Share

Bab 1553

Author: Hazel
Tirta mencium Laras. Kedua tangannya menggerayangi tubuh Tina dan Kimmy, tetapi tidak memengaruhi konsentrasinya untuk mengurangi rasa sakit Laras. Perlahan-lahan, Laras mulai tidak bicara.

Laras menunduk dan wajahnya makin memerah. Napasnya tersengal-sengal. Bahkan, dia kehilangan kendali hingga mengeluarkan suara desahan yang menggoda dan menggetarkan jiwa ....

Laras saja sudah seperti ini, apalagi Tina dan Kimmy. Gabungan suara mereka bertiga bagaikan racun mematikan yang terus menyiksa Tirta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2814

    "Oke, Tetua," sahut murid wanita itu.Kemudian, Wyasa dan Galih terbang dengan berubah menjadi dua cahaya. Mereka membawa murid wanita itu untuk mencari Tirta.Hanya saja, mereka harus pergi ke Sekte Kebebasan terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka baru bisa mencari Tirta dengan mengikuti tanda yang ditinggalkan murid pria itu.Dari Sekte Kebebasan, mereka butuh beberapa waktu untuk sampai di Organisasi Publikasi. Saat mereka sampai di wilayah Organisasi Publikasi, Tirta sudah membunuh dua tetua Sekte Asura.Genta juga mengerahkan kekuatan dahsyat untuk membunuh Vikrama, Cakra, dan Zelia. Murid pria Sekte Ambara yang berubah menjadi burung gereja juga langsung mati terkena gelombang kekuatan Genta. Hal ini karena jarak murid pria dengan area pertarungan terlalu dekat.Alhasil, tanda yang ditinggalkan murid pria itu juga hilang. Sekarang tempat ini kosong, hanya tersisa mayat-mayat murid Sekte Asura yang tergeletak di tanah. Elisa dan lainnya sudah membawa Tirta pindah.Galih melayang d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2813

    Hanya saja, gambaran yang ditunjukkan bukan lokasi yang akurat seperti saat Althea menyelidiki keberadaan Tirta. Tampak puncak gunung yang menjulang tinggi diselimuti kabut dan tidak terlihat apa pun lagi.Tidak ada puncak gunung ikonik yang ditemukan. Di sekeliling tempat itu hanya ada kabut.Luvia memandangi cermin itu dan mengerjap. Dia bergumam seraya mengernyit, "Tempat apa itu? Sepertinya aku nggak pernah lihat tempat seperti itu di dunia misterius."Hati Elisa bergejolak. Dia terus memandangi cermin dengan perasaan gelisah. Elisa bicara terbata-bata, "Aku ... juga nggak pernah lihat. Tirta, kamu ... tahu tempat apa itu?"Tirta menggeleng dan menyahut, "Nggak tahu, tapi sudah jelas itu puncak gunung yang sangat tinggi. Seharusnya gunung setinggi itu nggak banyak di dunia misterius. Mungkin kita bisa menemukannya dalam waktu sehari atau dua hari."Althea tidak bisa mempertahankan tekniknya lagi. Dia menyimpan cerminnya, lalu menenangkan mereka, "Apa yang dibilang Tirta benar. Loka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2812

    Tirta tertawa dan membalas, "Sebenarnya biasa saja. Keberuntunganku yang paling besar itu bertemu kalian. Semua istriku sangat cantik, murah hati, bijaksana, dan lembut. Tuhan benar-benar menyayangiku."Wajah Elisa dan lainnya memerah setelah mendengar candaan Tirta. Mereka mulai bergairah. Kalau bukan karena Kamala berada di sini, mereka ingin bersenang-senang dengan Tirta.Sesungguhnya Tirta masih memikirkan apa yang dibicarakan Genta dengan manusia burung itu.Tiba-tiba, Althea menunjuk kotak batu di atas meja dan bertanya, "Sayang, coba kamu lihat itu apa. Semalam kami ingin membukanya, tapi takut muncul bahaya. Jadi, kami nggak menyentuhnya."Elisa juga memandang ke arah meja batu dan menimpali, "Iya, Tirta. Apa kamu punya cara untuk membuka kotak itu? Siapa tahu ada obat mujarab untuk memulihkan luka. Kebetulan kamu bisa mengonsumsinya biar lukamu pulih.""Aku lihat dulu," kata Tirta. Dia menghampiri meja batu, lalu mengamati kotak itu sejenak. Namun, Tirta tidak menemukan apa pu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2811

    Neiva sangat terkejut. Dia bertanya, "Senior mau kembali ke bintang yang dipenuhi pertarungan itu?"Waktu itu, Neiva memang masih kecil. Namun, dia masih ingat dengan Bintang Alkaid. Jumlah kultivator tingkat pembentukan dewa di sana sangat banyak, jadi kultivator tingkat pembentukan dewa sama sekali tidak istimewa.Bahkan kultivator di atas tingkat pembentukan dewa seperti tingkat pemurnian dewa dan tingkat penebas dewa juga sangat banyak. Orang yang pergi ke Bintang Alkaid bisa mati jika tidak hati-hati. Bisa dibilang tempat itu sangat berbahaya.Peluang di Bintang Alkaid memang banyak, tetapi kultivator biasa pasti kesulitan menemukannya seumur hidup.Genta mengangguk dan menyahut, "Benar. Sekarang tubuhku belum terbentuk kembali dan kekuatanku belum pulih sepenuhnya, jadi belum saatnya untuk kembali ke Bintang Alkaid. Sebelum itu, kamu dengarkan arahan pemuda itu saja."Mendengar perkataan Genta, Neiva menunjukkan ekspresi enggan. Dia dan Tirta memang bukan berasal dari klan yang s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2810

    Genta memang bicara seperti itu, tetapi jelas-jelas Tirta mendengar nada bicara Genta yang senang.Genta memerintah, "Kamu pergi dulu. Aku mau bicara berduaan dengannya."'Ha?' sahut Tirta. Dia merasa tidak nyaman setelah mendengar ucapan Genta. Apa yang ingin Genta bicarakan? Kenapa dia tidak boleh mendengarnya?Selain itu, Tirta ingin bertanya kenapa manusia burung yang sudah bangkit masih bisa tinggal di dalam Cincin Penyimpanan? Bukannya Cincin Penyimpanan tidak bisa menyimpan makhluk hidup?Namun, Tirta tetap mematuhi perintah Genta untuk mengeluarkan kesadaran spiritualnya dari Cincin Penyimpanan.Setelah kesadaran spiritual Tirta keluar, manusia burung menenangkan dirinya sebelum bertanya dengan hormat, "Senior mau memberi perintah apa? Apa kamu mau menunjukkan dirimu?""Oke," balas Genta dengan datar. Seberkas cahaya putih perlahan membentuk sosok Genta.Genta yang memakai baju putih terlihat anggun. Rambutnya panjang, parasnya cantik, dan kulitnya mulus. Walaupun tidak bicara,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2809

    Krek! Kesadaran spiritual memang tidak berwujud, tetapi Tirta bisa merasakan kesadaran spiritualnya ditekan oleh kekuatan yang dahsyat sampai-sampai hampir meledak. Kalau hal itu terjadi, Tirta bisa menjadi idiot.Manusia burung berkata dengan marah, "Pecundang rendahan ... bisa-bisanya kamu bilang aku beristirahat dengan nyaman! Apa kamu kira aku nggak tahu perbuatan keji yang kamu lakukan waktu aku tertidur?"Bahkan manusia burung bisa lancar bicara dengan bahasa Darsia. Sepertinya selama ini dia tahu apa yang terjadi di sekeliling meski tertidur. Dia juga mempelajari bahasa Darsia.Kekuatan tingkat pembentukan dewa sangat luar biasa. Selain itu, Tirta bisa merasakan manusia burung ini ingin membunuhnya.Tirta yang berkeringat dingin membual, 'Apa? Ternyata ada masalah seperti itu? Aku benar-benar nggak tahu. Sebenarnya aku punya kakak kembar, mungkin kamu salah kenal.''Aku ini orang yang jujur dan sangat ramah dengan wanita. Tanpa persetujuan wanita, aku nggak mungkin menyentuh mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 978

    Ayu tentu tidak berharap Tirta pergi. Namun, Tirta telah berhubungan intim dengan Bella. Dia tidak mungkin menyuruh Tirta mencampakkan Bella begitu saja."Besok saja. Aku akan membantu kalian mengurus bibit pohon buah dan tanaman obat hari ini. Tenang saja, kita nggak akan lama-lama di sana. Kita ak

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 859

    "Hais, memang nggak bagus kalau ada yang tahu. Pokoknya, aku nggak bakal beri tahu siapa pun tentang masalah hari ini," balas Tirta sambil melangkah dengan stabil. Dia bisa merasakan payudara besar di punggungnya.Setelah mendengarnya, Yanti pun mengiakan dan tidak merespons lagi. Dia tidak pernah b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 947

    Semua orang mengikuti arah pandang Pinot. Begitu melihatnya, mereka semua terkejut. Bagaimana bisa mobil dengan plat nomor ibu kota muncul di tempat terpencil seperti ini?Bahkan, mobil yang berada di paling depan punya plat nomor yang begitu istimewa, A99999! Jelas, pemilik mobil ini bukan orang bi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 903

    Ayu memutar bola matanya sambil memarahi, "Dasar bodoh, Bibi lagi datang bulan. Rasanya nggak nyaman, jadi beberapa hari ini biarkan Bibi istirahat ya."Tirta mengeluh, "Aduh, sayang banget. Padahal jarang-jarang Susanti pulang ke rumahnya. Kalau begitu, Bibi istirahat saja dulu. Aku akan pergi cari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status