Share

Bab 1913

Author: Hazel
Begitu pria tersebut melontarkan ucapannya, suara wanita yang memberontak dan meminta tolong makin keras.

Elisa berujar, "Ternyata ada yang melecehkan wanita siang bolong begini! Kondisi di dunia misterius makin buruk! Ayo, Tirta. Cepat lihat apa yang terjadi!"

Ekspresi Elisa tampak marah. Dia bergegas pergi ke arah suara.

"Oke, Bi Elisa," sahut Tirta. Dia berkelebat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hanya dalam sekejap, Tirta sudah melewati jarak ratusan meter.

Sebelum mendekati kedua orang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3350

    "Senior terlalu memujiku. Kalaupun berhasil, aku juga nggak berani sembarangan menyuruh-nyuruh Senior.""Aku hanya berharap, saat aku berada dalam bahaya, Senior bersedia membantuku. Itu sudah lebih dari cukup," ucap Tirta sambil tersenyum."Itu urusan sepele. Sudahlah, jangan banyak bicara. Ayo kita mulai." Setelah menenangkan pikirannya, Selvi kembali duduk bersila dan mulai menjalankan teknik kultivasinya.Untaian benang-benang emas dengan ketebalan yang berbeda-beda mengalir di permukaan tubuhnya. Ada yang bergerak cepat, ada pula yang lambat. Semuanya tampak begitu alami dan jauh lebih selaras.Hal seperti ini belum pernah diperlihatkan Selvi sebelumnya. Jelas, walaupun selama ini dia belum berhasil menyempurnakan teknik kultivasinya, pemahamannya terhadap Ilmu 18 Transformasi Jangkrik Emas telah menjadi jauh lebih dalam.Kepiawaiannya dalam menjalankan teknik itu jauh melampaui sebelumnya. Dia hanya tinggal selangkah lagi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi."Senior, maaf ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3349

    Meridiannya juga sama sekali tidak merasakan sakit. Bahkan ada perasaan seolah berhasil melangkah lebih jauh setelah mencapai puncak dan meminjam tenaga dari puncak gunung untuk melesat menuju langit.Insting Tirta mengatakan kepadanya, saat ini Ilmu 18 Transformasi Jangkrik Emas pasti sudah melampaui kekuatan aslinya.Jika dijalankan sepenuhnya, teknik ini setidaknya mampu melipatgandakan kekuatan tempur hingga 24 kali lipat atau lebih.Selain itu, teknik ini juga tidak perlu mengorbankan esensi darah seperti Teknik Rahasia Delapan Gerbang.Semua kultivator bisa mempelajarinya. Teknik ini pun hanya membawa manfaat tanpa efek buruk sedikit pun."Eh? Dalam waktu sesingkat ini, kamu benar-benar berhasil menyempurnakan teknik kultivasinya?" Menyadari perubahan itu, Selvi membuka kedua matanya. Wajahnya dipenuhi rasa tidak percaya. Alisnya yang indah sedikit berkerut saat menatap Tirta."Kurasa aku cuma kebetulan berhasil. Tapi pemahamanku terhadap teknik ini masih jauh di bawah Senior. Ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3348

    "Kalau aku yang melakukannya?"Sebelumnya, Tirta memang belum pernah memikirkan hal itu. Kini setelah tiba-tiba ditanya oleh Selvi, dia pun memeras otak untuk memikirkannya."Kalau aku, dalam keadaan normal, tentu aku akan melakukan percobaan berkali-kali. Toh aku belum pernah menciptakan teknik kultivasi.""Aku hanya bisa seperti orang buta yang menyeberangi sungai, meraba-raba selangkah demi selangkah."Beberapa saat kemudian, Tirta memberikan jawabannya."Lupakan saja. Bertanya padamu ternyata sia-sia." Selvi mengamati keadaan di sekelilingnya.Dia juga mencoba berbagai macam cara, tetapi tetap tidak bisa keluar dari ruang aneh tempat mereka berada sekarang.Karena tak berdaya, dia hanya bisa duduk bersila dan kembali menyempurnakan teknik kultivasinya.Seluruh tubuhnya tentu akan terlihat jelas tanpa tertutup apa pun di depan Tirta, tetapi Selvi merasa tidak perlu lagi memedulikan hal itu. Lagi pula, hanya ada mereka berdua di tempat ini.Setelah beberapa saat mengamati tubuh Selvi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3347

    "Baiklah, sekarang aku harus memulihkan luka. Kalau kamu benar-benar ingin membantuku, jangan bicara dan biarkan aku tenang sebentar."Tirta mengusap kepala Irena, lalu menyunggingkan senyuman tipis dan mencubit pipi Irena."Mm." Mendengar itu, Irena mengangguk dengan patuh. Sulit membayangkan bahwa sebelum mengenal Tirta, dia adalah seorang pembunuh bayaran berdarah dingin yang gemar membunuh.Yumika tidak berkata apa-apa. Dia duduk bersila di samping Tirta dan berjaga untuknya.'Andai saja Tuan Tirta memperlakukanku seperti itu, kalaupun harus mati, aku pun nggak akan menyesal.' Di lubuk hati Priya, muncul rasa iri.Awalnya, dia mendekati Tirta hanya untuk merekrutnya. Dia berharap bisa membujuk Tirta bergabung dengan Paviliun Ufuk.Namun, setelah menghabiskan waktu bersama cukup lama, dia menyadari bahwa Tirta memang orang yang sangat baik.Meski terkadang terlihat sedikit mesum dan juga cukup tamak terhadap batu spiritual, tanaman spiritual, serta berbagai harta surgawi .... Pada s

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3346

    "Dia ... dia benar-benar kabur. Hais .... Seandainya dari awal kami tahu dia begitu pengecut, kami pasti sudah melawan lebih cepat. Dengan begitu, Pemabuk Suci dan Boneka Suci nggak perlu mati."Bagaimanapun, kekuatan Sodam memang jauh lebih tinggi. Terlebih lagi setelah menyerap esensi darah dan jiwa Boneka Suci serta Arak Suci, kekuatannya meningkat pesat.Begitu dia memutuskan untuk melarikan diri, tentu saja Tombak Suci dan yang lainnya tidak mungkin mampu mengejarnya."Kalau punya kekuatan tapi nggak berani melawan, jangan salahkan siapa pun atas kejadian ini. Kalian hanya bisa menyalahkan diri kalian sendiri."Sebenarnya Tirta bisa berubah menjadi rajawali dan mengejarnya. Namun, jika dia pergi dan tiga orang suci masih berada di sini, dia merasa tidak tenang.Setelah berpikir sejenak, dia hanya bisa menyaksikan Sodam pergi dengan rasa tak berdaya. Di dalam hati, dia mulai memikirkan metode apa yang harus dia gunakan lain kali agar bisa membunuh Sodam dalam satu serangan.Kalau t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3345

    "Lebih baik bergabung denganku untuk membunuhnya. Setidaknya aku masih akan membiarkan kalian tetap hidup."Tirta melihat ketiga orang suci itu mulai goyah. Sambil mengeluarkan sebatang tanaman spiritual berusia 8.000 tahun dan langsung mengunyahnya, dia segera mencoba membujuk mereka.Kalaupun tidak berhasil, setidaknya dia berharap bisa membuat mereka mundur karena ketakutan."Apa yang dikatakan bocah ini memang benar. Kita nggak bisa terus salah langkah. Jangan sampai semuanya terlambat!""Bocah, gimana kami bisa percaya semua ucapanmu itu benar?""Gimana kalau setelah semuanya selesai, kamu malah mengkhianati kami? Apa yang bisa kami lakukan saat itu?"Ketiga orang suci saling memandang. Dalam sekejap, mereka melihat keraguan yang sama di mata satu sama lain.Namun, mereka juga sangat mewaspadai Tirta. Bagaimanapun, saat ini mereka masih berada di pihak yang berlawanan dengan Tirta.Sementara kekuatan yang diperlihatkan Tirta sudah bukan lagi sesuatu yang mampu mereka bertiga hadap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 649

    Bima segera berkata kepada Tirta dengan lirih, "Guru, maafkan kecerobohanku. Kalau terjadi masalah, biar aku yang tanggung. Kamu bawa Bu Nabila pergi saja."Ketika melihat Bima cemas seperti ini, Tirta menggeleng dan menyahut dengan sungguh-sungguh, "Kamu muridku. Masalah ini disebabkan olehku. Kalau

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 663

    Melihat hal ini, Aaris juga tidak sanggup menerimanya. "Nggak mungkin ... bahkan kakak senior Pak Panji juga nggak bisa mengalahkannya?""Guru ... maaf. Aku telah membuatmu malu ...," ucap Bima sambil menahan rasa sakitnya setelah melihat kondisi Tirta. Dia merasa sangat bersalah."Nggak memalukan. Ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 630

    Mendengar hal itu, Lukman mengira dirinya salah dengar. Mengapa Tirta bisa membunuh seseorang di depan mata kepala kepolisian tanpa ditahan? Siapa sebenarnya bocah ini? Apa dia benar-benar sehebat itu?"Pak Mauri, kamu ini polisi yang adil dan baik. Kenapa kamu malah nggak mengambil tindakan apa pun

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 607

    Kangga juga mengira Tirta hanya bicara omong kosong. Tirta pasti hanya menipu mereka supaya pengujian dilakukan ulang. Namun, Riza tidak mungkin menyetujuinya."Begini saja, aku telepon seseorang dulu. Kamu tunggu sebentar." Tanpa memberi Riza kesempatan untuk berbicara, Tirta sudah menghubungi nomor

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status