LOGINMelihat ketua Black Gloves tidak memberitahunya tentang senjata ajaib itu, Yelena mulai merasa cemas. Sekarang dia sudah tunduk pada Tirta, tentu saja dia harus memikirkan kepentingannya.Jadi, Yelena ingin mengetahui tentang senjata ajaib itu. Dengan begitu, Tirta bisa membuat persiapan.Yelena menunjukkan ekspresi ragu, lalu lanjut mengingatkan ketua Black Gloves, "Aku rasa kalian lebih tahu kehebatan Tirta. Kalau kalian nggak tulus dan nggak mau mengungkapkan senjata andalan kalian, aku juga nggak bisa beri tahu kalian keberadaan Tirta."Yelena meneruskan, "Kalau kalian gagal, pasti akan terjadi pertumpahan darah dan bencana besar di Negara Raigorou. Keluarga kami pasti nggak ingin melihat hasil seperti ini."Tirta juga diam-diam mendengar percakapan mereka dan tidak buru-buru bertindak. Alasannya karena dua orang Negara Martim ini memancarkan energi yang membuat Tirta tidak nyaman.Selain itu, kesadaran spiritual Tirta tidak bisa memeriksa kekuatan mereka. Bahkan Tirta juga merasak
Penjaga di depan istana maju untuk menyambut kedatangan Yelena setelah melihatnya di dalam mobil.Tirta menahan amarahnya dan berujar melalui kesadaran spiritual, 'Sudahlah. Kita masuk dulu.'Yelena menenangkan dirinya, lalu ekspresinya kembali normal. Setelah beberapa penjaga menyapanya dengan hormat, Yelena berjalan masuk ke istana.Tirta dan lainnya yang diselubungi Teknik Menghilang mengikuti di belakang Yelena. Begitu masuk, mereka melewati banyak jalan dan kamar kecil.Sekitar belasan menit kemudian, akhirnya mereka sampai di ruang VVIP. Dari ruangan itu, mereka bisa memandangi lautan yang luas.Desain ruangan VVIP sangat mewah. Uang yang dihabiskan untuk membangun tempat ini pasti sangat banyak.Sebenarnya sudah ada wanita yang disiapkan untuk menunggu di ruangan ini. Namun, Yelena menyuruh orang membawa wanita itu pergi karena Tirta datang. Kalau tidak, Tirta pasti makin marah setelah melihat wanita itu.Begitu Tirta dan lainnya duduk, Yelena ditelepon. Dia melapor kepada Tirta
Sekretaris mengiakan lagi. Setelah turun dari pesawat terbang, Yelena sengaja menyuruh sekretaris menyiapkan dua mobil. Dia beralasan dirinya lelah, jadi dia ingin menyetir sendiri untuk menenangkan diri.Yelena menyuruh sekretaris dan pengawal pribadinya naik mobil yang lain. Tentu saja Yelena berbuat seperti ini supaya Tirta dan lainnya bisa naik ke mobilnya.Setelah Linda dan lainnya naik ke mobil, Tirta duduk di kursi penumpang depan. Dia memuji Yelena, "Kamu cukup pengertian. Kapan dua orang Negara Martim dan anggota organisasi pembunuh itu sampai?"Yelena sangat senang dipuji Tirta. Dia menyahut, "Aku datang lebih awal. Seharusnya mereka akan sampai sekitar satu jam lagi. Apa Tuan mau aku suruh orang bunuh mereka?"Melihat sikap Yelena, Linda masih tidak percaya. Dia membatin, 'Sebenarnya wanita ini benar-benar tunduk pada Guru atau cuma pura-pura? Kalau dia pura-pura, itu berarti aktingnya sangat sempurna.'Tirta tidak tahu pemikiran Linda. Dia membalas tanpa ragu sedikit pun, "
Suara Yelena serak. Dia langsung berjalan ke tempat duduknya. Ekspresinya terlihat senang.Sekretaris memberikan cangkir kopi kepada Yelena sembari membatin dengan ekspresi bingung, 'Bu Yelena kenapa? Dia berubah setelah masuk ke toilet. Dia terlihat energik dan senang. Selain itu, entah kenapa aku merasa bukan cuma suaranya menjadi serak. Sepertinya mulut dan lehernya agak bengkak.'Namun, sekretaris tidak tahu penyebabnya.Sementara itu, Tirta sudah kembali ke tempat duduknya dengan Teknik Menghilang.Luvia bertanya melalui kesadaran spiritual, 'Apa kamu sudah mendapatkan informasi penting?'Tirta mencibir dan membalas, 'Wanita itu membocorkan informasi tiga tamu penting yang pergi ke Pulau Wanita Suci. Dua di antaranya itu ketua Black Gloves dari Negara Martim, yang satu lagi itu petinggi dari organisasi pembunuh dunia. Mereka tahu aku lagi di Negara Raigorou, jadi mereka datang untuk menghabisiku!'Linda bertanya dengan kesal, 'Guru, bagaimana? Apa rasanya sangat nikmat meniduri wa
Tirta tidak tahan dengan sikap Yelena yang agresif. Yelena bahkan lebih mengerikan daripada Melati.Tirta mengomentari, "Tsk, tsk ... kamu ini benar-benar nggak tahu malu. Yang penting kamu nggak pakai trik dan fokus bekerja untukku. Kalau kerjaanmu beres dan membuatku puas, mungkin aku akan bawa kamu pulang bersamaku."Melihat Tirta setuju, Yelena tertawa gembira dan menyahut, "Tenang saja, Tuan. Aku pasti akan memuaskanmu."Keinginan Yelena juga terwujud. Dia bisa melihat tampang asli Tirta."Wah ... ternyata kamu begitu tampan! Apa aku boleh menciummu?" seru Yelena seraya memelotot. Dia terus mengamati tubuh Tirta dengan saksama dan napasnya memburu, bahkan tubuhnya hampir menempel dengan tubuh Tirta.Tirta mencekik Yelena dan memperingatkan, "Kamu benar-benar agresif! Kamu mau cium aku, tapi aku nggak mau menciummu. Jangan lupa dengan statusmu. Aku ini majikanmu."Alhasil, Yelena malah makin antusias sampai-sampai tubuhnya bergetar. Dia memelas dengan suara menggoda, "Um ... Tuan,
Yelena berusaha keras untuk melontarkan kata-kata itu dalam bahasa Darsia. Suaranya juga teredam karena mulutnya ditutup Tirta.Tirta mencibir dan bertanya, "Oh? Bukannya tadi kamu berniat membocorkan rahasiaku?"Yelena tetap mengangkat kedua tangannya sambil menjelaskan, "Tadi aku nggak tahu orang yang berada di pesawat itu kamu .... Kalau tahu, aku pasti nggak akan membocorkan rahasiamu."Melihat Yelena tidak tampak seperti berbohong, Tirta segera mengerahkan Teknik Senyap. Setelah itu, dia baru melepaskan Yelena.Tirta tetap bertanya, "Apa omonganmu bisa dipercaya? Kamu itu adiknya presiden Negara Raigorou."Yelena menghela napas, lalu menjawab, "Sekarang aku sangat dekat denganmu, jadi kamu bisa mengendalikan nasibku. Apa ini sudah cukup untuk membuatmu percaya aku nggak berbohong? Aku nggak peduli dengan status. Kalau bisa memilih, aku ingin menjadi orang biasa."Tirta mengamati ekspresi Yelena dengan saksama. Dia baru memercayai perkataan Yelena. Tirta berujar, "Um ... kamu pakai







