Share

Bab 198 : Akhir Kisah

Author: Maufy Izha
last update publish date: 2026-10-21 11:32:08

suara Sinta melengking di balik telepon, antara terkejut, bingung, dan tak percaya.

Lula di ujung telepon langsung meremas gaunnya dengan canggung. Ia melirik Tuan Prabu yang justru terkekeh santai seraya menyesap anggur merahnya di meja makan Ritz-Carlton.

"Iya, Sinta. Papa sedang ada urusan bisnis di London dan kebetulan bertemu Lula di bandara kemarin," sahut Prabu mengambil alih ponsel Lula, suaranya terdengar begitu tenang dan penuh wibawa. "Kamu tidak perlu cemas. Sahabatmu aman bersama P
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Baby Boy
Syukurlah, Abimanyu sdh menyerah kalah ... Selamat berbahagia untuk Arjuna & Sinta ... Bagus & seru !!! Terimakasih, Kakak Author Sehat selalu Ditunggu novel baru lainnya ya ;)
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
sediih bngt udh tamat lg,ngga ada extra part nya thor soal nya Sinta blom hamil nich?
goodnovel comment avatar
Nuada Airlangga
Ng pewayangan arane Ono Anoman,Karo rahwono.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 198 : Akhir Kisah

    suara Sinta melengking di balik telepon, antara terkejut, bingung, dan tak percaya.Lula di ujung telepon langsung meremas gaunnya dengan canggung. Ia melirik Tuan Prabu yang justru terkekeh santai seraya menyesap anggur merahnya di meja makan Ritz-Carlton."Iya, Sinta. Papa sedang ada urusan bisnis di London dan kebetulan bertemu Lula di bandara kemarin," sahut Prabu mengambil alih ponsel Lula, suaranya terdengar begitu tenang dan penuh wibawa. "Kamu tidak perlu cemas. Sahabatmu aman bersama Papa."Di Jakarta, Sinta menoleh pada Arjuna yang baru saja melangkah mendekatinya. Arjuna yang mendengar percakapan itu mengernyitkan kening, merebut ponsel dari tangan istrinya."Well, sepertinya aku melewatkan sesuatu.""Tutup mulutmu."Arjuna terkekeh pelan, kemudian menyerahkan kembali ponsel itu pada istrinya.Sinta yang tidak mengerti apapun tetap bersikap seperti biasa. Mengobrol dengan Lula dan ayah mertuanya bergantian.Setelah panggilan itu berakhir, Sinta menatap wajah suaminya yang t

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 197 : Kemewahan Tidak Terduga

    Dua hari kemudian, Sinta dan Arjuna kembali bekerja di perusahaan masing-masing. Sinta kembali ke kantor Saraswati Corp, sementara Arjuna menggantikan sang ayah yang tengah dinas ke luar negeri untuk memimpin Pandawa Group. Selama dua hari, Sinta melihat Jay terus mencoba menghubungi Lula. Namun, Sinta dengan berat hati tidak memberitahunya. Pagi ini, Sinta akhirnya mencoba untuk memberi pengertian pada Jay bahwa Lula sudah mengambil keputusan untuk pergi, dan jika Lula sudah memutuskan sesuatu, gadis itu tidak akan mudah mengubah pikirannya. "Mas Jay, aku tahu Mas Jay tulus menyayangi Lula. Tapi, tanpa restu dari orang tua, akan sulit bagi kalian berdua untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Apalagi, orang tua Mas Jay hanya tinggal Ibu saja. Kalau kalian memang berjodoh, pasti akan ada jalannya nanti, tapi untuk sekarang, aku rasa Mas Jay harus menerima keputusan Lula. Kalau keadaan sudah lebih tenang, Mas Jay bisa mencoba untuk menghubunginya lagi nanti." Saat mendengar ucapan

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 196 : Sugar Daddy

    Namun, Lula tidak beranjak dari tempatnya meskipun ia telah mendengar sendiri ucapan Arjuna bahwa keadaan Jay saat ini tidak memungkinkan untuk terus berhubungan dengan Lula. Lula mengusap sisa air mata di pipinya. Meskipun sakit, ia tidak ingin memaksakan sesuatu yang memang bukan untuknya. Jay pria yang baik, dia juga memanjakannya dengan tulus. Namun, pria juga bisa berubah jika sudah berurusan dengan restu orang tua. Dan Lula bukanlah wanita yang masih percaya bahwa ia mampu meluluhkan hati seseorang dengan pembuktian akan ketulusannya. Karena ada contoh nyata bahwa ketulusan seperti itu malah dijadikan alat untuk menindas. Contohnya, Sinta. Namun, tidak semua orang bisa sekuat dan seberuntung Sinta yang berhasil lepas dari keluarga mertuanya yang toxic lalu bertemu dengan pangerannya, Arjuna. Lula belum tentu seberuntung itu. Jadi, memang sebaiknya ia dan Jay putus saja. Toh, hubungan mereka belum lama, perasaan mereka juga belum sedalam itu. Lula yakin bahwa ia bisa

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 195 : Putus

    Setelah acara makan siang keluarga besar selesai dengan hangat dan penuh kesan, Arjuna memenuhi janjinya. Ia mengantar Sinta dan Lula menuju ruangan bersantai privat di lantai atas hotel yang lebih tenang, sementara ia pamit sejenak untuk menghubungi Jay.Sinta duduk di sofa berbusa empuk tepat di samping Lula. Ia menggenggam kedua tangan sahabatnya yang terasa dingin dan gemetar."Lula... sekarang cuma ada kita berdua," bisik Sinta lembut, menatap lurus ke dalam mata Lula yang berkaca-kaca. "Cerita sama aku, ada apa? Kenapa mata kamu sembab dan wajah kamu pucat begini dari tadi pagi? Apa kamu ada masalah sama Mas Jay?"Mendengar nama Jay diucapkan, pertahanan Lula runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes membasahi pipinya. Gadis itu menunduk dalam-dalam, terisak pelan."Sin... maafin aku ya," bisik Lula dengan suara parau yang amat rapuh. "Harusnya di hari bahagia kamu ini, aku tidak merusaknya dan membuatmu cemas.""Ssst, jangan bicar

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 194 : Tidak Ada Penghinaan

    Pagi harinya, sinar matahari hangat menerobos masuk melalui celah-celah tirai penthouse, membiaskan cahaya keemasan di atas sprei sutra tempat Sinta dan Arjuna tertidur lelap. Sinta menjadi yang pertama terbangun. Rasa hangat dari dekapan kokoh Arjuna masih mengurung tubuhnya dengan begitu protektif. Kepala Sinta bersandar di dada bidang Arjuna yang bertelanjang dada, mendengarkan detak jantung suaminya yang berpacu tenang dan teratur. Sinta tersenyum tipis, mendongak perlahan untuk memperhatikan wajah Arjuna yang sedang tertidur. Tanpa garis tegas yang biasanya tampak dominan di depan umum, wajah suaminya kini terlihat sangat tampan, tenang, dan rileks. Sinta mengulurkan jemarinya, mengusap lembut rahang tegas Arjuna dengan perasaan membuncah penuh rasa syukur. Namun, gerakan kecil itu rupanya cukup untuk menyadarkan sang suami. Mata tajam Arjuna perlahan terbuka. Begitu pandangannya menangkap sosok Sinta yang berada tepat di pelukannya, seny

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 193 : Malam Pertama

    Arjuna melingkarkan kedua lengannya di pinggang ramping Sinta dari belakang. Sentuhan hangat jemari kokoh itu langsung menyengat kulit Sinta, membuat napasnya tertahan sesaat. Arjuna menyandarkan dagunya di bahu Sinta, menatap lekat pantulan mata istrinya di cermin rias berbingkai ukiran emas di hadapan mereka. "Kamu kelihatan gugup, Queen?" bisik Arjuna dengan suara berat dan dalam. Deru napas hangatnya berembus di leher jenjang Sinta, meninggalkan sensasi meremang yang menjalar hingga ke ujung jari. Sinta memegang jemari Arjuna yang bertengger di perutnya. Ia menggeleng pelan, meski irama dadanya berdebar kencang. "Ak-aku... hanya terasa begitu tidak nyata. Semua kebahagiaan ini..." Arjuna memutar tubuh Sinta perlahan hingga mereka berhadapan. Dengan kelembutan yang kontras dibanding penampilannya yang dominan, Arjuna menangkup kedua pipi Sinta dengan telapak tangannya yang hangat. Ibu jarinya mengusap lembut tulang pipi Sinta yang merona tipis.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status