MasukKaisar Obat juga pernah pergi ke sana. Namun, saat itu Tirta belum lahir, bahkan belum menjadi janin."Oh ... kalau cuma itu, aku pasti akan melakukannya." Tirta tertegun sejenak. Dia teringat pada kisah rakyat di bumi tentang dewa yang meminta pengakuan untuk berubah menjadi manusia. Tampaknya, kisah itu mungkin benar-benar pernah terjadi."Senior sudah hidup selama 70 ribu tahun lebih. Kenapa masih begitu bertekad untuk berubah menjadi manusia?" Saat ini, Jade bertanya dengan sedikit kebingungan."Karena di dunia yang luas ini, hanya umat manusia yang benar-benar menjadi kesayangan alam semesta.""Aku sudah mengunjungi banyak tempat dan menyaksikan para genius dari berbagai ras. Aku tahu bahwa sebelum mencapai tingkat pengguncang langit, kultivator manusia memang jauh lebih lemah dibandingkan ras lainnya.""Umur dan kondisi fisik mereka sama sekali nggak sebanding. Tapi, setelah mencapai tingkat pengguncang langit ....""Kecepatan peningkatan kekuatan manusia langsung memelesat jauh
"Ternyata kamu penasaran soal itu. Aku cuma membantu seorang senior mengerjakan sesuatu. Nggak ada hal lain," jawab Tirta dengan jujur."Ya sudah. Kalau begitu, selanjutnya apa kita harus ke kedalaman Pegunungan Belantara untuk membunuh anjing iblis itu?""Sekalian, kita bisa mengumpulkan tanaman obat berusia puluhan ribu tahun saat melewati tempat itu." Setelah benar-benar merasa lega, Selvi pun bertanya."Ya, aku juga berpikir begitu. Tapi, aku butuh bantuanmu," sahut Tirta."Ada apa?" tanya Selvi."Aku mau kamu kembali ke tempat kita menyusun formasi, lalu kerahkan kekuatan nadi naga untuk memelihara telur naga ini.""Biar aku dan Jade yang mengurus anjing iblis itu. Bagiku, urusan telur naga ini jauh lebih penting." Sambil berbicara, Tirta mengeluarkan Genta yang berbentuk telur naga dari Cincin Penyimpanan. Dia menatapnya dengan penuh harap, bahkan dengan kegugupan yang terlihat jelas."Nggak masalah." Selvi sempat ragu sejenak, tetapi kemudian menerima telur naga itu dan mengangg
Keinginan itu sempat muncul di benak Tirta.Hanya saja, waktu itu dia membutuhkan kekuatan nadi naga untuk menghadapi musuh dan situasinya juga tidak tepat. Karena itulah, Tirta terus menunda untuk membicarakannya.Sekarang, setelah keadaan sudah terkendali, Tirta tentu tak mampu lagi menahan keinginannya.'Bagus, jiwa spiritualmu sudah bisa kembali ke tubuhmu.'Di tengah pikirannya yang sedang menyusun rencana, suara wanita itu terdengar. Ketika Tirta kembali ke tubuhnya, peti mati perunggu kuno dan inti bintang itu sudah sama-sama menghilang.'Baik, Senior.'Setelah jiwa spiritualnya kembali ke tubuh, Tirta menghilangkan tombak besar di tangannya, lalu berbalik menyusuri jalur yang tadi sudah dia gali.....Di sisi lain, Jade tidak butuh waktu lama untuk menemukan Selvi, Kaisar Obat, dan anjing hitam besar.Ternyata, mereka juga merasakan bahwa tribulasi surgawi sudah selesai sehingga mereka bergegas mencari Tirta. Alhasil, mereka pun langsung bertemu Jade."Eh, Nona Jade, kenapa cum
Dengan niatnya, Tirta membentuk sebuah tombak raksasa dengan ujung berpola spiral yang mampu berputar dengan sendirinya.Kepala tombak itu berkali-kali lipat lebih besar daripada batangnya. Dengan demikian, lubang yang tergali tidak akan terlalu sempit hingga cukup leluasa untuk dilewati.Bentuknya pun mirip salah satu alat listrik yang digunakan untuk menggali lubang di bumi.Setelah itu, Tirta memegang tombak itu dengan kedua tangan, lalu mulai mengebor ke dalam lubang yang terbentuk akibat jatuhnya inti bintang.Sret! Hanya dalam waktu singkat, Tirta sudah menggali hingga kedalaman beberapa ribu kilometer di bawah tanah.Lapisan batuan yang keras menjadi begitu rapuh di hadapan tombak besar berpola spiral milik Tirta, seolah hanya terbuat dari kertas.Meskipun sinar matahari sudah tak mampu menembus ke dalam sana dan segala sesuatu yang terlihat hanya berupa kegelapan pekat, Tirta tetap tidak mengalami kesulitan untuk terus mengebor ke bawah dengan menggunakan kesadaran spiritualnya
'Tapi, nggak boleh ada orang lain di dekatmu. Keberadaanku nggak boleh diketahui oleh lebih banyak orang.' Wanita itu berkata demikian.'Baik, Senior. Aku pasti akan melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya,' jawab Tirta dalam hati.Pada saat yang sama, di dunia luar, sosok yang menyerupai iblis itu berdiri di ketinggian, menginjak kereta yang ditarik oleh sembilan naga purba. Kini, dia sudah tidak mampu merasakan keberadaan Tirta dan Jade."Hehe. Mana mungkin semut yang lahir di dunia ini bisa menandingi kehendak langit? Tapi, mampu bertahan sampai sekarang saja sudah sangat luar biasa."Sosok itu tertawa mengejek, lalu mengangkat tangannya dan menarik kembali pagoda petir.Sosok itu terbentuk dari sebagian perwujudan kehendak langit. Tujuannya adalah membunuh Tirta dan Jade serta mengambil kertas emas, peta bintang, dan Pedang Tulang. Membunuh mereka berdua hanyalah salah satu bagian dari tugasnya.Karena itu, setelah merasa tugasnya selesai, dia pun menghilang bersama seratus ribu praj
Naga-naga sejati itu tampak sangat hidup dan mengintimidasi, dengan tubuh raksasa yang memenuhi langit serta sisik dan zirah yang tampak mengerikan. Setiap tanduk mereka sangat tebal dan kokoh.Wajah mereka garang, memancarkan aura mendominasi dan niat membunuh yang tak terbatas. Namun pada akhirnya, mereka hanyalah wujud yang terbentuk dari jalinan petir dan hukum alam. Mereka tidak memiliki pesona sejati yang dimiliki naga sungguhan.Meski demikian, tanpa perlindungan artefak, kekuatan serangan mereka tidak boleh diremehkan.Groar!Tiga naga sejati menerjang turun. Niat membunuh mereka begitu kuat hingga hampir terwujud menjadi sesuatu yang nyata.Petir menggelegar tanpa henti. Di bawah mereka, gelombang petir raksasa setinggi puluhan ribu meter bergulung, membentuk kepungan bersama ketiga naga itu. Mereka seolah hendak menenggelamkan Tirta dan Jade sekaligus."Niat Pedang Bergelora!"Tirta tidak berani meremehkan serangan itu. Dia segera melepaskan niat pedang yang tak terhingga unt







