Partager

Bab 1096

Auteur: Hazel
"Apa itu, Pak? Silakan katakan," ujar Tirta dengan alis sedikit berkerut saat melihat ekspresi gugup Jadid.

Jadid menghela napas sebelum berbicara, "Aku tahu kamu pasti nggak kekurangan uang, juga nggak ingin bekerja di rumah sakit dan diatur oleh orang lain. Tapi, keterampilan medismu benaran luar biasa, jarang ada yang bisa menandingimu."

"Aku ingin bertanya mewakili putriku, apa kamu bersedia mengajarkan sedikit ilmu medismu kepadanya? Itu bisa mendatangkan manfaat besar bagi banyak pasien ya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** seru lanjut
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3234

    "Huh huh. Manusia fana yang kecil juga berani sombong di hadapan para kultivator. Aku mau lihat apa tulangmu benar-benar sekeras itu," kata tetua tingkat pemurnian dewa tahap awal, lalu memberikan isyarat mata.Dalam sekejap, seorang tetua langsung keluar dari kerumunan. Dia mengangkat pedang panjangnya dan bersiap menebas kepala salah satu anak itu."Nggak ... jangan!" teriak wanita paruh baya itu dengan pilu sambil berdiri di depan anaknya.Pria paruh baya itu tidak sanggup melihat pemandangan itu, sehingga dia memejamkan kedua matanya dengan hati yang sangat menderita.Namun, tepat pada saat itu, beberapa binatang jurang raksasa di dalam laut hitam meraung dengan dahsyat dan suaranya bergema hingga ribuan mil. Gelombang suara tak kasat mata itu hampir berubah menjadi bentuk nyata dan mengguncangkan langit hingga awan hitam pekat di atas sana langsung lenyap.Puluhan kultivator yang berada di tempat itu sama sekali tidak mampu menahan gelombang suara mengerikan itu. Mereka menjerit k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3233

    "Huh. Kamu hanya seekor semut, aku tentu saja tahu kamu nggak mungkin mampu membunuh ketiga muridku. Kamu tunjuk jalan di depan, cepat jalan," kata tetua itu sambil mendengus.Kesadaran spiritual tetua itu sebenarnya sudah lama menyadari golok dapur yang disembunyikan pria paruh baya itu di dalam pakaian. Namun, dia sama sekali tidak menganggap hal itu sebagai ancaman, malah merasa sangat menggelikan."Baik baik," balas pria paruh baya itu, lalu berjalan di depan. Hatinya dipenuhi kecemasan karena merasa kemungkinan besar dia tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kejadian ini. Namun, selama dia bisa memastikan Tirta dan rombongannya telah meninggalkan tempat itu, maka kematiannya terasa sepadan.Dengan pikiran seperti itu, pria paruh baya itu tanpa sadar sudah memaksa dirinya melangkah hingga tiba di tepi laut. Saat melihat tidak ada jejak Tirta dan rombongannya lagi di sana, dia diam-diam menghela napas lega.Setelah itu, pria paruh baya itu berbalik dan berkata, "Lapor Tuan, aku te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3232

    "Tuan, ada perintah apa?" tanya naga purba kepala tiga dengan hormat sambil menundukkan kepalanya."Aku mau kamu jaga keamanan desa ini. Kalau ada kultivator berniat jahat yang datang ke sini untuk lakukan kejahatan, kamu harus muncul dan bunuh mereka semua," kata Tirta dengan ekspresi serius."Baik, Tuan," jawab naga purba kepala tiga itu.Byur byur byur!Naga purba kepala tiga juga tidak menanyakan alasan Tirta. Setelah menerima perintah, dia segera mundur kembali ke lautan hitam yang gelap gulita."Baiklah, sekarang kita juga harus berangkat menuju reruntuhan kuno yang dibilang Nona Priya," kata Tirta. Dia meminta Priya berjalan di depan sebagai penunjuk jalan, sedangkan dia dan para wanita mengikuti dari belakang.....Tak lama setelah Tirta dan rombongannya pergi.Keluarga pria paruh baya itu akhirnya memperoleh teknik kultivasi yang selama ini mereka impikan. Mereka memikirkan sebuah cara agar rahasia itu tidak diketahui orang lain, yaitu memperluas gudang bawah tanah penyimpanan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3231

    "Ternyata begitu. Sungguh nggak disangka, orang biasa yang masuk ke wilayah terlarang justru lebih aman. Mereka nggak perlu ditindas pemerintah dan juga nggak perlu khawatir akan jadi korban para kultivator. Kalau dipikir-pikir, peristiwa kerusuhan iblis laut ini juga ada hubungannya denganku."Tirta menghela napas, lalu berkata setelah berpikir sejenak, "Begini saja, aku lihat kedua putramu ini punya bakat yang cukup bagus. Aku akan tinggalkan dua kitab teknik kultivasi, suruh mereka berlatih dengan rajin. Kelak mereka juga akan punya kemampuan untuk melindungi diri. Ingat baik-baik, jangan sampai kabar ini bocor. Kalau nggak, kalian akan hadapi bencana yang mengancam nyawa."Sambil berbicara, Tirta mengeluarkan dua kitab teknik kultivasi dari Cincin Penyimpanannya. Kitab-kitab ini sebenarnya diperolehnya dari Suryana. Saat sedang senggang, dia juga sering membacanya sebagai referensi dan memang menemukan banyak keistimewaan di dalamnya. Jika tidak, dia tidak akan sembarangan memberik

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 231

    Setelah memilih pakaian dalam yang tepat, langit sudah malam. Mereka pun berbaring dan tidur.Keesokan paginya.Tirta berbaring di tempat tidur dengan penuh kepuasan sambil memeluk pinggang ramping Melati di sebelah kiri. Kaki Melati yang putih dan lembut menekan tubuh Tirta. Wajah cantiknya memperlih

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 272

    Troy dan Niko marah besar. Pada saat bersamaan, mereka juga merasa kagum terhadap cara yang digunakan Tirta."Jenny, ada apa denganmu? Kenapa kamu mengkhianati Nona? Kamu benar-benar menyia-nyiakan kepercayaan Nona!" teriak Yohan dan kedua pria lainnya dengan terkejut. Meski tidak tahu alasannya, mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 252

    Susanti segera menyuruh bawahannya untuk bersiap-siap. Hanya saja, nada bicaranya tetap terdengar agak ragu. Setelah mengakhiri panggilan, Tirta berjalan ke luar dengan santai."Kenapa kamu lambat sekali? Kami sudah menunggu lama!" Tirta menelepon Susanti sehingga agak lama keluar. Begitu melihat Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 204

    Hanya terlihat dua kartu di tangan Ghafar, satu adalah dua klub, dan satunya lagi adalah as wajik. Kedua kartu ini hanya berjumlah tiga poin! Bahkan tanpa kecurangan sekalipun, Ghafar tidak pernah mendapatkan kartu sekecil ini seumur hidup.Tidak mungkin dia bisa menang dari Tirta jika menggunakan ka

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status