Share

Bab 2037

Author: Hazel
Suara Genta yang terdengar sangat senang muncul di benak Tirta lagi. "Pola-pola ini menandakan hukum alam, aturan alami, dan aturan dunia. Tentu saja kamu nggak mengerti. Seharusnya kepingan giok delapan trigram ini ditinggalkan oleh seorang tokoh hebat dalam ajaran Tao dari ras manusia sebelum dia mencapai keabadian ribuan tahun yang lalu."

"Kepingan giok ini nggak sengaja ditemukan wanita ini. Tapi, warisan yang sebenarnya aktif karena kamu. Kalau nggak, mungkin wanita ini nggak berkesempatan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3078

    Sebenarnya menurut aturan, orang dengan bakat serendah Tirta tidak akan diterima sebagai murid oleh Istana Samara.Karena orang seperti itu pada dasarnya mustahil memiliki pencapaian besar di masa depan. Kalaupun berkultivasi di sekte tingkat tertinggi, hal itu tetap tidak akan berubah.Namun, nenek tua itu berpikir, bagaimanapun Tirta adalah orang yang dipilih langsung oleh penguasa istana, jadi dia tidak mengusirnya begitu saja."Mencari guruku?" Tirta terpikir akan sesuatu, lalu dia mengangguk sambil berkata, "Baiklah."Dia memang perlu mendapatkan beberapa informasi dari Suryana secara tidak langsung."Suamiku, suruh Guru atur kamu masuk ke istana elemen emas juga. Dengan begitu, kita bisa bertemu setiap hari," kata Nova."Eh? Tetua Suryana belum kasih tahu kalian peraturan di sini ya?" tanya nenek tua itu dengan heran."Peraturan apa?" tanya Tirta."Antara murid pria dan wanita nggak boleh terlibat hubungan perasaan agar nggak mengganggu kultivasi. Karena kalian sudah menjadi muri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3077

    Jangankan mendapatkan Mutiara Naga dan roh naga sejati, bahkan pendiri Istana Samara yang sangat hebat itu pun hanya memperoleh sepasang mata naga purba."Dewa yang dulu membimbing leluhur pernah menunjukkan kitab emas yang persis seperti itu kepadanya.""Sayangnya, keberuntungan leluhur kurang dalam, sehingga beliau nggak berhasil memahaminya dan akhirnya melewatkan kesempatan itu.""Tapi karena hal itu, leluhur juga memperoleh banyak pencerahan. Itu sebabnya basis kultivasinya kemudian melesat maju tanpa hambatan," jelas Afifah dengan emosional."Nggak kusangka setelah bertahun-tahun berlalu, aku masih punya kesempatan melihat kitab emas itu dengan mata kepalaku sendiri."Suryana bertanya dengan kaget, "Maksud Ketua, bocah itu juga mendapat petunjuk dari dewa?""Seharusnya begitu." Afifah berkata, "Karena itulah aku ingin menjalin hubungan baik dengannya dan memutuskan menggunakan pusaka rahasia peninggalan leluhur untuk memperbaiki bakatnya.""Tentu saja, itu juga bergantung apakah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3076

    Mereka adalah kekuatan paling mengerikan di bawah tiga tanah suci besar. Yang paling utama, penyamaran mereka sangat sempurna dan sistem intelijen mereka juga sangat kuat. Selama bayarannya cukup besar, mereka berani membunuh siapa pun.Begitu suatu target telah diincar, kecuali target itu mati, tugas itu tidak akan pernah dihentikan.Dahulu pernah ada seorang Tetua Agung Istana Samara yang menyinggung Dinasti Pembunuh saat berlatih di luar. Pihak lawan bahkan menyamar menjadi salah satu tetua agung dan menyusup masuk ke Istana Samara.Kemudian, mereka secara diam-diam membunuh tetua agung itu beserta muridnya tanpa meninggalkan jejak.Itu adalah tragedi besar, sekaligus membuat nama Dinasti Pembunuh menjulang tinggi di dunia awani.Saat orang-orang Istana Samara menyadarinya, pembunuh itu sudah lama melarikan diri tanpa jejak. Meskipun setelahnya Istana Samara menghancurkan tiga markas Dinasti Pembunuh, tetua agung itu dan muridnya telah mati, tidak mungkin bisa hidup kembali.Karena

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3075

    Sang penguasa istana memberi perintah."Baik, Ketua."Begitu suara itu terdengar, seorang nenek tua segera berjalan masuk dari luar pintu dan berkata kepada Tirta serta yang lainnya, "Silakan ikut denganku.""Nggak perlu mengadakan upacara penerimaan murid?" tanya Tirta dengan penasaran.Nova dan Nivia juga merasa bingung. Di antara mereka, Arshala adalah yang paling heran.Jelas-jelas kultivasi sang penguasa istana berada di atas dirinya. Kalaupun dia memakai formasi untuk menyembunyikan diri, kemungkinan besar pihak lain tetap bisa menembusnya dalam sekali pandang.Namun, ternyata dia juga diterima masuk sebagai murid. Ini benar-benar tidak normal."Karena sudah bertemu Ketua dan mendapat izinnya, tentu nggak perlu lagi. Istana Samara nggak memiliki terlalu banyak aturan," kata Suryana."Nggak, nggak, Guru salah paham. Maksudku, upacara penerimaan murid memang nggak perlu diadakan. Tapi sebagai guru, setidaknya kamu harus kasih kami hadiah pertemuan yang lumayan bagus, 'kan?" Tirta m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3074

    "Anak Muda, beraninya kamu bersikap begitu lancang pada Ketua. Dengan sikapmu yang begitu arogan, kurasa akan sulit bagiku menerimamu sebagai murid!"Sebelum sosok itu berbicara, Suryana sudah lebih dulu menatap Tirta dengan dingin sambil memarahinya.Padahal sebelumnya saat Tirta menggeledah tubuhnya, Suryana bahkan tidak semarah ini. Jelas, dia sedang memperingatkan Tirta, jangan sampai menyinggung penguasa istana!Dalam pandangannya, Tirta hanyalah bocah yang sama sekali tidak mengerti betapa mengerikannya pemimpin mereka dan itu bisa membuatnya celaka besar!"Aku arogan? Bukannya kamu tadi juga dengar? Jelas-jelas dia yang lebih dulu bilang bakatku jelek," ucap Tirta dengan acuh tak acuh."Memangnya yang dikatakan Ketua bukan fakta?" Suryana balik bertanya."Bakat itu bawaan lahir, sama sekali nggak bisa diubah setelah lahir. Kamu pikir aku ingin punya bakat jelek? Mengejek kekurangan bawaan orang lain, menurutmu ketua kalian itu sangat mulia?" Walaupun Tirta berbicara kepada Surya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3073

    "Status tetua agungmu benar-benar nggak punya wibawa sama sekali ya?"Mendengar itu, kedua murid penjaga gunung langsung memandang Tirta dengan tidak senang. Namun, tampaknya demi menjaga wibawa Suryana, mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya mendengus dingin."Jangan bicara sembarangan." Suryana mengernyit sambil memarahi, "Ini berkaitan dengan masa lalu menyakitkan di sekte kami. Nanti kamu akan tahu.""Baiklah." Tirta hanya bertanya asal saja. Karena pihak lain tidak ingin menjelaskan, dia juga tidak tertarik terus bertanya.Mereka mengikuti Suryana berjalan melintasi wilayah Istana Samara. Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah paviliun di lereng gunung.Terlihat Suryana mengeluarkan lempengan giok itu dan paviliun itu seketika memancarkan cahaya menyilaukan. Ternyata itu adalah sebuah formasi teleportasi.Sret! Begitu formasi teleportasi diaktifkan, cahaya berkilat, Tirta beserta rombongannya langsung menghilang dari tempat semula.Saat penglihatan mereka kembali normal, sebuah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1079

    Qaila langsung meremehkan Tirta begitu datang dan sikapnya begitu kasar. Ayu yang biasanya tidak suka berdebat juga menegur Qaila, "Dokter, nggak ada hal yang mutlak. Masa kamu meragukan kemampuan medis Tirta cuma karena dia masih muda?"Ayu melanjutkan, "Tirta sudah menyembuhkan banyak orang di Des

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1066

    "Bukannya kamu pernah bilang akan memperlakukanku dengan baik seumur hidupmu? Sekarang kamu malah mengabaikan semua kenangan kita cuma karena Tirta ...." Camila masih belum mau menyerah. Dia menggenggam lengan Simon lebih erat, memohon dengan suara pilu."Diam! Aku tanya, sudah berapa banyak kamu me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1008

    Hati Tirta penuh dengan rasa haru. Dia baru saja akan membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba masuk sekelompok orang!Di depan rombongan itu adalah Chandra, ayah dari Resnu dan gubernur Provinsi Narta."Haha. Tirta, Pak Darwan, maaf aku terlambat karena ada urusan di jalan. Aku hamp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1039

    "Apa? Siapa sebenarnya orang ini? Bu Bella sampai mengucapkan kata-kata seperti itu!""Tirta adalah saudara angkat Pak Saba yang terhormat!""Keluarga Purnomo punya aset senilai ratusan triliun, sedangkan dia cuma seorang diri. Gimana mungkin dia bisa membuat Tirta dan Keluarga Purnomo binasa?"Mend

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status