Share

Bab 124

Author: Hazel
Tirta tidak tahu bahwa Pandu membuntutinya. Setelah masuk ke showroom, seorang staf wanita berambut panjang dengan postur tubuh yang indah menyambut mereka dengan ramah. "Halo, mau cari mobil apa?"

Usia staf wanita ini sekitar 20-an tahun. Kulitnya putih dan mulus, tubuhnya diliputi aroma parfum yang wangi. Kesan yang diberikannya sangatlah bagus.

"Kak, kenapa mobil yang mau kubeli nggak ada di sini?" tanya Tirta dengan heran setelah mengamati ke sekeliling.

"Apa aku boleh tahu mobil apa?" tanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
goodnovel comment avatar
Andri Suhaji
makin seru
goodnovel comment avatar
Aditiya Sr
bibir nya kepentok bedak kali
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2964

    Tirta terkejut mendengar ucapan Nova. Dia berkomentar, "Apa? Formasi perlindungan sekte ini bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa kalau dikerahkan dengan kekuatan penuh?"Padahal status kultivator tingkat pemurnian dewa sangat tinggi di sepuluh sekte super besar dunia awani. Status mereka adalah tetua agung.Lavanya yang berstatus sebagai pemimpin sembilan gunung suci juga baru mencapai tingkat pemurnian dewa. Padahal Sekte Formasi Surgawi merupakan bagian dari tiga tempat suci terbesar.Namun, Sekte Hala hanya sekte kecil yang tidak terkenal. Kenapa formasi perlindungan sekte mereka begitu hebat? Siapa yang memasang formasi sehebat ini untuk melindungi sekte kecil begini?Wajah Nova memucat. Dia menjelaskan, "Benaran, aku juga mendengarnya dari guruku. Formasi sekte ini dipasang oleh orang yang menyokong penguasa agung itu, makanya formasi sekte ini begitu hebat. Selain Sekte Hala, dua sekte lain yang dibangun penguasa agung juga dilindungi formasi seperti ini."Nova menamba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2963

    Danendra merasakan dirinya hampir mati. Dia menangis saking takutnya, bahkan sampai kencing di celana.Danendra berteriak, "Jangan ... kamu nggak boleh membunuhku! Ayahku itu pemimpin Sekte Hala dan dia itu kultivator tingkat pembentukan dewa yang hebat! Dia punya kartu takdirku!""Begitu kamu membunuhku, ayahku pasti langsung tahu. Dia akan keluar dari pengasingan, lalu membunuhmu untuk membantuku balas dendam! Nggak ada untungnya bagimu kalau kamu membunuhku," lanjut Danendra.Danendra menyarankan, "Begini saja, kamu lepaskan aku. Aku jamin nggak akan mencari masalah denganmu lagi. Kumohon, aku benar-benar nggak ingin mati .... Aku juga nggak ingin inti jiwaku dilenyapkan!"Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Memangnya kultivator tingkat pembentukan dewa sangat hebat? Bagiku, kultivator tingkat pembentukan dewa nggak ada apa-apanya. Kamu yang membawa anggotamu untuk mencari masalah denganku dan menghina kekasihku, jadi hari ini kamu harus mati. Siapa pun nggak bisa menyelamatkanmu."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2962

    Srak! Kertas emas yang dikeluarkan Tirta menebas kepala salah satu murid dengan mudah, begitu pula inti jiwanya.Buk! Satu murid Sekte Hala jatuh ke tanah lagi. Semua ini hanya terjadi dalam sekejap.Biasanya orang-orang ini menganggap diri mereka murid elite Sekte Hala. Namun, sekarang mereka sama sekali tidak ada apa-apanya di hadapan Tirta. Padahal Tirta belum mengerahkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang."Kenapa ... bisa begini ...," gumam empat orang yang tersisa dengan ekspresi terbengong-bengong. Mereka baru pertama kali menghadapi musuh seperti Tirta yang membunuh dengan begitu tegas.Kemampuan mereka memang tidak bisa menandingi Tirta. Apalagi sekarang mereka ketakutan. Jadi, formasi pedang yang mereka kerahkan makin kacau. Sebagian besar kekuatan formasi tidak bisa dikerahkan.Bahkan mereka mulai berniat mundur dan hendak kabur. Namun, Tirta tidak berencana melepaskan mereka semua.Tubuh Tirta berkelebat. Dia menghindari energi pedang dengan gesit sambil mengendalikan kertas em

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2961

    Enam murid Sekte Hala yang juga sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap keenam berdiri di belakang Danendra. Mereka semua memegang Pedang Terbang. Pedang-pedang itu memancarkan cahaya dingin yang menyilaukan.Mereka melepaskan kesadaran spiritual. Setelah merasakan kultivasi Tirta, mereka tertawa sinis.Salah satu murid berkomentar, "Ternyata pemuda ini baru mencapai tingkat inti emas tahap kedua. Tuan Muda, masa sebelumnya kamu dikalahkan pemuda ini? Kamu yakin nggak bercanda dengan kami?"Danendra mendengus dan menanggapi, "Pemuda ini memang kelihatannya cuma mencapai tingkat inti emas tahap kedua, tapi kemampuannya setara dengan tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh. Kalau nggak percaya, kalian maju dulu untuk menguji kemampuannya."Kali ini, Danendra memang sudah membuat persiapan. Namun, dia pernah dikalahkan Tirta. Jadi, dia tidak berani bertindak gegabah. Danendra memanggil banyak murid untuk membantunya.Danendra berniat menguras tenaga Tirta. Kalau perlu, nantinya dia a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2960

    Tirta mengenali pemilik suara itu. Dia adalah putra pemimpin sekte, Danendra. Tirta berucap seraya mengusap dagunya, "Nggak disangka, orang itu bangun begitu cepat. Dia buru-buru datang untuk membalas dendam padaku."Nova mengingatkan dengan alis berkerut, "Kamu jangan keluar. Danendra sangat licik. Dia sudah dikalahkan olehmu sekali. Kalau dia datang mencarimu lagi, dia pasti sudah membuat persiapan."Tentu saja Nova membenci Tirta yang merenggut kesuciannya, tetapi sekarang sepertinya Tirta memang bisa mengubah takdirnya.Sebaliknya, Danendra sering diam-diam mempermainkan murid wanita di sekte. Selama ini, Nova sangat membenci Danendra. Jadi, Nova baru membujuk Tirta.Selain Danendra, terdengar suara beberapa orang yang sinis di luar gua. Jika didengarkan dengan saksama, sebagian besar dari mereka merasa cemburu dan marah."Kenapa? Wanita suci dari sekte kita yang baru bangun langsung bermesraan dengan bajingan mesum?""Cih, wanita suci apanya! Jelas-jelas dia itu wanita murahan yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2959

    Tirta meneruskan, "Kalaupun aku nggak muncul, setengah bulan lagi kamu juga akan dinodai penguasa agung berengsek itu. Penguasa agung itu pasti nggak sebaik aku. Setidaknya aku akan memperlakukanmu dengan tulus dan bertanggung jawab menjagamu selamanya.""Bajingan mesum, menurutku kamu nggak ada bedanya dengan penguasa agung itu!" balas Nova yang sangat marah. Dia mengeluarkan Pedang Terbang lagi dari Cincin Penyimpanan dan menebas lengan Tirta."Hais, maaf!" ujar Tirta dengan perasaan tidak berdaya. Dia tahu Nova tidak akan mendengar ucapannya jika dia tidak menaklukkannya.Tirta langsung berkelebat dan berdiri di belakang Nova. Dia memasukkan kekuatan spiritual dengan jari tangannya untuk menyegel pusat energi dan meridian Nova, jadi Nova tidak bisa mengerahkan kekuatan spiritual."Bajingan mesum, apa ... yang kamu lakukan padaku?" tanya Nova. Dia baru pertama kali melihat teknik untuk menyegel energi seperti ini.Seketika tubuh Nova lemas seolah-olah tenaganya terkuras. Klang! Pedan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1502

    Seketika Nabila merasa tidak nyaman. Dia berpura-pura sinis saat berbicara. Pada saat yang sama, Nabila juga kagum dengan kecantikan dan karisma Bella yang berdiri di samping Tirta.Nabila diam-diam mendengus. Pantas saja Bella bisa membuat Tirta tergila-gila padanya. Ternyata dia memang menawan.N

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1453

    Genta bisa merasakan perubahan di tubuh Tirta. Dia tidak pernah merasa semalu ini sebelumnya. Genta menegaskan, "Jangan bicara sembarangan! Biarpun ke depannya aku punya tubuh, aku juga nggak akan hamil anakmu! Kita nggak mungkin bersama! Ke depannya jangan nggak tahu diri begini lagi. Kalau nggak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1513

    "Benaran? Baguslah kalau Kak Farida suka. Nanti aku bisa coba variasikan supaya kamu bisa rasain rasa yang berbeda dan semakin seru."Tirta terkekeh-kekeh, meskipun matanya sesekali melirik ke arah Elisa dan Ayu yang baru saja naik ke lantai atas."Sudah, aku tahu kamu khawatir soal Bi Elisa, cepat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1508

    Yasmin memanyunkan bibirnya, lalu refleks bersembunyi di belakang Bella."Gadis kecil nakal ini memang pantas dihukum. Apa pun berani dia ucapkan sekarang." Namun, Bella tidak memanjakan Yasmin dan menegurnya dengan nada berceramah."Huhuhu .... Kak Nabila ... mereka semua nggak suka sama aku lagi .

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status