari tadi tidak mau berhenti menangis,' tebak Azumi dalam hati."Ma, Mama di sini ya. Mama jaga baik bayi Arka. Papa dan Ansel akan ke tempat Riri," saran David."Baik Pa." "Saya juga akan di sini menemani Azumi dan bayi Arka," sambung Miranda berdiri samping Azumi."Li

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 130. Apa Yang Terjadi

    *** Di kediaman David. Jam hampir menunjukkan tengah malam, tapi tidak ada satu seorang pun yang tertidur. Azumi dan Miranda sedang menenangkan bayi Arka. Bayi Arka terus saja menangis sejak matahari mulai terbenam. Suara tangisan Arka sangat kencang. Memenuhi seluruh penjuru rumah. Mereka sudah berusaha menenangkan Arka dengan cara apapun. Namun tidak membuahkan hasil. Bayi Arka tidak berhenti menangis karena bisa merasakan jika ibu kandungnya sedang dalam bahaya. "Sayang, udah dong. Jangan menangis lagi," bujuk Azumi. "Iya, sayang. Kamu jangan nangis lagi ya. Ada apa kamu sama kamu. Cup cup cup, jangan nangis lagi," sambung Miranda. Di depan mereka berdua duduk Lili yang menatap bosan. Dia ingin segera pergi dari sana. Berhubung ingin mencari simpati dari Ansel yang ada juga, makanya dia bergabung. Dia sudah mencari muka di depan Miranda seolah-olah berusaha juga untuk membujuk bayi Arka. Lagi-lagi bayi Arka bertambah kencang menangis. Tidak suka berdekatan dengan Lili

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 129. Tidak! Alex!

    Riri mendekat ke arah gelas dengan cara ngesot. Tangannya meraih gelas yang ada di atas meja. Lalu meletakkan di samping tubuh. Dia dengan tergesa merobek ujung selimut lalu disiram dengan air. Dia akan menggunakan kain itu untuk menutup hidung dan mulut Alex agar Alex terhindar dari asap. Setelah selesai Riri kembali ingin ke arah Alex. Dia meletakkan sobekan selimut tadi di mulut Alex. "Alex pegang ini ya," suruh Riri melekatkan kain tadi di mulut Alex. Alex menganggukan kepala. Dia memegang kain yang basah di mulut dengan patuh. Kini dia kembali bisa menarik nafas dengan baik, tidak terbatuk-batuk seperti tadi. Riri melihat sekitar ruangan yang sudah semakin terbakar. Dia menguatkan diri untuk bangun dengan pelan-pelan. Kakinya sudah bisa mulai digerakkan kembali walaupun masih lemah. "Ayo Alex," ajak Riri keluar. Riri mengulurkan tangan ke arah Alex. Alex menganggukkan kepala dan meraih uluran tangan Riri. Dia percaya sepenuhnya pada Riri. Baru selangkah mereka berj

  • Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku    Bab 128. Kebakaran

    *** Reymon kembali ke rumah sakit dengan kecepatan penuh. Dia sangat khawatir dengan keadaan Alex. Alex belum terbiasa di Indonesia. Walaupun Alex berada di luar negeri, dia bisa menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa tempat kelahiran keluarganya. Reymon sudah berada di rumah sakit jiwa. Pemandangan yang dia lihat saat pertama kali ke rumah sakit dengan sekarang sangat berbeda. Rumah sakit itu sudah dikerumuni oleh api yang mulai menjalar. Reymon dengan cepat-cepat keluar dari mobil. Dia tidak sanggup berpikir apapun lagi. Kecuali hanya berharap agar Alex baik-baik saja. Termasuk Riri. "Jangan biarkan api semakin menyebar. Kalian bahwa semua pasien yang masih bisa diselamatkan. Siram air pada tempat yang belum terbakar terlebih dahulu agar apinya tidak merambat ke tempat lain," perintah dokter Brian. "Baik, Dok." Para suster serta pekerja lain berusaha memadamkan api dan menyelamatkan pasien. Karena banyak penghuni rumah sakit adalah orang yang istimewa, maka mereka sedikit kesusa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status