Share

Bab 1112

Author: Hazel
"Bu Bella juga mau ngasih aku hadiah? Bukannya tadi kamu bilang mau masak untukku sebagai tanda terima kasih?" tanya Tirta yang merasa tertarik.

"Jangan banyak tanya, nanti juga kamu tahu," jawab Bella sambil tersenyum misterius. "Terus, jangan panggil aku Bu Bella lagi. Kedengarannya nggak akrab sama sekali." Bella menatap Tirta dengan tatapan sedikit kesal, tapi masih penuh kelembutan.

"Kalau begitu ... gimana kalau aku manggil kamu Bel?" Tirta menggaruk kepalanya.

"Kenapa nggak? Bel kedengara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3584

    Dulu di dasar Tebing Maut, tiba-tiba muncul seberkas api yang tak pernah padam dari dalam peta bintang, lalu berubah menjadi zirah yang membungkus seluruh tubuh.Justru berkat seberkas Api Ilahi Vermilion itulah Tirta tidak tewas di Tebing Maut. Bahkan, dia berhasil membawa pulang senjata pusaka seperti Pedang Penumpas Dewa.Tentu saja, termasuk pula wanita yang berada di dalam kesadaran spiritualnya.Hanya saja, sudah terlalu lama sejak terakhir kali Tirta melihat api itu muncul. Karena itu, dia sampai melupakan keberadaannya."Awalnya, kukira aku harus mengandalkan wanita di kesadaran spiritualku untuk melewati krisis kali ini. Tapi sekarang, dengan adanya Api Ilahi Vermilion ini, sepertinya aku nggak butuh lagi."Tirta merasakan api itu terus bergerak di permukaan tubuhnya, perlahan-lahan membungkus seluruh tubuhnya. Hatinya pun berangsur menjadi tenang.Yang aneh adalah api itu bahkan mampu melukai monster iblis kolibri, yang merupakan yang terkuat di antara tiga monster iblis itu.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3583

    "Hah? Jurus apa itu?""Niat pedangnya begitu murni, bahkan mampu menarik kekuatan bintang-bintang di seluruh langit. Kultivator manusia memang mengerikan.""Kalau dari Klan Monster, dengan tingkat kultivasi yang sama, kita nggak akan mampu melakukan hal seperti itu ...."Elang hitam dan rajawali emas berusaha menghindar, tetapi jangkauan jurus pedang itu benar-benar terlalu luas. Mau tak mau, mereka hanya bisa memilih untuk menghadapinya secara langsung.Sementara itu, kolibri mengandalkan keunggulan kecepatannya. Dalam sekejap, dia sudah memelesat hingga sejauh 50 ribu kilometer. Sungguh sulit dipercaya!Duar! Cahaya pedang yang seolah mampu menghancurkan dunia itu menghantam ke bawah. Pegunungan yang membentang dalam radius ratusan ribu kilometer langsung runtuh dan hancur. Di bagian pusatnya bahkan bukan sekadar diratakan dengan tanah.Sebuah kawah raksasa sepanjang lebih dari 50 ribu kilometer bahkan terbentuk akibat hantaman itu, seolah tempat itu baru saja dihantam sebuah meteor.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3582

    "Heh, Bocah, jadi kamu sudah tahu kalau perbedaan kekuatan kita sangat besar? Sepertinya kamu hanya pandai membual.""Tadi kamu cuma mau menyelamatkan nyawa wanita itu, 'kan? Setelah benar-benar bertarung, ternyata kamu sama sekali nggak berdaya." Pria jelmaan elang hitam itu mencibir."Elang Hitam, jangan banyak omong! Tebasanmu tadi hampir mengenai aku!" Tak jauh dari sana, burung rajawali emas berkata dengan kesal."Hehehe. Kalau sudah bertarung, serangan memang nggak bisa membedakan kawan atau lawan. Bukannya itu wajar? Kalau serangan seperti itu saja nggak bisa kamu hindari, mending kamu mati saja." Elang hitam sama sekali tidak merasa bersalah."Kamu ....""Lebih baik kamu berhati-hati. Kalau sampai terjadi sesuatu yang nggak diinginkan dan Raja Monster menjatuhkan hukuman, kamu pasti akan menanggung akibatnya!" Burung rajawali emas mendengus dingin.Di antara ketiga monster itu, kekuatannya memang yang paling rendah. Namun, bukan berarti dia tidak akan marah jika tidak dihormati

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3581

    Yuna tidak langsung pergi mencari Desa Persik seperti yang disuruh oleh Tirta. Dia melepaskan kesadaran spiritualnya. Setelah memastikan tidak ada bahaya di sekitar, dia mulai menunggu dengan cemas di tempat yang paling mudah terlihat di pulau terpencil itu.....Ketika Tirta menggunakan peta bintang untuk memindahkan Yuna, tatapan ketiga monster iblis itu tak pernah sekali pun lepas dari Tirta.Akibatnya, Tirta sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memanfaatkan situasi dan kabur.Namun, Tirta memang tidak ingin melarikan diri. Jika monster iblis paling rendah di Pegunungan Belantara saja tidak mampu dibunuhnya, bagaimana dia bisa membantu Jade membalas dendam?Pertumbuhan kekuatan sering kali terjadi di ambang hidup dan mati. Karena itu, dia memilih tetap tinggal dan bertarung habis-habisan tanpa memikirkan hidup atau mati."Hm, itu benar-benar harta yang bagus. Sepertinya benda itu mengandung aura pohon kehidupan yang hanya ada dalam legenda dan mampu memindahkan seseorang ke d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3580

    "Hehehe. Memangnya kalian pantas bicara begitu? Jujur saja, karena takut melukainya, aku sama sekali belum mengeluarkan seluruh kekuatanku. Kalau nggak, kalian bertiga sama sekali bukan tandinganku." Tirta menahan amarahnya, lalu mengejek."Bocah, apa katamu?""Kami sudah menghajarmu sampai kamu sama sekali nggak mampu melawan, tapi kamu masih berani sesumbar? Meskipun kamu sudah mengerahkan seluruh tenaga, kamu tetap nggak mungkin bisa mengalahkan kami!"Tentu saja ketiga monster iblis itu tidak percaya."Menurutku, kalian cuma nggak berani, 'kan?" Tirta kembali bicara. "Kalau memang nggak berani, berlutut dan bersujudlah 100 kali di depanku. Aku akan mengampuni nyawa kalian.""Hahaha! Benar-benar lucu!""Kami hanya membiarkanmu hidup sedikit lebih lama, tapi kamu malah benar-benar menganggap dirimu hebat?""Cuma wanita lemah kok. Baiklah, kami akan membiarkannya pergi. Tapi kamu harus berpikir baik-baik. Kalau ternyata kamu bohong ....""Dia tetap akan mati, bahkan kematiannya akan j

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3579

    "Tapi kita datang jauh-jauh, masa langsung membunuhnya begitu saja? Membosankan sekali. Kalian berdua boleh bermain-main dulu dengannya. Aku yang akan berjaga di belakang."Wuuush! Monster iblis kecil berwarna abu-abu kebiruan itu muncul tak jauh dari sana. Sosoknya berkelebat, muncul di timur lalu menghilang, dan muncul kembali di barat.Setelah meludahkan daging dan darah yang masih tersisa di mulutnya, dia pun mencibir.Sebenarnya, wujudnya benar-benar mirip seekor burung kolibri yang diperbesar. Kedua sayapnya mengepak dengan kecepatan luar biasa hingga sama sekali tak terlihat. Tak heran kecepatannya bahkan melampaui cabang Klan Rajawali."Heh, memang itu yang kupikirkan. Tapi bocah ini benar-benar lemah. Kita cuma monster iblis kelas paling rendah di Pegunungan Belantara, tapi dia sudah nggak mampu mengalahkan kita.""Mana mungkin nantinya dia akan menjadi musuh besar bagi kita? Jangan-jangan kita salah orang?"Elang hitam besar dan burung rajawali emas itu telah mengepung Tirta.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status