Share

Bab 1017

Penulis: Hazel
Yahsva menegur, "Kamu buat masalah apa lagi? Aku lagi minum teh dan main catur dengan Saba! Kalau nggak ada urusan penting, aku langsung akhiri panggilan telepon!"

Sepertinya, Yahsva tidak merasa puas dengan Simon. Sementara itu, Simon sangat takut kepada kakeknya. Mendengar teguran Yahsva, Simon langsung menceritakan masalah yang dialaminya di kediaman Keluarga Purnomo, "Kakek, aku juga nggak ingin mengganggumu karena masalah sepele, tapi Pak Chandra keterlaluan sekali!"

Simon melanjutkan, "Pak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2858

    Kemudian, sepuluh kultivator tingkat pembentukan dewa memelesat ke langit dan meninggalkan tempat ini. Mereka meninggalkan tetua tingkat pembentukan jiwa dan murid tingkat inti emas yang bertatapan.Setelah beberapa saat, sepuluh kultivator tingkat pembentukan dewa buru-buru kembali dan membawa orang yang mahir memperbaiki formasi.Hanya saja, Neiva yang memegang Busur Matahari. Dia mengerahkan kekuatan dahsyat saat menembak jalur. Jadi, jalur sudah rusak total.Kesulitan untuk memperbaiki jalur sama dengan membangun jalur baru. Biarpun sekarang ahli dalam perbaikan formasi sudah berkumpul, mereka tidak mampu memperbaiki jalur sampai selesai tanpa menghabiskan waktu panjang dan bahan-bahan berharga.Para tetua itu berkomentar lagi."Waktu wanita berpakaian merah itu pergi, jalurnya masih bisa digunakan. Tapi, jalurnya langsung rusak tak lama setelah dia keluar.""Sebenarnya siapa yang merusak jalur ini? Apa yang disembunyikannya?""Apa anggota sekte kita masih hidup?"Mereka semua kebi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2857

    Elisa menjelaskan, "Karena ada yang mengorek ingatan mereka. Tapi, Kak Genta sudah membantu kita mengobati mereka.""Ternyata begitu. Pantas saja ...," timpal Ayu. Perasaannya campur aduk dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.Tirta menyarankan, "Bi Ayu, kami istirahat di vila dulu. Mereka pasti lelah setelah melakukan perjalanan selama dua hari. Mungkin ingatan Paman dan Bibi bisa pulih setelah istirahat sebentar."Kemudian, mereka berjalan ke vila.....Sementara itu, Humaira langsung kembali ke dunia awani dengan melewati jalur sesudah kabur. Dia muncul di daerah pegunungan yang luas, bahkan ujungnya tidak terlihat.Tempat ini berada di bagian timur dunia awani. Sekitar 2 ribu tahun yang lalu, pemurni energi dunia misterius membuka jalur dan sampai di tempat ini.Namun, pemurni energi dunia misterius terpuruk seiring berjalannya waktu. Jadi, orang-orang di dunia misterius tidak tahu jalur ini. Akhirnya, jalur ini malah dikuasai orang dari dunia awani.Kemunculan Humaira mengejutkan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2856

    Tirta diam-diam merencanakan, 'Setelah ingatan mereka pulih, aku akan mencari bahan-bahan berharga. Kemungkinan bisa membantu mereka memasuki tingkat pembentukan dewa yang sebenarnya.'Tirta baru paham. Dia juga terkejut.Kemudian, orang tua Elisa mengendalikan pedang untuk kembali. Mereka melaju bersama Tirta dan lainnya.Saat masuk ke Desa Persik, Elisa memperkenalkan kepada orang tuanya, "Ayah, Ibu, ini tempat tinggalku dan Tirta. Semua orang yang tinggal di sini itu keluarga kita. Kakakku juga di sini. Nanti aku bawa kalian temui dia."Orang tua Elisa mengamati sekeliling. Mereka yang bingung berkomentar."Um, pemandangan di sini benar-benar bagus. Udaranya juga segar. Banyak buah, sayur, dan bahan obat-obatan ditanam di luar. Orang-orang yang tinggal di sini bisa memenuhi kebutuhan sendiri.""Tapi, kenapa cuma wanita yang tinggal di sini? Kita nggak melihat pria. Bahkan yang membangun rumah juga wanita."Semua orang tahu jawaban untuk pertanyaan ini, kecuali Kamala. Bahkan anjing

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2855

    Tirta berpikir sejenak. Akhirnya, dia membuat keputusan. Tirta menjawab, "Kita kembali ke dunia fana dulu."Althea dan lainnya menyahut seraya mengangguk, "Oke."Kamala bertanya, "Tirta, apa kamu nggak jadi pergi ke dunia awani?"Elisa dan lainnya terkejut. Sebelum mereka sempat menanyakan alasannya, Tirta menggeleng dan menjelaskan, "Nggak jadi. Sekarang kemampuanku terlalu lemah, aku juga nggak bisa melakukan apa pun kalau pergi ke sana. Selain itu, aku rasa kekuatan semua sekte di dunia awani nggak lemah."Tirta melanjutkan, "Takutnya mereka punya banyak kultivator di atas tingkat pembentukan dewa. Kalau mereka menyerbuku, aku juga celaka biarpun disokong tokoh hebat."Genta yang terhibur menceletuk, "Bagus. Untung kamu mempertimbangkannya dengan baik."Awalnya Genta memang ingin pergi ke dunia awani. Hal ini karena seingatnya dunia awani tidak besar dan kultivator hebat di sana tidak banyak.Namun, Genta baru sadar setelah membunuh para tetua sekte super besar. Semua yang diingatny

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2854

    Humaira melihat kekuatan tembakan panah Tirta sangat lemah, jadi dia menyimpulkan orang yang menyerangnya secara diam-diam sebelumnya pasti bukan Tirta.Sekarang kemunculan Neiva membuktikan tebakan Humaira benar. Ekspresi Humaira menjadi serius.Tiba-tiba, Humaira tersadar. Dia bergumam, "Tapi, bukan bulu ini yang melukaiku tadi .... Gawat, takutnya pemuda ini masih punya penyokong lain. Hanya saja, orang itu belum muncul!"Humaira langsung terbang jauh tanpa ragu. Bahkan dia tidak bisa merasakan keberadaan orang itu. Pasti kemampuan orang itu jauh lebih kuat darinya.Sebelum pergi, Humaira tidak lupa mengambil dua artefak di gubuk jerami. Dia menegaskan, "Hei! Kalau kamu berani menculik dua tahanan penting Sekte Formasi Surgawi, kamu pasti akan menghadapi pembalasan dendam dari sekte kami!"Whoosh! Neiva sudah melepaskan tali Busur Matahari. Bulunya memang bukan barang biasa, bahkan lebih hebat dari artefak. Tentu saja kekuatan cahaya panah tidak bisa mengimbangi bulu itu.Tembakan i

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2853

    Setelah itu, sebenarnya Humaira berniat mencari orang yang menembakkan panah. Dia baru menyadari semua orang sudah dibunuh sesudah mendarat. Humaira tidak peduli lagi, dia buru-buru kembali ke puncak gunung.Anjing hitam melihat orang yang menyerap kekuatan spiritualnya. Dia menghampiri Humaira, lalu berdiri dan marah-marah, "Beraninya kamu bilang kami pecundang! Dasar wanita jalang, kamu sombong sekali! Aku tunjukkan kehebatan kami! Tirta, maju!"Tirta yang kesal menegur, "Anjing sialan, minggir!"Kemudian, Tirta langsung mengeluarkan Busur Matahari. Dia memang tahu dirinya tidak mampu melawan Humaira, tetapi dia ingin berusaha. Selain itu, Tirta mengaktifkan gerbang ketiga dari Teknik Rahasia Delapan Gerbang untuk meningkatkan kemampuannya hingga tingkat pembentukan jiwa tahap kelima."Um?" gumam Humaira. Siapa sangka, dia langsung mengamuk begitu melihat Busur Matahari. Humaira menegaskan dengan alis berkerut, "Penjahat, ternyata kamu yang diam-diam menembakku! Kalau hari ini aku ng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 287

    "Uhuk, uhuk .... Kalau begitu, kita cari cara untuk keluar." Tirta tak kuasa menelan ludah saat bertemu pandang dengan Susanti. Sejujurnya, Tirta memahami arti tatapan itu. Polisi wanita ini menyukai dirinya!Namun, Tirta tidak ingin melakukan apa pun untuk sekarang. Dia hanya bisa menahan hasrat dal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 232

    Tirta juga ingin mencoba apakah aliran udara perak itu akan memberikan efek yang sama jika dimasukkan ke tubuh Melati. Dia langsung memegang tangan Melati dan mulai menyalurkan aliran udara perak itu.Begitu memasuki tubuh Melati, aliran udara tersebut juga menghilang dalam sekejap. Tidak lama kemudi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 179

    "Sudahlah, Tirta. Aku sudah lapar. Biarkan saja mereka. Lebih baik kita pergi makan," ujar Nabila. Dia tidak ingin melihat Ghani menyombongkan diri seperti itu, seolah-olah Tirta adalah pacarnya. Makanya, dia terus mendesak Tirta untuk pergi."Oke." Tirta menutup jendela mobil, lalu menginjak pedal g

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 235

    "Nggak ada tempat tidur di sini. Sekarang vila belum selesai dibangun. Kalaupun aku beli tempat tidur lagi, nggak ada tempat untuk menaruhnya. Aku sendiri tidur di mobil. Nggak baik kalau kamu tidur di mobil denganku, 'kan?" kata Tirta sambil menggaruk kepala."Nggak ada tempat tidur? Kalau begitu, a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status