مشاركة

Bab 2042

مؤلف: Hazel
Kala ini, mereka sudah melihat jejak pertarungan yang ditinggalkan Tirta dan kedua tetua, begitu pula tungku besar yang melayang di udara.

Suara-suara yang memalukan itu terdengar dari dalam tungku. Semua orang yang mendengar suara itu pasti bisa membayangkan pertarungan intens apa yang terjadi di dalam tungku itu!

Hati Kalila terasa tidak nyaman. Dia bertanya kepada Luvia yang gelisah, "Bu Luvia, apa ... kita mau selamatkan tetua pertama dan kedua ...."

Luvia menyela, "Kalian juga sudah lihat j
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Has Tiar
novel babi
goodnovel comment avatar
Has Tiar
novel tai anjing
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3060

    Di saat yang bersamaan, Tirta juga tidak menemukan jejak Arshala. Namun, dia malah merasa lebih tenang. "Aku sudah mencari seluruh bagian bawah. Sekarang hanya ada satu kemungkinan, yaitu Arshala sudah mencapai puncak tebing."Melihat cahaya yang sudah lama tak dirasakannya, Tirta merasa sangat akrab serta hangat dan kecepatan terbangnya pun secara refleks makin cepat. Pada akhirnya, dia berhasil keluar dari tempat terlarang itu.Namun, karena kesadaran spiritual terkuras dan kekuatan spiritual juga hampir habis, Tirta hanya bisa berdiri di atas sebuah batu besar. Dia mengambil posisi tertinggi dan melihat ke sekeliling, lalu duduk bersila untuk memulihkan diri."Arshala!" Tepat pada saat itu, Tirta tiba-tiba menemukan jejak Arshala.Tirta sedang berada tidak jauh dari tepi tebing. Namun, dia tidak mendengar panggilan Tirta, malahan berdiri di depan sebuah makam yang tersusun dari batu. Dengan ekspresi penuh kesedihan dan bahu bergetar, dia menulis satu per satu kata dengan jari tangan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3059

    "Aneh sekali. Kesadaran spiritualnya belum pulih sepenuhnya pun, aura yang dipancarkannya sudah begitu kuat. Tapi sekarang, hampir nggak terasa sama sekali. Jangan-jangan dia yang menyegel dirinya sendiri?" gumam Tirta dengan kebingungan. Lagi pula, meskipun saat ini Genta sudah hampir bangkit kembali, Genta masih berada dalam kondisi tertidur. Jika tidak, Genta juga bisa membantunya mencari."Sekarang aku hanya bisa mengandalkan diri sendiri," kata Tirta sambil menenangkan pikirannya.Obat spiritual yang tersisa memang tidak banyak, sehingga sekarang dia hanya bisa menyerap batu spiritual untuk memulihkan diri. Namun, batu spiritual tidak memiliki energi untuk memulihkan kesadaran spiritual, dia hanya bisa mengatur napasnya sendiri. Setelah beristirahat sekitar dua jam, dia melanjutkan pencariannya ke atas tebing.Proses pencarian berlangsung sekitar empat jam. Tirta kembali kelelahan, sehingga dia menggunakan cara yang sama untuk menggali sebuah lubang di tebing dan masuk ke dalamnya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3058

    Setelah segel di tempat ini terbuka, kabut hitam pekat yang tadinya menyelimuti tempat ini pun kini mulai menghilang.Tirta awalnya mengira kabut yang bisa menghalangi kesadaran spiritual dan juga menghasilkan angin ganas yang sangat merugikan para kultivator itu berasal dari kepala wanita itu. Namun sekarang, kenyataannya sepertinya tidak seperti itu. Dia terkejut saat menyadari seluruh kabut di jurang yang tak diketahui kedalamannya ini kini malah terus mengalir masuk ke dalam pedang kecil di tangannya."Benar-benar aneh sekali. Sebenarnya ini senjata macam apa sih? Jangan-jangan ini benaran senjata iblis," kata Tirta.Setelah pedang kecil itu kembali ke wujud aslinya, Tirta memang sudah merasa tidak nyaman. Setelah sekarang melihat kabut hitam seperti ditelan habis ke dalam pedang, dia segera menyimpannya secara terpisah di dalam ruang batu giok. Meskipun begitu, dia tetap tidak bisa menghentikan aliran kabut hitam. Bahkan batu giok yang tadinya putih bersih pun ikut berubah menjadi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3057

    Tirta mencoba menggenggam gagang pedang itu dengan kedua tangannya, tetapi hasilnya seperti memegang kehampaan karena kedua tangannya langsung menembus pedang itu begitu saja. Padahal pedang kecil berwarna emas itu jelas-jelas ada di depan matanya, tidak ada perubahan sedikit pun."Kenapa bisa begini?" seru Tirta yang terkejut."Ah ... aku lupa memberitahumu .... Kalau mau cabut pedang ini, kamu harus memurnikannya lebih dulu," kata wanita itu melalui kesadaran spiritualnya. Api yang terus membakarnya malah membuatnya lebih sadar, bahkan penyampaian pikirannya pun menjadi lebih cepat."Kultivasiku terlalu rendah, bahkan kesadaran spiritualku pun nggak bisa mendekat. Aku nggak mungkin bisa memurnikan pedang ini," kata Tirta yang sangat sadar diri."Nggak apa-apa, aku bisa membantumu. Dulu pemilik pedang ini juga salah satu rakyatku. Saat menyegelku, dia sudah mati. Jadi, niatnya nggak akan terlalu kuat. Selama bisa pakai kesadaran spiritualmu sebagai perantara, aku bisa memurnikannya ..

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3056

    "Tapi, wanita ini langsung mau memakannya begitu melihat manusia. Dia sudah membunuh begitu banyak ahli dunia awani, dia jelas bukan orang baik. Mungkin saja rakyatnya mengkhianatinya juga karena terpaksa," kata Tirta yang sama sekali tidak merasa iba pada wanita itu.Pada saat yang bersamaan, perkataan wanita itu juga membuktikan dugaan Tirta. Pasti pedang kecil di dahi itu bersama dengan kepala wanita itu yang jatuh dari langit hingga membentuk Tebing Maut yang tak berdasar.Selain itu, ada semacam hukum alam juga yang tertanam di dalam pedang kecil itu untuk mencegah wanita itu pergi dari tempat ini. Bahkan seluruh ruang di sekitarnya juga ikut disegel, sehingga dia tidak bisa terbang."Mungkin dengan mencabut pedang ini, aku bisa keluar dari tempat ini," kata wanita itu.Tatapan Tirta tertuju pada pedang kecil berwarna emas itu, tetapi dia sangat ragu. "Bagaimana kalau aku membebaskan wanita ini karena rasa egoisku sendiri dan buat seluruh dunia awani dilanda kehancuran? Bukankah a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3055

    Tirta bahkan tidak tahu siapa yang lebih kuat di antara pria yang pernah menyelamatkannya atau pemilik pedang kecil ini. Namun, ada satu hal yang dia yakin, yaitu mereka jauh lebih kuat darinya.Radius dari luas jurang Tebing Maut itu kira-kira mencapai puluhan mil. Sayangnya, meskipun sudah mencari ke setiap sudut, Tirta tetap tidak menemukan sedikit pun jejak tentang Arshala."Sepertinya Arshala nggak jatuh ke dasar jurang ...."Pandangan Tirta tertuju pada kedua sisi tebing yang gelap gulita. "Ada beberapa pohon kering yang tumbuh di bagian atas tebing .... Tapi, aku nggak bisa terbang ke atas di tempat ini, jadi bagaimana aku bisa mencarinya satu per satu?"Saat sedang mencari di dasar jurang, Tirta sudah berkali-kali mencoba mengendalikan harta sihir untuk terbang. Dia juga mencoba menggunakan Teknik Rahasia Tubuh untuk meningkatkan kultivasinya, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Bahkan memanjat ke atas pun tidak bisa.Tempat ini seolah-olah sudah diberi semacam segel, memb

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2390

    Mendengar ucapan Tirta, Devika tersenyum sinis. Dia merasa tidak puas dengan permintaan maaf Tirta ini. Devika harus membuat Tirta jera.Devika berbicara dengan arogan, "Kenapa? Kamu boleh lihat wanita lain, kenapa kami nggak boleh ... um!"Hanya saja, Tirta sudah menutup mulut Devika sebelum dia me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2462

    Peter berbicara terbata-bata, "Ah ... Pak Wadley, Tirta ... bunuh aku .... Bapak harus ...."Tubuh Peter menegang. Tak lama kemudian, Peter tidak bernapas lagi.Wanita blasteran memelotot lagi dan jantungnya berdegup kencang. Dia membatin, 'Orang ini kepala staf angkatan darat. Tapi, orang Negara Da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2401

    Namun, mereka yang sedang berebutan tidak memperhatikan ikan itu. Byur! Ombak besar menerpa, lalu terdengar jeritan histeris seorang wanita dan dia diseret ke dalam laut.Blub ... blub .... Darah bercampur dengan air laut.Zargo berseru, "Apa yang terjadi? Sepertinya ... ada ikan hiu .... Gawat! Kit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2461

    Peter menelepon dengan ekspresi sedih, "Pak Wadley, Tirta sudah sampai. Tapi, dia nggak mau bertemu dengan Bapak .... Dia bilang kalau dalam waktu sepuluh ... eh, sembilan menit ... dia nggak melihat Putri Linda, dia akan membunuhku. Apa kita harus membawa Putri Linda ke sini terlebih dulu?"Wanita

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status