Share

Bab 154

Penulis: Hazel
"Kumohon beri aku kesempatan!" Setelah tertegun sejenak, Baskoro juga ikut meminta maaf pada Tirta.

"Kenapa aku harus beri kalian kesempatan? Aku cuma anak miskin dari kampung yang bisa ditindas siapa pun! Kalau aku nggak kenal Pak Saad, kalian pasti sudah menghancurkanku, 'kan? Apa masih akan minta maaf padaku? Memaafkan kalian? Aku nggak semulia itu!" balas Tirta dengan dingin.

"Nak, jangan keterlaluan! Kami sudah sadar dengan kesalahan kami dan minta maaf padamu. Kenapa kamu masih begitu kera
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus jalan ceritanya cuma isi / bab'nya semakin minim perbanyak dong broo
goodnovel comment avatar
Rm Idrus
ok seruh juga disaat santai baca novelnya
goodnovel comment avatar
Dent Must Bye
...cukup lumayanlah
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2988

    Melihat Tirta masih tidak menyerah, Tigris berseru, "Jurus pertama Sukma Harimau Surgawi, Harimau Penghancur Langit!"Daerah di sekitar berguncang, lalu kedua cakarnya yang bagaikan senjata sakti memancarkan cahaya perak dan menembus kehampaan.Ngung! Cakar dan taring klan harimau surgawi paling tajam. Keduanya adalah senjata mematikan. Tigris mengerahkan kekuatannya dengan kemampuannya sendiri.Kekuatan yang dikerahkan Tigris lebih hebat. Satu serangan cukup untuk meretakkan langit dan menghancurkan segala sesuatu.Di dekat sana, Bisma menunjukkan tatapan terkejut. Dia mengangguk dan berkomentar, "Um ... Tigris menghabiskan waktu ratusan tahun untuk menciptakan teknik ini. Benar-benar hebat, bahkan setara dengan teknik yang diberikan penguasa agung.""Harimau Penghancur Langit!" seru Tigris.Namun, Tirta malah bisa melihat hal yang lebih menarik di balik sepasang cakar besar itu. Dia fokus memandangi semua yang tidak terlihat dari luar.Seketika Tirta melihat jalur meridian saat tekni

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2987

    Akhirnya, Tirta bisa memahami sedikit ucapan wanita berambut putih. Namun, tetap saja ada yang tidak dipahaminya. Tirta bergumam, "Tapi ... bagaimana caranya memahami sumber hukum alam?"Harimau ganas hendak menyerang Tirta. Terdengar suara Tigris yang tertawa bengis dan berkata, "Sukma Harimau Surgawi bisa menggetarkan jiwa seseorang. Aku mengamati ribuan ekor harimau surgawi selama ratusan tahun dan hidup bersama mereka setiap hari.""Jadi, aku bisa menemukan kekuatan alami mereka. Aku baru berhasil menciptakan teknik ini setelah memahaminya sendiri selama 300 tahun. Teknik ini bisa meniru semua kekuatan dan wujud harimau surgawi, juga memperbesar kekuatannya berkali-kali lipat berdasarkan kultivasiku sendiri," lanjut Tigris.Tigris menambahkan, "Energi yang dikeluarkan sudah cukup membuat pemuda ini ketakutan. Tsk, tsk ... benar-benar nggak menarik. Sepertinya, aku baru bisa membuktikan kekuatan teknik ini yang sebenarnya kalau menemukan orang yang bersembunyi itu."Ngung! Tigris me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2986

    Tigris yang tidak sabar menceletuk, "Untuk apa dengar dia bicara omong kosong? Penguasa agung, asalkan kamu memberikan perintah, aku langsung bunuh orang ini sampai nggak meninggalkan jejak sedikit pun."Penguasa agung berkedip, lalu tersenyum sinis dan memerintah, "Oke, kamu langsung bertindak saja. Setelah membunuh orang ini, kamu dan Bisma harus memeriksa wilayah dalam radius ratusan kilometer. Jangan lewatkan satu tempat pun."Penguasa agung menambahkan, "Seharusnya masih ada satu orang yang bersembunyi dan menunggu kesempatan untuk bertindak. Orang bodoh ini cuma umpan.""Siap, Penguasa Agung!" sahut Tigris. Dia tersenyum bengis, lalu melancarkan serangan. Kekuatan spiritual yang dahsyat terbentuk.Telapak tangan yang diperbesar berkali-kali lipat terbentuk di langit. Alhasil, langit menjadi gelap. Kekuatannya yang bergejolak hebat sangat mengerikan.Bahkan ruang hampa juga berguncang. Kekuatan serangan telapak tangan ini seperti bisa menghancurkan dunia.Sebagian besar kekuatan i

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2985

    Jika penguasa agung tidak berada di sini, Hasana ingin mengurung Tirta untuk memuaskan nafsunya.Menghadapi sikap penguasa agung dan Hasana yang percaya diri, Tirta tersenyum lebar. Bahkan senyumnya lebih lebar daripada mereka. Hanya saja, senyum Tirta dingin dan memancarkan aura membunuh.Tirta membalas, "Oh, kalian begitu yakin bisa membunuhku? Kalian berdua masih nggak pantas membunuhku. Kerahkan semua komplotan kalian. Kalau nggak, kalian pasti nggak sanggup membunuhku."Penguasa agung tertawa terbahak-bahak. Dia seperti mendengar lelucon yang paling konyol. Penguasa agung menanggapi, "Kamu benar-benar percaya diri. Aku nggak pernah dengar seorang pecundang membual ingin membunuh orang hebat!"Bagaimanapun, penguasa agung hampir memasuki tingkat pemurnian dewa. Dia hanya butuh satu kesempatan untuk menjadi kultivator tingkat pemurnian dewa yang sebenarnya.Penguasa agung bisa membunuh Tirta dengan tatapannya. Sekarang dia tidak membunuh Tirta karena ingin memancing penyokong Tirta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2984

    Mendengar suara itu, ekspresi penguasa agung menjadi muram. Dia bergumam, "Um? Siapa yang bisa diam-diam masuk ke istana tanpa membangkitkan formasi perlindungan?"Penguasa agung juga sedikit marah karena bagian istana yang dihantam tadi tepat di atas kepalanya. Kalau bukan karena respons penguasa agung cukup cepat, dia pasti sudah dihantam potongan emas.Alis Hasana berkerut. Dia mengomel, "Lancang sekali, beraninya orang itu membunuh penguasa agung? Sepertinya dia cari mati!"Whoosh! Setelah mengenakan pakaian, Hasana berkelebat, lalu memelesat ke udara melalui lubang di istana dengan memancarkan niat membunuh yang intens.Penguasa agung menyipitkan matanya. Dia mencibir dan berkomentar, "Menarik sekali. Aku mau lihat siapa yang datang untuk cari mati."Penguasa agung buru-buru memakai baju dan juga memelesat ke udara. Dia melayang di udara, lalu berdiri di depan Hasana.Pada saat yang sama, para wanita suci yang dikurung di dalam kamar istana juga mendengar suara yang menggelegar ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2983

    Anjing hitam mengomel, "Sialan, aku memang buta! Ini Rumput Kelam, bisa-bisanya aku menganggapnya sebagai obat spiritual! Ah, sakit sekali! Jangan-jangan anjing hebat sepertiku akan mati di sini?"Ternyata anjing hitam terlalu antusias sehingga memakan rumput beracun. Racun yang kuat membuat anjing hitam langsung tumbang.Tubuh anjing hitam kejang-kejang dan mulutnya berbusa, seakan-akan dia punya penyakit lama yang kambuh lagi. Sudah jelas racun dari rumput itu sangat kuat. Untung saja, fisik anjing hitam tidak biasa. Mungkin makhluk hidup lain langsung mati setelah mengonsumsi racun itu.Nova yang sedikit khawatir bertanya, "Apa kita nggak perlu menyelamatkannya?""Nggak usah, anjing sialan ini sangat tangguh. Kamu nggak usah khawatir, sebentar lagi dia pasti kembali aktif. Ayo, kita masih harus membereskan urusan penting," ujar Tirta.Selesai bicara, Tirta merangkul pinggang Nova dan langsung melangkahi kepala anjing hitam."Pemuda sialan ... masa kamu nggak menyelamatkanku? Aku aka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2196

    Utusan Saba lanjut berdiskusi, "Gawat, ternyata ada komplotannya. Sepertinya kita nggak bisa bertindak. Kita cuma bisa berharap Pak Tirta menyelesaikannya."Banyak penumpang tampak pasrah. Salah satu dari mereka berucap, "Gawat, pilot juga disandera! Kita cuma bisa serahkan uang biar bisa selamat. K

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2142

    Baswara terus memuji diri sendiri karena berharap bisa mendapatkan imbalan, "Aku memang nggak menjaga Kak Orion setiap hari. Tapi, aku menjaga Kak Orion setiap dua atau tiga hari sekali. Jadi, kamu nggak boleh bersikap nggak sopan padaku."Sebenarnya sejak Orion koma, Baswara jarang menjenguk Orion.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2206

    Mendengar ucapan Axel, ekspresi Lilian menjadi sangat masam. Dia bertanya, "Axel, apa maksudmu?"Axel tertawa licik, lalu menyahut, "Maksudku sudah jelas. Nanti kamu juga tahu."Lilian mengepalkan tangannya dengan erat seraya menegaskan, "Kamu .... Kalau kamu berani menyakitiku, aku pasti minta ayah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2207

    Mendengar perkataan Tirta, Lilian tertawa. Apa daya, dia merasa kata-kata Tirta sangat lucu. Bisa dibilang, Lilian merasa Tirta sangat menarik.Namun, Lilian sangat khawatir saat melihat ekspresi Axel yang bengis. Apalagi pesawat terbang hampir mendarat.Axel membalas, "Bagus! Kuharap nanti kalian b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status