LOGINMendengar ucapan Elizabeth dan Adeline, Tirta menunjukkan ekspresi senang. Dia refleks melirik Luvia sekilas dan menanggapi, "Ha? Eh ... seharusnya kalian pikirkan baik-baik dulu. Menjaga kesucian lebih penting. Kalau ke depannya kalian menikah ...."Sebelum Tirta menyelesaikan ucapannya, Elizabeth dan Adeline memeluk lengan Tirta lebih erat. Mereka menggoyang lengan Tirta sembari lanjut bermanja-manja."Guru, kami sudah memutuskan untuk membayar biaya dengan tubuh kami. Jadi, kami nggak berencana menikah lagi. Lagi pula, ada baiknya kalau kami mendampingimu. Kamu nggak usah khawatir.""Pokoknya kami bisa memijat tubuhmu dan memuaskanmu setiap malam. Selain itu, kami juga bisa temani Linda kalau kamu menerima kami jadi muridmu. Kalau nggak, dia pasti kesepian tinggal di Negara Darsia sendirian. Bagaimanapun, dia itu orang Negara Raigorou."Sudah jelas Elizabeth dan Adeline benar-benar rela berkorban demi berguru kepada Tirta. Mereka berani bicara blak-blakan. Mungkin mereka langsung me
Delapan Pemburu Dewa yang lain tidak berniat membantu rekan mereka. Alasan pertama adalah kesempatan untuk membuat Tirta terluka parah sudah di depan mata. Alasan kedua adalah hadiah yang mereka dapatkan lebih banyak jika berkurang satu orang."Sialan!" maki Pemburu Dewa di paling kiri. Dia hanya bisa mundur dengan ekspresi panik, lalu mengaktifkan pedang suci di tangannya dengan sekuat tenaga untuk menahan serangan Tirta.Ting! Ting! Ting! Biarpun Pemburu Dewa itu sudah mengerahkan seluruh tenaganya, dia hanya bisa menahan tiga tebasan pedang Tirta. Pedang suci di tangannya juga hancur menjadi bayang-bayang cahaya.Selain itu, enam Pedang Terbang yang tersisa langsung menembus kepala Pemburu Dewa itu. Walaupun di dalam tubuhnya ada darah dewi bersayap enam, luka seperti ini juga tidak bisa pulih.Tiba-tiba, terdengar suara Genta. "Kamu sudah mencapai tingkat pembentukan fondasi tahap kedelapan. Tapi, kamu butuh waktu yang lama untuk membunuh beberapa orang yang kekuatannya setara deng
Tirta tahu mereka pasti prajurit siap mati yang dibentuk oleh Keluarga Randolph. Mereka pasti tidak akan menyerah jika tidak dibunuh.Jadi, awalnya Tirta berniat memprovokasi mereka. Dengan begitu, mereka akan kehilangan akal sehat dan Tirta bisa lebih mudah membunuh mereka.Kenyataannya, Tirta memang sudah berhasil. Para Pemburu Dewa berteriak marah sekaligus menyerang Tirta."Sialan! Bocah Negara Darsia, beraninya kamu menghina Pemburu Dewa! Kami khusus dibentuk untuk membantai dewa. Kamu akan menanggung konsekuensinya kalau meremehkan kami!""Cepat serahkan barang yang diinginkan presiden kami. Kalau nggak, kamu akan mati tragis!"Krek! Krek! Hal yang aneh terjadi. Muncul pola emas di kulit para Pemburu Dewa yang menyusuri meridian mereka.Tirta menebak darah dewi bersayap enam di dalam tubuh Pemburu Dewa sudah diaktifkan. Hal ini karena dia merasakan dewi bersayap enam di dalam Cincin Penyimpanan bereaksi.Selain itu, mata mereka juga berubah menjadi warna emas. Senjata seperti ped
Elizabeth dan Adeline mulai mengamati tubuh mereka setelah mendengar perkataan Luvia. Mereka diam-diam merasa senang. Kecantikan mereka memang sangat sempurna. Kulit mereka mulus dan bodi mereka seksi.Kalau tidak, Wadley juga tidak akan menjadikan mereka trik terakhir untuk menggoda Tirta. Elizabeth dan Adeline berseru."Benaran? Nggak disangka, ternyata cantik juga ada gunanya!""Kalau benar-benar bisa menjadi murid Pak Tirta, nggak masalah biarpun harus mengorbankan diri. Lagi pula, Pak Tirta tampan dan ... perkasa!"Mendengar ucapan mereka berdua, Linda bertanya dengan ekspresi curiga, "Ha? Bagaimana kalian bisa tahu guruku perkasa?"Athena juga menyimpan ponselnya dan mendengar dengan ekspresi penasaran. Dia juga ingin tahu kebenarannya.Sementara itu, Luvia menunduk. Dia berpura-pura tidak mendengar percakapan mereka.Awalnya Adeline dan Elizabeth tidak ingin mengatakannya, tetapi Linda terus bertanya. Akhirnya, mereka terpaksa mengungkap kebenarannya."Putri Linda, kamu harus ja
Tirta memandang ke kejauhan seraya bergumam, "Ada gejolak kekuatan spiritual, tapi nggak murni. Energinya sangat mirip dengan energi manusia burung yang kusimpan. Jangan-jangan ... Keluarga Randolph masih punya manusia burung yang lain?"Tirta melanjutkan, "Tapi, kemampuan manusia burung ini terlalu lemah. Paling-paling mereka baru memasuki tingkat pembentukan fondasi. Selain itu, sepertinya mereka itu pria. Tsk, tsk .... Sayang sekali."Ekspresi Tirta tampak kecewa.Luvia yang berdiri di samping Tirta juga menyadari keberadaan orang-orang itu. Dia menanggapi, "Mereka seperti kultivator tingkat pembentukan fondasi, jumlahnya sembilan orang. Meskipun banyak, tetap nggak bisa mengancam keselamatan kita. Biar aku yang bereskan mereka saja."Ngung! Pedang panjang muncul di tangan Luvia. Dia yang sudah tidak sabar ingin beraksi hendak terbang ke udara.Tiba-tiba, Tirta mendengar permintaan Genta. Dia berbisik kepada Luvia, "Nggak usah, Kak Luvia. Semua manusia burung itu ... um ... sebenarn
Salah satu orang dari pasukan Negara Raigorou berkata, "Kami nggak mampu melawanmu dan kami memang berbuat salah. Kami akan minta maaf kepada Putri Linda."Mereka tidak berani bertatapan dengan Tirta. Mungkin perkataan Tirta membuat mereka merasa bersalah. Ternyata mereka benar-benar meletakkan senjata., lalu berjalan ke depan benteng emas dan bersujud seraya meminta maaf."Maaf, Putri Linda. Seharusnya kami nggak mengkhianati Putri, presiden sebelumnya, dan Negara Raigorou.""Kami memang pantas mati. Kami harap Putri Linda bermurah hati memaafkan kami ...."Awalnya hanya puluhan pasukan Negara Raigorou yang meminta maaf sambil bersujud, lalu jumlahnya terus bertambah. Akhirnya, sebagian besar pasukan Negara Raigorou bersujud.Tentu saja Linda yang bersembunyi di balik benteng mendengar suara mereka. Air matanya terus mengalir.Setelah menenangkan diri sejenak, dia baru berucap, "Kalian bukan bersalah pada aku dan ayahku, melainkan rakyat Negara Raigorou. Jangan minta maaf padaku, mint







