Share

Bab 5 

Penulis: Candy
Taufan menghentikan mobil dan membuka pintu, lalu mengundang Rachel naik lagi. "Kita bicarakan di mobil."

Rachel ragu-ragu beberapa detik, lalu naik ke mobil.

Dari Taufan, Rachel dengan cepat mengetahui bahwa yang telah membantunya keluar dari kesulitan tadi adalah orang dari Keluarga Januardi, keluarga konglomerat paling berpengaruh dalam negeri.

Bisnis Keluarga Januardi mencakup sektor-sektor inti dalam industri keuangan, teknologi, energi, dan sebagainya. Mereka memegang posisi penting dalam perekonomian nasional. Tidak berlebihan untuk mendeskripsikan mereka dengan "cukup kaya untuk menyaingi sebuah negara".

Saat ini, pewaris Keluarga Januardi yang bernama Sean Januardi itu baru berusia 28 tahun. Namun, dia mampu mendorong bisnis keluarga ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Dia juga diakui secara luas sebagai pemimpin muda paling berpengaruh di industri.

Semalam, Farhan menerima telepon dari Keluarga Januardi yang mengusulkan aliansi pernikahan dengan Keluarga Zavian. Mempelai wanita yang dipilih mereka tidak lain adalah Rachel.

Taufan memberi tahu Rachel bahwa ada banyak keluarga terpandang yang ingin menjalin hubungan dengan Keluarga Januardi. Keluarga Zavian tentu saja termasuk salah satu di antaranya. Dia mencari Rachel juga atas perintah Farhan.

"Jadi, Keluarga Januardi lebih berkuasa daripada Keluarga Zavian?" tanya Rachel secara langsung karena malas mendengar Taufan mengoceh lebih jauh.

Taufan menjawab, "Sama sekali nggak bisa dibandingkan. Tapi kalau bersikeras mau membandingkannya, Keluarga Zavian itu keluarga terkaya di Kota Stravon dan punya posisi terkemuka di dunia bisnis Kota Stravon. Kalau Keluarga Januardi, nggak ada orang di dalam negeri yang berani nggak hormati mereka."

"Lalu, Sean itu ... orang yang gimana?" tanya Rachel lagi.

"Sean sangat terkenal di luar negeri, tapi jarang muncul di dalam negeri. Dia misterius banget. Aku juga nggak pernah ketemu sama dia. Tapi menurut rumor ...."

Taufan menggosok hidungnya. Dia datang untuk membujuk Rachel menerima aliansi pernikahan ini. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkannya sebelum berbicara.

"Rumor apa?"

"Menurut rumor ... dia agak sulit diajak bergaul."

Taufan memang mengatakan yang sebenarnya, tetapi masih memperhalusnya. Jika Sean hanya agak sulit diajak bergaul, pintu Keluarga Januardi mungkin sudah didobrak sejak lama.

"Seberapa sulit diajak bergaul?" tanya Rachel lagi, seolah bertekad untuk mengetahui sampai ke akarnya.

Taufan tersenyum canggung dan menjawab, "Kira-kira ... agak dingin, tegas, juga kurang suka didekati wanita. Tapi, Keluarga Januardi terkenal punya tradisi keluarga yang ketat dan menjunjung tinggi kedisiplinan. Jadi, karakter Sean ... seharusnya nggak terlalu buruk."

Seharusnya? Ucapan itu makin tidak terdengar seperti pujian. Rachel diam-diam mengamati Taufan.

Akhirnya, Taufan tidak tahan lagi dan berujar, "Baiklah. Dengar-dengar, Sean orang yang sangat tertutup dan kejam. Cara bertindaknya juga keras dan tanpa ampun. Dalam melakukan apa pun, dia cuma pentingkan keuntungan. Nggak ada sedikit pun kehangatan dalam dirinya. Siapa pun yang pernah menyinggungnya pasti berakhir mengenaskan."

Cepat atau lambat, Rachel pasti harus berhadapan dengan Sean. Lebih baik dia memiliki kesiapan hati.

"Tapi ini cuma aliansi pernikahan kok. Kamu nggak perlu terlalu khawatir. Di kalangan keluarga terpandang, orang biasanya memang menikah tanpa cinta. Apalagi, ada begitu banyak aset yang kamu miliki. Yang mengincarmu pasti banyak banget, bukan cuma Keluarga Zavian. Kamu nggak boleh sama sekali nggak punya dukungan."

Taufan takut Rachel akan mundur dan mengingatkannya lagi tentang situasinya.

"Baiklah."

"Kamu jangan terburu-buru menolak ...."

Taufan pun terkejut. Dia pikir Rachel akan menolak dan bahkan telah menyiapkan kata-kata bujukan. Tak disangka, Rachel langsung setuju?

"Kamu setuju?"

"Emm."

Rachel belum pernah benar-benar menikah. Saat ini, dia masih lajang.

Dinilai dari deskripsi Taufan, baik itu dari aspek latar belakang keluarga maupun kemampuan, Sean seratus kali lipat lebih unggul dari Joshua. Dengan selembar akta nikah palsu, Joshua telah menipu Rachel selama dua tahun dan menggunakannya sebagai batu loncatan.

Jika orang sehebat Sean bisa menjadi sekutunya, jangankan hanya "seratus kali lipat lebih unggul", Sean akan menjadi sandaran kuat bagi Rachel untuk keluar dari kesulitan.

Hal yang lebih penting lagi, intrik dalam Keluarga Zavian terlalu mendalam. Mindy dan Howard sedang mengawasi dengan ketat. Sebagai "putri haram" yang baru diakui kembali, Rachel tidak mungkin bisa menekan semua orang hanya dengan selembar dokumen legal yang menunjukkan dirinya adalah pewaris sah.

Untuk benar-benar mengokohkan posisinya dan mengambil alih bisnis keluarga dengan lancar, Rachel mungkin akan menghadapi kesulitan yang tak teratasi tanpa dukungan yang cukup kuat. Aliansi pernikahan bukanlah tentang cinta. Itu adalah transaksi dan bentuk dari persekutuan.

Rachel melihat ke luar jendela, lalu menjawab dengan nada santai namun tegas, "Daripada bertarung sendiri dan dimangsa, lebih baik aku cari sekutu yang unggul. Keluarga Januardi bersedia memilihku, aku nggak punya alasan untuk menolak."

Menjelang malam, Rachel kembali ke vila Keluarga Hartono dan mendapati Joshua dan Anisa tidak ada di rumah. Setelah bertanya kepada pembantu, dia baru mengetahui bahwa Joshua telah membawa Anisa dan Maverick ke pameran seni di kota tetangga. Mereka tidak akan kembali malam ini.

Rachel mengeluarkan ponselnya, lalu baru menemukan bahwa Joshua telah meneleponnya berkali-kali sepanjang sore. Dia bahkan juga mengirim pesan.

[ Rere, Verick pengen pergi ke pameran seni bersama Bu Anisa, tapi perjalanannya cukup jauh. Jadi, aku pergi bersama mereka. ]

Joshua sudah terlalu sopan. Mereka sekeluarga keluar bersama, tetapi pria itu masih meninggalkan pesan kepadanya. Namun, ini sangat sempurna. Berhubung mereka tidak akan pulang malam ini, Rachel bisa menangani urusan dengan tenang.

Setelah membaca pesan itu, Rachel memanggil beberapa pembantu untuk membantunya mengemasi barang-barangnya di kamar.

"Nyonya mau melakukan perjalanan jauh?" tanya para pembantu dengan penasaran ketika melihat Rachel ingin mengemasi semua barang-barangnya ke dalam kotak.

"Iya." Rachel membereskan berkas-berkas di lacinya sambil menjawab, "Jangan beri tahu Joshua tentang ini. Dia sangat sibuk akhir-akhir ini. Kalau bukan ada urusan penting, kalian jangan mengganggunya."

Saat ini, Joshua memang sedang sibuk. Dia sibuk menikmati waktu penuh kebahagiaan bersama istri dan anaknya. Bagaimanapun juga, hari-hari indahnya akan segera berakhir.

Dalam waktu singkat, Rachel telah selesai mengemasi semua barangnya. Setelah larut malam dan semua pembantu sudah tidur, dia menghubungi jasa angkut barang pindahan untuk memindahkan semua barangnya.

Namun, ada beberapa barang yang tidak dapat Rachel temukan. Salah satunya adalah makalah penting yang ditulisnya sejak lulus kuliah hingga sekarang. Makalah itu berisi data penelitiannya selama bertahun-tahun. Itu adalah informasi bisnis yang sangat penting. Yang satu lagi adalah data inti dari proyek yang dia kerjakan untuk perusahaan Joshua.

Makalah itu selalu Rachel simpan di lacinya terkunci, tetapi tiba-tiba hilang. Seharusnya Joshua yang mengambilnya. Di sisi lain, data inti itu disimpan di perusahaan Joshua. Dia tidak memiliki izin untuk mengambilnya.

Namun, kedua barang itu adalah hasil jerih payah Rachel. Tidak peduli apa pun yang terjadi, dia tidak boleh meninggalkannya untuk Joshua.

Pada keesokan hari, Rachel menerima telepon dari Joshua pagi-pagi sekali. Suara di ujung telepon sangat berisik. Joshua mungkin masih di jalan tol.

"Rere, apa kamu terima pesanku kemarin?"

Rachel mengaduk kopinya dan menjawab dengan suara tanpa emosi, "Emm, aku sudah baca."

"Maaf, itu keputusan mendadak, makanya aku nggak sempat bahas sama kamu. Tapi Bu Anisa itu tamu, aku juga nggak bisa membiarkannya keluar sendiri bareng Verick."

"Buat apa kamu minta maaf? Wajar saja kamu temani Bu Anisa."

Kata-kata Rachel langsung mengejutkan Joshua. Dia mengira Rachel tidak membalas pesannya karena marah. Namun, dia sedang bersama Anisa semalam dan juga tidak bisa terus-menerus menghubungi Rachel. Pada saat ini, suara Rachel malah terdengar acuh tak acuh.

"Rere, kamu nggak balas pesanku semalam. Kupikir ...."

"Aku sibuk banget kemarin. Habis pergi lihat rumah, aku pergi bahas bisnis lagi. Aku benar-benar nggak punya waktu untuk balas pesanmu," sela Rachel. Suaranya terdengar ringan dan ceria, tanpa sedikit pun kemarahan.

Joshua menghela napas lega. "Sudah kutahu kamu sibuk. Jangan bekerja terlalu keras, aku sedih melihatmu begitu."

Rachel langsung mengerutkan kening. Dia pada dasarnya tidak begitu berselera makan di pagi hari. Setelah mendengar kata-kata pria itu, dia makin tidak ingin sarapan lagi.

"Ayah, jangan bicara sama wanita jahat itu lagi!"

Tiba-tiba, terdengar suara Maverick dari ujung telepon, yang disusul segera oleh suara Anisa yang mencoba menghentikannya.

"Sudah dulu, ya. Aku lagi nyetir. Sampai jumpa malam ini."

Kali ini, sebelum Rachel sempat berbicara, Joshua sudah menutup telepon.

Jarang-jarang Joshua tidak ada. Hal pertama yang dilakukan Rachel begitu tiba di perusahaan adalah pergi ke kantornya untuk mencari dokumen. Akan tetapi, setelah mencari di seluruh kantor, termasuk komputer Joshua, dia tidak menemukan apa pun.

Saat Rachel sedang berpikir keras, seseorang masuk dengan buru-buru untuk menemuinya. "Bu Rachel, Pak Joshua nggak datang hari ini. Ada beberapa kontrak pendanaan yang butuh tanda tanganmu."

Rachel mengambil kontrak-kontrak itu dan membacanya. Grup Hartono sebenarnya masih belum memiliki kualifikasi yang cukup untuk bekerja sama dengan para mitra dalam proyek-proyek ini. Dia yang telah menggunakan segala cara dan mengerahkan upaya besar untuk mengamankan mereka. Jika pendanaan tertunda, setengah dari proyek-proyek tersebut mungkin akan melayang.

"Kamu sudah hubungi Pak Joshua?"

"Sudah, tapi Pak Joshua sepertinya lagi sibuk banget. Dia suruh kami mencarimu kalau ada masalah."

Rachel tersenyum tipis.

Di perusahaan Joshua, yang bekerja paling keras adalah Rachel. Dia juga tidak pernah membuat kesalahan. Setiap kali Joshua terlalu sibuk untuk menangani sesuatu, dia akan membiarkan Rachel menangani semuanya.

Namun, wewenang ini hanya bersifat verbal. Pada kenyataannya, posisi manajer Rachel tidak memiliki kekuasaan nyata. Bahkan seorang manajer junior juga memiliki saham perusahaan, tetapi dia tidak.

Jadi, setiap kali Rachel membuat keputusan atas nama Joshua, Joshua akan menegur dan menghukumnya dalam rapat supaya bisa memberikan penjelasan kepada seluruh karyawan perusahaan dan pemegang saham.

Joshua mengatakan kepada Rachel bahwa dia melakukan ini karena khawatir mempublikasikan hubungan mereka akan memengaruhi moral karyawan.

"Tinggalkan saja di sini. Aku harus keluar sekarang. Setelah kembali, aku akan periksa dan menandatanganinya."

"Baik."

Setelah orang itu pergi, Rachel dengan santai melempar kontrak itu ke samping dan meninggalkan perusahaan.

Orang dari Keluarga Januardi mengatakan bahwa Sean mengundangnya makan malam ini. Sebelum bertemu dengan kencan butanya, Rachel harus berdandan dengan cantik.

Rachel terlebih dahulu pergi ke salon kecantikan. Saat selesai, waktu sudah menunjukkan hampir pukul lima sore. Kemudian, dia pergi ke mal terdekat dan memilih gaun dari merek mewah favoritnya.

"Wow! Tubuh Nona proporsional banget! Nggak semua orang cocok pakai gaun kami, lho. Nona yang memakainya kelihatan lebih cantik daripada model di iklan!" puji pramuniaga itu dengan tulus.

Di cermin, Rachel yang pada dasarnya memiliki tubuh memikat terlihat makin menakjubkan setelah mengenakan gaun panjang dengan potongan yang sangat menuntut. Gaun itu berwarna ungu muda, juga dihiasi dengan glitter dan tulle di lipatannya. Meskipun sangat anggun, gaun itu bisa dengan mudah membuat seseorang terlihat lebih gelap dan kampungan.

Namun, Rachel memiliki kulit seputih salju, juga fitur wajah yang dalam dan indah. Ketika kecantikannya yang tegas dipadukan dengan gaun yang lembut, hasilnya justru sangat serasi.

"Oke, yang ini saja."

Rachel tersenyum dan berputar sedikit.

Gaun itu berpotongan bahu asimetris dan tanpa tali bahu. Modelnya sederhana namun elegan, juga terkesan anggun dan modis tanpa memperlihatkan terlalu banyak kulit. Gaun itu sangat sempurna dipakai untuk kencan.

Selama dua tahun terakhir bersama Joshua, Rachel sepenuhnya fokus pada pekerjaannya dan sudah lama tidak berdandan seperti ini. Dia bahkan lupa betapa cantiknya dirinya sebenarnya.

Rachel bercermin lumayan lama sebelum membayar. Namun, tepat saat dia hendak menggesek kartunya, kasir memberitahunya bahwa seseorang baru saja menelepon dan membayar belanjaannya. Orang itu juga membelikannya tas yang serasi, satu set perhiasan desainer, dan sepasang sepatu.

"Apa orang itu meninggalkan nama?"

"Dia cuma bilang marganya Januardi."

Mendengar marga itu, Rachel tanpa sadar menoleh dan melihat ke sekeliling, tetapi tidak menemukan orang lain di sekitar. Bukankah Taufan mengatakan bahwa Sean kejam dan dingin?

Rachel berjalan keluar dari mal. Sesuai dugaan, dia melihat sebuah mobil telah menunggunya. Mobil itu sama seperti yang dilihatnya di luar Kediaman Keluarga Zavian. Mobil itu tidak memiliki logo merek, tetapi pelat nomornya sangat mencolok.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 50

    Kemudian, gadis lemah itu langsung berteriak marah kepada para mahasiswa yang menyerang si gelandangan. Dia bahkan mengadang di depan gelandangan yang jatuh itu.Orang yang menyerang si gelandangan sangat banyak. Mereka semua bertubuh tinggi dan tegap, juga sedang di puncak amarah. Mereka bahkan memaki dan main tangan terhadap gadis itu. Namun, gadis itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur. Sebaliknya, dia melangkah maju untuk menolong orang yang kesulitan dan melapor polisi.Mahasiswi yang berani itu adalah Rachel. Pada saat itu, Joshua langsung terpikat padanya. Dia merasa gadis ini benar-benar berbeda dari dirinya.Joshua mengutamakan kepentingannya sendiri dan pandai melindungi diri. Dia tidak akan pernah membantu orang lain tanpa alasan. Namun, Rachel malah maju tanpa ragu untuk menolong orang lain. Rachel adalah orang yang tidak akan tinggal diam saat melihat orang lemah menghadapi bahaya atau dihadapkan pada ketidakadilan. Mana mungkin orang sepertinya menindas orang lain

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 49

    Joshua tertegun sejenak. Dia biasanya tidak memeriksa obrolan grup, bahkan sudah membisukan beberapa grup kampus dan kelas. Sebelum selesai membaca pesan grup, dia menemukan beberapa pesan dari teman-teman sekelas dulu. Mereka semua bertanya apakah telah terjadi sesuatu pada Rachel.Joshua pun menegang dan tidak tertarik untuk melakukan hal lain lagi. Dia segera mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Rachel."Rachel nggak akan kenapa-napa. Dia punya waktu pergi ke reuni kelas, tapi malah abaikan kamu. Dia cuma mau kendalikan kamu. Mungkin saja dia yang sengaja timbulkan masalah dan tunggu kamu mencarinya." Anisa awalnya hanya ingin menyaksikan drama. Tak disangka, reaksi pertama Joshua adalah mencari Rachel. Dia pun merasa cemburu. Apakah Joshua begitu mengkhawatirkan Rachel?Mendengar ini, Joshua kembali tenang. Ini memang sudah larut malam dan Rachel belum tentu akan menjawab telepon. Menelepon Rachel hanya akan membuatnya berada di posisi pasif. Sampai sekarang, jendela obrolan mer

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 48 

    Begitu mengetahui putri Grup Zavian akan berkunjung, eksekutif bar sangat berharap dapat menyambutnya secara pribadi. Sayangnya, dia sedang berada di luar kota. Jadi, dia hanya bisa menyuruh manajer bar menunggu di pintu masuk."Nona Rachel, bos kami nggak tahu Nona akan datang. Maaf atas ketidaknyamanan tadi. Kami sudah siapkan beberapa hadiah kecil .... Oh, kami juga sudah siapkan kartu keanggotaan VIP untuk Nona dan teman-teman Nona."Kartu keanggotaan ini dibuat khusus untuk Rachel. Itu pada dasarnya adalah kartu bebas bayar seumur hidup, juga kartu yang bisa memberinya hak prioritas untuk memesan ruang VIP kapan pun itu. Rachel sedikit mengerutkan kening ketika melihat tumpukan amplop elegan yang dipegang manajer."Mereka bukan temanku, jadi kartu-kartu ini nggak diperlukan. Ada orang yang akan mentraktir malam ini. Kalau tagihannya terlalu murah, itu nggak akan sopan ...." Mengingat ekspresi menjilat orang-orang di ruang privat, sebuah ide nakal mau tak mau muncul di benak Rach

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 47

    Dari ekspresi bersahabat yang munafik berubah menjadi penuh rasa menyanjung dan takut.“Rachel, sebenarnya apa hubunganmu dengan Grup Zavian? Apa kamu benar-benar … adalah putri dari Keluarga Zavian?” Penggagas reuni kali ini merasa dirinya tidak pernah menyinggung Rachel, sehingga dia memberanikan diri untuk bertanya.Begitu mendengar itu, orang-orang segera memanfaatkan kesempatan untuk menunjukkan sikap ramah kepada Rachel, “Rere, nggak peduli kamu itu putri dari Keluarga Zavian atau bukan, aku sama sekali nggak merasa hidupmu buruk. Aku sudah sangat mengagumimu sejak kuliah dulu!”“Siapa sangka kisah putri kaya yang terdampar di dunia rakyat jelata bisa terjadi di sekitarku. Rasanya seperti lagi menang lotre saja. Haha ….”“Rachel, kamu pandai sekali dalam merahasiakannya. Kenapa kamu nggak beri tahu hal sebesar ini kepada kami?”“Rachel, tadi semuanya cuma lagi bercanda saja. Kamu jangan masukin ke hati. Kami juga nggak kenal dekat sama Gisela. Hanya saja, orangnya memang agak sul

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 46

    Ucapan Gisela membuat semua orang tersadar dari bengongnya. Sikap serius Rachel tadi benar-benar membuat mereka kaget, seolah-olah dia benar-benar adalah putri Keluarga Zavian yang sedang memberi perintah. Namun, semua itu jelas tidak mungkin!“Rachel, tolong jangan pura-pura begitu lagi. Kamu lihat Rachel begitu polos, hampir saja ketipu sama kamu!”“Apa sesulit itu untuk minta maaf? Kamu nggak ada nasib untuk menjadi tuan putri, tapi malah berlagak seperti tuan putri!”Kali ini, tidak ada seorang pun yang lagi peduli dengan sopan santun antar teman sekelas, omongan mereka semakin kasar. Mereka juga menatap Rachel dengan tatapan sinis.Ucapan Gisela memang benar, hanya orang yang hidupnya biasa-biasa saja yang akan berakting seperti itu. Sebelumnya semua orang tidak menyangka, ternyata Rachel begitu munafik! Hanya saja, suara orang-orang itu segera berhenti.Ponsel Claudia tiba-tiba berdering. “Jangan-jangan serius … ini ada panggilan dari Grup Zavian!”Semua orang segera berkerumun

  • Ditipu dengan Akta Nikah Palsu, Aku Menikahi Pria Berkuasa   Bab 45

    Rachel menyelesaikan omongannya dengan suara ringan dan perlahan. Pada saat ini, sudah ada yang berhasil menyelidiki informasi itu.“Memang seperti itu! Putri Keluarga Zavian itu benar-benar seorang penipu!”Di internet tidak terdapat foto dan informasi yang terlalu banyak mengenai putri Keluarga Zavian, sebab dia belum mempublikasikan dirinya di depan media. Hanya saja, dalam berita acara amal malam itu, penerus Grup Zavian sekaligus putri dari Mindy, menghadirinya untuk pertama kalinya.Gisela tidak berdiri dengan stabil. Dia langsung jatuh duduk di tempat. Dia bukan sakit hati dengan uang 200 jutanya, melainkan tidak menyangka dirinya akan dipermalukan dengan begitu cepat!Claudia adalah orang yang berhati ramah. Dia tidak seperti yang lain yang mana menyindir dan mentertawakan Gisela, melainkan segera mengambil ponselnya untuk kembali menghubungi putri Keluarga Zavian lagi. Hanya saja, kali ini panggilan tidak terhubung. Gisela sudah diblokir.“Gisela, ayo cepat lapor polisi.” Clau

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status