ログイン"Ehem .... Senior sudah begitu tulus mengundangku, tentu saja aku harus menyetujuinya." Tirta tanpa sadar mundur dua langkah sambil melindungi bagian selangkangannya."Huh, jangan memasang wajah seolah-olah kamu terpaksa dan nggak rela. Memangnya aku sudi buang-buang waktu untuk bicara omong kosong denganmu?""Kamu tahu siapa aku, 'kan? Aku adalah Jangkrik Suci, salah satu kultivator dengan pencapaian tertinggi di seluruh dunia awani saat ini.""Kamu mendapat kesempatan untuk berduaan denganku di satu ruangan, ini adalah kehormatan bagimu, ngerti?" Selvi menggertakkan gigi putihnya. Dadanya yang berisi terus naik turun."Tentu saja aku tahu. Aku cuma nggak tahu apa yang ingin Senior bicarakan. Tapi aku akan menjawab semuanya dengan jujur." Menghadapi tatapan Selvi yang begitu penuh gairah, Tirta justru tanpa sadar tidak berani menatap matanya."Nggak ada yang perlu dibicarakan. Aku hanya ingin tanya, apa kamu benar-benar menyukaiku?" Selvi kembali mendekat dua langkah. Jarak mereka kin
"Kalaupun Senior Selvi marah, seharusnya dia nggak akan melakukan apa-apa kepada Tuan Tirta, 'kan?"Menatap punggung Tirta yang menghilang di tikungan jalan Kota Suci, Priya tiba-tiba merasa seperti sedang melepas seorang kesatria menuju medan maut. Entah Tirta akan kembali dengan selamat atau tidak."Semoga saja Senior Selvi nggak melakukan apa-apa ke Tuan Tirta."Priya tidak lagi memikirkannya dan beralih memperhatikan gadis berambut putih yang berada dalam pelukannya.Kebetulan, saat itu juga Jade membuka kedua matanya. Tatapannya tampak bingung dan kosong."Nona, kamu nggak apa-apa?" tanya Priya."Aku nggak apa-apa. Hiks. Seandainya tahu begini, aku nggak akan datang. Sakit sekali, benar-benar nggak berperikemanusiaan. Aku ingin pulang ...." Tak lama kemudian, kesadaran Jade kembali sepenuhnya. Dia langsung menangis terisak-isak."Nggak apa-apa, Nona. Tuan Tirta adalah orang baik. Dia akan bertanggung jawab padamu." Priya menghiburnya."Hiks, hiks, hiks .... Memangnya kamu tahu dia
Kalau tidak menekan tingkat kultivasi, bahkan pecundang di tingkat pemurnian energi pun tidak akan mengernyit meski harus berlutut selama tiga hari tiga malam.Namun, jika mereka menekan tingkat kultivasi sendiri, mereka tidak ada bedanya dengan manusia biasa. Berlutut selama tiga hari benar-benar akan membuat kepala pusing, pandangan berkunang-kunang, dan tempurung lutut terasa nyeri.Namun, karena Selvi sudah mengeluarkan perintah, orang-orang ini tentu tidak berani membangkang. Satu per satu memasang wajah muram, menekan tingkat kultivasi, lalu berlutut."Mereka benar-benar sial." Melihat hal itu, Priya merasa geli.....Tiga hari kemudian, Priya yang sedang menunggu di atas tembok kota tiba-tiba membuka matanya. Dia merasakan sesuatu.Di ujung pandangannya, terlihat jelas Tirta datang dengan langkah besar. Wajahnya penuh kebanggaan dan kesombongan, seperti seorang jenderal yang baru saja memenangkan perang dan berhasil memperluas wilayah. Benar-benar berseri-seri.Sementara di atas
"Jadi menurut perkataanmu, bocah itu bukankah sama saja seperti hewan dalam wujud manusia?" Selvi mencerna kabar mengejutkan itu beberapa saat sebelum akhirnya berkata dengan terbata-bata.Namun, kalau dipikirkan kembali, ketika mereka berdua menciptakan teknik kultivasi bersama dan melakukan hubungan spiritual, sepertinya Selvi juga yang lebih dulu tidak mampu bertahan dan memohon ampun.Berapa lama Tirta sebenarnya mampu bertahan dalam pertarungan, dia juga tidak tahu."Katanya memang begitu. Mengenai bagaimana tepatnya, aku juga belum pernah mencobanya ...." Priya berkata dengan wajah memerah. Kalimat terakhirnya terdengar semakin pelan."Nggak bisa begini. Kalau harus menunggu sepuluh hari atau setengah bulan, keburu basi semuanya. Aku masih punya urusan penting yang harus diselesaikan." Selvi jelas tidak setuju.Saat itu juga, dia berteriak ke arah pegunungan tandus yang membentang luas, "Bocah nggak tahu malu, sudah cukup! Aku masih punya urusan penting yang harus diselesaikan. J
Selvi yang langsung bisa menebak isi hati Priya pun bertanya."Hmm. Waktu yang Senior bilang sudah hampir tiba. Aku khawatir benar-benar terjadi sesuatu pada Tirta atau dia malah dibawa pergi oleh gadis berambut putih itu," kata Priya sambil cemberut."Hah. Baiklah. Kalau begitu, kita pergi bersama. Tapi, untuk sementara ini tetap kamu yang pegang barang-barang itu. Setelah bertemu Bocah itu nanti, kamu langsung serahkan saja padanya," kata Selvi, lalu langsung membawa Priya terbang dan mereka pun pergi ke luar Kota Suci untuk mencari jejak Tirta.Selvi pun menyebarkan kesadaran spiritualnya hingga menyelimuti wilayah hampir sepuluh ribu mil. Meskipun Tirta telah memasang formasi persembunyian, tetap tidak ada yang bisa disembunyikan di bawah kesadaran spiritualnya."Hm?"Saat merasakan pemandangan itu, ekspresi Selvi langsung menjadi sangat aneh. Ada perasaan cemburu, marah, dan juga tidak mengerti. Dia benar-benar tidak bisa mengerti Jade yang jelas-jelas memiliki kultivasi yang sang
Oleh karena itu, terdengar berbagai suara yang sulit digambarkan dari pegunungan liar itu.Begitu suara itu terdengar, Tirta langsung menggunakan formasi untuk menyembunyikan semuanya. Meskipun ada kultivator yang kebetulan lewat dan selama tingkat kultivasinya tidak melewati tingkat semi pencapaian agung, tidak akan ada seorang pun yang bisa merasakan apa yang terjadi.Oleh karena itu, Jade benar-benar berada dalam keadaan tak berdaya, tidak ada yang menjawab ataupun menolongnya. "Huhu .... Kalau sejak awal tahu kamu akan pakai trik licik seperti ini, lebih baik aku nggak datang cari kamu ....""Huh. Teriak saja sepuas. Makin keras kamu berteriak, aku makin bersemangat," kata Tirta.Jade merasa kesal. "Ck ck ck ...."........Sekitar pukul tiga sore.Selvi sudah mengejar semua orang yang melarikan diri sambil membawa sumber daya penting, lalu memberikan mereka pelajaran satu per satu. Namun, saat dia kembali ke Kota Suci, dia justru tidak menemukan jejak Tirta."Eh. Nona Priya, kenap
Aina berlari sambil menangis. Dia benar-benar menyesal telah menyinggung Tirta. Tirta adalah tipe orang yang pasti akan membalas dendam jika disinggung. Pelajaran dari kejadian sebelumnya seharusnya membuatnya berhati-hati, tetapi sekarang sudah terlambat.Yang membuatnya semakin putus asa adalah dil
"Nggak apa-apa, Kak. Tenang saja!" ujar Tirta lagi sambil menepuk pundaknya saat melihat Arum terkejut."Ya ... aku akan tenang!" Tiba-tiba, muncul sebuah pemikiran dalam benak Arum! Tirta yang mengocok kartu ini dengan menggunakan tangannya! Meski Arum sendiri tidak mengerti bagaimana caranya, dia t
Pedang Terbang memelesat ke arah anus anjing hitam. Jika sedikit melenceng, bokong anjing hitam akan ditebas Pedang Terbang yang tajam.Anjing hitam menggonggong. Bokongnya menegang saat merasakan hawa yang dingin. Dia menambah kecepatannya untuk menjauhi Pedang Terbang.Kemudian, anjing hitam menge
"Gila .... Wanita ini kelihatannya cantik, tapi kejam banget!""Aku bahkan bisa mendengar suara sesuatu pecah tadi. Untung tadi aku nggak coba mendekatinya!""Cuma kejam nggak cukup. Yang dia pukul itu Doddy.""Ayahnya punya saham di semua toko emas lantai ini. Dia kaya dan punya pengaruh besar!""A







