เข้าสู่ระบบNamun, sekarang wanita berjubah hitam sudah sangat dekat dengan Tirta. Lebih dari setengah kekuatan spiritual Tirta juga sudah terkuras. Genta tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun.Wanita berjubah hitam yang berada di depan Tirta berbicara dengan waswas, "Sekarang aku sangat dekat denganmu. Beri tahu aku cara penggunaan peta bintang. Kalau nggak, aku langsung bunuh kamu!"Tirta diam-diam lanjut memasukkan kekuatan spiritual ke dalam Mutiara Naga. Keringat dingin membasahi dahinya.Tirta menyahut, "Um .... Cantik, jangan desak aku dulu. Biarkan aku pikirkan baik-baik. Kamu membuatku ketakutan, jadi aku nggak kepikiran dalam waktu singkat.""Cepat pikirkan, aku nggak akan beri kamu terlalu banyak waktu," timpal wanita berjubah hitam. Selesai bicara, dia mengerahkan Pedang Terbang dengan kesadaran spiritualnya.Pedang Terbang itu sudah menusuk kulit kepala Tirta. Asalkan pedang itu ditekan lagi, tulang kepala Tirta akan terbelah.Tirta mengerang kesakitan. Dia berkata dengan ge
Szzt! Szzt! Petir yang mengerikan menyerang puluhan kerangka inti formasi dan memancarkan gelombang kekuatan yang dahsyat.Hanya saja, Petir Putih Destruktif tidak menghancurkan kerangka inti formasi. Kemampuan wanita berjubah hitam memang ditekan, tetapi kekuatan kerangka inti formasi yang dikerahkannya tidak berubah. Kultivator yang belum mencapai tingkat penebas dewa tidak bisa menghancurkan kerangka inti formasi itu.Apalagi, sekarang pusat energi Tirta terluka. Peningkatan kemampuan sebesar 40 kali lipat paling-paling hanya setara dengan 20 kali lipat lebih. Itu berarti kemampuan Tirta hanya mencapai batas tingkat pemurnian dewa.Tirta hanya bisa menghalangi kerangka inti formasi sebentar, lalu dia terjebak di dalam kurungan lagi."Apa sekarang kamu bisa kabur lagi?" tanya wanita berjubah hitam. Krak! Dia lanjut mengeluarkan 20 lebih kerangka inti formasi yang menyelubungi tempat ini. Dengan begitu, tidak ada yang tahu kejadian di sini.Kemudian, wanita berjubah hitam mengendalika
Tadi pusat energi Tirta hampir ditusuk wanita berjubah hitam. Bagian perut Tirta terluka parah, darahnya juga terus mengalir.Sekalipun Tirta mengerahkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang untuk meningkatkan kemampuannya dalam kondisi seperti ini, efeknya juga akan berkurang banyak.Seketika tungku emas kecil keluar dari celah ruang hampa. Wanita berjubah hitam mengikutinya.Whoosh! Tirta hanya bisa mundur secepatnya dalam situasi mendesak ini.Wanita berjubah hitam segera mendekat dan berbicara dengan senang, "Ternyata sesuai dengan tebakanku. Kamu nggak bisa mengendalikan tungku kecil ini, jadi kamu meninggalkannya waktu kabur!"Tadi wanita berjubah hitam dikejutkan tungku kecil. Dia tidak menyangka Tirta memiliki barang rahasia yang bisa menembus ruang dan waktu.Wanita berjubah hitam sangat menyayangkannya. Dia kehilangan Mutiara Naga dan jiwa klan naga asli. Hal ini karena wanita berjubah hitam tidak yakin Tirta akan kabur ke mana. Dia juga tidak bisa mengejar Tirta biarpun membangun
'Ternyata peta bintang bisa membuatku terlepas dari belenggu formasi!' batin Tirta. Kemudian, jalur menuju bumi muncul. Tirta langsung melompat ke dalam jalur itu.Whoosh! Peta bintang berubah menjadi cahaya dan menyelubungi Tirta.Byur! Tak lama kemudian, Tirta jatuh ke danau di tengah pegunungan. Air danau itu sangat jernih.Gunung-gunung di tempat ini sangat tinggi, tetapi energi spiritualnya tidak melimpah. Sudah jelas ini bukan dunia awani.Danau itu sedalam delapan meter dan selebar ratusan meter. Tirta yang muncul tiba-tiba mengagetkan banyak ikan yang sedang berenang.Tirta menyimpan peta bintang, lalu mengamati sekeliling. Sekarang dia dikelilingi pegunungan yang tak berujung. Tempat ini pasti bukan Desa Persik.Kondisi ini membuat Tirta mengernyit. Dia menceletuk, "Ini bukan Desa Persik. Jangan-jangan lokasi teleportasi peta bintang nggak menentu? Apa lokasinya ditentukan secara acak?"Tirta tidak takut tidak bisa pulang ke Desa Persik. Bagaimanapun, bumi tidak besar. Biarpun
Embusan napas Tirta membuat wanita berjubah hitam menyadari dia dipermainkan. Dia mendengus dan berujar, "Beraninya kamu menakutiku!"Dengusan wanita berjubah hitam bagaikan petir yang bergemuruh di benak Tirta. Kemudian, wanita berjubah hitam mengulurkan kedua tangannya secara bersamaan dan hendak menusuk pusat energi Tirta tanpa ragu sedikit pun.Tirta mengerang. Rasa sakit yang menusuk menyebar dari pusat energi ke sekujur tubuh Tirta.Sejak tubuh Tirta diperkuat Genta, dia jarang merasakan sakit yang luar biasa seperti ini. Tirta ingat sebelumnya Genta menggunakan tubuh Tirta untuk bertarung dengan Leluhur Darah. Genta membuat Tirta terluka parah untuk menghukumnya.Namun, sekarang Tirta bukan hanya merasa kesakitan. Dia bahkan akan kehilangan nyawanya.Dalam situasi ini, Tirta tahu dia pasti mati. Dia berteriak untuk meluapkan rasa tidak rela, "Ah ... aku kutuk semua leluhur wanitamu!"Wanita berjubah hitam tidak keberatan dikutuk Tirta. Dia menanggapi, "Tenang saja. Aku akan biar
"Jadi, kamu ingin menguasai peluang ini?" tanya Tirta. Sebelum menyelesaikan ucapannya, dia langsung mengeluarkan Pedang Terbang dan memelesat ke langit.Tirta merasa wanita ini sangat berbahaya. Jika dia bertindak gegabah, kemungkinan dia hidup sangat kecil.Pria sejati harus pintar membaca situasi. Orang yang bijak tahu kapan harus mundur dan kapan harus bertindak. Jadi, Tirta tidak merasa kabur adalah tindakan yang memalukan.Hanya saja, meski wanita berjubah hitam berdiri di tempat, Tirta yang mengerahkan seluruh tenaganya tetap tidak bisa meninggalkan tempat ini. Dia terjebak.Perasaan yang aneh ini membuat Tirta tidak nyaman. Dia mengomel di dalam hati, 'Pasti tempat ini sudah dipasang formasi. Sepertinya wanita ini anggota Sekte Formasi Surgawi. Apa hari ini aku akan mati di sini? Nggak bisa ....''Oh, aku ada ide,' batin Tirta yang tiba-tiba kepikiran ide. Mungkin dia bisa bebas.Namun, wanita berjubah hitam yang berada di darat menekukkan jarinya sebelum Tirta sempat menjalank
"Ini ...," ucap Hasta. Dia baru menyadari dirinya salah bicara. Hasta lupa menutupi identitas Tirta yang sebenarnya.Lilian makin penasaran melihat Hasta tidak menjawab pertanyaannya. Dia mendesak, "Pak, dilihat dari responsmu, kamu pasti tahu, 'kan? Beri tahu aku ya .... Kalau kamu beri tahu aku, n
Melihat sikap Tirta, Althea menggenggam tangannya dan menenangkan, "Sayang, aku akan menghadapinya bersamamu apa pun yang terjadi."Elisa juga maju, lalu berkata dengan tatapan khawatir, "Tirta, nggak usah cemas. Setelah pulang, kita bisa merencanakannya baik-baik. Nggak peduli siapa pun yang kamu l
Anjing hitam mencium udara, lalu berseru dengan ekspresi senang, "Oh, pemuda berengsek itu sudah kembali? Bahkan di belakangnya ada aroma obat spiritual yang pekat! Aku harus pergi ke sana untuk melihatnya!"Anjing hitam segera berlari keluar. Sementara itu, kerumunan orang di gerbang rumah Keluarga
Sekarang Tirta makin berhasrat. Dia mencoba mencari kesempatan lagi dengan sengaja berbicara sembari mengernyit, "Kak Luvia, aku nggak bisa lihat karena jaraknya terlalu jauh. Waktu mempelajari teknik misterius seperti ini, kemungkinan kita nggak bisa memahaminya biarpun cuma melewatkan satu detik.







