แชร์

Bab 1714

ผู้เขียน: Hazel
Ketika sedang ragu-ragu, anjing hitam mencium aroma di udara. Dia sangat terkejut hingga tidak bisa menutup mulutnya.

Anjing hitam berseru, "Nggak mungkin pemuda itu bisa berhasil. Biarpun sudah mendapatkan Mantra Petani Suci, nggak mungkin dia yang baru pertama kali memurnikan pil langsung berhasil! Apa pemuda ini memang berbakat untuk menjadi alkemis?"

Setelah tersadar dari keterkejutannya, anjing hitam melihat bulunya yang terbakar. Dia yang kesal mengomel, "Sialan ... biarpun dia memang berb
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3090

    "Begitu ya?" gumam Tirta yang pikirannya mulai goyah saat mendengar Genta berkata seperti itu. Melihat betapa kuatnya para kultivator itu, dia makin sadar betapa lemahnya dirinya. Meskipun dia merasa tidak nyaman dengan adanya kepala wanita itu di lautan kesadarannya, dia masih bisa menahannya selama bisa mendapatkan keuntungan besar."Baiklah, aku akan turuti kata Kakak. Oh ya. Kak, sekarang kekuatanmu sudah pulih sampai tingkat apa?" tanya Tirta. Genta sudah menyerap ratusan ribu batu spiritual tingkat menengah, lima ribu lebih batu spiritual tingkat tertinggi, dan tiga puluhan obat spiritual, dia sangat ingin tahu sejauh mana pemulihannya."Tingkat pemurnian tahap puncak, belum begitu kuat. Apalagi kamu sudah memberiku tiga puluhan obat spiritual, jadi kesadaran spiritualku sudah pulih sepenuhnya," jawab Genta.Situasi ini sudah cukup membuat Tirta puas."Masih tingkat pemurnian tahap puncak ya. Kak, kalau kamu serap semua sisa obat dan batu spiritual itu, kira-kira bisa pulih sampa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3089

    "Ini sudah kejadian yang lama, kamu masih belum mati? Mereka nggak menemukanmu?" tanya Genta yang sangat terguncang."Kak, apa maksudmu? Dengan bantuan wanita itu, aku sudah berhasil memurnikan pedang ini. Jejak pemilik sebelumnya juga sudah terhapus sepenuhnya, siapa yang bisa menemukanku?" tanya Tirta yang benar-benar bingung."Ternyata begitu, pantas saja kamu belum dimusnahkan," kata Genta yang kembali mengucapkan kalimat yang membuat Tirta makin tidak mengerti."Kak, sejujurnya aku sudah pernah mati sekali. Seorang senior yang menyelamatkanku," kata Tirta dengan jujur."Aku sepertinya ingat soal hal itu. Tapi, aku bisa pastikan, kalau mereka sempat tahu apa yang sudah kamu lakukan .... Bahkan sosok itu pun akan sulit melindungimu," kata Genta dengan tegas.Mendengar itu, Tirta sangat terkejut. "Benarkah? Siapa mereka sebenarnya? Kak, tolong jelaskan padaku."Setelah memperingatkan Tirta, Genta akhirnya mulai menjelaskan, "Aku hanya bisa memberimu sedikit petunjuk. Dengarkan aku da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3088

    Yunda segera berkata, "Tapi, kalau sekarang dipikirkan kembali, memang sangat aneh. Pedang itu mengeluarkan kabut hitam pekat, seperti senjata milik kultivator jalur iblis ....""Ya. Di dunia ini memang ada beberapa jenis senjata spiritual yang bisa menekan energi spiritual dan kesadaran spiritual seseorang, tapi senjata seperti itu sangat langka. Nggak disangka, bocah itu ternyata punya satu memilikinya. Hehehe," kata Shindy yang tiba-tiba tertawa pelan."Jangan-jangan Guru berniat merebut senjata spiritual itu untuk jadi milik diri sendiri?" tanya Yunda dengan kilatan membara di tatapannya."Aku hanya nggak mau lihat harta seperti itu disia-siakan. Kalau benda itu ada di tanganku, aku pasti bisa menggunakannya dengan jauh lebih baik," kata Shindy sambil tersenyum."Aku bersedia bantu Guru," kata Yumika segera. Dia juga sangat tergoda dengan senjata spiritual seperti itu."Bagus bagus bagus. Aku sudah pikirkan sebuah rencana dan memang butuh bantuan Yumika untuk melaksanakannya," kat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3087

    Arshala melakukan itu untuk mencegah identitasnya terbongkar dan ada orang yang datang mencarinya. Namun, setelah menunggu cukup lama, keadaan seperti itu tetap tidak terjadi. Hal ini membuatnya mulai curiga mungkin dia yang sudah berpikir terlalu banyak dan secara refleks teringat pada Tirta."Tapi, suamiku punya banyak metode, harusnya nggak akan terjadi masalah apa pun. Identitasku terlalu sensitif. Untuk menghindari keributan yang nggak perlu, lebih baik besok pagi aku baru pergi mencari suamiku lagi," gumam Arshala.....Di saat yang bersamaan, Yunda dan Yumika terus menunggu hingga langit mulai gelap baru bisa bertemu Shindy yang keluar dari istana tempat ketua istana tinggal.Yunda yang sudah tidak sabar pun segera maju dan hendak menjelaskan situasinya. "Guru, aku ....""Di sini bukan tempat untuk berbicara, ikut aku ke tempat lain," kata Shindy dengan nada muram. Begitu melihat luka di wajah Yunda dan ekspresi Yunda yang penuh kebencian, dia langsung mengerti apa yang sudah te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3086

    "Cepat hentikan. Kalau kamu masih berani menyerap energi spiritual ini sedikit saja lagi, aku akan tendang kamu kembali ke dasar Tebing Maut. Kalau nggak percaya, coba saja."Melihat situasi itu, Tirta tentu saja tidak bisa memaklumi kepala wanita itu. Dia segera mengeluarkan pedang kecilnya dan bersiap menusukkannya ke kepala wanita itu, meskipun dia juga tidak tahu apakah ancaman itu bisa menakuti kepala wanita itu. Lawannya itu hanya perlu satu pikiran saja sudah mampu membuatnya kehilangan kemampuan bertarung."Aku nggak berniat buruk, kenapa kamu begitu emosional? Aku hanya merasakan energi spiritual yang banyak, jadi secara naluriah keluar untuk menyerapnya," kata kepala wanita itu yang hanya mengirimkan satu kesadaran spiritual seperti itu, lalu kembali masuk ke dalam lautan kesadaran Tirta dan melanjutkan tidurnya. Dia membuat dunia luar tidak bisa merasakan auranya, seolah-olah sedang menghindari sesuatu."Huf ...."Situasi itu membuat Tirta menghela napas lega, tetapi dia tet

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3085

    "Guru, jangan lupa tutup pintu kediaman gua ini. Kalau nggak, nanti orang lain lihat muridmu tidur di ranjangmu tanpa sehelai benang pun. Mereka bisa salah paham soal moralmu," kata Tirta."Diam! Aku nggak mau dengar satu kata pun lagi darimu. Kalau nggak, kamu sendiri saja yang selesaikan urusan Nenek Shindy," balas Suryana.Gedubrak.Pintu kediaman gua pun tertutup di bawah kendali Suryana."Rencanaku akhirnya berhasil," kata Tirta menyeringai saat melihat itu. Menggoda dan mengusir Suryana keluar hanya tujuan pertamanya. Tujuannya yang sebenarnya adalah memanfaatkan kediaman gua milik Suryana untuk bersembunyi dari seluruh pergerakan dan membantu Genta pulih kembali.Begitu mengambil keputusan, Tirta langsung bergerak. Dia segera mengeluarkan seluruh batu spiritual tingkat menengah dan batu spiritual tingkat tertinggi, serta puluhan hingga ratusan obat spiritual. Dia mengeluarkan semuanya, lalu menatanya di depan mata.Gedubrak.Seratus ribu lebih batu spiritual menumpuk seperti gun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1237

    "Aku bisa membuatmu bertemu denganku dalam mimpi."Mendengar kata-kata Genta itu, Tirta langsung merasa sangat gembira. Sejak pertama kali melihat lukisan dinding yang menggambarkan Genta, wajahnya yang luar biasa cantik, keanggunannya yang tak tertandingi, serta tubuhnya yang sempurna ....Tirta ti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1147

    "Memangnya apa yang bisa terjadi padaku, Bella? Jangan pikir yang aneh-aneh. Kamu sudah bekerja seharian. Pasti capek, 'kan? Mau aku pijat bahumu atau kakimu?"Merasa diperhatikan oleh Bella, Tirta tidak bisa menahan senyuman. Dia menarik Bella duduk di atas tempat tidur, menunjukkan sikap manisnya.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1208

    "Bocah, lepaskan aku!" Elisa sudah pernah melihat kemaluan Tirta sebelumnya, jadi dia langsung bisa menebak apa yang sedang menempel padanya.Karena malu dan panik, Elisa refleks membalikkan tangannya dan memberi Tirta satu tamparan keras hingga dia terpental!"Aduh ...! Ka ... kamu bukan Bi Ayu? Ma

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1259

    Sebelum Ayu sempat bicara, Darwan berbalik dan menegur Bella, "Dasar nggak sopan! Bu Ayu itu bibimu, masa kamu bercanda seperti itu dengannya? Cepat minta maaf pada Bu Ayu. Kalau nggak, aku beri kamu pelajaran!"Bella sama sekali tidak takut. Dia menjulurkan lidahnya dan menyahut, "Oke, Ayah!"Kemud

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status