공유

Bab 125

작가: Hazel
Tirta seketika memahami apa yang terjadi. Dia lupa menyeka bibirnya setelah menjilat kemaluan Cleo tadi. Dia segera menjilat bibirnya dan membalas, "Bukan apa-apa, tapi aku haus sekali."

"Eh, maaf sekali, Pak. Aku ambilkan air untukmu, ya?" tawar Cleo yang merapikan pakaiannya dengan agak canggung.

"Nggak perlu lagi. Ayo, kita pergi makan." Irene tidak berpikir terlalu jauh. Dia mengambil kunci dari tangan Cleo, lalu membawa mobil itu keluar. Irene sudah membayar dan mengurus semua prosedur. Mob
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** knp semakin singkat isi babnya?
goodnovel comment avatar
muhammad husni
dapat job lagi..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3228

    "Itu artinya kita harus cari jalan lain," kata Tirta.Baru saja dia selesai berbicara, tiba-tiba terdengar suara tangisan dan jeritan dari desa di depan mereka, bercampur dengan suara angkuh penuh penghinaan."Tuan, kami benar-benar nggak tahu apa yang terjadi di tepi laut ....""Kalian bahkan nggak berani mendekati tempat itu?""Kumohon, jangan paksa kami pergi ke sana. Aku masih punya orang tua yang harus kuurus dan anak-anak yang harus kubesarkan. Kalau terjadi sesuatu padaku, mereka nggak akan bisa bertahan hidup.""Huh! Kalau kamu berani banyak bicara lagi, akan kubunuh sekarang juga!""Kalau kami menyuruhmu pergi, ya pergi saja!""Ada apa itu?" Tirta mengernyit. "Ayo kita lihat.""Oke."Semua orang segera memelesat ke sana. Mereka masih mampu meluangkan sedikit waktu untuk urusan seperti ini.Tak lama kemudian, mereka melihat beberapa kultivator tingkat pembentukan dewa sedang memaksa seorang pria paruh baya biasa dengan arogan.Meskipun pria itu tampak ketakutan dan gelisah, mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3227

    Sambil berpikir begitu, Tirta tidak lupa berkata kepada naga berkepala tiga itu, "Bagus. Sebelum datang ke sini, aku memang sudah dengar tentang hal itu.""Kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik. Nanti kalau aku datang lagi, pasti akan kuberikan hadiah besar untukmu. Kamu boleh pergi sekarang."Saat ini, Tirta tidak terburu-buru untuk melihat harta karun itu. Dia menyimpan kotak perunggu itu ke dalam cincin penyimpanannya terlebih dahulu.Mata Priya berkilat sesaat. Dia jelas sangat penasaran dengan harta karun itu. Namun, dia tetap tidak bertanya."Terima kasih banyak, Utusan Suci!" Setelah mendengar perkataan itu, salah satu kepala naga itu menunjukkan ekspresi gembira dan menyanjung yang sangat manusiawi.Sementara dua kepala lainnya menunduk dengan hormat kepada Tirta.Tak lama kemudian, tubuh raksasanya yang menyerupai tembok baja mulai bergerak menjauh, lalu tenggelam ke dalam lautan hitam yang gelap, dalam, dan tak berbatas.Tak lama setelah naga berkepala tiga itu pergi, Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3226

    "Memusnahkan dunia awani juga bisa?" Setelah mendengar perkataan itu, kepala Irena langsung berdengung, seolah puluhan ribu petir meledak di dalam benaknya.Itu terutama karena para binatang iblis ini terlalu kuat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk menghancurkan dunia awani. Perkataan itu memberi guncangan yang luar biasa besar baginya."Ya ampun, Sayang. Kamu benar-benar hebat sekarang. Siapa lagi yang berani menyinggungmu?" Irena memeluk lengan Tirta erat-erat, seolah sedang menggantungkan seluruh nasibnya di sana."Benar juga. Kalau dari awal kita tahu pencuri kecil sepertimu punya status sehebat ini, untuk apa kita khawatir lagi?" ujar Lavanya sambil menahan keterkejutannya dalam hati."Pantas saja sejak pertama masuk ke sini, Tirta ingin melakukan hal seperti itu. Ternyata dia memang sama sekali nggak takut," kata Yumika sambil tersenyum.Priya setengah mengerti dan setengah tidak. Dia melirik Tirta sekilas sebelum kembali mengalihkan pandangan. Situasi saat ini benar-benar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3225

    Namun, wanita itu tetap membisu seperti batu, seolah memang tidak ada. Dia sama sekali tidak menggubris Tirta."Sialan, aku sampai nggak habis pikir. Kamu itu nggak ada gunanya sama sekali. Buat apa aku bawa-bawa beban sepertimu?!" Tirta sampai memaki karena kesal.Dalam keadaan mendesak, dia tiba-tiba teringat satu cara lain untuk menyelamatkan diri, yaitu peta bintang.Di dalam peta bintang, Tirta masih ingat ada segumpal api yang pernah menyala hebat di Tebing Maut dan menyelamatkan nyawanya.Tepat ketika Tirta hendak mengeluarkan peta bintang, tiba-tiba naga berkepala tiga itu membuka mulutnya dan berbicara dengan bahasa manusia. Suaranya berat dan menggelegar.Gema suaranya mengguncang seluruh langit dan bumi, langsung membuat Tirta mengurungkan niatnya."Salam hormat kepada Utusan Suci. Kami nggak nyangka Utusan Suci akan berkenan datang. Saya gagal menyambut kedatangan Utusan Suci dari jauh. Mohon Utusan Suci berkenan memaafkan.""Uuuu ....""Auuu ....""Grrr ...."Seketika, rat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1554

    "Haha, baguslah kalau Kak Melati suka. Tapi, aku belum mengerahkan kekuatanku yang sebenarnya," ujar Tirta dengan suara berat. Dia tampak fokus mengerahkan tenaganya ....Tak lama kemudian, air liur Melati mengalir lagi dan menyembur ke tubuh Tirta. Dia meminta ampun dengan kondisi setengah sadar, "

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1577

    Bella menegur Devika, "Sepertinya kamu terlalu mencampuri urusan orang lain. Apa urusan Tirta dan Keluarga Dinata ada hubungannya denganmu? Tindakanmu yang mendesak Tirta benar-benar keterlaluan!""Ucapanmu benar, aku memang terlalu mencampuri urusan orang lain. Tapi, aku punya kemampuan itu," balas

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1587

    "Oke. Seharusnya aku memang nggak ganggu Tirta waktu dia mengobati ayahnya," ucap Bella. Dia tidak jadi mengikuti Tirta masuk. Bella menunggu di depan pintu kamar bersama Marila dan Shinta.Tirta yang sudah masuk ke kamar berusaha menahan kesedihannya agar bisa fokus mengobati Orion. Sewaktu berdiri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1573

    Sekarang Bella sudah mengetahuinya. Kelak jika Tirta memperhatikan wanita lain, Bella pasti akan curiga Tirta menggunakan mata tembus pandang."Siapa tahu kamu melihat atau nggak? Nggak ada gunanya kamu bilang begitu," balas Bella. Tentu saja dia tidak percaya.Sekarang Marila dan Shinta sudah berhe

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status