Share

Bab 87 : Fitnah Keji

Author: Maufy Izha
last update publish date: 2026-08-27 17:25:44

Begitu layar ponselnya terbuka sepenuhnya, Sinta tertegun. Napasnya seakan tertahan di tenggorokan.

Ribuan mention, kutipan cuitan, dan pesan masuk membanjiri akun Twitter miliknya dalam hitungan detik. Bukan sekadar notifikasi biasa, melainkan badai hujatan dan kehebohan masif. Sinta menggeser layarnya dengan jemari yang sedikit bergetar, membaca beberapa cuitan teratas yang sedang trending:

Akun @/pecintabuku_romantis: "Wah, gila sih! Penulis best-seller Fairytale ternyata adalah plagiat ? wa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
pasti Sinta kepikiran si Abimanyu terlibat pdhl itu murni ulah si Rashta
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 173 : Mencari Tahu Tentang Arjuna

    Sinta menghela napas panjang, mengusir rasa gundah yang sempat merayapi hatinya. Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu melangkah menghampiri Arjuna yang menunggunya di depan mobil. Arjuna yang menyadari perubahan raut wajah tunangannya langsung menegakkan tubuh. "Ada apa, Queen? Siapa yang menelepon? Kenapa wajahmu kelihatan tegang begitu?" Sinta menatap mata Arjuna, berusaha memberikan senyuman menenangkan. "Hanya telepon tidak penting dari Nyonya Anjani. Dia menanyakan Abimanyu." Mendengar nama itu, raut wajah Arjuna seketika mengeras. Tatapannya menajam, meski ia berusaha keras menyembunyikan kecemburuan dan amarah yang mendadak muncul. "Abimanyu? Kenapa dia masih mencarimu lewat ibunya?" "Nyonya Anjani bilang Abimanyu menghilang sejak acara charity gala," jawab Sinta santai, lalu menggandeng lengan Arjuna. "Tapi aku sudah menegaskan padanya kalau aku tidak peduli dan tidak ingin terlibat lagi. Bagiku, masa laluku dengan putranya sudah benar-benar selesai." Menden

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 172 : Abimanyu Menghilang

    Setelah panggilan telepon dari Arjuna selesai, Marilyn masuk ke dalam ruang kerja Sinta sembari membawa sebuah flashdisk."Nona, meskipun kita berhasil mendapatkan rekaman suara Nona Renata, tapi untuk kembali membuka kasus kematian Ibu Anda yang sudah berlalu lebih dari 10 tahun lalu, sepertinya akan sulit. Kecuali, kita bisa mengumpulkan bukti-bukti lainnya."Sinta mengangguk. Tentu saja ia tahu akan hal itu.Itu sebabnya ia sudah memiliki rencana lain."Aku sudah punya rencana sendiri, Kak Marilyn. Keluarga Jayadi sedang terpuruk. Meskipun mereka tampak kompak di permukaan, itu hanya karena mereka sama-sama memusuhiku. Sedangkan di dalamnya...""Mereka saling menyalahkan.""Tepat sekali. Kita cukup memasang umpan untuk beberapa anggota keluarga mereka. Setelah memakan umpan itu, mereka akan saling menyerang satu sama lain."Marilyn tersenyum tipis. Dia dengan cepat memahami maksud Sinta."Kalau begitu, kita mulai dari siapa, Nona...?"Sinta menatap foto sang ibu, Utari Saraswati, y

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 171 : Mengumpulkan Bukti-bukti

    Keheningan seketika menyelimuti ruang kerja Sinta, menyisakan suara napas Renata yang memburu ketakutan.Sinta mematung di tempatnya. Kata-kata Renata barusan seperti petir di siang bolong yang menghantam ulu hatinya.Melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan pada ibumu...Cengkeraman tangan Sinta pada rambut Renata perlahan melonggar. Matanya yang tajam menatap lurus pada wajah Renata yang kini dipenuhi kebasahan air mata dan noda darah."Apa maksudmu?" suara Sinta terdengar begitu dingin, menusuk hingga ke tulang. "Apa yang mama dan papamu lakukan pada ibuku dulu?"Renata terbatuk-batuk, menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah baru saja lolos dari cengkeraman maut. "A-aku tidak tahu! Aku bersumpah aku tidak tahu detailnya!" jerit Renata dengan suara serak. "Aku cuma tidak sengaja mendengar Mama bicara di telepon kemarin! Mama bilang... Mama bisa membuatmu mengalami kecelakaan seperti Utari dulu, karena tidak mau menyerahkan sahamnya pada keluarga kami."Marilyn yang dudu

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 170 : Mengaku Dengan Sendirinya

    Malam itu, Sinta menginap di rumah sakit, sementara Arjuna terpaksa harus pulang karena esok harinya masih ada pertemuan di Bandung. Sementara Sinta masih bisa dibackup oleh sekretarisnya, Marilyn. Malam itu, di tengah tidurnya, Sinta tiba-tiba bermimpi. Ia seolah kembali ke masa-masa kecilnya. Dalam mimpinya itu, ia melihat sang ibu, Utari Saraswati, tengah bersama dengan seorang anak laki-laki. Sekujur tubuh anak itu penuh dengan luka lebam. Sinta merasa sangat kasihan dan menghampiri ibunya. "Ma, dia siapa?" "Mama juga tidak tahu. Anak ini sudah beberapa hari ini selalu ada di taman. Kasihan, sepertinya dia dianiaya oleh orang tuanya." "Halo..." Sinta kecil melambaikan tangannya, namun anak itu malah tampak ketakutan. Sinta kecil kemudian merogoh kantong celananya yang bermotif kelinci berwarna merah muda, lalu mengeluarkan beberapa bungkus cokelat bulat dengan kemasan warna-warni. "Ambillah, kata Papa makan cokelat bisa membuat hati yang sedih jadi senang." An

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 169 : Percepat Pernikahanmu

    Sinta punya alasan sendiri kenapa ia mencurigai sang ayah. Kejadian di acara lamaran kemarin pasti membuat Krisna, Ambar, serta Renata sangat murka. Mereka adalah orang yang tinggi hati dan menomorsatukan kehormatan keluarga. Meskipun mereka pada akhirnya pergi saat itu, namun alasannya hanyalah karena mereka tidak berani pada Tuan Prabu. Setelah itu, mereka pasti akan melakukan banyak cara untuk membalas dendam. Dan sasaran yang paling empuk adalah neneknya. Nenek Gayatri hidup sendiri. Meskipun bibinya akan datang ke rumah Nenek setiap hari, tapi di waktu-waktu tertentu, bibinya juga sibuk membuat kue untuk dititipkan di toko-toko terdekat di wilayah itu, dan biasanya baru ada waktu senggang menjelang jam makan siang. Selama kurun waktu itu, neneknya hanya sendirian di rumah. Sepertinya, Krisna juga takut kalau kediaman neneknya dijaga oleh orang-orang dari Pandawa Group. Itu sebabnya Sinta mencurigai bahwa Krisna menyerang neneknya melalui sambungan telepon. Tapi biasanya, ne

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 168 : Nenek Pingsan

    Abimanyu terdiam mendengar ucapan Arjuna. Pria itu sepertinya masih syok dengan semua pernyataan Arjuna. Sebelum pergi, pemuda itu kembali berkata, "Aku mencintai Sinta lebih dulu darimu, Bima. Aku sudah mau mengalah karena dia sangat mencintaimu, tapi kamu malah menyakiti dan menyia-nyiakannya." Arjuna tersenyum sinis, kemudian melanjutkan, "Tapi aku harus berterima kasih atas itu, karena aku jadi punya kesempatan untuk memilikinya." Nyonya Anjani tidak tahu apa yang telah Arjuna katakan. Namun setelahnya, Abimanyu mengusirnya pergi dan berkata bahwa dia butuh waktu untuk menenangkan diri. Setelah dari rumah sakit, Arjuna datang ke Saraswati Corp. Kebetulan, Sinta masih ada rapat saat itu, jadi Arjuna menunggu di ruang kerja Sinta. Wajahnya tampak gelisah. Ia ingin menceritakan segalanya pada Sinta tentang semua yang terjadi di masa lalu. Namun, Arjuna merasa takut. Takut kalau Sinta akan marah dan salah paham, kemudian membencinya. Ceklek. Suara pintu ruang kerja Sinta terbuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status