Compartilhar

Bab 1715

Autor: Hazel
"Sialan ... kamu ... bukan pemuda rendahan itu? Kamu tokoh hebat yang bersembunyi di dalam tubuhnya? Aku cuma seekor anjing, masa kamu yang turun tangan?" ujar anjing hitam.

Mutiara Naga kembali ke dalam tubuh Tirta. Namun, sekarang mata Tirta yang dingin dan mengintimidasi membuat anjing hitam ketakutan. Sebagai seekor anjing, nyalinya sudah cukup besar jika dia tidak mati ketakutan saat memandang mata naga.

Pada saat yang sama, cahaya emas terus berkedip di tengah alis anjing hitam. Huruf kuno
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3198

    Meskipun saat meninggalkan sekte Lavanya sudah menggunakan formasi penyembunyi aura untuk menutupi jejaknya, tetua agung yang membuntutinya adalah seorang ahli yang dulu pernah mencapai tingkat semi pencapaian agung sebelum terluka.Saat ini, dia masih memiliki kultivasi tingkat penebas dewa tahap puncak. Karena itu, dia bukan saja dapat melacak pergerakan Lavanya dengan jelas, bahkan dia bisa memastikan wanita itu tetap tidak akan menyadari keberadaannya meskipun dia berada dalam radius 5 kilometer dari Lavanya.Bagi seorang kultivator tingkat penebas dewa tahap puncak, 5 kilometer adalah jarak yang bisa ditempuh dalam sekejap."Sebentar lagi sampai ...."Sekitar dua jam kemudian, Lavanya tiba di pintu masuk menuju dunia misterius. Sepanjang perjalanan, meskipun dia tidak menemukan siapa pun yang membuntutinya, perasaan tidak nyaman yang sangat kuat terus menekan hatinya, seolah sebuah gunung besar sedang mengimpit dadanya.'Jangan-jangan jejakku sudah terbongkar dan ada yang membuntu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3197

    "Humaira, selama Guru pergi beberapa waktu ini, apa ada sesuatu yang nggak biasa terjadi di dalam sekte?" tanya Lavanya."Kalau sesuatu yang nggak biasa sih nggak ada. Tapi pemimpin sudah mengeluarkan perintah. Semua murid sekte, termasuk para tetua gunung suci, dilarang meninggalkan wilayah Sekte Formasi Surgawi. Kita harus bersiap untuk bertempur kapan saja.""Guru diam-diam keluar dan melanggar perintah pemimpin sekte. Kalau sampai ketahuan, bukankah itu gawat?" tanya Humaira dengan cemas.Kekhawatirannya bukan tanpa alasan. Terutama karena gunung suci kesembilan sekarang hanya ditempati oleh mereka berdua. Kekuatan mereka terlalu lemah. Apabila tindakan Lavanya sampai ketahuan, statusnya sebagai tetua gunung suci bisa dicabut."Nggak masalah. Selama kamu nggak mengatakannya, nggak akan ada yang tahu," sahut Lavanya dengan serius."Guru masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. Lanjutkan saja kultivasimu." Setelah berkata demikian, Lavanya berbalik menuju istana tempatnya b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3196

    Setelah mengambil keputusan, Tirta mencubit Yumika dan Irena sekali, lalu pergi ke rumah Luvia.Tak lama kemudian, Tirta pun tiba."Tirta, kok bisa kamu punya waktu datang kemari?" Luvia awalnya terkejut, lalu diam-diam merasa senang."Kak Luvia, masih ingat aku pernah bilang mau bantu kamu menyempurnakan teknik kultivasi?" Tirta melangkah masuk ke ruangan.Tempat itu tertata rapi dan bersih, seolah baru dibersihkan. Tidak ada setitik debu pun terlihat, sementara aroma harum yang lembut memenuhi udara."Tentu saja aku ingat. Jangan-jangan kamu sudah menemukan cara yang bagus?" Sambil berkata demikian, Luvia menutup pintu kamar dan perlahan mendekati Tirta.Mata beningnya yang jernih menatap lurus ke arah Tirta tanpa berkedip. Wajah Tirta terpantul di dalam pupil matanya. Jarak di antara mereka kini bahkan tidak sampai sepuluh sentimeter. Suasana di udara perlahan memanas.Wajah Luvia juga mulai memerah, sementara napasnya menjadi sedikit lebih cepat. Dadanya yang penuh naik turun denga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3195

    "Untuk sementara kalian mundur dulu." Tirta tersadar dari lamunannya, lalu berkata dengan nada berwibawa."Perintah diterima. Kami mohon diri."Dipanggil oleh Tirta, ditanyai berbagai pertanyaan yang aneh, lalu langsung disuruh kembali. Para makhluk tulang putih itu saling memandang. Mereka tentu merasa ada yang tidak beres.Terlebih lagi, tingkat kultivasi Tirta memang terlalu rendah. Jika bukan karena Pedang Penumpas Dewa di tangannya, mereka sama sekali tidak akan percaya bahwa orang di hadapan mereka adalah seorang Utusan Suci.Namun jika dipikir-pikir lagi, Pedang Penumpas Dewa itu sendiri adalah bukti terbaik.Selain itu, meskipun kultivasi Tirta rendah, yang dia pegang adalah Pedang Penumpas Dewa terkuat.Hal ini membuat para makhluk tulang putih diam-diam menduga bahwa pasti ada sosok yang sangat kuat di belakang Tirta yang membantunya menguasai Pedang Penumpas Dewa. Jika tidak, Pedang Penumpas Dewa mustahil tunduk kepadanya.Memikirkan hal itu, para makhluk tulang putih pun ke

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3194

    "Kapan klan kalian ikut Utusan Suci sebelumnya berperang?" Tirta berpikir sejenak, lalu bertanya."Itu terjadi pada masa yang sangat jauh, kira-kira ratusan ribu tahun yang lalu. Nenek moyang klan kami yang dulu mengikuti Utusan Suci sebelumnya berperang. Untuk tahun pastinya, saya juga nggak terlalu ingat," jawab pemimpin itu dengan hormat."Utusan Suci yang kalian maksud ini, satu orang atau sebuah organisasi? Di atas Utusan Suci, apa masih ada keberadaan yang lebih tinggi?"Ratusan ribu tahun adalah waktu yang terlalu lama. Cukup lama untuk mengubah samudra menjadi daratan, oasis menjadi gurun, bahkan mungkin menghancurkan planet-planet tertentu. Bahkan Tirta merasa kulit kepalanya merinding saat mendengarnya."Utusan Suci nggak tahu soal ini?" Pemimpin itu akhirnya tidak bisa menahan diri dan bertanya dengan bingung.Di rongga matanya, dua nyala api hijau zamrud berkedip-kedip, memancarkan kebingungan layaknya manusia. Jelas, dia mulai meragukan identitas Tirta."Ehem, ehem, aku ju

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3193

    "Tapi fluktuasi aura yang terpancar dari dalamnya sangat mengerikan. Sedikitnya ada lebih dari 100 makhluk tulang putih tingkat penebas dewa tahap akhir!""Semuanya harus dimusnahkan. Kalau salah satu saja berhasil lolos dan memasuki Negara Darsia, itu akan menjadi sebuah bencana."Kini, pedang kecil itu tidak bisa digunakan. Tirta segera mundur dan bersiaga penuh. Dia mengeluarkan kertas emas itu, siap menyerang kapan saja jika makhluk tulang putih dari balik gerbang keluar.Di bumi terdapat hukum penindasan yang ditinggalkan oleh pemilik Istana Batara. Selama makhluk-makhluk tulang putih ini berani menginjakkan kaki di sini, kekuatan mereka pasti akan sangat tertekan.Karena itu, meskipun jumlah mereka banyak dan terlihat sangat mengerikan, Tirta tidak merasa takut.Pada saat yang sama, mengingat hubungan antara Sekte Penguasa Akhirat dan Sekte Asura, Tirta menduga bahwa benda ini mungkin adalah pusaka yang diberikan Sekte Asura kepada Sekte Penguasa Akhirat.Namun, yang tidak bisa d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2264

    Menghadapi teguran Sagara, para pejabat tidak merasa malu sedikit pun. Bahkan, mereka berteriak kepada Sagara dengan sikap tegas. Para pejabat ini sudah bertekad untuk mengkhianati Sagara."Sagara, kamu sudah kehilangan kekuasaanmu! Sekarang kamu nggak bisa memerintah atau mengendalikan siapa pun."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2336

    Gaurav merasa sedih saat melihat wajah putrinya yang lesu. Itulah sebabnya dia memanggil Tirta "anak sialan" untuk menghibur Devika.Devika mengusap matanya yang bengkak dan berkata dengan perasaan emosional, "Ayah, jangan bicara sembarangan. Siapa yang mau mati? Suasana hati kami sangat buruk, jadi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2242

    Salah satu anggota Keluarga Ravian bertanya, "Eh, kenapa Master Asraf pergi? Kamu mau pergi ke mana?"Melihat Asraf pergi, semua anggota Keluarga Ravian langsung mengejarnya. Namun, Asraf sudah menghilang dalam sekejap.Banyak pria dari Keluarga Ravian merasa kagum pada Asraf. Salah satu dari mereka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2347

    Begitu Luvia melontarkan ucapannya, suasana di dalam gua menjadi intens.Tirta mengusap kedua tangannya dan menelan ludah dengan perasaan antusias. Matanya berbinar-binar saat bertanya, "Wah! Kak Luvia, kamu benar-benar mau menunjukkannya padaku lagi?""Um ... bukannya tadi kamu bilang ... mau lihat

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status