Beranda / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Titik Awal Perang Farmasi

Share

Titik Awal Perang Farmasi

Penulis: Jimmy Chuu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-09 20:13:42

"Pola distribusinya," Peter menunjuk grafik.

"Lihat, produk mereka tidak dijual merata. Ada daerah-daerah tertentu yang mendapat supply berlebih, sementara daerah lain hampir tidak kebagian."

Harrison menatap grafik itu. Dia tidak pernah memperhatikan detail ini sebelumnya.

"Dan lihat tanggal distribusinya," Peter melanjutkan. "Selalu bertepatan dengan laporan wabah penyakit di daerah tersebut. Seolah mereka sudah tahu akan ada wabah sebelum terjadi."

"Itu... itu tidak mungkin. Kecuali..." Harrison terdiam, matanya melebar.

"Kecuali mereka yang menyebabkan wabah itu," Peter menyelesaikan kalimat Harrison.

Ruangan mendadak terasa lebih dingin. Harrison merasa mual membayangkan kemungkinan itu.

"Tapi itu... itu kriminal! Itu pembunuhan massal!" Harrison hampir berteriak.

"Ssst," Peter mengangkat jari. "Jangan keras-keras. Dinding punya telinga."

Harrison menenangkan diri, tapi tangannya masih gemetar. "Dokter Peter, apa Anda serius? Mereka sengaja menyebarkan penyakit untuk menjual obat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kematian Bayangan Cermin

    Peter mengambil napas panjang. Lalu menyalurkan Qi emasnya ke dalam tanah.Desss...Energi emas mengalir seperti akar yang mencari, merambat menuju jarum-jarum yang tertanam di lantai, meninggalkan jejak cahaya emas di permukaan batu.Saat energi emas menyentuh jarum pertama, Peter menyalurkan ledakan kecil Qi.Duar!Jarum itu meledak dengan cahaya terang yang menyilaukan, mengirimkan gelombang energi ke segala arah. Formasi runtuh dalam sekejap. Tekanan yang menghimpitnya lenyap seketika."Haaah!" Peter menarik napas lega, tubuhnya sedikit tersentak ke depan.Percival tidak terlihat terkejut sedikit pun. Ia malah mengangguk pelan, senyum tipis terukir di wajahnya. Seolah ini adalah bagian dari rencananya. "Kau bisa memecahkan formasi tingkat menengah," katanya sambil merogoh jubahnya, "Bagaimana dengan yang ini?"Ia mengambil lima jarum sekaligus dari dalam jubahnya dengan gerakan sangat cepat. Cahaya ungu menyelimuti setiap jarum. Kali ini ia melemparnya dengan pola yang jauh lebih

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pukulan Terakhir untuk Percival

    Keheningan di aula kristal yang hancur terasa sangat berat. Peter dan Percival masih berdiri berhadapan, tubuh keduanya penuh luka dan kelelahan. Debu kristal melayang di udara, memantulkan cahaya redup yang tersisa.Percival menatap Peter dengan tatapan yang sangat serius. Darah menetes dari sudut bibirnya. "Kau membuktikan dirimu," katanya dengan suara serak sambil menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan, "Tapi ujian belum selesai. Kau harus menunjukkan bahwa kau bukan hanya petarung. Kau harus menunjukkan bahwa kau adalah tabib sejati."Peter tidak menjawab. Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Ia hanya mengencangkan genggaman Pedang Naga Emas, meskipun tangannya gemetar karena kelelahan. Keringat dingin membasahi dahinya.Percival bergerak lagi. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya.Srak! Tubuhnya melayang seperti asap, tanpa suara, meninggalkan jejak kabut ungu tipis. Tangan kanannya mengayun halus, melemparkan lima jarum perak sekaligus dengan kecepatan ya

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pertarungan Para Tabib – Part II

    Peter merasakan sesuatu yang aneh. Percival tidak menyerang secara fisik. Namun, aura di sekelilingnya berubah. Energi di seluruh aula mulai bergerak, mengikuti ritme napas Percival yang tenang dan teratur.Lalu Peter menyadarinya. Percival sedang membaca pola napasnya. Dia sedang membaca ritme aliran Qi Peter. Mencari celah, titik lemah, dalam pertahanan Peter yang selama ini ia jaga.Peter mengubah pola napasnya dengan sangat halus. Perubahan itu nyaris tidak kentara. Namun, itu cukup untuk mengacaukan prediksi Percival, membuatnya sulit ditebak.Percival tersenyum tipis. "Bagus. Kau mengerti," katanya, suaranya pelan namun penuh makna.Ia melemparkan ketiga jarum dengan gerakan yang sangat cepat. Tapi bukan ke arah Peter. Jarum-jarum itu menancap di lantai, membentuk segitiga sempurna di sekeliling Peter.Energi ungu gelap meledak dari jarum-jarum itu. Energi itu membentuk formasi yang sangat rumit dan kuno. Peter merasakan tekanan energi yang sangat besar menghimpitnya dari segala

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pertarungan Para Tabib

    "Lalu aku merasakan celah dimensi," kata Percival. Matanya menatap Peter dengan sangat tajam. "Celah itu menghubungkan duniaku dengan dunia lain. Aku merasakan aura yang sangat kukenal. Aura yang sama denganku."Percival melanjutkan, "Dan aku tahu, di dimensi lain, ada seseorang yang mungkin bisa menyelamatkan duniaku."Ia melangkah lebih dekat. Peter tidak mundur. Mereka berdiri berhadapan, jaraknya hanya beberapa meter."Aku membuat dungeon ini," kata Percival dengan tenang. "Bukan untuk membunuh. Bukan untuk menghancurkan. Tapi untuk mencari penyembuh sejati. Untuk menguji apakah kau layak."Peter menatap Percival dengan sangat tajam. "Kau membunuh enam Hunter Level A hanya untuk menguji aku?"Percival tidak menunjukkan penyesalan. "Mereka bukan penyembuh. Mereka petarung. Dan mereka lemah. Dungeon ini dibuat untuk menarik perhatian orang yang luar biasa. Dan kau datang."Peter merasakan amarah yang sangat dalam. Tapi ia menahannya. Marah tidak akan membantunya sekarang. Ia harus t

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Bayangan Cermin

    Peter melangkah makin dalam ke gua kristal. Setiap pijakannya terasa berat dan menggema samar di lorong yang sunyi. Cahaya biru redup dari dinding makin meredup, digantikan kegelapan pekat yang hampir menelan segalanya.Udara di sekelilingnya terasa makin berat dan padat. Seolah setiap langkahnya harus menembus lapisan energi misterius yang kental dan menekan.Puing-puing golem kristal yang sudah ia hancurkan tergeletak jauh di belakangnya. Tak ada suara lain yang terdengar selain langkah kakinya yang pelan. Suasana terlalu sunyi, terlalu bersih. Seolah dungeon ini punya kekuatan aneh yang menyerap semua suara, kecuali jejak yang ia timbulkan.Peter berhenti sejenak. Indranya yang tajam merasakan sesuatu yang sangat aneh merayapi sekelilingnya. Keheningan ini tak wajar. Bukan sunyi karena tak ada kehidupan, melainkan sunyi karena sesuatu tengah mengamati dengan saksama dari balik kegelapan. Bulu kuduknya meremang pelan, sebuah peringatan naluriah.Energi Qi di dalam tubuhnya bergolak

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kedalaman Dungeon SS New York

    Peter mengambil alat itu dan memasangnya di pergelangan tangannya tanpa mengatakan apa-apa.Mike Sterling melangkah maju dengan ekspresi yang sangat serius. "Jika Anda tidak keluar dalam dua jam, kami akan mengirim tim cadangan," katanya dengan nada yang sangat formal, "Anda tidak sendirian di sini."Peter menatapnya dengan tatapan yang sangat tenang. "Saya selalu sendirian, Agent Sterling."Ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam kegelapan.Tangga menuju ke bawah sangat curam dan licin. Cahaya dari luar hanya menerangi beberapa meter pertama. Setelah itu, hanya kegelapan total. Peter tidak menyalakan senter. Ia tidak membutuhkannya. Energi Qi di dalam tubuhnya sudah cukup untuk menerangi jalan.Udara semakin dingin saat ia turun lebih dalam. Dinding-dinding beton tua dipenuhi lumut dan retakan. Air menetes dari langit-langit dengan ritme yang sangat pelan. Suara langkah kakinya bergema di koridor sempit.Setelah lima menit berjalan, Peter tiba di sebuah ruangan besar. Bekas platform

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status