Share

Bab 1403

Author: Hazel
Tirta menunggu sampai Selina berjalan keluar dari taman bunga kompleks tempat Idris tinggal. Dengan begitu, mereka berdua sudah menjauh dari pandangan Anton dan Yuli.

Tirta baru maju dan berkata seraya memeluk Selina, "Bu Selina, aku tahu kamu pasti pergi bukan karena dipanggil atasan. Apa kamu punya masalah? Kamu bisa ceritakan padaku."

"Aku nggak punya masalah. Pak Tirta, aku cuma ingin pulang untuk mengurus kasus. Selain itu, aku sudah merasa sangat bangga bisa mengenal tokoh hebat sepertimu.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
goodnovel comment avatar
Benny Rachman Tauhid
lama nunggu sambungannya
goodnovel comment avatar
Ricky Adi Kristianto
nunggu episode selanjutnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3000

    Tirta menyeringai dan membalas, 'Oke! Aku memang menunggu ucapanmu ini!'Kemudian, Tirta kembali menarik tali Busur Matahari dan membidik penguasa agung.Penguasa agung tidak takut sedikit pun. Dia berteriak dengan ekspresi bengis, "Eh? Sepertinya kamu benar-benar nggak takut mati. Ayah, tunggu apa lagi? Langsung habisi pemuda ini, aku mau lihat dia mati!"Siapa sangka, pria tua itu menggeleng dan menyahut, "Putraku, nggak bisa."Setelah itu, pria tua langsung berucap kepada Genta yang berada di dalam tubuh Tirta, "Nggak disangka, ternyata aku beruntung bisa bertemu dengan klan naga yang sebenarnya. Ini salah satu klan paling kuat di alam semesta. Padahal cuma tersisa jiwa dan Mutiara Naga, juga nggak ada wujud aslinya. Tapi, aku tetap merasa kagum."Pria tua tidak langsung bertindak karena Genta mengeluarkan sedikit energinya, jadi pria tua itu merasakannya.Genta menanggapi dengan datar, "Nggak usah bicara omong kosong. Selama ada aku, kamu nggak bisa melindungi putramu."Pria tua me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2999

    Kemudian, cahaya emas itu berubah menjadi pria tua. Pandangan pria tua itu sangat tajam. Rambutnya sudah memutih, tetapi kulitnya masih sangat mulus.Telapak tangan pria tua yang mulus menangkap anak panah, lalu mematahkannya.Hati Tirta bergetar. Dia bertanya, "Apa? Pria tua ini cuma klona, tapi bisa mematahkan anak panah yang bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa? Seberapa mengerikan kekuatannya yang sebenarnya?"Anjing hitam menciut dan giginya bergemeletuk. Dia berucap, "Aku merasakan aura yang membuatku nggak tenang. Tirta, lebih baik kita kabur saja. Biar kita nggak mati di sini.""Kabur?" tanya Tirta sembari mengernyit.Pria tua bergumam, "Ternyata formasi sudah dirusak. Pantas saja ...."Pria tua mengamati lingkungan di sekitar, lalu tatapannya tertuju pada Tirta dan anjing hitam. Dia mengibaskan lengan bajunya sambil berkata, "Apa pecundang seperti kalian masih bisa kabur setelah aku muncul? Dia ini memang anak haram yang memalukan, tapi pecundang seperti kalian juga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2998

    Anjing hitam mencebik, lalu berbicara dengan sinis, "Huh, apanya yang nggak mungkin? Sebelumnya aku merusak formasi di luar. Kalau nggak, kamu nggak mungkin nggak tahu kami masuk."Walaupun hanya seekor hewan, anjing hitam juga meremehkan orang seperti penguasa agung.Tadi penguasa agung masih sangat arogan, tetapi sekarang dia tampak ketakutan dan terkejut. Dia berkata, "Nggak ... ini nggak mungkin terjadi .... Kecuali ... kamu juga menguasai teknik rahasia Sekte Formasi Surgawi!""Teknik rahasia Sekte Formasi Surgawi apanya? Aku nggak mengerti omonganmu. Majikanku dulu yang mengajariku tentang formasi. Ditambah lagi, aku belajar dari Batu Pancawarna ini," timpal anjing hitam.Selesai bicara, anjing hitam membuka mulut dan mengeluarkan batu yang mencatat "Esensi Formasi". Batu Pancawarna memancarkan cahaya samar seperti giok ajaib berkualitas tinggi. Kerangka inti formasi yang tercatat di batu sangat padat dan tak terhitung jumlahnya sehingga terlihat misterius.Penguasa agung berteri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2997

    Biarpun begitu, Tirta tetap merasa tersiksa. Sekujur tubuhnya seperti perlahan hancur.Tirta mengomel, "Sialan, formasi ini sangat mengerikan .... Jangan-jangan orang yang memasang formasi ini pemimpin Sekte Formasi Surgawi atau tetua agung yang berstatus tinggi?"Tirta ingin mengerahkan teknik rahasia dan lanjut meningkatkan kemampuannya secara paksa, tetapi sekarang dia sudah mengerahkan teknik terlalu lama. Jadi, dia sudah kehabisan tenaga.Ditambah lagi, Tirta berada di pusat formasi. Dia pasti tidak bisa berhasil membuka gerbang selanjutnya dari teknik rahasia. Masalah ini juga tidak bisa diselesaikan sekalipun Genta mengendalikan tubuh Tirta."Apa hari ini aku benar-benar akan mati di tangan binatang ini?" gumam Tirta. Dia merasa tidak rela, tetapi juga tidak berdaya.Sementara itu, Nova juga akan mati jika tidak dilindungi kertas emas. Padahal dia tidak berada di area serangan. Nova berucap, "Apa yang terjadi di luar .... Suaranya mengerikan sekali ...."Hasana menjerit histeris

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2996

    Selain itu, Hasana juga masih berharap Tirta tertarik dengan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan yang dikuasainya. Bahkan dia ingin Tirta mencoba semua teknik itu bersamanya.Saat Hasana berimajinasi, Tirta sudah berkelebat dan sampai di depan istana.Terdengar suara tawa yang arogan. Penguasa agung tiba-tiba muncul di atas istana dan berteriak dengan ekspresi bengis, "Hei, teruslah bersikap sombong! Aku mau lihat selanjutnya kamu masih bisa bersikap sombong atau nggak! Aku sudah berhasil mengaktifkan formasi perlindungan!"Penguasa agung meneruskan, "Dulu ada empat kultivator tingkat pemurnian dewa yang nggak suka dengan tindakanku sepertimu, tapi akhirnya mereka dilenyapkan formasi ini. Selanjutnya, nasibmu juga akan sama seperti mereka. Aku mau lihat kamu mati dibunuh formasi ini!"Kala ini, darah di dahi penguasa agung sudah berhenti mengalir. Bum! Bum! Formasi perlindungan yang menyelubungi tempat ini aktif.Dalam sekejap, langit cerah dalam area ratusan kilometer berubah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2995

    Sulit dibayangkan, jika panah cahaya tadi menembak tubuh mereka berdua, Bisma dan Hasana pasti mati.Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Tentu saja busur ini sudah menjadi milikku setelah aku merebutnya. Bukannya tadi kamu bilang mau bunuh aku? Kenapa sekarang kamu kabur?"Tirta menarik tali busur lagi. Ngung! Ngung! Esensi energi terpancar. Gambar burung emas muncul di busur hitam yang tampak biasa dan melahap semua energi spiritual.Panah cahaya yang menyilaukan terbentuk secepat kilat. Dibandingkan panah cahaya sebelumnya, panah cahaya kali ini lebih padat seperti terbentuk dari besi berwarna emas.Penguasa agung berteriak dengan ekspresi panik, "Bisma, Hasana, kalian tahan dia. Aku mau aktifkan formasi perlindungan di tempat ini untuk melawannya!"Penguasa agung bergerak dengan cepat dan hendak kembali ke bagian dalam istana. Dia tidak terlihat karismatik seperti sebelumnya lagi. Sosoknya tampak menyedihkan."Oke, Penguasa Agung!" sahut Bisma dan Hasana secara terpaksa. Mereka men

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1595

    Tirta sudah memutuskan untuk membunuh para dokter ini. Dia tertawa sinis, lalu menegaskan dengan dingin, "Apa kalian juga akan bunuh diri kalau dia suruh kalian mati? Waktu mencelakai kakek dan ayahku, sepertinya kalian nggak menyangka akan berakhir seperti ini, 'kan? Maaf, aku nggak terima perminta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1527

    "Cih, terserah kalau kalian nggak mau pakai. Setelah selesai, aku bisa memberikannya kepada Kak Arum dan Kak Farida," ucap Tirta.Tirta tidak mengejar Bella dan Nabila. Dia lanjut mengukir detail dengan menggunakan Pedang Terbang. Tirta membuat 2 karya seni yang sempurna.Nabila dan Bella menghampir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1467

    "Baik, artefak itu bisa aku kembalikan padamu. Tapi, apa kamu punya cara untuk membuat Bibi Betari kembali normal?" Melihat Alicia tidak seperti sedang berbohong, Tirta pun mengeluarkan Tungku Pemangsa Jiwa bersama dengan topeng dari dalam cincin penyimpanan dan mengembalikannya kepada Alicia.Lagi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1514

    "Nanti kalian jangan jijik dengan air liurku," ujar Naura. Melihat kedua wanita itu saling menolak, Naura memberanikan diri untuk menghampiri Tirta, lalu ....Alhasil, para wanita itu tidak menyangka Naura langsung melahapnya. Hanya dalam waktu singkat, madunya hampir habis. Mereka mulai gelisah dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status