Beranda / Romansa / Dipaksa Jatuh Cinta / Ngedate Sama Dosen

Share

Ngedate Sama Dosen

Penulis: agneslovely2014
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-29 12:08:24

"Mbak Aurel, dicari pacarnya di teras depan kost!" seru mbak penjaga kost-kostan exclusive tempat Aurel tinggal dari lantai 1.

Kamar Aurel ada di lantai 2, satu lantai bersebelahan dengan teman sekampus satu angkatannya Jovanka. Mendengar bahwa kawannya dicari pacarnya, gadis itu pun mendadak kepo dan keluar dari kamarnya.

"Widihh ... pacar baru ya, Rel?" ucap Jovanka berdiri bersedekap di bingkai pintu kamar Aurel.

Aurel yang sudah berdandan maksimal dan sedang memulaskan liptint beraroma cherry di bibir ranumnya pun mendengkus kesal. "Ahh, kepo loe, Van! Gue cabut dulu ya, takut cowok gue kelamaan nunggu. Bye ...," cerocos Aurel ramai seperti biasanya. Dia menyelempangkan sling bag di tubuhnya lalu mengunci pintu kamar kostnya.

"Oke deh, selamat kencan, Aurel Comel!" balas Jovanka lalu melongokkan kepalanya dari susuran pagar beton lantai 2 ke arah teras untuk melihat siapa cowok baru kawannya itu.

Ketika si cowok yang dibilang pacar baru Aurel itu membalikkan badannya di teras menghadap ke gadis yang dijemputnya, Jovanka sontak terperangah dan berseru, "HAHH? PROF. REYNOLD?! Gelooo si Aurel pacaran sama dosen dia!"

Sementara itu di teras, Reynold yang berdiri menunggu teman kencannya itu menoleh ketika mendengar suara riang Aurel menyapanya, "Hai, Ayang Reynold. Maaf ya nunggu lamaan dikit!"

Senyuman tampan sontak menghiasi raut wajah dosen ganteng itu. Dia memandangi penampilan teman kencannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Hai, Sayang! Berangkat sekarang aja ya ntar keburu kemaleman," sahut Reynold lalu menyodorkan lengannya untuk digandeng oleh Aurel.

Mereka berdua berjalan bersama ke halaman parkir kendaraan tamu kost. Kemudian Reynold membukakan pintu mobil Honda Civic miliknya untuk Aurel. "Silakan, Cantik!" ucapnya sembari mengulum senyum.

Aurel pun naik ke kursi samping pengemudi dengan anggun. Malam itu dia mengenakan midi dress off shoulder berbahan scuba warna baby blue yang tampak elegan dan soft. Rambut panjang sepunggungnya dia styling ikal membingkai wajahnya yang manis dan imut-imut. Sebenarnya gadis itu memang cantik, tetapi mulutnya itu terkadang seperti bus kopaja yang remnya blong hingga kesannya jutek, badass, rempong.

Ketika teman kencannya hanya diam saja duduk di sebelahnya yang menyetir mobil, Reynold pun berkata, "Jadi kamu mau dinner dimana, Rel?"

"Emm ... aduh, bingung juga soalnya kita kan baru aja deket, Prof ... ehh ... Ayang!" sahut Aurel spontan, dia masih selalu berpikir Reynold itu dosennya. Ya bagaimana lagi hampir setahun dia jadi mahasiswi yang diajar di kelas Parasitologi oleh Reynold. Ditambah lagi sensasinya berbeda dengan James yang sejak awal mengisi bimbingan KRS sudah menarik hatinya.

"Slow, Non ... hmm aku nggak susah sih makan apa aja ayo, kalau kamu sukanya makan apa? Apa mau ke Portable bistro aja, resto langgananku tuh? Menunya asia-western fushion jadi banyak variasinya," ujar Reynold sambil berkonsentrasi dengan lalu lintas di depannya.

"Hmm ... boleh deh, Ayang. Btw, kalau boleh tahu ya, usia kamu berapa sih? Sama Oppa James tuaan siapa?" tanya Aurel penasaran sembari memerhatikan wajah Reynold dari samping.

Mendengar rival abadinya disebut oleh Aurel, kening pria muda itu pun berkerut. Dia menghela napas panjang lalu menjawab, "Kamu masih suka sama Bang James ya, Rel? Emang dia lebihnya apa sih dibanding aku? Kami tuh beda dua tahun tuaan dia, aku 27 tahun."

"Ohh ... masih muda banget ya 27 tahun sudah jadi profesor. Pinter banget dong ya kamunya ...," puji Aurel tanpa menjawab pertanyaan Reynold mengenai perasaannya ke James.

"Lho pertanyaanku nggak dijawab, Rel. Jawablah!" desak Reynold dengan nada ringan.

Mereka pun sudah memasuki area parkir restoran tempat kencan malam ini.

Dengan ragu Aurel menjawab, "Masih suka sih. Masa perasaan suka bisa menguap gitu aja sih, Ayang. Maaf ya .... Ohh tentang kelebihannya sebenarnya aku sendiri nggak gitu bandingin, tapi memang penampilan si Oppa James itu tipeku banget. Mirip Oppa Park Seo Joon. Hehehe."

Reynold pun berdecak mendengar jawaban Aurel, dia membatin dengan kesal, 'Gak si Laura, gak si Aurel. Kenapa sih mata cewek-cewek nih kalau lihat Bang James bisa kayak kena pelet!?'

Akhirnya mobil Honda Civic itu terparkir dengan rapi dan Reynold pun mengajak Aurel turun menuju ke restoran. Dia senang dengan penampilan pacar barunya itu yang begitu memancarkan kebeliaannya. Gandengan tangan Aurel di lengannya terasa bergelanyut manja dan cenderung membuatnya gemas.

"Duduk di bagian teras yang dekat garden aja ya, Rel biar santai," ajak Reynold yang diiyakan oleh Aurel.

Lengan Reynold ternyata kekar, nilai Aurel dalam hatinya. Setelah jalan bareng begini rasanya nggak kalah memesona dengan si Oppa PSJ kw. Malahan minus kejutekan sikapnya, Reynold memiliki pembawaan yang menyenangkan dan hangat.

Waiter restoran membagikan buku menu ke Aurel dan Reynold lalu menunggu pesanan mereka berdua.

"Aurel mau makan porsi sendiri-sendiri apa mau sharring menu?" tanya Reynold perhatian sembari melihat-lihat daftar menu di buku.

"Sepertinya kita sharring menu aja lebih asik deh, gimana?" sahut Aurel menatap wajah Reynold.

"Boleh. Kamu pilih dulu deh mau apa menunya, aku habis kamu pesannya," jawab Reynold. Dia sudah memiliki menu favorit sejak dulu.

Akhirnya Aurel memesan Cesar Salad, T-Bone steak , Spicy Angel Hair with Chicken Tomato Mushroom sauce, Lasagna Cheesy Beef, Assorted Dimsum, Crab and Corn Cream Soup, serta jus blueberry segar. Sedangkan, Reynold hanya menambah menu Dorry Frites with Tartar Sauce and Brocolli sauteed dan Egg Benedict, Mango Pudding with Strawberry and Vanilla Ice Cream.

Sepertinya menu yang Aurel pilih sangat banyak, tapi Reynold biasa saja dan tidak mengeluh. Dia hanya berkata, "Order menunya banyak, nanti dihabisin ya, Non!"

"Hehehe ... bantuin ya, Ayang!" jawab Aurel sambil cengengesan yang sontak mendapat cubitan Reynold di pipinya.

"Rel, kamu gemesin deh. Kalau habis dinner main ke apartmentku mau nggak?" tanya Reynold iseng.

"Kamu tinggal sendiri apa gimana di apartment, Ayang Rey?" tanya balik Aurel. Dia agak ragu bertamu malam-malam ke apartment seorang pria sekalipun dia pacarnya.

Reynold pun menjawab santai, "Sendirian kok, kita nanti bisa ngobrol mesra di apartmentku, oke?"

Akhirnya Aurel mengangguk setuju, dia berpesan, "Tapi nanti jangan dimacem-macemin ya di apartment. Kan aku masih bocil, Ayang. Kalau hamil gimana?"

Tawa Reynold pun berderai mendengar pesan pacar remajanya itu. "Kuceritain sesuatu deh ya ... dulu pas sekolah S2, aku tiap malam ganti teman ranjang, kawin sampai bosan selama dua tahun di Michigan. Sekarang sih sudah agak jinak dan lebih alim, jadi kamu jangan kuatir asal ... nggak dipancing-pancing. Kalau sudah kepancing ntar ganas, aku nggak jamin kamu pulang masih virgin!"

"Kok tahu sih kalau aku masih virgin?" sahut Aurel heran.

"Mantan playboy tulen mana mungkin meleset, Rel! Dahlah ... pokoknya percaya sama aku aja dan jangan mancing-mancing yang agresif, oke?!" jawab Reynold lalu mengerling kepada Aurel.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Arkhan gultom
nah udah di ingetin Rel jgn di pancing² ya, ntr nyesal sendiri
goodnovel comment avatar
Mbak Nana
akhirnya kencan juga dan. ternyata Reynold itu mantan pemain dia pun tahu mana yang gadis atau yang sudah bolong
goodnovel comment avatar
Kania Putri
buset dah kencan sama Reynold banyak amat pesen makanannya ini yakin abis itu aurel hahaha
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Kejutan Ulang Tahun Aurel

    Reynold yang mendapat panggilan dari bagian akademik karena ada surat penting dengan kop Pengadilan Negeri Kota Sleman, Yogyakarta sedang berdiri tegang memegang sepucuk surat di tangannya. Dia membaca isi surat yang merupakan gugatan perceraian atas nama Aurel melalui kuasa hukum Pengacara Hans Sebastian Wijaya. "Ini pasti karena hasutan Biyan! Mana mungkin tiba-tiba Aurel melayangkan gugatan perceraian?" gumam Reynold lirih. Belakangan ini pola tidurnya kacau karena insomnia. Lingkaran hitam di sekitar matanya menebal.Jadwal persidangan perdana akan digelar dua hari lagi di Pengadilan Negeri Sleman. Reynold bisa datang sendiri atau menunjuk pengacara untuk mewakilinya. Sekembalinya ke ruang kantornya, Reynold terpekur sembari duduk menatap ke luar jendela. Dia berencana terbang ke Perth untuk menemui Laura meskipun pesan-pesan darinya hanya dibalas singkat seperlunya oleh ibu dari putra kandungnya; Joshua.Dia sendiri yang salah karena meninggalkan Laura demi menikahi Aurel. Namu

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Test Kehamilan Aurel

    "Aurel! Aurel, di mana loe?!" panggil Biyan saat memasuki bangunan induk resort satu-satunya di Pulau Cendawan.Wanita yang dicari oleh Biyan itu sedang mengobrol santai diselingi gelak tawa di dapur bersama dua ART dan Chef Arifin. Mereka menikmati berbagai camilan berbahan dasar tepung aci. Selain itu hasil panen Aurel di kebun belakang dapur diolah Chef Arifin menjadi lauk sayur dan juice buah."Biyan, aku di dapur!" jawab Aurel seraya melambaikan tangan ke pemuda yang masih mengenakan setelan jas abu-abu dengan kemeja putih tanpa dasi itu.Sepasang mata Biyan memancarkan kerinduan terhadap Aurel yang dia tutupi dengan pembawaan tenang terkendali di hadapan para bawahannya. "Ohh ... jadi ya dibikinin cilok dkk, Rel?" tukas Biyan santai."Iya, kenyang banget aku. Btw, kamu sudah makan apa belum dari Jakarta tadi, Bi?" tanya Aurel yang tumben lebih halus dan perhatian.Melihat perubahan sikap perempuan yang dicintainya, Biyan pun mencoba menanggapi dengan baik. Dia menjawab, "Sudah k

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Hal-hal Kecil yang Membuat Aurel Bahagia

    "Bi, bolehin gue main ke kebun di belakang dapur ya besok pagi!" pinta Aurel di telepon malam itu. "Boleh, tapi janji dulu loe. Jangan main kabur seenaknya, besok juga gue balik ke pulau kok!" jawab Biyan yang masih berada di Jakarta. Aurel pun berkata, "Iya ... iya, gue janji kagak bakalan aneh-aneh. Loe parno amat sih kalau gue pergi!" "Hmm ... ya daripada ntar loe dimakan macan kayak tempo hari, ilang dong harapan gue punya bini sama anak!" balas Biyan selengekan. Dia tidur di rumah orang tuanya yang ada di Jakarta kali ini karena helikopter tak diizinkan menyeberang selama badai topan masih mengamuk di Laut Jawa.Mendengar jawaban Biyan, sejenak Aurel mengerutkan keningnya. Nasibnya telah ditentukan untuk menjadi istri Biyan, dia tak bisa menolak hal itu selama terkurung di pulau terpencil ini."Ya udah. Sampai besok, Biyan. Gue mau tidur, udah malem!" pungkas Aurel.Namun, Biyan berkata sebelum mengakhiri telepon mereka, "Rel, gue ada beliin loe buku-buku buat hiburan selama d

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Ditinggal Sendiri Di Pulau Saat Badai

    "Bik Indah, apa Biyan berpesan agar saya tidak diizinkan keluar kamar selama dia pergi?" tanya Aurel yang bosan terpenjara di ruangan tertutup itu sepanjang hari.Wanita berusia sekitar 40 tahun itu pun menjawab, "Iya, Non. Maklum ... sudah beberapa kali Non Aurel kabur dan celaka. Ini kalau nggak ada tuan muda, siapa yang bisa bantuin?" Jawaban sederhana itu menyadarkan Aurel tentang kebodohannya. Untung dia tidak mati dimakan macan atau keracunan akibat gigitan hewan liar dulu. Meskipun Biyan selalu memperkosa Aurel, tetapi pria itu sangat peduli kepada keselamatannya."Ya sudah, saya tidur aja, Bik Indah. Bosen dikurung dalam kamar terus!" tukas Aurel kesal. Perempuan muda itu naik ke tempat tidur lalu memeluk gulingnya erat-erat. Dia berandai-andai bisa meninggalkan pulau terpencil yang entah apa namanya, Biyan tak mau memberi tahunya karena takut Aurel akan meminta bantuan dari luar. Misalnya, Prof. Reynold untuk menjemputnya.Dalam kondisi pikiran tak tenang, Aurel terbawa ke

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Nekad Berangkat Ke Jakarta

    Bunyi desau angin ribut di luar bangunan utama resort terdengar mengerikan. Beberapa pohon tinggi berusia tua tumbang hingga ke akar-akarnya di hutan Pulau Cendawan. Langit telah berubah gelap seluruhnya, tak ada bintang maupun rembulan. Hanya awan tebal bergulung-gulung di langit sedari siang tadi."Bi, sampai kapan listrik dimatiin sih?" Gelap banget di luar!" ucap Aurel dengan suara bergetar ketakutan."Napa loe, takut?" tanya Biyan seraya tertawa mengejek."Kagak ... gue ... gue cuma nggak tenang aja semua serba gelap, gimana kalau tiba-tiba tsunami dari lautan?" kelit Aurel sembari berjalan mondar mandir memeluk dirinya sendiri di dekat dinding kaca kamar yang menghadap ke arah pantai langsung.Biyan bangkit dari kursi goyang empuknya lalu menangkap pinggang Aurel. "Berhenti mondar mandir kayak setrikaan. Loe bikin gue senewan lama kelamaan, Rel!" "Hmm ... gue kagak mau loe perkosa lagi ya! Udah gelap-gelap begini, ada badai pula. Waras dikit napa, Bi?!" sergah Aurel karena dipe

  • Dipaksa Jatuh Cinta   Badai Topan Melanda Pulau Cendawan

    "Bi, loe udah berapa lama punya hak milik pulau antah barantah ini sih?" tanya Aurel penasaran."Ini hadiah wisuda sarjana gue kemarin, Rel. Sebelumnya ini punya bule, dia bangun resort segala macem di sini. Sayangnya, dia ngerasa sulit buat cari duit dengan kondisi pulau yang tanpa penghuni, semua mesti disuplai dari Pulau Jawa gitu. Bokap lantas nawar buat dibeli dari WNA itu!" jawab Biyan yang cukup memberi gambaran bagi Aurel.Pasangan itu duduk berboncengan di atas pelana kuda yang berjalan lambat di tepi pantai. Air laut yang tidak begitu dalam di sekitar pulau kecil itu berwarna biru muda jernih. Seandainya Aurel tidak menjadi tawanan cinta Biyan, dia merasa akan betah di Pulau Cendawan. "Gue pengin sekali-sekali snorkeling apa diving di sini deh, Bi. Loe izinin kagak?" celetuk Aurel.Biyan yang memeluk Aurel dari belakang punggung gadis itu menjawab, "Boleh, ntar bareng gue setelah balik dari Jakarta. Jangan coba-coba nyelem sendiri. Gue kuatir loe kena ubur-ubur apa bulu bab

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status