Share

Bab 2013

Author: Hazel
Anjing hitam meraung dan menegur, "Dasar sekumpulan sampah! Sepertinya kalian meremehkanku! Aku langsung kirim kalian ke surga ... cih, di dalam tubuh kalian ada makhluk orang itu. Kalian pasti nggak bisa masuk ke surga lagi, kalian masuk neraka saja!"

Anjing hitam melihat keempat orang Negara Martim bukan hanya tidak kabur, mereka malah berani menyerang Bella. Anjing hitam tidak lanjut mempermainkan keempat orang Negara Martim lagi. Krak! Krak! Dia menggigit kaki mereka hingga putus.

Saat keemp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2968

    Situasi seperti ini bukan hanya membuat Rafif terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi. Jelas-jelas dia sudah mengerahkan teknik rahasia untuk meningkatkan kemampuannya, tetapi dia tetap tidak bisa mengalahkan Tirta.Bukan hanya serangan telapak tangan Rafif dikalahkan, bahkan barang berharga yang diberikan penguasa agung rusak sampai-sampai hampir menjadi barang rongsokan.Rafif tidak tahu Tapak Penakluk Naga adalah teknik andalan klan Genta. Kertas emas juga merupakan barang suci yang mencatat Mantra Evolusi Semesta. Tentu saja Tirta bisa mengalahkan Rafif dengan mudah.Kenyataannya sudah begitu jelas. Rafif terpaksa harus percaya. Hal ini karena Tirta sudah mendekati Rafif dalam sekejap."Arus Balik Galaksi!" seru Rafif. Dia membentuk segel tangan dengan cepat sehingga meninggalkan bayangan di ruang hampa.Rafif mengerahkan seluruh kultivasinya sampai maksimal. Dia menggunakan salah satu teknik andalannya dan kekuatannya sangat besar.Galaksi luas yang misteriu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2967

    Tujuh tetua berseru kaget."Eh? Kenapa kemampuan pemuda ini begitu mengerikan? Ini nggak mungkin!""Aneh sekali!""Sudah jelas kekuatan dari serangannya tadi setara dengan kemampuan kultivator tingkat pembentukan dewa tahap akhir. Nggak mungkin kita bisa melawannya!"Rafif yang berdiri di belakang juga terkejut. Dia bergumam, "Sudah kuduga, pemuda ini nggak biasa. Nggak disangka, kekuatan tempurnya begitu mengerikan!"Dalam sekejap, Tirta bergerak secepat kilat dan melancarkan serangan dengan kekuatan dahsyat. Ruang hampa berguncang dan hancur. Ditambah dengan kertas emas yang dikendalikan dengan kesadaran spiritualnya, Tirta langsung membunuh empat tetua.Darah menyembur dan bau amis darah merebak. Kemampuan yang ditunjukkan Tirta membuat semua orang ketakutan.Tiga tetua yang tersisa tidak berani bertindak lagi. Mereka mundur sembari berseru, "Cepat mundur! Kalau nggak, kita akan dibunuh pemuda ini! Dia itu siluman!"Tirta tidak mengejar mereka, melainkan menopang kertas emas di tang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2966

    Nayara membelai wajah Nova dengan tangan gemetaran seraya berucap, "Kamu nggak salah, tentu saja aku nggak akan biarkan kamu mati. Sayangnya, kemampuanku sangat lemah. Sekalipun aku bertarung mati-matian, juga nggak bisa melindungimu ...."Hanya saja, tangan Nayara terkulai. Lukanya terlalu parah dan darah menodai pakaiannya. Bahkan inti jiwanya hampir lenyap."Jangan ... Guru ...," panggil Nova. Dia bersandar di pelukan Nayara sambil menangis tersedu-sedu. Namun, dia tidak bisa mengubah apa pun."Tetua Nayara, sepertinya kamu benar-benar menyayangi muridmu ...," kata Tirta yang merasa tidak tenang. Dia tidak menyangka Nayara berani melawan Rafif, jadi dia tidak sempat menghentikan Nayara.Bagaimanapun, Tirta tidak mengerahkan Teknik Rahasia Delapan Gerbang. Kesenjangan kemampuan dan kecepatan Tirta dengan Rafif terlalu jauh.Rafif yang berada di dekat sana mendengus dan berujar kepada para tetua, "Nggak usah bicara omong kosong lagi. Aku janji akan hadiahkan barang berharga pemberian

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2965

    Shanaya dan Nayara juga datang. Mereka tampak terkejut. Keduanya sangat terpukul melihat mayat Danendra dan enam murid lainnya yang tak berkepala jatuh ke tanah.Dua pria berseru secara bersamaan, "Danendra dibunuh!"Kedua pria itu berusia sekitar 40 tahun. Wajah mereka mirip dengan Danendra. Kultivasi mereka mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketiga. Mereka adalah kakaknya Danendra yang bernama Yuzrin dan Zamran.Suara Yuzrin dan Zamran memang menunjukkan mereka terkejut, tetapi sebenarnya mereka juga merasa senang. Mereka seperti mengatakan akhirnya Danendra mati!Rafif berujar, "Tetua Nayara, kamu yang membawa orang ini masuk ke sekte. Dia membunuh putra kesayanganku, itu berarti kamu itu komplotan pembunuh putraku! Aku baru ampuni kamu kalau kamu membunuh dua orang ini!"Rafif sangat cerdik. Melihat ekspresi Tirta yang tetap terlihat tenang, dia takut Tirta menyimpan trik untuk menyerang balik. Jadi, dia menyuruh Nayara bertindak agar bisa mencari tahu kemampuan Tirta.Tubuh N

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2964

    Tirta terkejut mendengar ucapan Nova. Dia berkomentar, "Apa? Formasi perlindungan sekte ini bisa membunuh kultivator tingkat pemurnian dewa kalau dikerahkan dengan kekuatan penuh?"Padahal status kultivator tingkat pemurnian dewa sangat tinggi di sepuluh sekte super besar dunia awani. Status mereka adalah tetua agung.Lavanya yang berstatus sebagai pemimpin sembilan gunung suci juga baru mencapai tingkat pemurnian dewa. Padahal Sekte Formasi Surgawi merupakan bagian dari tiga tempat suci terbesar.Namun, Sekte Hala hanya sekte kecil yang tidak terkenal. Kenapa formasi perlindungan sekte mereka begitu hebat? Siapa yang memasang formasi sehebat ini untuk melindungi sekte kecil begini?Wajah Nova memucat. Dia menjelaskan, "Benaran, aku juga mendengarnya dari guruku. Formasi sekte ini dipasang oleh orang yang menyokong penguasa agung itu, makanya formasi sekte ini begitu hebat. Selain Sekte Hala, dua sekte lain yang dibangun penguasa agung juga dilindungi formasi seperti ini."Nova menamba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2963

    Danendra merasakan dirinya hampir mati. Dia menangis saking takutnya, bahkan sampai kencing di celana.Danendra berteriak, "Jangan ... kamu nggak boleh membunuhku! Ayahku itu pemimpin Sekte Hala dan dia itu kultivator tingkat pembentukan dewa yang hebat! Dia punya kartu takdirku!""Begitu kamu membunuhku, ayahku pasti langsung tahu. Dia akan keluar dari pengasingan, lalu membunuhmu untuk membantuku balas dendam! Nggak ada untungnya bagimu kalau kamu membunuhku," lanjut Danendra.Danendra menyarankan, "Begini saja, kamu lepaskan aku. Aku jamin nggak akan mencari masalah denganmu lagi. Kumohon, aku benar-benar nggak ingin mati .... Aku juga nggak ingin inti jiwaku dilenyapkan!"Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Memangnya kultivator tingkat pembentukan dewa sangat hebat? Bagiku, kultivator tingkat pembentukan dewa nggak ada apa-apanya. Kamu yang membawa anggotamu untuk mencari masalah denganku dan menghina kekasihku, jadi hari ini kamu harus mati. Siapa pun nggak bisa menyelamatkanmu."

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1297

    Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1354

    "Siapa Tirta? Sepertinya itu nama seorang pria. Apa wanita idamanku sudah memiliki pujaan hati?" gumam Jamil.Jamil memang sedang menyetir, tetapi perhatiannya tetap tertuju pada Susanti yang duduk di kursi belakang. Begitu mendengar gumaman Susanti, Jamil diam-diam melihat Susanti dari kaca spion t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1358

    "Susanti, kalau kamu nggak berniat kembali ke Desa Persik, tunggu aku di sana. Jangan keliaran ke mana-mana.""Terutama jimat pelindung yang diberikan Kak Melati, kamu harus pegang erat-erat. Kalau ada bahaya, itu bisa melindungimu dan orang tuamu.""Sebentar lagi aku akan naik pesawat ke Provinsi N

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1272

    "Berkomunikasi dengan roh dan dewa? Mana mungkin! Pasti itu bohong!""Aku juga merasa itu mustahil. Kurasa dia nggak jauh berbeda dengan dukun atau peramal.""Itu pasti takhayul.""Mana ada hal seperti roh dan dewa di dunia ini? Hei, jangan menakut-nakuti orang!"Begitu ucapan itu dilontarkan, seger

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status