Share

Bab 1439

Author: Hazel
Meskipun berada di dalam mimpi, kelembutan yang dirasakan Tirta dalam pelukannya dan wangi yang diciumnya hampir sama saja dengan kenyataan. Hal ini membuat Tirta makin terangsang. Dia tidak pernah seantusias ini sebelumnya.

"Pecundang, lepaskan aku dulu," protes Genta. Dia yang dipeluk Tirta dengan erat menahan rasa malu sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Tirta.

Namun, sebelum Genta bergerak, Tirta sudah mencium bibirnya. Kemudian, Tirta langsung membuka bibir dan gigi Genta. Dia melu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
goodnovel comment avatar
Lang Buana Buana
Lanjut kak... Udah seru ni
goodnovel comment avatar
Eman Kancil
yah elah udh abis LG aj tambah LG donk bab nya kak 6 bab biar seru udh beli top up
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3366

    "Ah .... Bocah ini terlalu mengerikan! Ketua, cepat datang bantu kami!"Tirta terus-menerus menarik busur dan menembakkan anak panah seolah tidak ada habisnya.Di antara lima atau enam kultivator tingkat semi pencapaian agung yang bertarung melawan tiga orang suci dunia awani, tubuh tiga orang langsung tertembus dan terbakar hingga menjadi abu.Pemandangan seperti itu benar-benar mengerikan. Bahkan para pembunuh yang sudah lama berhati kejam pun tak kuasa menahan rasa takut yang luar biasa.Melihat keadaan itu, para pembunuh yang tersisa segera melarikan diri menuju Bakrie, yang menjadi sandaran mereka. Sambil terbang, mereka berteriak meminta pertolongan.Dalam sekejap, situasi di medan perang berubah menjadi berat sebelah. Keunggulan mutlak itu pun sepenuhnya berada di pihak Tirta."Bagus, bocah! Bagus sekali! Kamu ternyata sudah membunuh begitu banyak anak buah eliteku! Kalau begitu, biar aku sendiri yang menghadapimu!"Amarah Bakrie langsung membubung tinggi. Di saat yang sama, dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3365

    Puft!"Irena, Kak Yumika, Nona Priya, hati-hati!" seru Tirta. Melihat dua pembunuh itu sudah mendekat dengan senyuman kejam di bibir mereka, dia sama sekali tidak menghindar. Dalam sekejap, dia mengaktifkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang dan menaikkan kekuatannya hingga tingkat semi pencapaian agung.Pembunuh yang berada di paling depan memang sempat merasakan firasat bahaya. Namun, saat dia hendak mundur, semuanya sudah terlambat karena Tirta langsung menghancurkan kepalanya dengan satu pukulan. Saat jiwa spiritualnya terbang mundur dengan ketakutan, Tirta mengeluarkan Busur Matahari yang telah lama tidak digunakannya.Tirta mengayunkan Busur Matahari hingga bunga api beterbangan, lalu seorang pembunuh lainnya langsung dipukul mundur. Lengan pembunuh itu mati rasa karena benturan itu, bahkan tulangnya pun hampir retak."Bocah ini ternyata bisa keluarkan kekuatan sebesar ini," kata salah satu pembunuh yang menyadari situasinya mulai memburuk itu, lalu segera melesat keluar dari kepunga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3364

    Sebelumnya, Tabib Suci telah menggunakan bubuk aneh agar para pembunuh Dinasti Pembunuh menampakkan diri dari ruang hampa dan keunggulan bersembunyi di kegelapan mereka pun hilang. Namun, bukan berarti kemampuan bertarung mereka menjadi lemah. Meskipun bertarung secara terbuka, daya tempur mereka juga tetap sangat mengerikan.Sebelas pembunuh senior tingkat semi pencapaian agung dan enam puluh pembunuh tingkat penebas dewa tahap akhir puncak kelas tinggi. Dengan kekuatan sebesar itu, daya tempur mereka benar-benar mengerikan. Meskipun harus menghadapi seluruh anggota sekte dari salah satu tiga tanah suci besar, mereka masih bisa bertarung dengan seimbang.Apalagi jika digunakan untuk menghadapi Tirta dan rombongannya, para pembunuh itu bisa menghabisi dengan mudah. Meskipun demikian, mereka tetap mengerahkan seluruh kemampuan. Tidak ada sedikit pun rasa lengah ataupun meremehkan lawan. Bagi seorang pembunuh, itu sama saja mempertaruhkan nyawa sendiri jika melakukan kesalahan karena mem

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3363

    "Sekarang bocah sepertimu malah nggak mau panggil aku Kakek Buyut. Bukankah itu terlalu nggak tahu sopan santun?" kata Bakrie. Dia tentu saja tidak tahu Lavanya sudah membocorkan rencananya pada Tirta, dia mengira Tirta masih belum tahu apa pun. Oleh karena itu, dia memasang sikap sebagai seorang tetua dan mulai memberi nasihat.Namun, ucapan Irena membuat ekspresi Bakrie langsung muram. "Kakek Buyut, bisa nggak jangan salahkan Tirta? Bukannya Kakek Buyut juga setuju permintaan Sekte Formasi Surgawi untuk bunuh Tirta? Kalian berdua sama saja. Mulai sekarang, cabut saja perintah pembunuhan Tirta. Aku akan suruh dia panggil Kakek Buyut. Kalau nggak, dia akan panggil Kakek Buyut dengan Ketua seumur hidup."Bahkan Tirta pun tertegun saat mendengar ucapan itu karena dia sama sekali tidak menyangka Irena akan berbicara blak-blakan seperti itu. Dengan ekspresi tetap tenang, dia diam-diam memberi isyarat pada Selvi dan Tabib Suci.Begitu menerima isyarat itu, keduanya langsung bersiap untuk me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3362

    Mengenai apa yang terjadi di dalam reruntuhan surgawi, Tirta dan yang lainnya tentu saja tidak mengetahuinya. Saat ini, mereka baru saja keluar dari lorong dan kembali ke dunia luar. Mereka bahkan belum sempat menikmati udara segar di dunia luar.Sret sret sret!Tiba-tiba terdengar beberapa suara benda tajam yang membelah udara. Bagaikan ular berbisa yang telah lama bersembunyi dan langsung melancarkan serangan mematikan begitu mangsanya lewat."Hm? Siapa yang berani lakukan penyergapan di sini?" kata Selvi sambil mendengus sebelum Tirta sempat melihat dengan jelas apa yang datang menyerang. Dengan telapak tangannya yang putih dan halus, dia melayangkan satu pukulan dan puluhan belati merah langsung menjadi serbuk besi.Plak plak plak plak!"Mampu hancurkan serangan gabungan dari sebelas kultivator tingkat semi pencapaian agung hanya dengan satu telapak tangan saja. Reputasi Jangkrik Suci yang menduduki peringkat kedelapan belas di Kota Suci dunia awani memang benar," kata Bakrie denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3361

    "Aduh ... pinggangku," keluh Tabib Suci yang terjatuh tepat di samping Tirta. Dia telungkup di tanah cukup lama juga tidak bangkit kembali."Uhuk uhuk .... Kak, karena Kakak sudah keluar dari jalan ujian, aku rasa sudah waktunya kita tinggalkan tempat ini. Aku masih punya beberapa urusan penting yang harus diselesaikan," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa canggung, melainkan segera membantu Tabib Suci berdiri. Saat Tabib Suci sedang tidak memperhatikan, dia diam-diam menyelipkan puluhan Cincin Penyimpanan ke pakaian Tabib Suci."Baik. Kalau begitu, ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Tabib Suci sambil menyeringai dan menganggukkan kepala. Tubuhnya jelas tidak setangguh Tirta yang tahan dipukul.Setelah kejadian itu, keduanya menjadi jauh lebih sopan saat kembali ke hadapan Selvi.Setelah Tirta menjelaskan keadaannya, Priya juga setuju sepenuhnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Bagaimanapun juga, kali ini mereka juga sudah mendapatkan hasil yang sangat besar. Satu-satunya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1773

    Meskipun mobil taksi menabrak tiang listrik, pandangan dan perhatian Tirta hanya tertuju pada gadis itu. Dia berseru, "Astaga ... gadis ini cantik sekali! Auranya sangat luar biasa, kulitnya mulus, dan dia masih muda! Seperti Bi Ayu! Benar-benar gadis cantik berkualitas tinggi!"Shazana, Orion, dan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1788

    Kebetulan lampu hijau menyala, jadi mobil di belakang membunyikan klakson. Tirta juga tidak memikirkannya lagi. Dia menjalankan mobilnya.....Tirta tidak tahu mobil Mercedes-Benz yang berpapasan dengannya di jalur lain dikendarai oleh orang Negara Martim.Orang itu tiba-tiba berseru kepada wanita b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1721

    Selain itu, Tirta juga tidak berniat melepaskan Elisa. Dia berpikir nanti dirinya akan sengaja menyiksa Ayu supaya Elisa yang bisa merasakannya juga ikut tersiksa. Akhirnya, Elisa yang akan memohon pada Tirta untuk memuaskannya.Tirta langsung bersemangat begitu memikirkan momen itu. Setelah masuk k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1791

    Ucapan Saba terkesan ambigu. Sudah jelas dia mengisyaratkan kepada Marila untuk menganggap Shazana dan Orion sebagai mertuanya.Kemudian, Yahsva yang iri mendesah dan menceletuk, "Aduh, alangkah baiknya kalau aku juga punya cucu perempuan. Jadi, aku juga bisa suruh dia bantu Marila menyeduh teh.""I

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status