Share

Bab 2247

Author: Hazel
Empat ratus lebih pasukan Negara Yumai maju. Mereka berdesak-desakan sampai-sampai tidak ada ruang sedikit pun. Semuanya menganggap Tirta mudah dihabisi. Mereka tampak sangat antusias.

Manuel yang berdiri di paling belakang perlahan mengeluarkan pistol dan membidik bahu Tirta. Dia tertawa, lalu berkomentar, "Apa hebatnya Tirta? Aku rasa musuh besar Negara Yumai ini cuma orang bodoh. Aku akan memberikan kontribusi besar untuk negara."

Menghadapi kepungan dan serangan musuh, ekspresi Tirta tetap t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Abimanyu
lanjut min....tambahin lah babnya jgn dikurangin
goodnovel comment avatar
Jack
lanjut minn
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3234

    "Huh huh. Manusia fana yang kecil juga berani sombong di hadapan para kultivator. Aku mau lihat apa tulangmu benar-benar sekeras itu," kata tetua tingkat pemurnian dewa tahap awal, lalu memberikan isyarat mata.Dalam sekejap, seorang tetua langsung keluar dari kerumunan. Dia mengangkat pedang panjangnya dan bersiap menebas kepala salah satu anak itu."Nggak ... jangan!" teriak wanita paruh baya itu dengan pilu sambil berdiri di depan anaknya.Pria paruh baya itu tidak sanggup melihat pemandangan itu, sehingga dia memejamkan kedua matanya dengan hati yang sangat menderita.Namun, tepat pada saat itu, beberapa binatang jurang raksasa di dalam laut hitam meraung dengan dahsyat dan suaranya bergema hingga ribuan mil. Gelombang suara tak kasat mata itu hampir berubah menjadi bentuk nyata dan mengguncangkan langit hingga awan hitam pekat di atas sana langsung lenyap.Puluhan kultivator yang berada di tempat itu sama sekali tidak mampu menahan gelombang suara mengerikan itu. Mereka menjerit k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3233

    "Huh. Kamu hanya seekor semut, aku tentu saja tahu kamu nggak mungkin mampu membunuh ketiga muridku. Kamu tunjuk jalan di depan, cepat jalan," kata tetua itu sambil mendengus.Kesadaran spiritual tetua itu sebenarnya sudah lama menyadari golok dapur yang disembunyikan pria paruh baya itu di dalam pakaian. Namun, dia sama sekali tidak menganggap hal itu sebagai ancaman, malah merasa sangat menggelikan."Baik baik," balas pria paruh baya itu, lalu berjalan di depan. Hatinya dipenuhi kecemasan karena merasa kemungkinan besar dia tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari kejadian ini. Namun, selama dia bisa memastikan Tirta dan rombongannya telah meninggalkan tempat itu, maka kematiannya terasa sepadan.Dengan pikiran seperti itu, pria paruh baya itu tanpa sadar sudah memaksa dirinya melangkah hingga tiba di tepi laut. Saat melihat tidak ada jejak Tirta dan rombongannya lagi di sana, dia diam-diam menghela napas lega.Setelah itu, pria paruh baya itu berbalik dan berkata, "Lapor Tuan, aku te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3232

    "Tuan, ada perintah apa?" tanya naga purba kepala tiga dengan hormat sambil menundukkan kepalanya."Aku mau kamu jaga keamanan desa ini. Kalau ada kultivator berniat jahat yang datang ke sini untuk lakukan kejahatan, kamu harus muncul dan bunuh mereka semua," kata Tirta dengan ekspresi serius."Baik, Tuan," jawab naga purba kepala tiga itu.Byur byur byur!Naga purba kepala tiga juga tidak menanyakan alasan Tirta. Setelah menerima perintah, dia segera mundur kembali ke lautan hitam yang gelap gulita."Baiklah, sekarang kita juga harus berangkat menuju reruntuhan kuno yang dibilang Nona Priya," kata Tirta. Dia meminta Priya berjalan di depan sebagai penunjuk jalan, sedangkan dia dan para wanita mengikuti dari belakang.....Tak lama setelah Tirta dan rombongannya pergi.Keluarga pria paruh baya itu akhirnya memperoleh teknik kultivasi yang selama ini mereka impikan. Mereka memikirkan sebuah cara agar rahasia itu tidak diketahui orang lain, yaitu memperluas gudang bawah tanah penyimpanan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3231

    "Ternyata begitu. Sungguh nggak disangka, orang biasa yang masuk ke wilayah terlarang justru lebih aman. Mereka nggak perlu ditindas pemerintah dan juga nggak perlu khawatir akan jadi korban para kultivator. Kalau dipikir-pikir, peristiwa kerusuhan iblis laut ini juga ada hubungannya denganku."Tirta menghela napas, lalu berkata setelah berpikir sejenak, "Begini saja, aku lihat kedua putramu ini punya bakat yang cukup bagus. Aku akan tinggalkan dua kitab teknik kultivasi, suruh mereka berlatih dengan rajin. Kelak mereka juga akan punya kemampuan untuk melindungi diri. Ingat baik-baik, jangan sampai kabar ini bocor. Kalau nggak, kalian akan hadapi bencana yang mengancam nyawa."Sambil berbicara, Tirta mengeluarkan dua kitab teknik kultivasi dari Cincin Penyimpanannya. Kitab-kitab ini sebenarnya diperolehnya dari Suryana. Saat sedang senggang, dia juga sering membacanya sebagai referensi dan memang menemukan banyak keistimewaan di dalamnya. Jika tidak, dia tidak akan sembarangan memberik

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3230

    "Huh, kamu cuma berani karena ada wanita-wanita di belakangmu yang mendukung. Kalau tanpa empat wanita itu, memangnya kamu ini siapa?""Orang sepertimu apa pantas melawan kami?""Adik-adik, sekalipun hari ini kita mati di sini, kita harus menyeret bocah ini mati bersama!"Melihat Tirta mengeluarkan artefaknya, murid tingkat pembentukan dewa tahap akhir itu sontak berteriak dan menjadi orang pertama yang menyerang.Sebuah pedang terbang memelesat ke depan. Begitu bergerak, dia langsung menggunakan jurus yang sangat kejam. Satu pedang terbang berubah menjadi ratusan bayangan pedang. Seketika, seluruh tubuh Tirta terkurung di dalamnya. Jelas, dia berniat menusuk Tirta hingga tubuhnya berlubang."Betul! Kalaupun mati hari ini, kita harus menyeret bocah ini bersama kita!"Sret! Sret! Dua murid lainnya juga segera mengeluarkan pedang terbang mereka dan menyerang dari sisi kiri dan kanan Tirta.Saat menyerang, mereka menyadari bahwa Lavanya, Irena, Yumika, dan Priya sama sekali tidak berniat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3229

    "Aku bisa cium bau darah dari tubuh kalian. Setelah membunuh orang, kalian pikir bisa pergi begitu saja?" Tubuh Tirta berkelebat dan langsung mengejar mereka....."Ayah ....""Ayah nggak apa-apa?"Kedua anak pria paruh baya itu segera berlari menghampiri saat melihat sang ayah selamat. Mereka langsung menghambur ke pelukannya sambil memanggilnya."Anak-anakku, Ayah nggak apa-apa. Pergilah, cepat bawa ibu kalian pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya, nggak cocok untuk kalian tinggali," kata pria paruh baya itu dengan perasaan yang masih diliputi ketakutan."Ayah, kami nggak mau pergi. Kami ingin bersama Ayah." Kedua anak itu memeluknya erat-erat."Kalau kamu nggak pergi, kami juga nggak akan pergi. Kalau memang harus mati, keluarga kita akan mati bersama." Wanita paruh baya itu akhirnya tiba di depan mereka dan berkata dengan mata berkaca-kaca."Hais ...." Pria paruh baya itu menghela napas panjang, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi....."Sobat, apa maksudmu ini? Kami sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2101

    Melihat sikap Tirta, Althea menggenggam tangannya dan menenangkan, "Sayang, aku akan menghadapinya bersamamu apa pun yang terjadi."Elisa juga maju, lalu berkata dengan tatapan khawatir, "Tirta, nggak usah cemas. Setelah pulang, kita bisa merencanakannya baik-baik. Nggak peduli siapa pun yang kamu l

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2144

    Anjing hitam mencium udara, lalu berseru dengan ekspresi senang, "Oh, pemuda berengsek itu sudah kembali? Bahkan di belakangnya ada aroma obat spiritual yang pekat! Aku harus pergi ke sana untuk melihatnya!"Anjing hitam segera berlari keluar. Sementara itu, kerumunan orang di gerbang rumah Keluarga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2182

    Sekarang Tirta makin berhasrat. Dia mencoba mencari kesempatan lagi dengan sengaja berbicara sembari mengernyit, "Kak Luvia, aku nggak bisa lihat karena jaraknya terlalu jauh. Waktu mempelajari teknik misterius seperti ini, kemungkinan kita nggak bisa memahaminya biarpun cuma melewatkan satu detik.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2179

    Mendengar perkataan Tirta, Lutfi sangat terkejut. Dia segera membujuk, "Apa? Pak Tirta, kamu mau pergi ke Negara Yumai untuk membalas dendam sendirian? Jangan! Dengan statusmu sekarang, aku nggak mampu menanggung konsekuensinya kalau terjadi sesuatu padamu."Lutfi menambahkan, "Kalau Pak Tirta bersi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status