FAZER LOGINLangit siang yang semula cerah seketika berubah menjadi langit malam yang gelap gulita.Satu demi satu bintang raksasa menggantung rendah di langit, seolah-olah akan turun ke dunia ini kapan saja. Tekanan yang dipancarkan begitu mengerikan hingga membuat jiwa bergetar.Ini bukan ilusi, melainkan pemandangan yang nyata.Siapa pun kultivator yang datang ke sini pasti akan berseru kaget dan ingin segera menjauh dari tempat ini.Yang lebih mengerikan lagi, di bawah hamparan langit berbintang itu, Bakrie menggunakan energi dan darahnya sendiri sebagai pemicu untuk menarik kekuatan bintang-bintang di sembilan lapis langit.Perlahan-lahan, sebuah pedang pemusnah dunia pun terbentuk.Tubuh pedang itu sangat besar, bahkan sebanding dengan pilar penyangga dunia. Benar-benar memenuhi seluruh cakrawala hingga ujungnya sama sekali tak terlihat!Krak! Krak! Bahkan sebelum pedang itu benar-benar terbentuk, ruang hampa dalam radius ribuan kilometer sudah tak sanggup menahan tekanan yang mengerikan itu
Namun, bentrokan sengit antara Tirta dan Bakrie barusan langsung memicu gejolak energi spiritual di dalam tubuh Tabib Suci.Dia tidak lagi memiliki tenaga untuk terus menekan terobosan kultivasinya yang sudah di ambang batas.Setelah berseru keras, dia segera mencari tempat yang relatif tenang untuk bersiap menerobos ke tingkat pencapaian agung!"Tenang saja, kami pasti akan mempertaruhkan nyawa demi melindungi kalian."Begitu Tabib Suci berhasil menerobos, kekuatan tempur kelompok Tirta akan benar-benar berdiri di puncak dunia awani.Tiga orang suci dunia awani tentu juga menyadari hal itu. Mereka segera menunjukkan kesetiaan mereka dengan lebih sungguh-sungguh.Kini, sekalipun harus berada di bawah pimpinan Tirta, mereka benar-benar menerimanya dengan sepenuh hati."Kalian jaga Nona Lavanya. Aku akan pergi melihat keadaan suamiku."Irena dan yang lainnya, termasuk Priya, sama-sama merasa gelisah. Mereka segera terbang menuju arah medan pertempuran tadi. Semuanya khawatir sesuatu terj
Hanya dari namanya saja sudah dapat diketahui betapa dahsyatnya kekuatan jurus Guncangan Seluruh Langit!Ruuummm! Cahaya pedang sepanjang puluhan ribu meter bagaikan naga purba raksasa pencipta dunia. Cahaya itu dingin dan berkilauan, menerangi seluruh negeri, juga ganas dan mendominasi.Berawal dari tubuh Bakrie, pedang itu menjadikan Tirta sebagai sasaran untuk dimusnahkan, lalu menebas lurus ke bawah.Tidak berlebihan jika dikatakan kekuatan tebasan ini mampu membuat langit dan bumi berubah warna, bahkan membuat bintang-bintang di alam semesta menjadi redup."Kali ini bocah itu seharusnya sudah nggak sanggup bertahan lagi, 'kan?"Sejak pertarungan dimulai hingga sekarang, para pembunuh yang mengamati dari belakang sudah tidak lagi berani mengejek Tirta. Namun, begitu Bakrie mengeluarkan jurus ini, mereka merasa pertarungan ini akhirnya akan segera berakhir."Suamiku ... bisakah dia menahannya?" Irena menggenggam erat Busur Matahari. Telapak tangannya sampai dipenuhi keringat karena
Mendengar Selvi berkata demikian, ditambah lagi Tirta memang sudah mengambil tindakan, semua orang pun tidak tahu lagi bagaimana harus membujuknya.Lagi pula, kalau Tirta tiba-tiba berubah pikiran, Bakrie pasti akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajukan syarat yang lebih berlebihan.Kalau sampai begitu, keadaan hanya akan menjadi makin buntu."Tuan Tirta, Senior Bakrie sudah lama terkenal sebagai seorang ahli. Saat bertarung dengannya, kamu harus sangat berhati-hati." Priya tidak mencoba membujuknya. Namun, dia diam-diam menyelipkan sebuah artefak ke tangan Tirta dari belakang.Artefak rahasia itu adalah harta penyelamat nyawa yang diwariskan ayahnya kepadanya. Kalau digunakan pada saat yang tepat, artefak itu bahkan mampu membunuh seorang kultivator tingkat semi pencapaian agung."Terima kasih." Tirta menerimanya tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, dia tidak berniat menggunakannya.Setelah itu, dia menoleh kepada Bakrie dan berkata, "Ketua Bakrie, aku sudah memenuhi permi
Sombong! Setelah mendengar perkataan Tirta, pikiran pertama yang muncul di benak Bakrie adalah bocah ini terlalu sombong.Seorang bocah yang hanya mengandalkan teknik rahasia untuk memaksa peningkatan kultivasinya, justru ingin bertarung satu lawan satu melawan dirinya, seorang senior terkenal yang benar-benar berada di tingkat semi pencapaian agung.Benar-benar cari mati.Tidak berlebihan jika dikatakan kalau tadi Selvi tidak menggunakan kekuatan tingkat pencapaian agung, bahkan Selvi sendiri belum tentu bisa memperoleh keuntungan dalam pertarungan itu."Hahaha! Bocah, kamu yakin kamu nggak salah minum obat? Kamu benar-benar ingin bertarung satu lawan satu denganku?" Bakrie tertawa terbahak-bahak.Para pembunuh di belakang Bakrie juga tercengang. Tak lama kemudian, mereka mencibir dan mengejek tanpa ampun."Hehe. Jangan-jangan dia marah sampai kehilangan akal? Kalau begitu, apa bedanya dengan langsung menyerahkan tanaman spiritual, roh naga sejati, dan Mutiara Naga kepada Ketua?""Pas
Kali ini Irena sudah belajar dari pengalaman. Dia tidak mengatakan bahwa sebenarnya Tirta memiliki 60 hingga 70 tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun."Aku mau lihat barangnya dulu. Suruh dia keluarkan. Aku akan memeriksanya sebelum memutuskan." Bakrie berkata sambil memikirkan berbagai rencana di dalam benaknya.Swoosh! Tirta juga tidak ragu sedikit pun. Dia segera mengeluarkan tiga tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun dari Cincin Penyimpanan dan meletakkannya di telapak tangan.Dahan dan daunnya sebening batu giok. Buahnya yang merah menyala berkilau laksana batu akik. Aroma obat yang harum dan pekat terus menghantam indra seluruh anggota Dinasti Pembunuh.Bahkan Bakrie sendiri sampai terbelalak."Hiss .... Aroma obat yang begitu pekat. Setiap tanaman hanya menghasilkan satu buah. Ini memang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun.""Tapi ... kenapa tanaman spiritual ini nggak mengandung fragmen hukum alam? Kalau nggak ada fragmen hukum alam, tanaman spiritual ini
"Sekteku? Tirta, aku nggak bisa beri tahu kamu hal ini. Jangan tanya lagi ya?" sahut Shazana dengan ekspresi bimbang. Dia takut nanti Tirta akan mencari sektenya setelah tahu dirinya diam-diam pergi."Oke, aku nggak tanya lagi," balas Tirta. Dia mempunyai firasat masalah yang ditutupi Shazana pasti
Alis Prita yang tipis berkerut. Dia berujar, "Keponakanku, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Selain itu, dari mana kamu tahu formasi yang misterius itu?"Tirta sengaja membiarkan Prita penasaran. Dia menyahut, "Kalau ke depannya ada kesempatan, aku baru beri tahu kamu. Sekarang suasana hatiku b
Dalam perjalanan selama 2 jam lebih, Tirta sama sekali tidak bergerak. Namun, Marila yang bergerak sendiri.Sopir wanita memang tidak bisa melihat Marila. Bahkan, Tirta juga mengerahkan Teknik Senyap yang menyelubungi mereka berdua. Sopir wanita juga tidak bisa mendengar suara yang mereka keluarkan
Tirta melihat 2 wanita cantik perlahan menghampirinya. Wanita yang berbicara memang memakai penutup wajah, tetapi bagian matanya sedikit mirip dengan Tirta.Hati Tirta bergetar. Firasatnya mengatakan wanita ini adalah ibu kandungnya, Shazana. Tirta yang tidak bisa mengendalikan perasaannya berlinang







