Compartilhar

Bab 117

Autor: Hazel
"Lihat baik-baik. Jarum ini seharusnya ditancapkan di sini. Ini juga ...." Tirta melakukan akupunktur untuk Saad sambil menjelaskan kepada Aiko.

Aiko awalnya mengira Tirta hanya ingin mempermalukannya. Namun, setelah melihat keterampilan Tirta, Aiko merasa sangat takjub. "Ternyata begitu, ini ajaran mana?"

Aiko tidak pernah melihat teknik akupunktur yang digunakan Tirta. Seiring berjalannya waktu, rona wajah Saad pun membaik. Ini membuat tatapan Aiko saat menatap Tirta menjadi sangat rumit.

"Sud
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (8)
goodnovel comment avatar
Sadri Khairuddin
ok lanjutkan ceritanya
goodnovel comment avatar
Mantho Crooghoo
Tirta sama dengan Wira KH????
goodnovel comment avatar
Edi
Wira atau tirta..?
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3228

    "Itu artinya kita harus cari jalan lain," kata Tirta.Baru saja dia selesai berbicara, tiba-tiba terdengar suara tangisan dan jeritan dari desa di depan mereka, bercampur dengan suara angkuh penuh penghinaan."Tuan, kami benar-benar nggak tahu apa yang terjadi di tepi laut ....""Kalian bahkan nggak berani mendekati tempat itu?""Kumohon, jangan paksa kami pergi ke sana. Aku masih punya orang tua yang harus kuurus dan anak-anak yang harus kubesarkan. Kalau terjadi sesuatu padaku, mereka nggak akan bisa bertahan hidup.""Huh! Kalau kamu berani banyak bicara lagi, akan kubunuh sekarang juga!""Kalau kami menyuruhmu pergi, ya pergi saja!""Ada apa itu?" Tirta mengernyit. "Ayo kita lihat.""Oke."Semua orang segera memelesat ke sana. Mereka masih mampu meluangkan sedikit waktu untuk urusan seperti ini.Tak lama kemudian, mereka melihat beberapa kultivator tingkat pembentukan dewa sedang memaksa seorang pria paruh baya biasa dengan arogan.Meskipun pria itu tampak ketakutan dan gelisah, mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3227

    Sambil berpikir begitu, Tirta tidak lupa berkata kepada naga berkepala tiga itu, "Bagus. Sebelum datang ke sini, aku memang sudah dengar tentang hal itu.""Kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik. Nanti kalau aku datang lagi, pasti akan kuberikan hadiah besar untukmu. Kamu boleh pergi sekarang."Saat ini, Tirta tidak terburu-buru untuk melihat harta karun itu. Dia menyimpan kotak perunggu itu ke dalam cincin penyimpanannya terlebih dahulu.Mata Priya berkilat sesaat. Dia jelas sangat penasaran dengan harta karun itu. Namun, dia tetap tidak bertanya."Terima kasih banyak, Utusan Suci!" Setelah mendengar perkataan itu, salah satu kepala naga itu menunjukkan ekspresi gembira dan menyanjung yang sangat manusiawi.Sementara dua kepala lainnya menunduk dengan hormat kepada Tirta.Tak lama kemudian, tubuh raksasanya yang menyerupai tembok baja mulai bergerak menjauh, lalu tenggelam ke dalam lautan hitam yang gelap, dalam, dan tak berbatas.Tak lama setelah naga berkepala tiga itu pergi, Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3226

    "Memusnahkan dunia awani juga bisa?" Setelah mendengar perkataan itu, kepala Irena langsung berdengung, seolah puluhan ribu petir meledak di dalam benaknya.Itu terutama karena para binatang iblis ini terlalu kuat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan dunia awani. Perkataan itu memberi guncangan yang luar biasa besar baginya."Ya ampun, Sayang. Kamu benar-benar hebat sekarang. Siapa lagi yang berani menyinggungmu?" Irena memeluk lengan Tirta erat-erat, seolah sedang menggantungkan seluruh nasibnya di sana."Benar juga. Kalau dari awal kita tahu pencuri kecil sepertimu punya status sehebat ini, untuk apa kita khawatir lagi?" ujar Lavanya sambil menahan keterkejutannya dalam hati."Pantas saja sejak pertama masuk ke sini, Tirta ingin melakukan hal seperti itu. Ternyata dia memang sama sekali nggak takut," kata Yumika sambil tersenyum.Priya setengah mengerti dan setengah tidak. Dia melirik Tirta sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan. Situasi saat ini benar-benar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3225

    Namun, wanita itu tetap membisu seperti batu, seolah memang tidak ada. Dia sama sekali tidak menggubris Tirta."Sialan, aku sampai nggak habis pikir. Kamu itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa aku bawa-bawa beban sepertimu?!" Tirta sampai memaki karena kesal.Dalam keadaan mendesak, dia tiba-tiba teringat satu cara lain untuk menyelamatkan diri, yaitu peta bintang.Di dalam peta bintang, Tirta masih ingat ada segumpal api yang pernah menyala hebat di Tebing Maut dan menyelamatkan nyawanya.Tepat ketika Tirta hendak mengeluarkan peta bintang, tiba-tiba naga berkepala tiga itu membuka mulutnya dan berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya berat dan menggelegar.Gema suaranya mengguncang seluruh langit dan bumi, langsung membuat Tirta mengurungkan niatnya."Salam hormat kepada Utusan Suci. Kami nggak nyangka Utusan Suci akan berkenan datang. Saya gagal menyambut kedatangan Utusan Suci dari jauh. Mohon Utusan Suci berkenan memaafkan.""Uuuu ....""Auuu ....""Grrr ...."Seketika, rat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1714

    Ketika sedang ragu-ragu, anjing hitam mencium aroma di udara. Dia sangat terkejut hingga tidak bisa menutup mulutnya.Anjing hitam berseru, "Nggak mungkin pemuda itu bisa berhasil. Biarpun sudah mendapatkan Mantra Petani Suci, nggak mungkin dia yang baru pertama kali memurnikan pil langsung berhasil

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1763

    Sebelum Shazana dan Devika turun ke lantai bawah, Tirta sudah turun terlebih dahulu dengan mengerahkan Teknik Pengendali Angin.Tirta bergumam, "Aduh ... ibuku sayang ... pil itu cuma berguna untuk mencapai tingkat pembentukan fondasi. Aku sudah menghabiskan belasan obat spiritual untuk memurnikan 3

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1810

    Pada saat yang sama, di sebuah ruang perawatan intensif mewah yang terletak di rumah sakit pusat ibu kota. Seorang pria dari Negara Khalo yang kehilangan kaki dan tangannya berbaring di tempat tidur. Ekspresinya tetap terlihat ketakutan. Dia adalah Lukern.Anggota pasukan khusus Negara Khalo membawa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1707

    Anjing hitam itu melanjutkan, "Ada yang nggak beres! Aku merasa takut ... yang duduk di dalam barang nggak jelas itu pasti bukan manusia! Kemungkinan besar dia seperti aku ... makhluk mengerikan yang bertahan hidup dari zaman kuno!"Anjing hitam sangat berwaspada. Dia terus memandang ke arah pesawat

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status