Share

Bab 1867

Penulis: Hazel
Jairus dan lainnya tertegun sejenak sebelum bicara.

"Apa? Mana boleh begitu? Pelatih, kami tetap mau bayar."

"Harga jimat ini 20 miliar per lembar dan berguna untuk melindungi nyawa seseorang."

Tirta menegaskan, "Pokoknya kalian nggak usah bayar. Jangan berdebat denganku lagi. Kalau nggak, aku mau minta bayaran."

Jairus dan lainnya sangat terharu. Mereka menanggapi dengan mata berkaca-kaca.

"Oke, Pelatih. Kalau ke depannya kamu butuh bantuan, kami pasti akan berusaha keras dan nggak akan menolak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Abimanyu
bener min tambah yg banyak... klo perlu sehari 2x updatenya pagi sm sore
goodnovel comment avatar
Zain Uja
tambah bab nya min
goodnovel comment avatar
Eman Kancil
huh kebiasaan sedikit bngt bab nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3102

    Sekarang, mentalitas Tirta sudah menjadi sangat tenang. Sekalipun pemuda tampan itu memang mendekatinya dengan niat tersembunyi, Tirta juga tidak akan terlalu terkejut ataupun marah. Sebaliknya, kalau bisa mendapat satu teman lagi, dia justru cukup senang.Mereka menghabiskan sebagian besar buah spiritual hasil rampasan Tirta, termasuk lima obat spiritual berusia 1.500 tahun yang dibawa pemuda tampan itu. Tiga sisanya dibagikan Tirta kepada mereka masing-masing.Bisa dikatakan, selain Arshala yang tidak menunjukkan reaksi terlalu besar, Tirta dan Nova sama-sama merasa energi spiritual dalam tubuh mereka berada dalam kondisi meningkat pesat.Mereka harus segera memurnikannya. Kalau tidak, sangat mudah menyebabkan energi spiritual menjadi kacau."Ayo, kita langsung ke kediaman Tetua Suryana. Setelah memurnikan energi spiritual dalam tubuh, baru kita bahas hal lain."Rombongan itu langsung meninggalkan Menara Legit. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut ruangan, Yumika diam-di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3101

    Dengan mantap, dia meletakkannya di atas meja segi delapan. Ucapannya terdengar rendah hati, tetapi obat spiritual yang dia dapatkan benar-benar luar biasa. Semuanya ternyata berusia 1.500 tahun.Dari situ bisa diperkirakan, kultivasinya setidaknya berada di tingkat penebas dewa.Krak. Tirta sama sekali tidak sungkan. Dia mengambil satu obat spiritual, lalu mengunyahnya. Cairan manis yang mengandung energi spiritual itu melimpah, meledak di dalam mulutnya, dan kultivasinya juga meningkat dengan jelas.Pada saat yang sama, dia bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu? Jangan-jangan juga murid Tetua Suryana?""Bukan. Kamu curiga aku mendekatimu karena punya niat jahat ya?" Pemuda tampan itu tersenyum, samar-samar terlihat satu atau dua lesung pipi kecil di wajahnya."Bukan begitu. Kalau aku wanita cantik, masih masuk akal kalau bilang kamu mendekatiku dengan niat jahat. Tapi kita berdua sama-sama pria sejati. Apa yang harus kucurigai darimu?" sahut Tirta dengan sangat terus terang.Dalam beber

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3100

    "Kalau nanti kalian masih berani mencari masalah denganku lagi, aku nggak akan semurah hati sekarang. Kalian harus menyerahkan seluruh obat spiritual yang ada di tubuh kalian."Meminta mereka berlutut, meminta maaf, dan memanggilnya "Kakek", tidak akan memberikan keuntungan nyata apa pun.Tirta sangat realistis. Dari belasan orang itu, setiap orang mengeluarkan beberapa batang obat spiritual. Kalau digabung jumlahnya hampir lebih dari 40 batang. Inilah keuntungan nyata yang sebenarnya."Nih, ambil saja, ambil saja. Kami nggak akan berani ganggu kamu lagi."Belasan orang itu bukan hanya kehilangan semua obat spiritual yang baru saja mereka ambil, sekarang bahkan sebagian obat spiritual yang mereka bawa sendiri juga harus diserahkan. Benar-benar rugi bandar.Pada akhirnya, mereka semua pergi dari Menara Legit dalam keadaan sangat menyedihkan tanpa berani menoleh ke belakang lagi."Ayo, kita cari tempat untuk makan. Kalau nanti masih ada orang buta yang datang cari masalah, suruh saja dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3099

    Bahkan beberapa tetua pun mengeluarkan seruan kaget dan semakin memperhatikan Tirta."Bocah ini ternyata sekuat itu?" Yunda yang sejak tadi memperhatikan Tirta tanpa sadar mengepalkan tangannya. Dalam hatinya muncul rasa waspada dan tidak rela.Awalnya dia mengira Tirta masih akan mengandalkan pedang kecil itu untuk menyelesaikan masalah. Tak disangka, kekuatan Tirta sendiri ternyata jauh lebih kuat darinya.Yumika mengernyit, tetapi tidak mengatakan apa-apa."Apa?! Aura bocah ini kenapa tiba-tiba melonjak setinggi itu?""Jangan-jangan tadi dia nggak bergerak karena menjalankan semacam teknik rahasia?""Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Kita serang bersama!""Dia yang bergerak lebih dulu. Hari ini kita harus membuatnya cacat!"Tujuh atau delapan murid yang tersisa melihat beberapa orang pertama langsung dijatuhkan hanya dalam satu pertukaran serangan. Mereka benar-benar marah dan terkejut.Dalam sekejap, mereka menjalankan berbagai teknik kultivasi dan mengeluarkan beragam pusaka, la

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3098

    "Benar. Kalau nggak berani merampas, berarti kamu cucu kami. Kamu harus berlutut dan bersujud 100 kali, manggil kami 'Kakek', baru boleh pergi. Kalau nggak, akibatnya nggak akan sanggup kamu tanggung!"Beberapa orang berjalan mendekati Tirta lagi sambil mencibir dingin. Bahkan cukup banyak orang diam-diam mulai mengedarkan energi spiritual mereka.Asal Tirta berani mengulurkan tangan untuk merampas, mereka akan langsung bergerak secepat kilat dan mematahkan tangan serta kaki Tirta.Keributan di tempat itu semakin membesar. Di dalam Menara Legit, dari ribuan murid yang datang untuk makan, sebagian besar perhatian mereka tertarik ke arah ini."Bocah itu benar-benar keras kepala.""Dia sama sekali nggak bisa membaca situasi. Gimana bisa dia memprovokasi belasan kultivator tingkat pembentukan dewa sendirian?""Sekarang bahkan kalau dia mau minta maaf pun sudah terlambat. Pihak lawan pasti nggak akan membiarkannya pergi."Mereka semua berdiskusi dengan sikap menonton keseruan. Bahkan sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3097

    Banyak orang langsung tertawa mengejek."Hahahahaha!""Memangnya kenapa kalau ada tetua yang melindungimu? Aku nggak percaya dia bisa terus melindungimu setiap saat!"Orang-orang yang tadi diusir dari Tebing Pengajar Teknik melihat tujuan mereka sudah tercapai. Mereka langsung tertawa besar sambil pergi mengambil makanan khusus mereka masing-masing."Suamiku, jangan marah. Makananku untukmu saja," kata Nova dengan kesal."Aku juga nggak butuh ini, kamu saja yang makan." Arshala juga menyerahkan seluruh buah spiritualnya kepada Tirta."Nggak perlu, kalian makan saja. Memang aku nggak bisa ambil makanan, tapi ada orang yang khusus mengantarkannya untukku. Tentu aku nggak boleh menyia-nyiakannya."Tirta sama sekali tidak memedulikan ejekan orang-orang di sekitarnya. Dia malah menatap rombongan yang tadi memprovokasinya sambil mencibir dingin."Suamiku, jangan-jangan kamu ingin ...." Nova belum selesai berbicara, Tirta sudah berjalan ke belakang rombongan itu."Bocah, kamu mau apa? Jangan-

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2108

    Tirta menurunkan Pedang Terbang dan meneruskan dengan ekspresi masam, "Kalau kamu langsung menyerangku seperti tadi, kamu pasti mati begitu aku mengulurkan tanganku. Selain itu, bukan begitu cara gunakan Teknik Pengendali Angin. Seharusnya kamu gunakan teknik itu untuk bergerak dengan gesit biar mus

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2092

    Tubuh Febri yang berisi tidak sesuai dengan usianya yang masih muda. Tentu saja, perpaduan keduanya membuat Febri terlihat sangat memikat. Apalagi Febri juga menggigit bibirnya dengan ekspresi malu.Tirta tertegun sejenak, lalu menelan ludah dan menutupi matanya dengan tangan. Namun, celah di antara

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2186

    Wajah Marila dan Shinta memerah. Marila menyetujui, "Oke. Kita mau pergi ke mana? Pak Tirta, kamu bawa kami ke sana saja."Devika melihat bodinya yang juga tidak kalah seksi dari Marila dan Shinta. Namun, Tirta sama sekali tidak melihatnya. Devika makin marah sampai-sampai matanya memerah.Devika me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2209

    Kinsella sudah menelepon sekitar delapan kali, tetapi orang tua Lilian sama sekali tidak menjawab panggilan telepon. Sekarang Kinsella baru tahu rasanya tidak ada sandaran saat berada di negara lain.Kinsella yang putus asa berpikir jika tahu masalah seperti ini akan terjadi, seharusnya dia tidak me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status