MasukSetelah mendengar perintah itu, para pasukan yang panik dipaksa untuk bersatu lagi. Mereka terus melancarkan serangan ke arah Tirta.Whoosh! Whoosh! Whoosh! Dor! Dor! Dor! Peluru yang ditembak secara beruntun hampir menghancurkan tempat ini.Penduduk yang tinggal di dekat sini sangat ketakutan begitu mendengar suara tembakan. Selain itu, banyak yang penasaran dengan apa yang terjadi. Namun, tidak ada yang berani maju.Mendengar pihak lawan masih mengirim bantuan, Tirta juga tidak terlalu panik. Dia berucap, "Nggak usah pedulikan bantuan yang dikirim presiden Negara Raigorou. Aku pasti punya cara untuk menghadapi semua trik mereka. Pokoknya aku akan membunuh mereka semua."Tirta tahu jelas dia pasti kesulitan pergi dari Negara Raigorou jika tidak ada hasil yang jelas dalam peperangan ini.Swoosh ... Swoosh .... Ular api merah membesar lagi. Transformasi ular api sangat besar sehingga membuat langit tampak memerah. Energinya juga sangat menakutkan.Dengan bantuan batu matahari mentah, se
Melihat situasi ini, senyuman bangga di wajah Harman menghilang. Namun, dia juga tidak panik. Harman lanjut memerintah pasukan, "Ledakkan semua emas itu pakai peluru artileri. Peluru kendali balistik antarbenua juga nggak bisa membuatnya mati, seharusnya nggak masalah kalau kita menembakkan peluru artileri."Saat pasukan Negara Raigorou menerima perintah dan hendak menggunakan peluru artileri untuk menghancurkan benteng emas, tiba-tiba sosok Tirta muncul di atas Harman.Tadi Tirta sedang berkomunikasi dengan Genta untuk menggunakan batu matahari mentah. Dia juga mencari keberadaan Harman.Tirta berujar, "Dasar tua bangka! Apa kamu kira trik ini bisa berefek untukku? Mati saja!"Harman melihat Tirta yang tersenyum dingin makin mendekat. Dia berteriak panik, "Jangan ... kapan kamu datang? Jangan mendekat, jangan bunuh aku! Aku lepaskan kamu!"Namun, Tirta tetap bergeming. Dia langsung memenggal kepala Harman. Kekuatan Tirta sangat dahsyat. Dia benar-benar tak tertandingi!Para pasukan N
"Cara khusus untuk melawan orang-orang sepertiku?" gumam Tirta.Wadley tahu Tirta adalah pemurni energi. Presiden baru Negara Raigorou juga merupakan anggota Keluarga Randolph. Tentu saja dia tahu hal ini.Namun, itu tidak terlalu penting. Tirta benar-benar penasaran mereka menggunakan cara apa untuk melawannya. Luvia juga bersiap-siap.Suara orang itu terdengar lagi di tengah kerumunan. "Langsung bertindak! Jangan ragu lagi!"Kemudian, terdengar suara tembakan beruntun. Awalnya tidak ada yang aneh, hanya seperti peluru biasa yang ditembak tanpa henti.Akan tetapi, Tirta langsung menemukan ada yang tidak biasa setelah beberapa saat. Kesadaran spiritualnya tidak bisa mendeteksi semua peluru itu.Tirta yang tersadar membatin, 'Ternyata semua peluru itu dilapisi besi bintang, makanya aku nggak bisa mendeteksinya.'Pihak lawan rela menggunakan besi bintang dalam jumlah besar untuk membuat peluru. Mereka pasti menyiapkannya khusus untuk melawan Tirta.Tirta menebak kemungkinan besar semua p
Di sepanjang perjalanan, mereka tetap tidak melihat siapa pun. Ternyata sesuai dugaan Tirta, mereka melihat pasukan militer Negara Raigorou menunggu di luar setelah sampai di gerbang. Jumlah pasukannya sangat banyak sampai-sampai rasanya agak pengap.Bahkan, ada ratusan pesawat tempur melayang di udara. Suara dengungan pesawat sangat bising.Persiapan Keluarga Randolph benar-benar mengerikan sehingga situasinya menegangkan. Orang biasa pasti ketakutan setengah mati jika melihat situasi ini.Namun, Tirta sudah terbiasa melihat situasi seperti ini. Sikapnya sangat tenang.Sementara itu, Linda menunjukkan ekspresi gundah. Sebelumnya mereka semua adalah rakyat yang dipimpin ayahnya. Sekarang mereka malah berkhianat.Pada saat yang sama, seorang pria berjenggot putih dan berhidung melengkung berjalan keluar dari kerumunan setelah melihat Tirta keluar. Bahunya dipenuhi banyak lencana.Pria itu berteriak dengan bahasa Negara Darsia, "Kalian sudah membunuh Pak Wadley dan membawa pergi barang s
Tirta menghibur Linda seraya tersenyum, "Untuk apa kamu berterima kasih? Gurumu ini seperti orang tuamu. Walaupun kita belum kenal lama, aku sudah seperti ayahmu. Aku pasti mengingat dendammu.""Membunuh pria tua ini cuma permulaan. Setelah pulang ke Negara Darsia, aku akan ajari kamu beberapa teknik. Begitu kemampuanmu sudah cukup kuat, aku akan bantu kamu untuk merebut kembali posisi presiden Negara Raigorou," lanjut Tirta.Tirta menambahkan, "Mengenai semua emas ini, aku cuma ambil sedikit. Sisanya milik kamu."Mendengar ucapan Tirta, tangisan Linda makin menjadi-jadi. Dia membalas, "Guru, terima kasih atas semua kebaikanmu padaku. Ke depannya aku pasti akan membalas kebaikanmu ...."Linda membenamkan wajahnya di dada Tirta. Tubuhnya yang lembut menempel dengan tubuh Tirta sehingga tubuh Tirta menegang.Tirta juga tidak bisa memeluk Linda. Dia sedang mengangkat pintu besar dengan kandungan besi bintang yang beratnya ratusan kilogram.Tirta menghibur Linda lagi, "Oke, ke depannya kam
Tirta tersenyum semringah dan menanggapi, "Sayang sekali kalau dewi kalian ditempatkan di sini. Sebaiknya aku bawa dia pergi saja. Setidaknya lebih berguna. Aku sarankan kamu simpan tenagamu saja, aku juga nggak akan mengembalikannya padamu biarpun kamu meminta bantuan sosok paling hebat."Kemudian, Tirta mengamati sekeliling dan memulai proyek super besar di depan Wadley. Proyek itu adalah memasukkan semua emas di ruang bawah tanah kastel ke dalam Cincin Penyimpanan.Tirta bisa langsung memasukkan ratusan patung emas, tetapi Tirta harus memotong dinding emas dengan Pedang Terbang sebelum memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanan.Meskipun agak repot, Tirta tetap sangat sabar. Dia tidak akan pergi sebelum membawa pergi semua barang bagus di ruang bawah tanah kastel ini.Saat Tirta sedang sibuk menyimpan semua barang itu, ternyata Luvia membawa Linda, Athena, Elizabeth, dan Adeline ke ruang bawah tanah kastel.Luvia bertatapan dengan Tirta dan menjelaskan, "Aku lihat kamu sudah bertinda







