แชร์

Bab 126

ผู้เขียน: Hazel
Irene tentu bisa mengenali Pandu. Dia tahu Pandu yang mencari masalah dengan Tirta di toko tadi.

"Kami mau mencari keponakan kami. Aku bibinya. Meskipun kamu berstatus tinggi, kurang pantas untuk ikut campur urusan keluarga kami, 'kan?" jelas Elvi sambil berkacak pinggang.

"Kamu bibi Tirta?" Irene tak kuasa mengernyit. Dia tidak merasa penampilan Elvi ini seperti ingin menemui keponakannya.

"Kenapa mencariku?" tanya Tirta dengan tidak acuh.

"Aku bibimu. Masa kamu nggak menyapa seniormu? Kami mau pindah rumah dan kurang 2 miliar. Bukan, kurang 4 miliar. Cepat pinjam kami uang. Kami akan bayar setelah punya uang," sahut Elvi dengan lantang.

"Nggak mau," tolak Tirta langsung.

"Kamu bisa membeli mobil semahal ini, tapi nggak mau pinjam kami uang?" bentak Elvi yang mulai geram. Dia tentu tahu semahal apa mobil ini. Itu sebabnya, dia merasa sangat iri sekarang. Dia ingin sekali menarik pintu mobil dan menarik Tirta keluar.

"Apa hubungannya aku kaya dengan kalian? Kenapa aku harus meminjamkan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (6)
goodnovel comment avatar
Ary Neen
kalau boleh tolong bagi pendek lagi biar 10tahun baru habis ......
goodnovel comment avatar
hans
***** ceritanya semakin ngaur,,?
goodnovel comment avatar
Gatot Suharyono
adat mana yang seperti ini . . . !? mau pinjam uang kok maksa . . . !?
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2547

    Tentu saja Tirta bisa merasakan Ketrin diam-diam meliriknya. Dia segera menghentikan, "Sudahlah, kalian jangan berdebat lagi. Ada anak kecil di sini. Sebentar lagi aku akan cari tahu sendiri bercinta dengan siapa lebih nyaman."Namun, Yelena dan Rosie yang ambisius langsung berebutan setelah mendengar perkataan Tirta."Tuan, nanti kamu cari aku dulu ya? Aku kenal kamu dulu!""Nggak bisa. Tuan, kamu cari aku dulu. Ini wilayah kekuasaanku!"Tirta yang kesal menegaskan, "Hentikan! Aku akan cari orang yang performanya lebih bagus. Sekarang aku merasa terganggu dengan suara kalian yang berisik. Cepat tutup mulut kalian!"Yelena dan Rosie menyahut secara bersamaan."Oh, oke. Tuan, aku nggak bicara lagi.""Tuan, aku juga nggak berisik lagi."Keduanya baru tenang.Ketrin menunjuk menara kecil yang berjarak sekitar 200 meter di depan sembari berujar, "Kak Tirta, kita sudah sampai. Pintu masuk laboratorium bawah tanah ada di bagian bawah bangunan itu. Di dalam ada lift, kita bisa langsung sampai

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2546

    Menangkap dua orang di tengah orang yang banyak sama saja dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Sekarang mereka belum menemukan kedua orang itu. Para ketua Black Gloves menganggap kemungkinan besar Yonatan dan cucunya sudah kabur dari Negara Martim.Lucifer berbicara dengan tenang, "Nggak usah khawatir. Dia memang hebat dalam melakukan penelitian biologi, tapi dia nggak mungkin bisa mengatasi virus darah seumur hidup. Biarpun dia benar-benar bisa menemukan cara untuk mengatasi virus darah, aku rasa pada saat itu Negara Darsia sudah lenyap.""Um ... benar juga," sahut ketua lain. Mereka juga sependapat.Begitu mengungkit Yonatan, Lucifer teringat proyek yang sedang berlangsung di laboratorium bawah tanah yang sangat tersembunyi itu.Lucifer berujar, "Entah Yonatan dan murid-muridnya berhasil mengklona Leluhur Darah atau nggak. Aku rasa sebaiknya Brandon dan Anthony periksa kondisinya. Takutnya mereka nggak serius bekerja seperti pria tua itu."Ternyata para ketua Black Gloves berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2545

    Dizhwar benar-benar takut mati dan juga ambisius. Namun, dia tidak menyangka dirinya yang egois dan penakut hampir membuat seluruh rakyat Negara Darsia mengalami bencana besar. Dizhwar adalah penjahat keji yang mencelakai semua rakyat Negara Darsia.Ketika Dizhwar buru-buru mencari keberadaan orang Negara Martim di Jagapati, bawahan Saba juga pergi ke Jagapati secepatnya.Sementara itu, orang Negara Martim yang berhasil memasukkan virus darah ke sungai Jagapati dan perusahaan pengolahan air sudah kabur dari Jagapati.Orang Negara Martim tersenyum licik dan melaporkan kabar ini ke markas pusat Black Gloves, "Pak Lucifer, Pak Brandon ...."Brandon sudah berhasil kembali ke ruang bawah tanah Gedung Giok di Negara Martim."Kami sudah berhasil memasukkan virus darah ke sungai Jagapati dan perusahaan pengolahan air. Malam ini, sudah ada ratusan pasien yang tertular virus darah mengantre di rumah sakit untuk memeriksa tubuh mereka. Semua dokter Negara Darsia kewalahan menghadapi virus darah,"

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2544

    Pauline berpikir sejenak, lalu menyahut dengan ekspresi licik, "Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan? Menurutku, lebih baik kita bakar rumah sakit itu saja. Setelah itu, kita bilang saja ini kejadian nggak terduga. Dengan begitu, pasti nggak ada yang tahu timbul masalah di rumah sakit."Pauline menambahkan, "Virus juga paling takut pada suhu tinggi. Mungkin virus itu bisa sekalian dimusnahkan oleh api.""Bakar ... rumah sakit?" gumam Dizhwar yang napasnya memburu. Dia merasa ini ide yang bagus. Mungkin cara ini bisa mempertahankan jabatan, masa depan, dan nyawanya.Dizhwar makin yakin dan ekspresinya menjadi bengis. Dia menanggapi, "Benar, kita jalankan ide ini saja. Aku sudah mengerahkan segala cara dan menghabiskan banyak waktu untuk menduduki jabatan ini. Bahkan kemungkinan besar aku bisa menikmati kemewahan yang nggak ada habisnya di masa depan."Dizhwar meneruskan, "Atas dasar apa aku ikut semua rakyat rendahan itu mati? Suruh orang bakar rumah sakit. Setelah itu, semua masal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2543

    Dizhwar merasa seperti dunia hampir runtuh. Dia berbicara terbata-bata, "Kamu .... Aduh ... kamu sudah mencelakaiku! Kenapa ... sebelumnya kamu nggak bilang ada masalah separah ini?"Pauline tetap menunjukkan ekspresi sedih. Air matanya mengalir dan dia menyahut, "Pak Dizhwar, biasanya kamu juga nggak peduli kalau masalah seperti ini terjadi. Jadi, aku nggak bilang."Dizhwar terbengong-bengong. Dia buru-buru memikirkan cara, akhirnya dia memutuskan untuk meredam masalah ini agar Saba tidak mengetahuinya. Kalau tidak, dia pasti tidak bisa naik jabatan lagi. Bahkan dia juga akan kehilangan nyawanya."Oke, Pak Dizhwar," ucap Pauline.Dizhwar segera membawa Pauline yang buru-buru memakai bajunya ke rumah sakit pusat. Kemudian, dia mengutus orang untuk mengisolasi rumah sakit. Semua orang tidak boleh sembarangan keluar masuk.Tiba-tiba, seorang pria tua yang memakai jas putih keluar dari pengisolasian secara paksa. Dia berambut putih dan memakai kacamata. Wajahnya juga dipenuhi kerutan. Pri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2542

    Dizhwar berseru, "Pauline, kesempatan untukku sudah datang! Nggak disangka, Pak Saba memberiku tugas. Kelihatannya sebentar lagi aku bisa naik jabatan dan menjadi kaya raya! Hahaha!""Selamat, Pak Dizhwar!" balas Pauline. Dia yang genit memeluk Dizhwar dengan erat sambil mengeluh, "Tapi, aku harap Pak Dizhwar nggak melupakanku setelah menjadi pejabat tinggi."Dizhwar membelai wajah Pauline dan menanggapi dengan ekspresi senang, "Mana mungkin? Pauline, kamu nggak usah khawatir. Aku sangat menyukaimu, tentu saja aku akan bawa kamu setelah naik jabatan. Kalau bukan karena situasinya nggak memungkinkan, aku ingin menceraikan istriku yang jelek itu. Biar kamu bisa menjadi istriku."Tentu saja Pauline tidak percaya. Namun, dia tetap bicara dengan ekspresi bahagia, "Pak Dizhwar suka berbohong. Tapi, aku rela dibohongi dan menjadi kekasih Pak Dizhwar seumur hidup.""Sudah cukup, Pauline. Kamu istirahat saja, aku harus menjalankan perintah Pak Saba. Kalau butuh bantuan, aku pasti akan menelepon

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status